Part 3

Setelah mengisi perut mereka,kini saatnya mereka beraksi menjalan kan misi mereka yaitu ngamen.

Sebelum mengamen mereka mencari tempat yang strategis,setelah mendapat kan nya mereka langsung memulai aksinya.

🎶Jika kau bertemu aku begini ...

🎶Berlumpur tubuh dan keringat membasah

bumi ...

🎶Di penjara,terkurung,terhukum,

🎶Hanya bertemakan sepi

🎶 Bisakah,kau menghargai cintaku yang suci ini ...

"Wah merdu banget suara mereka.mana cakep cakep lagi," puji seorang ABG.

"Iya,apalagi yang pegang mangkok itu. wajahnya seperti ada ke bule bulenya gitu," balas ABG lainnya.

Begitulah bisikan dari para penonton,sebagai seorang manusia tentu saja Bani sangat tersanjung dengan pujian itu.sehingga dia semakin semangat bernyanyi.

Setelah lagu berakhir mereka mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.

Sekarang ...

Tugas Austin untuk mendatangi para penonton dengan mangkok unik di tangan nya, selama melakukan hal itu semuanya aman hingga dia mendekati seorang ibu ibu berdaster.

"Mas ganteng,sesekali main kerumah ibu.nanti ibu kasi tip deh," bisik ibu itu dengan mengenakan lipstik cetar membahana di bibirnya.

Dengan wajah tertekan Austin segera menjauh dari ibu tersebut.

"Akhirnya selesai ... ternyata begini jika memulai semuanya dari nol.sangat banyak cobaan nya dan harus selalu gigih dan tabah menghadapi apa pun," celetuk Austin setelah melakukan tugas nya.

"Alhamdulillah pendapatan kita meningkat," ucap Tegar setelah menghitung pendapatan mereka di tempat sepi.

"Kenaikan pendapatan kita sangat pesat ya? biasanya kita cuma dapat dua ratus ribu sekarang satu juta lebih.benar benar suatu keajaiban," tutur Austin sedikit bangga pada pendapatan ngamen mereka malam ini.

"Ya jelas banyak bang,orang kita ngamen nya didekat keramaian.biasanya kan kita Ngarak keliling, nah kalau seperti itu tergantung rejeki aja bang," jelas Bara.

"Oh begitu," ujar Austin dengan tersenyum.

Tiba tiba ada seorang Ibu Ibu yang membawa kresek ditangan nya,mungkin itu sebuah makanan.dengan sejuta pertanyaan di benak masing masing,rombongan Austin menanti kedatang Ibu itu.

"Aduh kang ganteng.ternyata kamu di sini," sapa Ibu itu seolah olah mengenal Austin.

"Hehehe iya buk,maaf sebelumnya ada keperluan apa mencari saya?" tanya Austin sambil tersenyum canggung,teman teman nya hanya mengamati.

"Ini loh nduk, Ibu punya anak gadis cantiiiik banget.jika kamu mau jadi mantu Ibu, Ibu akan memberi salah satu restoran Ibu ke kamu.kamu gak perlu jadi pengamen lagi." Tawaran itu mengiurkan ditelinga teman teman nya, namun tidak untuk Austin.

Jika di pikir siapasih yang gak mau?sudah menikah dengan gadis cantik di beri restoran lagi,hanya pria bodoh yang tidak mau itu semua.

"Maaf Bu saya sudah menikah dan sekarang Alhamdulillah sudah memiliki lima anak," Bohong Austin sedangkan teman teman nya menahan kebengekan masing masing.

"Beneran nduk,padahal jika di lihat kamu Masi tampan dan bujangan loh." Ibu tersebut langsung terkaget kaget dengan pernyataan Austin.

"Itu penampilan saya saja Bu,sebenarnya umur saya sudah ingin memasuki kepala lima.jadi ... lebih baik Ibu mencari pria lain untuk anak Ibu.lebih bagus lagi jika Ibu mau menjodohkan nya dengan salah satu teman saya," saran Austin membuat mata Ibu itu langsung melihat kearah para pria yang tengah menampilkan senyum semanis mungkin.

"Muka mereka sangat jelas pengamen nya.anak Ibu gak doyan Ama mereka,dia maunya dengan kamu," tolak Ibu itu.jujur Austin merasa tak suka dengan ucapan Ibu itu yang terdengar sedang menghina teman teman nya.

"Gak apa apa kok anak ibu jadi istri kedua mu,ibu gak masalah." Austin Sangat terkejut dengan tawaran tak masuk akal itu.

"Maaf Bu.saya sangat mencintai istri saya jadi saya tidak ingin menikah lagi," tolak Austin.

"Saya permisi dulu Bu,ayo guys cabut," pamit Austin meninggalkan ibu itu dengan wajah kesal nya.

"Dasar gembel jual mahal,Masi untung mau di kasi kehidupan enak malah nolak tawaran ku!" geramnya hingga tanpa sadar kresek di tangan nya ia remas.

"Gila ... gila ... gila ... pesona Lo bang bikin Emak Emak ketar ketir ingin Minang Lo untuk anak mereka," ucap Bara Masi mengingat kejadian tadi.

"Bisa bisanya Lo bilang udah punya istri dan anak lima.mana umur lo,Lo tuain lagi," balas Bani menimpali.

"Ya habis aku harus jawab apa lagi?jika ... jika tahu aku masi single yang ada mereka makin gencar menjadikan ku menantu mereka," ujar Austin.

"Bener juga sih." Bara mengiyakan ucapan Austin.

"Udah jangan bahas itu lagi.lebih baik kita jajan cilok dengan telur gulung itu," ajak Austin sambil menunjuk gerobak pedagang di pojokan.

"Wah tumben dia inisiatif jajan nih," ledek Tegar.

"Perutku lapar karena menghadapi Emak Emak berdaster tadi." Mereka tertawa bersama sambil melangkahkan kaki menuju gerobak itu.

"Bang telur gulung lima tusuk dan cilok nya 10 ribu," pinta Austin dengan antusias.

"Bro ini jajanan kenapa rasa nya beda dari biasanya ya?" tanya Austin sambil makan cilok dengan lahap.

"Lebay Lo bang.orang emang gini kok rasanya," protes Tegar.

"Memang beda kok,serius." Austin meyakinkan teman temannya itu.

"Mungkin itu karena uang yang kita pakai dari kerja keras kita sendiri,bukan dari uang traktiran Abang," jawab Bari ngasal.

"Apa bedanya?bukan kah uang yang Abang dapatkan dari bekerja juga,kan?" tanya Bani.

"Mungkin karena Aku mendapat uang itu dengan hanya memeriksa berkas.sedangkan ini dari hasil ngamen yang membutuhkan kerja keras dan banyak waktu," balas Austin membuat yang lainnya setuju.

"Kira kira bagaimana perasaan Abang menemani kami mengamen,gengsi gak?" tanya tegar dan yang lainnya segera menyimak.

"Aku cukup senang dengan kerjaan kalian,Aku gak gengsi.malahan Aku merasa senang bisa melihat sisi lain dari kehidupan yang ku alami.mengenal kalian membuat Aku lebih banyak bersyukur dengan apa yang Aku miliki," ucap Austin bijak membuat dia semakin berwibawa.

"Perasaan aku aja atau kalian juga lihat,Abang jika berkata bijak wajah Abang itu seperti seorang raja.berwibawa dan semakin tampan," puji Bara.

"Iya aku juga melihat hal itu di wajah nya." Tegar ikut menyetujuinya.

"Ah masa ... jangan memujiku kan aku jadi malu." Austin pura pura salting seperti seorang perempuan.

"Aku tarik kembali kata kata ku tadi," ujar Bara cepat dengan wajah kesalnya.

"Bobrok nya mulai terlihat," ucap Tegar.

"Di balik ketampanan nya ada sejuta ke bobrokan yang tidak diketahui oleh Emak Emak berdaster itu," celetuk Bari.

"Kalian jangan gitu dong.Masa gibahin orang langsung di depan orangnya," protes Austin.

"Dasar pria aneh," ledek Tegar.

"Berani kalian mengatai ku,sini kalian ku cium!." pekik Austin membuat tema teman nya melarikan diri.

Austin segera mengejar mereka dengan mengerucutkan bibirnya,sedangkan teman teman nya geli melihatnya.semakin hari mereka berteman dekat dengan seorang Austin, semakin mereka mengetahui kekocakan sifat Austin.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!