16. Fitting baju.

Malam ini Dira tengah berjalan dengan menenteng beberapa kantong belanjaan berisikan beberapa keperluan Dira dan juga bahan makanan. Beberapa hari tinggal di rumah orang tuanya, Dira baru ingat kalau bahan masakan di apartemennya tinggal sedikit. Jadi Dira memutuskan untuk berbelanja dahulu sebelum pulang ke apartemen.

Saat tiba di lobby apartemen, ponsel Dira berdering menandakan adanya panggilan masuk.

📲 Mama Diva is Calling...

"Assalamualaikum... Halo, ma."

"(....)."

"Maaf, ma. Ini Dira sekarang udah di apartemen. Maaf tadi lupa nggak pamit sama mama."

"(....)."

"Kemana, ma?"

"(....)."

"OK, ma."

Tuutt...

Dira memutuskan panggilan teleponnya. Gadis itu terdiam sejenak sambil memejamkan matanya. Sampai suatu suara mengagetkannya.

"Lo kenapa, Sakit?" Tanya seorang cowok yang berada tepat di belakang gadis itu. Sempat terlonjak kaget, Dira lalu memutar badannya untuk menghadap ke arah seseorang yang bertanya padanya tadi.

"Kak Axell ..." Ucap Dira lirih. Sementara Axell hanya mengangkat satu alisnya seakan bertanya ada apa?

"... Nggak pa-pa kok, kak. Tadi gue cuma abis terima telpon." Jawab Dira.

"O ... Mau gue bantuin?" Tanya Axell pada gadis itu. Melihat begitu banyaknya barang belanjaan yang tergeletak di lantai, membuat Axell berinisiatif untuk membantu gadis yang notabene adik kelasnya itu.

"Nggak usah, kak. Ngerepotin." Tolak Dira halus.

"Emang tangan Lo nggak pegel, ngebawa belanjaan segini banyak? Apart Lo masih beberapa lantai lagi." Jawab Axell mengingatkan.

"Tapi, kak -..." Jawaban Dira terputus karena Axell yang kembali membuka suara.

"Sini, gue bantu." Sahut Axell singkat sambil meraih beberapa kantong belanjaan Dira.

Sampai di depan apartemennya, Dira menekan Password lock smart pintu apartemennya.

Ceklek.

Pintu terbuka dan Dira masuk terlebih dahulu disusul Axell di belakangnya.

"Taruh sini aja, kak!" Ucap Dira sambil menunjuk meja di ruang tamunya.

"OK, gue taruh sini." Axell lalu menaruh belanjaan Dira di atas meja. Dan setelahnya, "Kalo gitu, gue balik dulu." Ucap Axell sambil berjalan keluar dari apartemen Dira.

"Eh, kak. Nggak minum dulu?" Tanya Dira sambil berjalan mengikuti Axell.

"Nggak usah. Next time. Udah malem." Jawab Axell yang kembali melangkahkan kakinya keluar dari apartemen Dira.

"Kak, Axell." Panggil Dira lagi.

"Ya." Jawab Axell singkat.

"Terima kasih." Tak ada jawaban. Axell hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan memasuki lift.

...***...

Kini di kantin sekolah Dira, Nayla dan juga Melody tengah asyik menikmati makan siangnya.

"Jadi gimana, Dir?" Tanya Nayla yang kepo tiba-tiba.

"Apanya yang gimana, Nay?" Tanya Dira sambil mengunyah makanannya.

"Ya Lo yang sama Arfen?" Tanya Nayla lagi.

"Maksudnya gimana sih, Nay?" tanya Dira bingung.

"Ya Lo sama dia..." Jawab Nayla menggantungkan kalimatnya.

"Ngomong yang jelas dong, kak! Gue juga kepo, nih!" Protes Melody yang juga penasaran disini.

"Maksud gue, hubungan Lo sama dia. Masih sama kek dulu atau udah in relationship?" Tanya Nayla ingin tahu. Bahkan gadis itu sampai memperjelas pertanyaannya agar sahabatnya itu mengerti dari maksudnya.

Dira menghembuskan nafasnya pelan. "Masih kek dulu, Nay. Nggak ada yang berubah antara gue sama Arfen." Jawab Dira.

"Kalo saling suka, kenapa nggak Lo terima aja sih, Dir?" Tanya Nayla lagi. Karena dari yang Nayla lihat, Dira juga memiliki perasaan yang sama seperti Arfen.

"Nggak, Nay. Karena mau bagaimana pun perasaan gue sama Arfen, kita nggak akan pernah bisa sama-sama." Jawab Dira.

*Kan udah author jodohin🤭! So, nggak bisa sama-sama.

"Kenapa memangnya?" Tanya Melody penasaran dengan alasan Dira yang sebenarnya.

"Iya. Kenapa memangnya?" Tanya seorang cowok yang datang tiba-tiba dan mengulangi pertanyaan Melody tadi.

"Ih... Lo dateng-dateng kepo, deh." Cibir Melody pada cowok yang duduk di sampingnya.

"Ssttttt... Diem..." Ucap cowok yang tak lain adalah Zaki itu sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Melody. "...Kita dengerin cerita dari Dira dulu, abis itu giliran Lo yang cerita." Sambung Zaki.

"Emang gue mau cerita apaan? Gue nggak ada apa-apa yang mau gue ceritain." Jawab Melody sambil memanyunkan bibirnya.

"Tentang perasaan Lo ke gue." Jawab Zaki tersenyum penuh arti ke arah Melody. Senyum yang berbeda dari yang biasa Melody liat.

"Iiish... Pede banget, Lo!" Jawab Melody ngegas sambil memukul pundak Zaki.

"Tapi suka, kan?" Tanya Zaki sambil menaik-turunkan alisnya.

Blush...

Pipi Melody merona seketika mendengar apa yang dikatakan oleh Zaki tadi. Sebenarnya Melody sudah mulai memiliki perasaan terhadap Zaki. Tapi gadis itu lebih memilih memendam perasaannya karena mengira Zaki yang menyukai Dira.

Melihat pipi Melody yang kini mulai memerah, membuat Zaki kian gencar menggoda Melody. "Kenapa tuh pipi di merah-merahin?" Goda Zaki lagi.

"Tau, ah." Jawab Melody ketus lalu pergi meninggalkan kantin.

"TUNGGU, MEL!" Pekik Zaki yang bangkit dari duduknya dan berjalan mengejar Melody. "...Gue duluan ya, Dir, Nay."

Dira dan Nayla yang melihat tingkah keduanya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Pasangan yang aneh." Ucap keduanya kompak.

"Btw, gimana, Dir? Lo belum jawab pertanyaan gue tadi!" Tanya Nayla lagi setengah menuntut. Pasalnya Nayla merasa masih belum puas selama belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan untuk Dira tadi.

"Gue -..." Belum sempat Dira menjawab, tiba-tiba ponsel Dira pun berdering.

📲 Mama Diva is Calling...

Membaca nama Id si pemanggil membuat Dira menatap Nayla sesaat. Ia tahu Mama Diva pasti akan mengingatkannya tentang apa yang di katakan nya semalam. Tak ingin sahabatnya itu ikut mendengar pembicaraannya dengan mama Diva, Dira memilih untuk beranjak dari meja kantin yang ia tempati sekarang ini.

"Bentar ya, Nay. Gue terima telpon dulu. Kantin berisik." Ucap Dira yang langsung mendapat acungan jempol dari Nayla

"Halo, ma."

"(....)."

"Dira ingat kok, ma."

"(....)."

"Iya, dah, mama."

Tuutt...

"Mama Diva, Dir?" Tanya Nayla yang tiba-tiba sudah berada di belakang Dira.

"Iya, Nay." Jawab Dira singkat.

"Ada apa emang?" Tanya Nayla lagi.

"Nggak ada apa-apa kok, Nay. Bukan hal yang penting. Eh... Btw, udah bel masuk nih. Lo nggak balik ke kelas?" Tanya Dira mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Ini gue masih nungguin Verrel, bentar. Lo duluan aja nggak pa-pa."

...***...

Di koridor sekolah, terlihat seorang cowok tengah menerima telepon dari seseorang di seberang sana.

"Halo, Bun."

"(....)."

"Hari ini Axell nggak ada rapat OSIS, Bun. Jadi bisa pulang cepet."

"(....)."

"Ngapain, Bun?"

"(....)."

"Baik, Bun. Nanti Axell ke sana."

"(....)."

"Baik, Bun."

Tuutt...

Cowok yang tak lain dan tak bukan adalah Axell itu kini melanjutkan langkahnya untuk kembali ke kelas setelah telepon dari bunda Resty berakhir.

...***...

La'Rossa boutique.

Kini Dira telah sampai di salah satu butik ternama - Tempat yang di janjikan oleh Mama Diva. Semalam Dira mendapatkan telepon dari Mama Diva yang memintanya untuk datang ke butik langganannya untuk melakukan Fitting baju pengantin.

"Mama." Panggil Dira pada mama Diva yang tengah asyik bercerita dengan dua wanita yang Dira yakini adalah calon mertuanya dan juga Tante Rossa sang pemilik butik.

"Kamu sudah datang, sayang? Sini!" Ucap Mama Diva yang berbinar seketika saat melihat kedatangan Dira. Perlahan namun pasti, Dira berjalan mendekat dan langsung mencium punggung tangan ketiganya secara bergantian.

"Wah... Dira. Makin gede makin cantik, ya!" Puji Tante Rossa pemilik butik.

"Terima kasih, Tante. Tante juga cantik, kok." Jawab Dira sopan.

"Pastinya, dong. Kan Dira calon menantuku." Ucap bunda Resty bangga sambil menuntun Dira agar duduk di sampingnya.

"Sayang, tadi Mama sama bunda udah pilihkan beberapa gaun untuk kamu. Kamu coba ya, nak! Pilih mana yang paling cocok dan nyaman sama kamu!" Ucap mama Diva.

"Iya, ma." Jawab Dira.

Dira pun mulai mencoba beberapa gaun yang sudah di pilihkan oleh Mama Diva dan juga bunda Resty untuknya. Dari beberapa gaun itu, ada satu yang menurut Dira paling indah dan juga nyaman ia kenakan. Dira pun keluar dari ruang ganti untuk menunjukkan gaun yang dipilihnya. Dan,

"Wah... Kamu cantik sekali, sayang. Sangat pas di badan kamu." Ucap bunda Resty yang kagum saat melihat Dira yang begitu cantik menggunakan gaun pengantin.

"Iya, Dira. Seakan gaun ini di peruntukkan khusus untuk kamu. Sangat cantik, sama seperti yang mengenakannya." Ucap Tante Rossa yang juga memuji kecantikan Dira. saat memakai gaun pengantin tersebut.

"Kamu cantik sekali, sayang. Ah... bukan, cantik saja tidak cukup. Tapi sangat cantik sekali." Ucap Mama Diva.

Setelah dirasa cukup, Dira kembali masuk ke ruang ganti untuk mengganti bajunya.

"Sini, sayang. Duduk dekat bunda!" Pinta bunda Resty sambil menepuk sofa di sampingnya. Dira menurut. Gadis itu mendekat dan duduk di antara Bunda Resty dan juga Mama Diva.

"Sayang, ada yang Bunda mau kasih sama kamu." Ucap bunda Resty sambil mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Dira diam, gadis itu menunggu apa yang akan calon mertuanya itu berikan padanya.

"Ini untuk kamu, sayang." Ucap Bunda Resty sambil menyerahkan sebuah kotak bludru berbentuk hati pada Dira.

"Ini apa ya, bunda?" Tanya Dira ragu.

"Itu cincin pertunangan kamu sayang. Coba kamu lihat!" Jelas bunda Resty.

Dira lalu menerima kotak cincin yang bunda Resty berikan padanya. Dengan perasaan ragu, perlahan tangan Dira membuka kontak tersebut. Ada sebuah cincin bertahtakan berlian dengan inisial huruf A di dalamnya. Dan,

'Indah sekali.' Batin Dira yang menyukai bentuk dari cincin tersebut.

"Kamu pakai, ya, sayang. Jangan di lepas!" Pinta Bunda Resty sembari memakaikan cincin tersebut pada hari manis Dira.

...***...

"Tuh cewe bukannya Dira?" Gumam Axell lirih saat melihat Dira yang keluar dari butik yang akan dia datangi. Tak ingin terlalu lama membuang waktu, Axell kembali melanjutkan langkahnya memasuki sebuah butik yang sebutkan oleh bunda Resty tadi.

"Boy... sini, nak!" Panggil bunda Resty.

"Bunda ada apa nyuruh Axell datang ke sini?" Tanya Axell yang memang tak mengerti kenapa bundanya menyuruhnya untuk datang ke butik tersebut.

Bunda Resty tersenyum ke arah putra semata wayangnya itu, sebelum akhirnya mengutarakan maksudnya yang menyuruh Axell datang ke tempat tersebut.

"Kita fitting baju buat kamu, boy. Sebentar lagi kan kamu akan menikah." Ucap Bunda Resty sambil kembali tersenyum ke arah Axell.

"Nak, Axell..."

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Duhhh kasian Arfen yaa🙁

2023-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 01. Awal pindah sekolah.
2 02. Dia tinggal disini? (Axello)
3 03. Bertemu calon mertua.
4 04. Diantar pulang.
5 05. Tangis Dira.
6 06. Jangan diangkat.
7 07. Sahabat atau cinta?
8 08. Bertemu calon mertua 2.
9 09. Kejutan Arfen.
10 10. Pertemuan tak disengaja.
11 11. Pulang ke rumah.
12 12. Kejutan Arfen 2.
13 13. Arfen lagi.
14 14. Arfen dan Andira.
15 15. Axell cuek.
16 16. Fitting baju.
17 17. Siapa dia? (Axello)
18 18. Inisial huruf A.
19 19. Siaran Live Nayla
20 20. Telepon dari papa Dira.
21 21. Kabar yang mengejutkan.
22 22. Pasrahnya Axello.
23 23. Alibi Axello.
24 24. Hari H.
25 25. Seranjang.
26 26. Tidak bisa tidur.
27 27. Lo mau ikut? (Axello)
28 28. Dira tanggung jawabmu.
29 29. Tanggung jawab gue. (Axello)
30 30. Kepergok.
31 31. Tidur atau ....?
32 32. Visual cast
33 33. Ganggu banget.
34 34. Lo punya perasaan sama dia? (Axello)
35 35. Ajakan atau perintah?
36 36. Sorry, udah ngurung Lo disini. (Axello)
37 37. Jahil.
38 38. Dosa, nolak nafkah dari suami! (Axello)
39 39. Kepergok 2.
40 40. Kambuh.
41 41. Sorry.
42 42. Makan atau .....
43 43. Sebuah peringatan.
44 44. Tebakan Verrel.
45 45. Ketiduran dimobil.
46 46. Menimang cucu.
47 47. Nggak usah Lo pikirin! (Axello)
48 48. Jangan-jangan ..... (Dira)
49 49. Gara-gara Zaki.
50 50. Gara-gara Zaki 2
51 51. Lagi-lagi Zaki.
52 52. Sebuah pertanyaan.
53 53. Pelukan hangat.
54 54. Cara Verrel.
55 55. Nongki bareng.
56 56. Gara-gara bubur.
57 57. Hak sebagai suami.
58 58. Dia?
59 59. Kebetulan.
60 60. Move on.
61 61. Karena gue berhak atas Dira. (Axello)
62 62. Bocor.
63 63. Perhatian Axello.
64 64. Semakin terang.
65 65. Kecurigaan Bastian.
66 66. Marahnya Axello.
67 67. Pengganggu.
68 68. Nakal.
69 69. Dira aman sama gue. (Axello)
70 70. Gara-gara buah.
71 71. Mereka udah jadian? (Arfen)
72 72. Jangan nakal disekolah! (Axello)
73 73. Axello Vs Nayla.
74 74. Perlakuan Axello.
75 75. Masa lalu.
76 76. Permintaan Axello.
77 77. Tamu tak diundang.
78 78. Bikin gue... (Axello)
79 79. Kebohongan Renata.
80 80. Kebenaran untuk Bastian.
81 81. Dimana Dira? (Axello)
82 82. Marahnya Axello 2.
83 83. Kenapa harus dia? (Arfen)
84 84. Jangan buat gue khawatir! (Axello)
85 85. Belum siap.
86 86. Tersedak.
87 87. Tamu tak diundang 2.
88 88. Pulang ke rumah.
89 89. Demam.
90 90. Gue nggak butuh obat. (Axello)
91 91. 'I want you.' (Axello)
92 92. Bikin Lo yakin. (Axello)
93 93. Gangguan.
94 94. Permintaan Bunda.
95 95. Tidak tinggal diam.
96 96. Kencan.
97 97. Perasaan Dira.
98 98. Urusan suami istri.
99 99. Sedikit pelajaran.
100 100. On proses.
101 101. When Jason meet Jessie.
102 102. Drama pagi hari.
103 103. Axello Vs Renata.
104 104. Ancaman Renata.
105 105. Gara-gara Drakor.
106 106. Mau lagi.
107 107. Malam panjang.
108 108. Gara-gara vitamin.
109 109. Cerita Bunda Resty.
110 110. Sikap Axello.
111 111. Dira Vs Linda.
112 112. Dipecatnya Linda.
113 113. Pulang ke rumah.
114 114. Serangan di pagi hari.
115 115. Apa yang terjadi? (Andira)
116 116. Dirumah sakit.
117 117. Cara berterima kasih.
118 118. Mendadak perhitungan.
119 119. Gara-gara rambut basah.
120 120. Kiss me, please!
121 121. Teman main belakang.
122 122. Sebuah foto.
123 123. Hak paten.
124 124. Tatapan aneh.
125 125. Cara Axell.
126 126. Pembicaraan serius.
127 127. Tamu tak diundang 3.
128 128. Aneh.
129 129. Aneh 2.
130 130. Khawatirnya Axell.
131 131. Praktek biologi.
132 132. Cantik-cantik, Batu.
133 133. Verrel mulai jahil.
134 134. Axell aneh.
135 135. Axell aneh 2.
136 136. Ajakan selingkuh Bastian.
137 137. Mimpi aneh Axello.
138 138. Pertengkaran dua saudara.
139 139. MG. (emji)
140 140. Axello Vs Nicholas.
141 141. Balas dendam Renata.
142 142. Axello vs Nicholas 2.
143 143. Istri? (Renata)
144 144. Lemot berjamaah.
145 145. Kabar Dira hamil.
146 146. Seperti dihantam ombak.
147 147. Datangnya badai.
148 148. Dosa apa?
149 149. Kedatangan Axell.
150 150. Marahnya Axell 3.
151 151. Arti mimpi Axell.
152 152. A little story about Axello.
153 153. Kekhawatiran Axello.
154 154. Minta di peluk.
155 155. I love you more. (Axello)
156 156. Masih di rumah sakit.
157 157. Masih di rumah sakit 2.
158 158. Tidak sebanding.
159 159. Bukan lawan yang sebanding.
160 160. I love you too, Xello.
161 161. Kena hukuman.
162 162. Dira pulang, Axell senang.
163 163. Manisnya.
164 164. Penolakan Axell.
165 165. Back to school.
166 166. Hot news.
167 167. Karena dia udah nyakitin kamu. (Axello)
168 168. Kerja kelompok.
169 169. Kerja kelompok 2.
170 170. Arfen is back.
171 171. Temui gue! (Axello)
172 172. Axell Vs Arfen.
173 173. I'm Yours.
174 174. More than miss you.
175 175. Kenapa baru sekarang?
176 176. Trouble or heartbreak?"
177 177. Tamu tak diundang 4.
178 178. Sebuah foto 2.
179 179. Kamu cemburu? (Axello)
180 180. Lambang Aditya Pratama.
181 181. UKS.
182 182. Axello dan Aditya.
183 183. Sebuah foto 3.
184 184. Axell menyerah.
185 185. I'll stay.
186 186. Stalker.
187 186. Balas dendam Bastian.
188 188. Axell vs Arfen.
189 189. Play secret.
190 190. Sengaja.
191 191. Truth for Arfen.
192 192. Arfen kalah.
193 193. Arfen dan Andira 2.
194 194. Arfen dan Andira 3.
195 195. Tetangga.
196 196. Baku hantam.
197 197. Masih di apartemen Axell.
198 198. Pikiran Melody.
199 199. Getting jealous
200 200. Tamu tak diundang 5.
201 201. Dua saudara.
202 202. Masih di rumah Axell.
203 203. Nongki bareng 2.
204 204. Mimpi dan balas dendam Axello.
205 205. Rasa penasaran Dira.
206 206. d'Ra Group.
207 207. d'Ra Group 2.
208 208. Laporan Nicholas.
209 209. Melody Vs Zaki.
210 210. Pengakuan Renata.
211 211. Kegelisahan Dira.
212 212. Axell Vs Nicholas 3.
213 213. Rasa penasaran Dira 2.
214 214. Where is Nicholas?
215 215. ??
216 216. Garasi Vs Ruang kerja.
217 217. Diruang kerja Axell.
218 218. Kantor polisi.
219 219. Menghindar.
220 220. What's wrong?
221 221. What's wrong? 2
Episodes

Updated 221 Episodes

1
01. Awal pindah sekolah.
2
02. Dia tinggal disini? (Axello)
3
03. Bertemu calon mertua.
4
04. Diantar pulang.
5
05. Tangis Dira.
6
06. Jangan diangkat.
7
07. Sahabat atau cinta?
8
08. Bertemu calon mertua 2.
9
09. Kejutan Arfen.
10
10. Pertemuan tak disengaja.
11
11. Pulang ke rumah.
12
12. Kejutan Arfen 2.
13
13. Arfen lagi.
14
14. Arfen dan Andira.
15
15. Axell cuek.
16
16. Fitting baju.
17
17. Siapa dia? (Axello)
18
18. Inisial huruf A.
19
19. Siaran Live Nayla
20
20. Telepon dari papa Dira.
21
21. Kabar yang mengejutkan.
22
22. Pasrahnya Axello.
23
23. Alibi Axello.
24
24. Hari H.
25
25. Seranjang.
26
26. Tidak bisa tidur.
27
27. Lo mau ikut? (Axello)
28
28. Dira tanggung jawabmu.
29
29. Tanggung jawab gue. (Axello)
30
30. Kepergok.
31
31. Tidur atau ....?
32
32. Visual cast
33
33. Ganggu banget.
34
34. Lo punya perasaan sama dia? (Axello)
35
35. Ajakan atau perintah?
36
36. Sorry, udah ngurung Lo disini. (Axello)
37
37. Jahil.
38
38. Dosa, nolak nafkah dari suami! (Axello)
39
39. Kepergok 2.
40
40. Kambuh.
41
41. Sorry.
42
42. Makan atau .....
43
43. Sebuah peringatan.
44
44. Tebakan Verrel.
45
45. Ketiduran dimobil.
46
46. Menimang cucu.
47
47. Nggak usah Lo pikirin! (Axello)
48
48. Jangan-jangan ..... (Dira)
49
49. Gara-gara Zaki.
50
50. Gara-gara Zaki 2
51
51. Lagi-lagi Zaki.
52
52. Sebuah pertanyaan.
53
53. Pelukan hangat.
54
54. Cara Verrel.
55
55. Nongki bareng.
56
56. Gara-gara bubur.
57
57. Hak sebagai suami.
58
58. Dia?
59
59. Kebetulan.
60
60. Move on.
61
61. Karena gue berhak atas Dira. (Axello)
62
62. Bocor.
63
63. Perhatian Axello.
64
64. Semakin terang.
65
65. Kecurigaan Bastian.
66
66. Marahnya Axello.
67
67. Pengganggu.
68
68. Nakal.
69
69. Dira aman sama gue. (Axello)
70
70. Gara-gara buah.
71
71. Mereka udah jadian? (Arfen)
72
72. Jangan nakal disekolah! (Axello)
73
73. Axello Vs Nayla.
74
74. Perlakuan Axello.
75
75. Masa lalu.
76
76. Permintaan Axello.
77
77. Tamu tak diundang.
78
78. Bikin gue... (Axello)
79
79. Kebohongan Renata.
80
80. Kebenaran untuk Bastian.
81
81. Dimana Dira? (Axello)
82
82. Marahnya Axello 2.
83
83. Kenapa harus dia? (Arfen)
84
84. Jangan buat gue khawatir! (Axello)
85
85. Belum siap.
86
86. Tersedak.
87
87. Tamu tak diundang 2.
88
88. Pulang ke rumah.
89
89. Demam.
90
90. Gue nggak butuh obat. (Axello)
91
91. 'I want you.' (Axello)
92
92. Bikin Lo yakin. (Axello)
93
93. Gangguan.
94
94. Permintaan Bunda.
95
95. Tidak tinggal diam.
96
96. Kencan.
97
97. Perasaan Dira.
98
98. Urusan suami istri.
99
99. Sedikit pelajaran.
100
100. On proses.
101
101. When Jason meet Jessie.
102
102. Drama pagi hari.
103
103. Axello Vs Renata.
104
104. Ancaman Renata.
105
105. Gara-gara Drakor.
106
106. Mau lagi.
107
107. Malam panjang.
108
108. Gara-gara vitamin.
109
109. Cerita Bunda Resty.
110
110. Sikap Axello.
111
111. Dira Vs Linda.
112
112. Dipecatnya Linda.
113
113. Pulang ke rumah.
114
114. Serangan di pagi hari.
115
115. Apa yang terjadi? (Andira)
116
116. Dirumah sakit.
117
117. Cara berterima kasih.
118
118. Mendadak perhitungan.
119
119. Gara-gara rambut basah.
120
120. Kiss me, please!
121
121. Teman main belakang.
122
122. Sebuah foto.
123
123. Hak paten.
124
124. Tatapan aneh.
125
125. Cara Axell.
126
126. Pembicaraan serius.
127
127. Tamu tak diundang 3.
128
128. Aneh.
129
129. Aneh 2.
130
130. Khawatirnya Axell.
131
131. Praktek biologi.
132
132. Cantik-cantik, Batu.
133
133. Verrel mulai jahil.
134
134. Axell aneh.
135
135. Axell aneh 2.
136
136. Ajakan selingkuh Bastian.
137
137. Mimpi aneh Axello.
138
138. Pertengkaran dua saudara.
139
139. MG. (emji)
140
140. Axello Vs Nicholas.
141
141. Balas dendam Renata.
142
142. Axello vs Nicholas 2.
143
143. Istri? (Renata)
144
144. Lemot berjamaah.
145
145. Kabar Dira hamil.
146
146. Seperti dihantam ombak.
147
147. Datangnya badai.
148
148. Dosa apa?
149
149. Kedatangan Axell.
150
150. Marahnya Axell 3.
151
151. Arti mimpi Axell.
152
152. A little story about Axello.
153
153. Kekhawatiran Axello.
154
154. Minta di peluk.
155
155. I love you more. (Axello)
156
156. Masih di rumah sakit.
157
157. Masih di rumah sakit 2.
158
158. Tidak sebanding.
159
159. Bukan lawan yang sebanding.
160
160. I love you too, Xello.
161
161. Kena hukuman.
162
162. Dira pulang, Axell senang.
163
163. Manisnya.
164
164. Penolakan Axell.
165
165. Back to school.
166
166. Hot news.
167
167. Karena dia udah nyakitin kamu. (Axello)
168
168. Kerja kelompok.
169
169. Kerja kelompok 2.
170
170. Arfen is back.
171
171. Temui gue! (Axello)
172
172. Axell Vs Arfen.
173
173. I'm Yours.
174
174. More than miss you.
175
175. Kenapa baru sekarang?
176
176. Trouble or heartbreak?"
177
177. Tamu tak diundang 4.
178
178. Sebuah foto 2.
179
179. Kamu cemburu? (Axello)
180
180. Lambang Aditya Pratama.
181
181. UKS.
182
182. Axello dan Aditya.
183
183. Sebuah foto 3.
184
184. Axell menyerah.
185
185. I'll stay.
186
186. Stalker.
187
186. Balas dendam Bastian.
188
188. Axell vs Arfen.
189
189. Play secret.
190
190. Sengaja.
191
191. Truth for Arfen.
192
192. Arfen kalah.
193
193. Arfen dan Andira 2.
194
194. Arfen dan Andira 3.
195
195. Tetangga.
196
196. Baku hantam.
197
197. Masih di apartemen Axell.
198
198. Pikiran Melody.
199
199. Getting jealous
200
200. Tamu tak diundang 5.
201
201. Dua saudara.
202
202. Masih di rumah Axell.
203
203. Nongki bareng 2.
204
204. Mimpi dan balas dendam Axello.
205
205. Rasa penasaran Dira.
206
206. d'Ra Group.
207
207. d'Ra Group 2.
208
208. Laporan Nicholas.
209
209. Melody Vs Zaki.
210
210. Pengakuan Renata.
211
211. Kegelisahan Dira.
212
212. Axell Vs Nicholas 3.
213
213. Rasa penasaran Dira 2.
214
214. Where is Nicholas?
215
215. ??
216
216. Garasi Vs Ruang kerja.
217
217. Diruang kerja Axell.
218
218. Kantor polisi.
219
219. Menghindar.
220
220. What's wrong?
221
221. What's wrong? 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!