Bel pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu, dan kini Dira tengah memarkirkan mobilnya di depan sebuah mini market. Gadis itu berniat untuk membeli beberapa cemilan untuk dirinya dan juga untuk Nayla. Tadi saat di parkiran sekolah, Nayla mengatakan akan mengunjungi Dira di apartemen milik gadis itu.
Dira memasuki mini market tersebut dan langsung menuju ke rak di mana terdapat cemilan kesukaannya dan juga Nayla.
Dira memasukkan beberapa snack kentang dan juga susu kotak kesukaannya ke dalam keranjang belanja dan langsung menuju ke kasir di saat belanjaannya sudah cukup menurutnya.
Saat Dira berjalan menuju ke kasir, ponsel Dira berdering dan Dira langsung menerima panggilan tersebut yang ternyata dari Nayla.
"Iya, Nay. Lo dimana?"
"(....)."
"Terus jadi, nggak?"
"(....)."
"Hooo... Ok."
Tuutt...
Dira memutuskan sambungan telepon dengan Nayla karena ingin membayar tagihan belanjaannya. Gadis itu pun meletakkan ponselnya di meja kasir dan mengambil dompet di dalam tas sekolahnya.
Setelah membayar semua belanjaannya, Dira langsung mengangkat semua belanjaannya dan bergegas meninggalkan mini market sampai Dira lupa kalau ia meninggalkan sesuatu.
Ya, ponsel Dira tertinggal di atas meja kasir.
...***...
Setalah tiga puluh menit perjalanan, Dira telah sampai di apartemen miliknya. Dira lalu bergegas untuk mandi dan membersihkan tubuhnya. Dua puluh menit cukup untuk Dira membersihkan diri. Tak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu apartemen Dira.
Tok...
Tok...
Tok...
Karena sudah bisa menduga siapa yang datang, Dira langsung bergegas untuk membukakan pintu.
"Lo dari mana aja sih, Nay! Lama banget tau, nggak?" Protes Dira pada sahabatnya itu.
Mendengar kalimat protes yang di layangkan Dira untuknya, membuat Nayla terkikik pelan. "Sorry, Dir. Tadi gue ketemuan bentar sama Verrel." Jawab Nayla.
"Ck. Pacaran Mulu perasaan! Emang ketemuan di sekolah masih kurang? Janjiannya sama siapa, ketemuannya sama siapa?" Cibir Dira pura-pura merajuk.
"Idih... Ambekan. Kan gue cuma ketemu bentaran doang, Dira!" Jawab Nayla.
"Iya... Iya... Gue emang nggak bisa kalo di suruh marah sama Lo." Jawab Dira yang mendapat pelukan dari Nayla.
Nayla pun kini merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Sementara Dira pergi mengambil beberapa cemilan yang baru ia beli tadi dan juga minuman dingin.
"Dira, nggak usah repot-repot kali, Dir. Nanti gue kan bisa ambil sendiri." Ucap Nayla yang melihat Dira membawa camilan dan minuman dari dapur.
"Iya gue tau. Ini buat gue sendiri, bukan buat Lo." Jawab Dira asal.
"Omo... Emang abis segini banyak?" Tanya Nayla tak percaya melihat begitu banyak cemilan dan juga minuman dingin yang Dira letakkan di atas meja.
"Nggak juga, sih. Makanya gue minta Lo buat bantuin gue ngabisin." Jawab Dira yang di akhiri tawa oleh keduanya.
"Eh, ada gitar..." Celetuk Nayla yang melihat ada gitar di kamar Dira yang terbuka. "Ini gitar siapa, Dir?" Tanyanya.
"Punya gue, Nay. Punya siapa lagi?" Jawab Dira sambil memakan Snack kentang kesukaannya.
"Kali aja punya Arfen?" Jawab Nayla asal.
"Ya nggak mungkin lah, Nay. Gue nggak pernah ngajak Arfen ke sini." Jawab Dira yang kini mulai mengutak-atik laptopnya.
Nayla masuk ke kamar Dira dan keluar sembari membawa gitar dan menyerahkannya pada Dira. Sementara Dira hanya menatap ke arah Nayla dengan satu alis terangkat seakan bertanya ada apa dengan gitarnya.
"Nyanyi dong, Dir! Suara Lo kan bagus. Dan juga gue udah lama nggak dengerin Lo nyanyi." Pinta Nayla pada sahabatnya itu.
"Nyanyi? Emang Lo pengen lagu apa?" Tanya Dira.
"Apa aja, terserah Lo." Jawab Nayla santai.
Dira menerima gitar yang di berikan Nayla dan meminum susu kotak untuk mendorong Snack kentang yang masih berada di tenggorokannya.
🎸Jrenggg...
Melihat Dira yang mulai memetik gitarnya membuat Nayla dengan sigap membuka ponselnya. Akun media sosial adalah aplikasi yang langsung Nayla buka dan mengunggah aksi Dira bernyanyi.
******nayla.nayku****** Live with ma-fren 😘🎶🎸 @**********andira.pra25**********_
🎶 I'm standing on a bridge...
I'm waitin' in the dark...
I thought that you'd be here by now...
There's nothing but the rain...
No footsteps on the ground...
I'm listening but there's no sound...
Isn't anyone tryin' to find me?
Won't somebody come take me home?
It's a damn cold night...
Trying to figure out this life...
Won't you take me by the hand?
Take me somewhere new...
I don't know who you are...
But I, I'm with you...
I'm with you...
I'm looking for a place...
I'm searching for a face...
Is anybody here I know...
'Cause nothing's going right...
And everything's a mess...
And no one likes to be alone...
Isn't anyone tryin' to find me?
Won't somebody come take me home?
It's a damn cold night...
Trying to figure out this life...
Won't you take me by the hand?
Take me somewhere new...
I don't know who you are...
But I, I'm with you...
I'm with you, yeah, yeah...
Oh, why is everything so confusing?
Maybe I'm just out of my mind...
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah...
Yeah, yeah, yeah, yeah
Yeah...
It's a damn cold night...
Trying to figure out this life...
Won't you take me by the hand?
Take me somewhere new...
I don't know who you are...
But I, I'm with you...
I'm with you...
Take me by the hand...
Take me somewhere new...
I don't know who you are...
But I, I'm with you...
I'm with you...
Take me by the hand...
Take me somewhere new...
I don't know who you are...
But I, I'm with you...
I'm with you...
I'm with you...
Bait demi baik Dira nyanyikan dengan begitu penuh penghayatan. Dari sekian banyaknya lagu, entah mengapa Dira memilih menyanyikan lagu tersebut.
Ting...
Ting...
Ting...
Terdengar begitu banyaknya notifikasi dari ponsel Nayla.
Disukai oleh verrel.gan01 dan 1.050 lainnya.
orion.ptr93 Seketika gue hanyut @andira.pra25_
ba.bastiann Anjiiier... bidadari gue 😍.
zaki.ganteng @andira.pra25_ Diam-diam mendem bakat, gila anjir...
verrel.gan01 Lagi pada dimana? @nayla.nayku & andira.pra25_
arfen.ars32 Share lokasi, gue mau nyusul. @andira.pra25_ @nayla.nayku
my.melody Aaa... gue nggak di ajak. Kejamnya... @andira.pra25_ @nayla.nayku
"Langsung rame, anjir." Celetuk Nayla.
"Apanya yang rame, Nay?" Tanya Dira yang menghentikan aksinya.
Nayla langsung menunjukkan ponselnya ke arah Dira. Seketika Dira menyipitkan matanya sejenak sebelum akhirnya mata gadis itu membulat sempurna saat melihat postingan dari sahabat yang sudah ia anggap kakaknya itu.
"Ih... Nayla... Kebiasaan banget, deh. Suka banget posting gue diam-diam!" Protes Dira tak terima.
"Emangnya kenapa sih, Dir? Bagus gini kok, komennya pun positif semua..." Jawab Nayla. "...Tapi, Dir. Ini si Arfen minta sharelock, kasih nggak?" Tanya Nayla.
"Nggak usah, Nay. Gue nggak mau dia kesini. Mending Lo tutup deh ponsel Lo!" Tolak Dira pada sahabatnya itu.
Nayla pun langsung menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Gadis itu bersiap akan pulang karena waktu yang memang sudah hampir malam.
"Mau ke mana, Nay?" Tanya Dira yang melihat Nayla yang mulai merapikan bajunya.
"Mau pulang gue, udah mau malem." Jawab Nayla menghabiskan minumnya.
"Nggak nginep di sini aja? Besok berangkat ke sekolah barengan?" Jawab Dira.
"Next time aja, Dir. Gue baru inget, nyokap nyuruh gue beli sesuatu. OK, Dir. Gue balik dulu, ya!" Ucap Nayla sambil memeluk Dira.
Disaat keduanya sedang asyik berpelukan, tiba-tiba ada yang datang mengetok pintu dari luar.
Tok...
Tok...
Tok...
"Ada yang ketok pintu tuh Dir, di depan." Ucap Nayla.
"Iya, gue juga denger. Bentar gue buka dulu." Jawab Dira sambil berjalan melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang datang ke apartemennya. Mengingat tidak ada teman-teman dari gadis itu yang tahu dimana ia tinggal kecuali Nayla.
Ceklek...
"Siap -..." Ucapan Dira terhenti ketika melihat seorang cowok yang berdiri tepat di depannya. Detik kemudian alis gadis itu terangkat ketika berhadapan dengan kakak kelas yang menjabat sebagai ketua OSIS itu. Siapa lagi kalau bukan Axello.
"Axell? Lo ngapain datang kesini?" Satu pertanyaan yang muncul bukan dari Dira. Melainkan dari Nayla.
"Kak Axell, ada apa, kak?" Tanya Dira penasaran.
"Lo ada kehilangan sesuatu nggak?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Nayla dan juga Dira. Laki-laki itu malah melontarkan pertanyaan pada Dira.
Dira mengerutkan dahinya bingung. Kenapa Axell bisa tiba-tiba bertanya seperti itu. Sementara ia merasa tak kehilangan apapun.
"...Atau ada sesuatu barang Lo yang kelupaan pas Lo belanja di mini market tadi?" Lanjut Axell.
Dira menggeleng, gadis itu merasa tak melupakan atau kehilangan apapun. "Kayaknya nggak ada deh, kak." Jawab gadis itu.
"Ini punya Lo."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Anissa Cikal Robbani
ini thor.. jawab dira yg kini mulai mengutak atik ponselnya 😁
2024-03-20
1
Anissa Cikal Robbani
othor lupa nih..kn hp dira ketunggalan..dira utak atik hp siapa dong 😁😁
2023-11-09
1
Edah J
Untung ada Axell yg nemuin hp nya Dira 😊
2023-03-13
1