07. Sahabat atau cinta?

"Dira... Gue mau ngomong sama Lo." Ucap seseorang yang baru saja datang menghampiri Dira. Seketika semuanya menoleh ke sumber suara itu. Beda hal nya dengan Axell yang hanya meliriknya sekilas.

"Mau ngomong apa sih, Ar?" Tanya Dira lirih. Gadis itu nampak tengah menahan sesuatu. Ya, seseorang yang baru saja datang itu adalah Arfen Arsetya Restu - Sahabat Dira dan Nayla.

"Nggak lama, Dir. Gue mau ngomong sama Lo... Bentar aja!". Ucap Arfen dengan tatapan memelas.

"Lo omongin baik-baik, Dir. Selesain masalah Lo berdua..." Ucap Nayla sebagai penengah. "...Nggak baik masalah di biarin berlarut-larut. Lanjutnya.

Dira menghembuskan nafasnya pelan dan mulai beranjak dari duduknya. Tapi belum sempat Dira melangkah, tangan Dira sudah mulai ditarik oleh Arfen. Arfen berniat mencari tempat lain untuk bicara dengan Dira meninggalkan d'Axe Cafe.

"WOY... BANGS*T! MAU LO BAWA KEMANA BIDADARI GUE?" Seketika semua pengunjung menoleh kearah Bastian setelah mendengar teriakan laki-laki itu.

Sementara Arfen terus saja berjalan dengan satu tangan yang menggandeng tangan Dira tanpa menghiraukan mulut toa Bastian. Ia tetap melangkah pergi meninggalkan tempat itu karena merasa ada hal yang lebih penting yang harus ia selesaikan dari pada mengurusi mulut receh Bastian.

"Babas kebiasaan, deh!" Protes Nayla sambil menggosok telinganya pelan.

"Mulut toa Lo gak bisa di kondisikan, Bas?" Cibir Verrel.

"Nggak bisa. Gue lagi esmosi." Jawab Bastian kesal.

Sementara Axell hanya diam sambil melirik Dira yang akhirnya hilang di balik pintu.

"Kak, Nay..." Panggil Melody.

"Iya, Mel. Ada apa?" Tanya Nayla yang sekarang sudah kembali tenang seperti biasa.

"Dira sama Arfen... Mereka saling kenal?" Tanya Melody penasaran.

"Bukan cuma kenal, Mel. Gue, Dira, Dara, dan juga Arfen, dari dulu emang udah barengan. Orang tua kita itu sahabatan, terus menurun ke anak-anaknya. Kita udah sahabatan dari kecil sampai sekarang. Ya, meskipun formasi kita udah nggak lagi utuh." Jelas Nayla panjang lebar.

"Nggak lagi utuh?" Maksudnya gimana sih, kak?" Tanya Melody lagi.

"Terus Dara siapa, Nay?" Tanya Bastian yang juga ikutan kepo.

"Bisa nggak sih, satu-satu jawabnya? Gue bingung mau jawabnya, anjir!" Protes Nayla pada Bastian dan juga Melody.

"Nggak usah di jawab, Beib! Biarin aja mereka penasaran." Sahut Verrel seenaknya.

"Lo ggak usah ikutan ngomong, Rel. Udah bagus diem. Gue udah terlanjur kepo disini!" Ucap Bastian sedikit ngegas.

"Iya nih, kak. Gue kan juga baru, kenal sama Dira. Kita kan nggak ada yang tau kehidupan Dira kek gimana? Yang gue tau, si Dira nggak banyak ngomong orangnya." Sahut Melody.

Mendengar nama Dira di sebut, seketika mengalihkan perhatian Axell. Laki-laki yang fokus dengan ponselnya setelah kepergian Dira dan Arfen itu pun kini diam-diam pasang telinga, seakan bersiap mendengarkan apa saja yang akan Nayla katakan tentang Dira.

"Dira itu selain cantik, orangnya juga baik, ceria, ramah sama semua orang, dan nggak pendiem kek sekarang." Jawab Nayla sambil mengingat seperti apa Dira dulu.

"Tapi, dari awal dia masuk sekolah ini, sikap Dira beda banget sama apa yang Lo bilang, kak." Jawab Melody yang memang merasa apa yang Nayla katakan tidak sesuai kenyataan.

Nayla mengangguk sesaat, " Itu semua berawal saat Dira kehilangan kakak perempuan Dira satu-satunya, namanya Dara. Ditambah lagi satu tahun selepas meninggalnya Dara yang juga sahabat gue, mama Dira juga meninggal karena kecelakaan." Jelas Nayla.

"Jadi si doi punya kakak cewe, Nay?" Tanya Bastian lagi. Emang, ya, Bastian kalo denger nama cewe, auto gercep.

"Punya, beda satu tahun sama Dira. Seumuran kita. Namanya Sandara." Jawab Nayla.

Sementara Axell dan Verrel masih setia mendengarkan sesi tanya jawab antara Nayla, Melody dan juga Bastian.

"Kalau aja kakaknya Dira masih ada. Nggak dapet Dira, kakaknya pun mau gue." Ucap Bastian membayangkan.

"Masalahnya nih, Bas... Dira dan kakaknya punya selera yang hampir sama, Beti lah... Beda-beda tipis. Jadi, kalo Dira nggak suka sama Lo, gue yakin kakaknya punya jawaban yang sama." Jawab Nayla.

"Udah deh, bro. Gue tau. Gelar jomblo emang bakal melekat abadi sama Lo." Celetuk Verrel yang kini ikut bersuara setelah sedari tadi diam.

"Sialan, Lo." Jawab Bastian ngegas.

...***...

Disebuah taman kini Dira dan Arfen duduk tanpa saling berucap. Hanya semilir angin yang menemani keduanya, sampai kata maaf tiba-tiba muncul dari mulut Arfen.

"Maaf, Dir..." Lirih Arfen.

Tanpa menjawab, Dira hanya mengangkat sebelah alisnya seakan bertanya apa yang akan Arfen katakan selanjutnya.

"...maaf karena keegoisan gue yang udah bikin hubungan persahabatan kita jadi renggang kayak gini. Maaf karena gue udah bikin Lo ilfeel dan nggak nyaman yang akhirnya bikin Lo ngejauh dari gue. Huuhh..." (Terdengar helaan nafas halus dari mulut Arfen) "...gue emang salah, Dir. Gue emang salah jatuh cinta sama Lo, sahabat gue sendiri..." Ucap Axell frustasi.

"...Jujur, gue berharap banget Lo bisa terima cinta gue berharap kita bisa lebih dari sekedar sahabat. Tapi jika itu nyiksa Lo dan bikin Lo nggak bahagia, gue nggak akan maksa Lo. Dengan gue yang terus bisa di dekat Lo aja udah cukup buat gue, Dir. Karena di saat Lo ngehindar dari gue, gue tersiksa. Gue udah nggak ngerasa hidup, Dir." Ucap Arfen yang mengatakan seluruh isi kepalanya dan hatinya pada sahabatnya itu.

Dira masih betah untuk diam, gadis itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Lupain, Dir. Lupain apapun yang udah gue omongin sama Lo waktu itu! Perasaan gue udah nggak penting lagi. Lo bisa tau isi hati gue aja udah cukup buat gue, Dir. Gue pengen kita bisa kembali kayak dulu. Gue masih pengen jadi sahabat Lo, Dira... Boleh, kan?" Pinta Arfen penuh harap.

"Ar... Lo nggak salah..." Ucap Dira lirih. Arfen diam, ia masih menunggu apa yang akan gadis di sampingnya ini katakan.

"...Perasaan Lo nggak salah, Ar. Siapa sih orang yang ada di dunia ini yang bisa ngatur perasaannya? Dia harus suka sama siapa dan nggak boleh sama siapa. Nggak ada, Ar. Termasuk Lo... 'Dan gue' (Batin Dira melanjutkan)

"...Lo baik, dan gue yakin siapa pun yang bakal jadi cewe Lo nantinya, pasti bakal bahagia. Terlepas dari tali persahabatan kita. Gue jaga mau kok, jadi cewe Lo." Ucap Dira menambahkan.

Arfen yang tadinya hanya mendengarkan apa yang di katakan Dira dan hanya menatap lurus ke depan itu pun kini menoleh ke arah Dira, menantikan apa yang akan gadis itu katakan setelahnya.

"Tapi, Ar... gue nggak bisa. Gue nggak bisa terima Lo." Ucap Dira lirih sambil menundukkan kepalanya.

"Kenapa nggak bisa, Dir? Apa yang buat Lo nggak bisa terima gue? Apa Lo udah punya cowo? Tapi selama ini Lo... gue yakin Lo masih sendiri." Tanya Arfen.

"Gue nggak bisa jelasin alasannya kenapa, Ar. Sorry. Yang pasti, ada satu hal yang belum siap gue kasih tau sama Lo... Termasuk juga Nayla." Ucap Dira pelan sambil menitikkan air matanya.

Arfen yang menyadari kalau Dira mulai menangis itu pun kini menggenggam tangan gadis itu.

"It's okay, Dir. Kalo Lo belum siap cerita, nggak pa-pa. Gue tau Lo butuh privasi." Jawab Arfen pelan.

"Akan ada saatnya Lo tau, Ar." Lirih Dira. Tak ada jawaban, Arfen hanya menatap mata Dira dengan tatapan yang sulit di artikan. Sampai akhirnya satu pertanyaan keluar dari mulut Arfen.

"Tapi kita masih bisa kayak dulu lagi, kan?" Tanya Arfen penuh harap.

"Tidak akan ada yang berubah, Ar. Lo akan tetap jadi sahabat gue." Jawab Dira dan di sambut pelukan hangat oleh Arfen.

Terpopuler

Comments

I'm20___

I'm20___

kepo juga kan, xell! sama kek babas.

2023-08-28

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Bastian ini kenapa sih, lama2 aku infil sama dia..🙄🙄

2023-04-27

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kayak masalah berat banget,, Cuman sahabat jadi cinta,kalo gak mau ngomong aja jujur gampang kan,gak perlu juga ngehindar gitu,masalah gak akan pernah selesai kalo kita menghindar terus,masalah itu harus di hadapin..

2023-04-27

1

lihat semua
Episodes
1 01. Awal pindah sekolah.
2 02. Dia tinggal disini? (Axello)
3 03. Bertemu calon mertua.
4 04. Diantar pulang.
5 05. Tangis Dira.
6 06. Jangan diangkat.
7 07. Sahabat atau cinta?
8 08. Bertemu calon mertua 2.
9 09. Kejutan Arfen.
10 10. Pertemuan tak disengaja.
11 11. Pulang ke rumah.
12 12. Kejutan Arfen 2.
13 13. Arfen lagi.
14 14. Arfen dan Andira.
15 15. Axell cuek.
16 16. Fitting baju.
17 17. Siapa dia? (Axello)
18 18. Inisial huruf A.
19 19. Siaran Live Nayla
20 20. Telepon dari papa Dira.
21 21. Kabar yang mengejutkan.
22 22. Pasrahnya Axello.
23 23. Alibi Axello.
24 24. Hari H.
25 25. Seranjang.
26 26. Tidak bisa tidur.
27 27. Lo mau ikut? (Axello)
28 28. Dira tanggung jawabmu.
29 29. Tanggung jawab gue. (Axello)
30 30. Kepergok.
31 31. Tidur atau ....?
32 32. Visual cast
33 33. Ganggu banget.
34 34. Lo punya perasaan sama dia? (Axello)
35 35. Ajakan atau perintah?
36 36. Sorry, udah ngurung Lo disini. (Axello)
37 37. Jahil.
38 38. Dosa, nolak nafkah dari suami! (Axello)
39 39. Kepergok 2.
40 40. Kambuh.
41 41. Sorry.
42 42. Makan atau .....
43 43. Sebuah peringatan.
44 44. Tebakan Verrel.
45 45. Ketiduran dimobil.
46 46. Menimang cucu.
47 47. Nggak usah Lo pikirin! (Axello)
48 48. Jangan-jangan ..... (Dira)
49 49. Gara-gara Zaki.
50 50. Gara-gara Zaki 2
51 51. Lagi-lagi Zaki.
52 52. Sebuah pertanyaan.
53 53. Pelukan hangat.
54 54. Cara Verrel.
55 55. Nongki bareng.
56 56. Gara-gara bubur.
57 57. Hak sebagai suami.
58 58. Dia?
59 59. Kebetulan.
60 60. Move on.
61 61. Karena gue berhak atas Dira. (Axello)
62 62. Bocor.
63 63. Perhatian Axello.
64 64. Semakin terang.
65 65. Kecurigaan Bastian.
66 66. Marahnya Axello.
67 67. Pengganggu.
68 68. Nakal.
69 69. Dira aman sama gue. (Axello)
70 70. Gara-gara buah.
71 71. Mereka udah jadian? (Arfen)
72 72. Jangan nakal disekolah! (Axello)
73 73. Axello Vs Nayla.
74 74. Perlakuan Axello.
75 75. Masa lalu.
76 76. Permintaan Axello.
77 77. Tamu tak diundang.
78 78. Bikin gue... (Axello)
79 79. Kebohongan Renata.
80 80. Kebenaran untuk Bastian.
81 81. Dimana Dira? (Axello)
82 82. Marahnya Axello 2.
83 83. Kenapa harus dia? (Arfen)
84 84. Jangan buat gue khawatir! (Axello)
85 85. Belum siap.
86 86. Tersedak.
87 87. Tamu tak diundang 2.
88 88. Pulang ke rumah.
89 89. Demam.
90 90. Gue nggak butuh obat. (Axello)
91 91. 'I want you.' (Axello)
92 92. Bikin Lo yakin. (Axello)
93 93. Gangguan.
94 94. Permintaan Bunda.
95 95. Tidak tinggal diam.
96 96. Kencan.
97 97. Perasaan Dira.
98 98. Urusan suami istri.
99 99. Sedikit pelajaran.
100 100. On proses.
101 101. When Jason meet Jessie.
102 102. Drama pagi hari.
103 103. Axello Vs Renata.
104 104. Ancaman Renata.
105 105. Gara-gara Drakor.
106 106. Mau lagi.
107 107. Malam panjang.
108 108. Gara-gara vitamin.
109 109. Cerita Bunda Resty.
110 110. Sikap Axello.
111 111. Dira Vs Linda.
112 112. Dipecatnya Linda.
113 113. Pulang ke rumah.
114 114. Serangan di pagi hari.
115 115. Apa yang terjadi? (Andira)
116 116. Dirumah sakit.
117 117. Cara berterima kasih.
118 118. Mendadak perhitungan.
119 119. Gara-gara rambut basah.
120 120. Kiss me, please!
121 121. Teman main belakang.
122 122. Sebuah foto.
123 123. Hak paten.
124 124. Tatapan aneh.
125 125. Cara Axell.
126 126. Pembicaraan serius.
127 127. Tamu tak diundang 3.
128 128. Aneh.
129 129. Aneh 2.
130 130. Khawatirnya Axell.
131 131. Praktek biologi.
132 132. Cantik-cantik, Batu.
133 133. Verrel mulai jahil.
134 134. Axell aneh.
135 135. Axell aneh 2.
136 136. Ajakan selingkuh Bastian.
137 137. Mimpi aneh Axello.
138 138. Pertengkaran dua saudara.
139 139. MG. (emji)
140 140. Axello Vs Nicholas.
141 141. Balas dendam Renata.
142 142. Axello vs Nicholas 2.
143 143. Istri? (Renata)
144 144. Lemot berjamaah.
145 145. Kabar Dira hamil.
146 146. Seperti dihantam ombak.
147 147. Datangnya badai.
148 148. Dosa apa?
149 149. Kedatangan Axell.
150 150. Marahnya Axell 3.
151 151. Arti mimpi Axell.
152 152. A little story about Axello.
153 153. Kekhawatiran Axello.
154 154. Minta di peluk.
155 155. I love you more. (Axello)
156 156. Masih di rumah sakit.
157 157. Masih di rumah sakit 2.
158 158. Tidak sebanding.
159 159. Bukan lawan yang sebanding.
160 160. I love you too, Xello.
161 161. Kena hukuman.
162 162. Dira pulang, Axell senang.
163 163. Manisnya.
164 164. Penolakan Axell.
165 165. Back to school.
166 166. Hot news.
167 167. Karena dia udah nyakitin kamu. (Axello)
168 168. Kerja kelompok.
169 169. Kerja kelompok 2.
170 170. Arfen is back.
171 171. Temui gue! (Axello)
172 172. Axell Vs Arfen.
173 173. I'm Yours.
174 174. More than miss you.
175 175. Kenapa baru sekarang?
176 176. Trouble or heartbreak?"
177 177. Tamu tak diundang 4.
178 178. Sebuah foto 2.
179 179. Kamu cemburu? (Axello)
180 180. Lambang Aditya Pratama.
181 181. UKS.
182 182. Axello dan Aditya.
183 183. Sebuah foto 3.
184 184. Axell menyerah.
185 185. I'll stay.
186 186. Stalker.
187 186. Balas dendam Bastian.
188 188. Axell vs Arfen.
189 189. Play secret.
190 190. Sengaja.
191 191. Truth for Arfen.
192 192. Arfen kalah.
193 193. Arfen dan Andira 2.
194 194. Arfen dan Andira 3.
195 195. Tetangga.
196 196. Baku hantam.
197 197. Masih di apartemen Axell.
198 198. Pikiran Melody.
199 199. Getting jealous
200 200. Tamu tak diundang 5.
201 201. Dua saudara.
202 202. Masih di rumah Axell.
203 203. Nongki bareng 2.
204 204. Mimpi dan balas dendam Axello.
205 205. Rasa penasaran Dira.
206 206. d'Ra Group.
207 207. d'Ra Group 2.
208 208. Laporan Nicholas.
209 209. Melody Vs Zaki.
210 210. Pengakuan Renata.
211 211. Kegelisahan Dira.
212 212. Axell Vs Nicholas 3.
213 213. Rasa penasaran Dira 2.
214 214. Where is Nicholas?
215 215. ??
216 216. Garasi Vs Ruang kerja.
217 217. Diruang kerja Axell.
218 218. Kantor polisi.
219 219. Menghindar.
220 220. What's wrong?
221 221. What's wrong? 2
Episodes

Updated 221 Episodes

1
01. Awal pindah sekolah.
2
02. Dia tinggal disini? (Axello)
3
03. Bertemu calon mertua.
4
04. Diantar pulang.
5
05. Tangis Dira.
6
06. Jangan diangkat.
7
07. Sahabat atau cinta?
8
08. Bertemu calon mertua 2.
9
09. Kejutan Arfen.
10
10. Pertemuan tak disengaja.
11
11. Pulang ke rumah.
12
12. Kejutan Arfen 2.
13
13. Arfen lagi.
14
14. Arfen dan Andira.
15
15. Axell cuek.
16
16. Fitting baju.
17
17. Siapa dia? (Axello)
18
18. Inisial huruf A.
19
19. Siaran Live Nayla
20
20. Telepon dari papa Dira.
21
21. Kabar yang mengejutkan.
22
22. Pasrahnya Axello.
23
23. Alibi Axello.
24
24. Hari H.
25
25. Seranjang.
26
26. Tidak bisa tidur.
27
27. Lo mau ikut? (Axello)
28
28. Dira tanggung jawabmu.
29
29. Tanggung jawab gue. (Axello)
30
30. Kepergok.
31
31. Tidur atau ....?
32
32. Visual cast
33
33. Ganggu banget.
34
34. Lo punya perasaan sama dia? (Axello)
35
35. Ajakan atau perintah?
36
36. Sorry, udah ngurung Lo disini. (Axello)
37
37. Jahil.
38
38. Dosa, nolak nafkah dari suami! (Axello)
39
39. Kepergok 2.
40
40. Kambuh.
41
41. Sorry.
42
42. Makan atau .....
43
43. Sebuah peringatan.
44
44. Tebakan Verrel.
45
45. Ketiduran dimobil.
46
46. Menimang cucu.
47
47. Nggak usah Lo pikirin! (Axello)
48
48. Jangan-jangan ..... (Dira)
49
49. Gara-gara Zaki.
50
50. Gara-gara Zaki 2
51
51. Lagi-lagi Zaki.
52
52. Sebuah pertanyaan.
53
53. Pelukan hangat.
54
54. Cara Verrel.
55
55. Nongki bareng.
56
56. Gara-gara bubur.
57
57. Hak sebagai suami.
58
58. Dia?
59
59. Kebetulan.
60
60. Move on.
61
61. Karena gue berhak atas Dira. (Axello)
62
62. Bocor.
63
63. Perhatian Axello.
64
64. Semakin terang.
65
65. Kecurigaan Bastian.
66
66. Marahnya Axello.
67
67. Pengganggu.
68
68. Nakal.
69
69. Dira aman sama gue. (Axello)
70
70. Gara-gara buah.
71
71. Mereka udah jadian? (Arfen)
72
72. Jangan nakal disekolah! (Axello)
73
73. Axello Vs Nayla.
74
74. Perlakuan Axello.
75
75. Masa lalu.
76
76. Permintaan Axello.
77
77. Tamu tak diundang.
78
78. Bikin gue... (Axello)
79
79. Kebohongan Renata.
80
80. Kebenaran untuk Bastian.
81
81. Dimana Dira? (Axello)
82
82. Marahnya Axello 2.
83
83. Kenapa harus dia? (Arfen)
84
84. Jangan buat gue khawatir! (Axello)
85
85. Belum siap.
86
86. Tersedak.
87
87. Tamu tak diundang 2.
88
88. Pulang ke rumah.
89
89. Demam.
90
90. Gue nggak butuh obat. (Axello)
91
91. 'I want you.' (Axello)
92
92. Bikin Lo yakin. (Axello)
93
93. Gangguan.
94
94. Permintaan Bunda.
95
95. Tidak tinggal diam.
96
96. Kencan.
97
97. Perasaan Dira.
98
98. Urusan suami istri.
99
99. Sedikit pelajaran.
100
100. On proses.
101
101. When Jason meet Jessie.
102
102. Drama pagi hari.
103
103. Axello Vs Renata.
104
104. Ancaman Renata.
105
105. Gara-gara Drakor.
106
106. Mau lagi.
107
107. Malam panjang.
108
108. Gara-gara vitamin.
109
109. Cerita Bunda Resty.
110
110. Sikap Axello.
111
111. Dira Vs Linda.
112
112. Dipecatnya Linda.
113
113. Pulang ke rumah.
114
114. Serangan di pagi hari.
115
115. Apa yang terjadi? (Andira)
116
116. Dirumah sakit.
117
117. Cara berterima kasih.
118
118. Mendadak perhitungan.
119
119. Gara-gara rambut basah.
120
120. Kiss me, please!
121
121. Teman main belakang.
122
122. Sebuah foto.
123
123. Hak paten.
124
124. Tatapan aneh.
125
125. Cara Axell.
126
126. Pembicaraan serius.
127
127. Tamu tak diundang 3.
128
128. Aneh.
129
129. Aneh 2.
130
130. Khawatirnya Axell.
131
131. Praktek biologi.
132
132. Cantik-cantik, Batu.
133
133. Verrel mulai jahil.
134
134. Axell aneh.
135
135. Axell aneh 2.
136
136. Ajakan selingkuh Bastian.
137
137. Mimpi aneh Axello.
138
138. Pertengkaran dua saudara.
139
139. MG. (emji)
140
140. Axello Vs Nicholas.
141
141. Balas dendam Renata.
142
142. Axello vs Nicholas 2.
143
143. Istri? (Renata)
144
144. Lemot berjamaah.
145
145. Kabar Dira hamil.
146
146. Seperti dihantam ombak.
147
147. Datangnya badai.
148
148. Dosa apa?
149
149. Kedatangan Axell.
150
150. Marahnya Axell 3.
151
151. Arti mimpi Axell.
152
152. A little story about Axello.
153
153. Kekhawatiran Axello.
154
154. Minta di peluk.
155
155. I love you more. (Axello)
156
156. Masih di rumah sakit.
157
157. Masih di rumah sakit 2.
158
158. Tidak sebanding.
159
159. Bukan lawan yang sebanding.
160
160. I love you too, Xello.
161
161. Kena hukuman.
162
162. Dira pulang, Axell senang.
163
163. Manisnya.
164
164. Penolakan Axell.
165
165. Back to school.
166
166. Hot news.
167
167. Karena dia udah nyakitin kamu. (Axello)
168
168. Kerja kelompok.
169
169. Kerja kelompok 2.
170
170. Arfen is back.
171
171. Temui gue! (Axello)
172
172. Axell Vs Arfen.
173
173. I'm Yours.
174
174. More than miss you.
175
175. Kenapa baru sekarang?
176
176. Trouble or heartbreak?"
177
177. Tamu tak diundang 4.
178
178. Sebuah foto 2.
179
179. Kamu cemburu? (Axello)
180
180. Lambang Aditya Pratama.
181
181. UKS.
182
182. Axello dan Aditya.
183
183. Sebuah foto 3.
184
184. Axell menyerah.
185
185. I'll stay.
186
186. Stalker.
187
186. Balas dendam Bastian.
188
188. Axell vs Arfen.
189
189. Play secret.
190
190. Sengaja.
191
191. Truth for Arfen.
192
192. Arfen kalah.
193
193. Arfen dan Andira 2.
194
194. Arfen dan Andira 3.
195
195. Tetangga.
196
196. Baku hantam.
197
197. Masih di apartemen Axell.
198
198. Pikiran Melody.
199
199. Getting jealous
200
200. Tamu tak diundang 5.
201
201. Dua saudara.
202
202. Masih di rumah Axell.
203
203. Nongki bareng 2.
204
204. Mimpi dan balas dendam Axello.
205
205. Rasa penasaran Dira.
206
206. d'Ra Group.
207
207. d'Ra Group 2.
208
208. Laporan Nicholas.
209
209. Melody Vs Zaki.
210
210. Pengakuan Renata.
211
211. Kegelisahan Dira.
212
212. Axell Vs Nicholas 3.
213
213. Rasa penasaran Dira 2.
214
214. Where is Nicholas?
215
215. ??
216
216. Garasi Vs Ruang kerja.
217
217. Diruang kerja Axell.
218
218. Kantor polisi.
219
219. Menghindar.
220
220. What's wrong?
221
221. What's wrong? 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!