Saat ini Kiara sudah berada di rumah sakit dan sedang menunggu sang Nenek di depan ruang rawat.
"Kia, apa kamu tidak bisa duduk? Kepala ku pusing karena melihatmu yang sedari tadi mondar-mandir terus." ucap Ray sembari menatap Kia yang berjalan ke sana-kemari.
"Saya sangat khawatir dengan keadaan Nenek, kamu gak akan paham Mas." sahut Kia masih terus mondar-mandir di depan ruang rawat.
Raymond beranjak dari bangku dan menghampiri Kia, dia menarik tangan Kiara agar Kiara duduk di bangku.
"Duduklah." ucap Ray seraya mendudukkan diri di bangku.
Kiara hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafas kasar. "Saya takut terjadi sesuatu dengan Nenek."
"Kamu yang sabar ya, neng. Saya yakin nenek pasti baik-baik aja." ucap Tono yang masih bersama dengan Ray dan Kia.
Kiara hanya mengangguk lemas.
"Berdoa lah, Ki. Saat ini nenek pasti butuh doa dari kita," Ray berbicara dengan lembut. "Apa kamu bisa menjawab pertanyaan ku yang tadi?" ujar Ray kala mengingat ucapan Kiara tentang batalnya pernikahan.
"Pertanyaan apa?" karena khawatir, Kia sampai lupa apa yang Ray maksud.
"Mengapa pernikahanmu dan Mas Jaka dibatalkan?"
Kiara terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Ray, dia mendongak dan melirik Ray sekilas. Terlihat mata indah itu telah berembun.
"Mas Jaka ingin menikah dengan wanita lain." sahut Kiara dengan dada yang perih bak tertusuk duri.
"Maksud kamu, Mas Jaka mengkhianatimu?"
Kiara mengedi'kan bahu. "Aku tidak tahu, intinya dia akan menikah dengan wanita lain dan dia juga akan pindah ke luar kota." Kiara menghapus air mata yang menetes di pipi nya.
Ray hanya menghela nafas berat.
Ceklek!
Pintu ruang rawat terbuka dan Kiara segera beranjak dari bangku.
"Dokter, bagaimana keadaan nenek saya?" Kiara langsung bertanya ketika Dokter baru keluar dari ruang rawat.
Dokter tersebut menghela nafas berat. "Apa anda Kiara?"
Kiara mengangguk. "Iya, saya cucu nya."
"Nenek sedari tadi memanggil nama anda. Anda bisa masuk, silahkan." Dokter memberikan jalan untuk Kiara, Ray dan Tono masuk ke dalam ruang rawat.
Kiara langsung segera masuk dengan menjinjing gaun pengantinnya.
"Nenek.." lirih Kiara kala sudah berada di samping ranjang sang nenek.
"Kiara.." ucap nenek dengan suara lemah dan terbata.
"Iya nek, ini Kia.." Kiara menggenggam tangan sang nenek dengan berderai air mata.
Air mata menetes di pipi nenek.
"Nek, Kia mohon jangan menangis.. Kia baik-baik aja, Kia kuat nek.." Kiara menghapus air mata yang menetes di pipi kerut milik sang nenek.
"Sebenernya nenek sangat ingin melihat kamu menikah, nak.."
"Hiks.. Mungkin Mas Jaka bukan yang terbaik untuk Kia, nek"
"Kamu benar, nak. Nenek tidak akan bisa pergi dengan tenang jika belum tau siapa yang akan melindungi dan menjaga kamu," ucap nenek yang sudah merasa bahwa ajal akan menjemputnya.
"Ssst.. Apa yang nenek katakan? Nenek gak boleh bicara seperti itu, nenek harus kuat.. Kia masih butuh nenek.." Kiara menangis terisak.
Nenek melirik Ray yang hanya diam saja, dan entah ide dari mana nenek mengangkat tangan Ray dan Kiara. Nenek menyatukan tangan Kia dan juga Raymond.
"Menikahlah dengan Fildan, nak.." ucap nenek yakin.
Kiara ternganga begitupun dengan Ray.
"Apa? Enggak, nek.. Kia gak bisa," tolak Kiara halus.
"Nak, demi nenek.. Nenek merasa bahwa ajal nenek sudah dekat, umur nenek tidak akan panjang. Nenek mohon sebelum nenek pergi meninggalkan mu, menikahlah dengan Fildan. Nenek ingin menyaksikan kamu menikah dan nenek yakin bahwa Fildan adalah pria yang tepat untukmu.."
Ray hanya menatap wajah Kiara yang berderai air mata. "Aku setuju menikah dengan kamu, Kiara. Menikahlah dengan ku dan aku akan menjagamu dengan segenap jiwa ragaku, aku berjanji," sumpah yang Ray katakan.
Kiara menatap manik mata Ray yang memancarkan ketulusan, sekarang mata Kia beralih menatap wajah nenek yang sangat pucat. "Baik, Kia akan menikah dengan Mas Fildan." ucap Kiara lirih.
'Demi nenek, aku rela melakukan apapun..' batin Kia bersedih.
Nenek tersenyum begitupun dengan Ray.
"Mas Tono, tolong panggilkan penghulu sekarang juga untuk menikahkan saya dan Kiara." ucap Ray kepada Tono.
"Baik, Mas." Tono langsung pergi dari ruangan dan bergegas mencari penghulu.
•
•
**Cie yang mau nikah 💃🏼💃🏼
•
•
TBC
HAPPY READING DAN SELAMAT MALAM READER SELURUH INDONESIA🤗🤗
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN SERTA TINGGALKAN JEJAK MANISNYA, TERIMAKASIH 😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
tapi kan ray sedang lupa ingatan...
2022-10-25
0
🦚⃟•×ajengfelix࿐
siap dipanggilkan sama penghulu
2022-10-10
0
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
moga pas ingetan pulih kamu gak ninggalin kia ya Ray
2022-10-02
0