----------KEESOKAN HARINYA----------
Ray dan Pur telah bersiap untuk pergi ke tempat kerja.
"Mas Fildan! Apa sudah siap? Ayo kita berangkat sekarang!" teriak Pur dari depan teras rumah.
"Sebentar Mas Pur!!" balas Ray yang juga berteriak dari dalam.
Tak lama kemudian Raymond keluar hanya dengan memakai kaos oblong dan celana jeans berwarna hitam panjang.
"Sudah?" tanya Pur ketika Ray keluar dari dalam rumah.
"Sudah, ayo."
Mereka berdua melangkahkan kaki, tetapi langkah mereka terhenti karena suara Kiara.
"Mas, tunggu!" Kiara berlari kecil menghampiri Ray dan Pur.
"Kia, ada apa?" Ray bertanya ketika Kiara sudah berada di dekatnya.
"Em, ini saya bawakan makan siang untuk Mas Fildan dan Mas Pur sekalian." Kiara menyerahkan rantang susun kepada Ray.
"Harusnya tidak perlu repot-repot seperti ini neng Kia.." ucap Pur menimpali.
"Tidak kok, Mas. Selagi Mas Fildan belum bekerja, saya yang akan menanggung makannya." ucap Kia tulus.
"Kamu tau darimana kalau aku belum bekerja?" Ray menatap wajah cantik alami milik Kiara.
"Saya feeling aja, saya yakin jika Mas Fildan belum bisa bekerja karena baru keluar dari rumah sakit." ucap Kiara.
"Neng Kia benar. Mas Fildan memang belum bisa kerja, paling sekitar dua atau tiga hari lagi baru bisa masuk, benarkan Mas?" Pur melirik Ray.
Raymond hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ya sudah, saya permisi Mas Pur, Mas Fildan. Takut kesiangan masuk kerja, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." sahut Pur, sementara Ray hanya menatap punggung belakang Kia yang sudah menjauh.
"Ayo Mas Fildan!" Pur berjalan mendahului Ray.
Raymond berjalan dengan perlahan dibelakang Purwanto dan masih dengan menatap punggung Kiara yang tidak lagi terlihat.
"Jangan dilihat mulu, Mas Fildan. Neng Kia itu udah milik orang lain, hati-hati tar Mas Fildan takutnya jadi tukang tikung lagi.." Pur tertawa pelan.
Ray melirik Pur. "Gak mungkinlah, Mas. Saya gak akan merusak kebahagiaan orang lain hanya demi ambisi,"
Mereka kembali berjalan ke tempat kerja.
Sesampainya di tempat bangunan.
"Nah, Mas Fildan lihat saja dulu bagaimana cara kerja kuli yang ada disini." ujar Pur sembari berjalan ke dalam bangunan.
Ray menelusuri setiap inci bangunan itu, kepalanya terasa pusing kala melihat berapa banyaknya orang-orang kerja dan juga seorang arsitek.
"Mas Fildan, Mas Fildan baik-baik aja?" Pur menegur Ray yang tengah memejamkan mata.
Ray membuka matanya. "Kepala saha hanya sedikit pusing, Mas. Entah mengapa ketika melihat banyaknya orang bekerja dan bangunan seperti ini saya seperti ingin mengingat sesuatu, tetapi sangat sulit rasanya." jelas Ray.
"Pelan-pelan saja, Mas. Saya yakin nanti pasti Mas Fildan bisa mengingat semuanya, percayalah akan Kuasa Allah." Pur menepuk pelan pundak Raymond dan dia mulai mengerjakan tugasnya.
Ray dengan seksama melihat bagaimana cara kerja menjadi kuli bangunan, bahkan sesekali dia mempraktekkan cara mengaduk semen.
🌿
🌿
🌿
"Ma, Mama gak bisa ngambil keputusan gitu aja dong! Aku akan tetap menikah dengan Kiara meskipun Mama menghapus nama ku dari keluarga Pratama." ujar Jaka dengan nada tinggi.
"Kenapa kamu sangat keras kepala sekali sih, Jaka? Apa kelebihannya gadis miskin itu? Sampai kapanpun Mama gak akan merestui hubungan kamu dan Kiara." Mama Jaka- Sarmila langsung pergi meninggalkan Jaka yang diam mematung.
"Argh!" Jaka mengusap kasar wajahnya. "Mama benar-benar keterlaluan, bisa-bisanya memanggil Sintia datang kesini hanya untuk menggodaku." ucap Jaka frustasi
Ya, Sintia adalah gadis berusia dua puluh dua tahun yang tinggal di luar kota yaitu kota S. Mama Sintia teman baik Sarmila sewaktun Sarmila tinggal di kota dulu, mereka bertetanggaan bahkan Sintia mengakui bahwa dirinya tertarik kepada Jaka tetapi Jaka selalu menolak cintanya. Hingga sekarang, Sarmila sendiri berinisiatif memanggil Sintia datang ke desa hanya untuk menggoda Jaka agar Jaka membatalkan niatnya untuk menikah dengan Kiara.
•
•
•
**Raymond ❤
•
•
TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
segarnya mata melihat ray yg bening
2022-10-16
0
🦚⃟•×ajengfelix࿐
Jaka membatalkan pernikahannya
2022-10-08
1
Amad Rianto
lanjut
2022-09-29
2