Tak terasa waktu begitu cepat berlalu.
Di rumah kecil dan sederhana milik Kiara telah begitu ramai warga sekitar untuk membantu prosesi pernikahan Kiara dan Jaka.
"Nak.." Nenek berjalan menghampiri Kiara dengan memakai tongkat.
"Nenek?" Kiara tersenyum dan berdiri dari depan meja rias.
"Akhirnya kamu akan menikah, Nenek sangat bahagia karena bisa menyaksikan acara pernikahan mu." Nenek mengelus kepala Kiara dengan lembut.
"Kia juga bahagia, nek." Kiara memeluk tubuh ringkih sang Nenek.
Brak!
Pintu kamar Kiara dibuka dengan sedikit kencang.
"Kia!" Tono yang bekerja sebagai tukang kebun di rumah Jaka langsung masuk ke dalam kamar tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Mas Tono, ada apa?" Kiara mengurai pelukan.
"Kia, Mas Jaka Ki!" Tono menetralkan nafas nya.
"Mas Tono mau bicara apa sih? Jangan buat saya khawatir Mas." Kiara jadi bingung melihat ekspresi wajah Tono yang terlihat khawatir.
"Pernikahan mu dan Mas Jaka akan dibatalkan."
Deg!
Detak jantung Kiara seakan berhenti berdetak.
"Di—dibatalkan? Apa maksud kamu, Mas?" Kiara menggeleng dan tubuhnya terduduk di tepi ranjang.
Tono mulai menghela nafas dan membuangnya pelan. "Aku akan menceritakan semuanya,"
Flashback off.
Pagi hari itu matahari menyorot seisi kamar milik Jaka.
"Argh.." Jaka menggeliat kala merasakan sinar matahari yang masuk melewati jendela dan menyilaukan wajahnya.
Perlahan mata Jaka berkedut dan terbuka sempurna.
"Argh, kenapa kepala ku pusing sekali?" Jaka memegangi kepalanya yang masih terasa berat.
Jaka merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya dan dia langsung melihat tubuhnya. "Ya Allah!" pekik Jaka terkejut kala melihat dia yang sedang bertelanjang dada.
Jaka menggulirkan matanya ke setiap sudut ruangan dan dia baru sadar bahwa itu bukan kamarnya, mata Jaka melihat ke sebelah dan dia semakin terkejut karena mendapati Sintia yang tertidur pulas hanya dengan menggunakan selimut.
"Masya'allah!" teriak Jaka kencang hingga membangunkan Sintia.
Mata indah milik Sintia terbuka sempurna.
"M—mas Jaka, kamu udah bangun?" Sintia berpura-pura gugup dan takut.
"Kenapa kita ada disini? Hah! Kamu sudah menjebak aku 'kan?" ucap Jaka dengan nada tinggi.
Sintia menggeleng dan matanya sudah berembun. "Menjebak? Apa yang kamu katakan, Mas.. Hiks, seharusnya aku yang marah karena kamu sudah menghancurkan masa depan ku." Sintia mengeluarkan air mata buaya nya.
"Merusak masa depan? Jangan katakan bahwa kita—" Jaka tidak meneruskan ucapannya dan dia langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan juga Sintia.
Dada Jaka terasa sesak, lusa adalah hari pernikahannya dengan Kiara tetapi kejadian buruk menimpa padanya.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin!" teriak Jaka histeris ketika melihat dia dan Sintia yang sama-sama polos tanpa memakai apapun.
Jaka menatap Sintia dengan tajam. "Aku tidak pernah menyentuh mu, aku yakin kaulah yang sudah merencanakan ini semua! Jawab!" bentak Jaka dengan kasar tepat di depan wajah Sintia.
Air mata sudah berderai di pipi mulus milik Sintia. "Kenapa kamu tega mengatakan itu, Mas? Tadi malam aku ingin pulang dari supermarket ke kontrakan, tapi aku kaget karena kamu membekap mulutku dan kamu membawaku pergi ke tempat ini. " Sintia berbicara dengan tersedu-sedu.
"Tidak mungkin. Itu tidak mungkin!" teriak Jaka frustasi.
"Tidak mungkin bagaimana, Mas? Lihatlah!" Sintia menunjuk darah keperawanan nya. "Lihat darah itu, Mas! Kamu sudah menghancurkan masa depan ku, kamu keterlaluan Mas.." Sintia menutupi wajah nya menggunakan kedua telapak tangan.
"Itu tidak mungkin, aku tidak mungkin mengkhianati Kiara.. Tidak," Jaka menggeleng dan menyugar rambutnya dengan kasar.
"Meskipun aku sangat mencintai kamu, tetapi aku masih bisa menggunakan akal sehat ku, Mas. Aku tidak mungkin menjadi wanita murahan dengan cara memberikan harta berharga ku kepadamu, aku bukan wanita bodoh Mas.."
BRAK!
•
Jaka Pratama
Sintia
•
HOLA SELAMAT PAGI 🤗🤗
HAPPY READING GUYS 🤗
Jangan lupa berikan dukungannya, terimakasih banyak 🙏🏻🙏🏻.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
kamu nggak murahan kok sintia....tapi murahaaan sekali
2022-10-20
2
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
aku juga nggk percaya....mana bisa lelaki pingsan bisa 'ANUan'....emangnya orng pingsan si 'OTONG' bisa berdiri
2022-10-20
3
Srimurni Nurjanah Sitorus
Jaka ganteng
2022-10-16
0