Malam hari ini Ray telah bersiap untuk pergi ke rumah Kiara.
"Mau kemana, Mas Fildan?" Pur bertanya ketika melihat Ray yang sudah rapi dengan memakai setelah kemeja.
"Mau ke rumah Kiara, Mas." sahut Ray dengan menyisir rambutnya.
Pur hanya mengangguk saja.
"Saya pergi dulu ya, Mas? Gak malam-malam kok pulangnya." Ray merapikan pakaiannya kembali.
"Gak sampai malam, cuma sampai pagi ya Mas?" Pur terkekeh pelan.
"Mas Pur bisa aja," Ray pun ikut tertawa sembari keluar dari rumah.
Ray terus berjalan ke rumah Kiara, hingga di perjalanan langkahnya terhenti karena seorang ibu hamil.
"Mas!" seru Ibu itu sembari berjalan cepat ke atau Raymond.
Ray menoleh ke belakang, dahinya mengerut ketika melihat siapa yang berjalan ke arahnya.
"Itu orang beneran apa jadi-jadian ya?" Ray menyipitkan mata untuk memastikan bahwa wanita yang berjalan ke arahnya adalah manusia dan bukan makhluk gaib.
Ibu itu tersenyum ketika melihat Ray yang ada di dekatnya. "Mas, bisa minta tolong gak?"
"Minta tolong apa ya, Bu?" sahut Ray sopan.
"Tolong bantu usap perut saya dong,'' Ibu itu tersenyum seraya mengelus perutnya sendiri.
"Hah?" Ray tercengang kaget.
•
•
•
Di tempat lain.
"Kamu harus bisa menggoda Jaka karena pernikahan Jaka dan Kiara akan berlangsung satu minggu lagi." ucap Mama Jaka- Sarmila kepada Sintia.
"Tante tenang aja, aku pasti bisa membuat Jaka membatalkan pernikahannya dengan gadis miskin itu." Sintia tersenyum licik.
"Tante percaya sama kamu, Sintia."
Mereka berdua tertawa bersamaan.
Sementara Jaka, dia tengah berada di sebuah cafe tempat biasa dia nongkrong dengan ditemani oleh coffee latte kesukaannya.
"Huft! Bagaimana caranya aku membujuk Mama agar merestui hubungan ku dengan Kiara?" Jaka menyeruput coffee nya.
Susah hampir dua jam Jaka berada di tempat itu dan kini saat nya dia harus pulang. Tetapi baru juga ingin beranjak dari tempat duduk, Jaka merasa kepalanya sangat pusing.
"Argh, kenapa kepala ku pusing sekali?" Jaka memegangi kepalanya yang terasa berat.
Jaka berusaha bangkit dari kursi dan berjalan dengan sempoyongan keluar dari cafe.
Brugh!
Belum sampai di mobil, tubuh Jaka sudah tidak mampu lagi menahan beban dan akhirnya terjatuh.
Seorang pria dengan memakai pakaian serba hitam dan juga masker serta topi berjalan ke arah Jaka, lalu pria itu mencari kunci mobil Jaka dan mulai membantu Jaka masuk ke dalam mobil.
Pria itu berhasil membawa Jaka pergi dari cafe.
tut tut tut
Pria tersebut menghubungi seseorang.
"Halo, Bos. Misi berjalan dengan lancar, saya akan membawa Mas Jaka ke tempat yang telah anda persiapkan."
📲"Kerja yang bagus, tidak sia-sia aku memanggil mu dari luar kota hanya untuk menjalankan rencana ini. Aku akan segera pergi ke tempat itu dan kau harus segera membantu Mas Jaka masuk ke dalam." sahut seorang wanita diseberang telepon.
"Baik, Bos. Laksanakan!"
Panggilan pun terputus dan wanita di seberang telepon tersenyum puas.
"Akhirnya rencana ku akan segera berhasil, aku yakin jika Mas Jaka tidak bisa untuk lari." wanita yang tak lain adalah Sintia tersenyum senang.
Sintia segera pergi keluar dari rumah kontrakan yang dia tempati saat berada di kota J ini.
*
Di hotel.
Sintia telah mempersiapkan segalanya dengan sangat matang dan rencana yang sempurna.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING DAN SAMPAI JUMPA BESOK ❤
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA , TERIMAKASIH 🙏🏻🙏🏻**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Lina Wati
kasian jaka
2023-01-02
1
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
kasihan juga jaka ya..
2022-10-20
1
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
pasti tu cyntia
2022-10-20
1