Di dalam kontrakan.
"Mas Fildan! Apa saya boleh bertanya sesuatu?" Pur duduk di samping Raymond.
"Ya, Mas. Ada apa?"
"Apa keadaan Mas Fildan sudah membaik?" Pur basa-basi terlebih dahulu.
"Memangnya kenapa ya, Mas?"
"Kalau keadaan Mas Fildan sudah memungkinkan untuk bekerja, saya ingin mengajak Mas Fildan agar ikut kerja dengan saya."
"Boleh saya tau kerja apa?"
"Berhubung saya hanyalah tukang bangunan, jadi saya ingin mengajak Mas Fildan untuk kerja menjadi kuli."
"Kuli? Pekerjaan yang bagaimana itu?" Raymond tidak terlalu mengerti akan pekerjaan yang baru kali ini dia dengar.
"Mas Fildan gak tahu kuli bangunan?"
Raymond menggeleng.
Pur menepuk jidat nya sendiri. "Biar saya jelaskan, kuli bangunan itu adalah pekerja yang setiap waktunya mengaduk semen dan pasir."
"Hanya seperti itu?" ucap Raymond sembari mengangguk.
"Tidak, Mas. Selain itu nanti akan ditambah air untuk mengaduk semen dan pasirnya, jika Mas Fildan masih belum paham maka besok Mas Fildan bisa ikut saya terlebih dahulu untuk melihat bagaimana cara bekerja seorang kuli."
"Baiklah, besok saya akan ikut dengan Mas Pur. Tapi saya tidak bisa kerja besok, Mas! Badan saya masih sakit dan kepala saya masih terasa pusing, jika harus bekerja paling tunggu dua sampai tiga hari lagi."
"Tidak masalah, Mas. Mas Fildan bisa melihat dulu bagaimana cara kerja jadi kuli,"
Raymond mengangguk.
"Ya sudah, itu kamar kita." Pur menunjuk sebuah kamar. "Kontrakan ini sangat kecil dan hanya memiliki satu kamar, saya harap Mas Fildan betah berada di kontrakan kecil ini." Pur tersenyum tipis.
"Pasti saya betah, Mas. Tidak masalah kontrakan kecil yang penting bisa untuk berteduh,"
"Benar, Mas Fildan. Dan yang pasti bayarannya juga murah," Pur terkekeh pelan.
"Apa Mas Pur sudah berumah tangga?"
Purwanto menggeleng. "Saya sudah memiliki calon istri, Mas. Saya merantau ke desa ini ya karena ingin mencari dana agar bisa segera menikah."
"Saya doakan semoga keinginan Mas Pur segera tercapai,"
"Amin.. Ya sudah, silahkan Mas Fildan istirahat dulu. Saya permisi mau ke warung sebentar," Pur beranjak dari duduknya.
Raymond hanya mengangguk menjawab ucapan Pur.
Setelah Pur pergi, Raymond juga beranjak dari duduknya. Dia berjalan ke setiap sudut guna melihat kondisi kontrakan itu.
"Kontrakannya lumayan, tidak terlalu buruk." ujar Ray dan terus menyusuri seisi kontrakan itu.
Ray telah sampai di dapur.
Hanya dengan tembok yang terbuat dari papan, lantai beralaskan tanah, dan kamar mandi.
Mata Ray terhenti di sebuah sudut, dia berjalan ke arah kamar mandi.
"Astaga!" pekik Ray kaget ketika dia hanya menemukan hanya sebuah bak kecil saja. "Kenapa tidak ada air atau WC nya?" Ray meneliti setiap sudut kamar mandi.
"Loh, Mas Fildan."
Raymond terlonjak kaget dan terjingkat. "Ya ampun, Mas Pur.. Mengangetkan saja, saya hampir jantungan tadi." Ray mengelus dadanya yang berdegup sangat kencang karena terkejut.
"Hehe.. Maaf, Mas! Habis Mas Fildan ada di kamar mandi, saya pikir tadi istirahat dikamar." Pur meletakkan belanjaannya.
"Saya hanya penasaran dengan situasi kontrakan ini, Mas Pur." ujar Ray jujur. "Oh ya, tadi saya lihat di kamar mandi kok gak ada air atau WC ya, Mas?" Ray berjalan menghampiri Pur.
"Air dan WC ada, Mas. Tapi tidak dikamar mandi, ayo saya tunjukkan"
Pur berjalan ke belakang rumah diikuti oleh Ray.
"Itu adalah WC umum." tunjuk Pur menggunakan jarinya.
"Mengapa harus WC umum?"
"Karena hanya ada WC itu disini, dan air juga ada tapi di sumur."
Ray tercengang. "S—sumur? Lalu bagaimana cara mengambil airnya?"
Pur terkekeh. "Ya dengan cara menimba atuh, Mas.."
"Menimba?"
Pur mengangguk. "Nanti akan saya tunjukkan caranya dan Mas Fildan pasti langsung paham karena itu sangatlah mudah."
Ray hanya mengangguk.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART TOMORROW
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Yunita Yunita
mas fildan berasa lahir kembali jd org desa
2023-01-03
3
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
belajar hidup jadi wong deso ya ray
2022-10-16
0
🍭ͪ ͩ📴🍀⃟🐍
dari CEO jadi kang aduk semen.. wahhh waahhh jatuh pamormu.. tapi tak apa.. biar sekali² merasakan hidup menjadi org desa..
2022-10-10
1