BAB 20 . PERBEDAAN DAN KESALAHAN

Setiap manusia pasti tidak luput dari kesalahan dan perbedaan pasti nya hal itu suatu yang wajar bagi manusia bila melakukan kesalahan dan yang membuat perbedaan adalah sudut pandang dan pola pikir manusia itu sendiri namun menjadi tidak wajar bila manusia lebih mencari perbedaan dan kesalahan dari orang lain lalu mengapa mereka tidak mencari sebuah kebenaran di tengah-tengah kesalahan dan perbedaan tersebut, Apakah bukan kah itu lebih baik?

Jawab nya bila seseorang lebih mencari kebenaran maka tidak akan terjadi pertikaian atau pun pertempuran sebab di dalam kebenaran ada kedamaian dan ke bahagiaan serta ada kesadaran penuh bahwa ada nya perbedaan untuk melengkapi kekurangan orang lain dan kesalahan terjadi karena ketidak tahuan atas sesuatu jadi kebenaran nya bukan kah sebaik nya saling mengisi satu dengan yang lain menjadi satu kesatuan yang kuat, Bukan kah begitu kawan?

Lalu dalam kisah ini siapa yang bersalah dan siapa yang memiliki pola pikir berbeda dan akan menjadi sebuah bumerang bagi misi mereka berempat bukan lain Jemes, Peter, Angel dan Teresa, Apakah mereka kali ini yang sedang terpisah mampu menjalan kan misi nya masing-masing dengan baik, Lalu bagaimana dengan Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian apakah mereka berempat mampu keluar dengan selamat dari gedung perpustakaan kuno yang terbengkalai?

Mari kita ikuti bersama sepak terjang mereka semua demi misi mereka menyelamat kan bumi dan menyelamat kan populasi manusia dari serangan robotic yang sedang di produksi secara masal dan lagi siapa pelaku di balik terbakar nya gudang buah dekat dermaga waktu itu, Mari kita cari dan temukan jawaban nya kali ini.

Waktu pun terus berjalan tanpa pernah berhenti sedetik pun dan saat ini Angel dan Peter sudah bisa melewati beberapa penjaga yang bertugas menjaga ruangan di mana Stevani dan Profesor Brian berada, Pasti nya Angel dan Peter bertekad kuat untuk melepas kan mereka berdua dari sergapan para petinggi negara yang hanya mencari ke untungan sepihak.

" Stevani ... Apakah kamu baik-baik saja?"

Tanya Angel dengan sigap melepas pengikat kedua tangan Stevani dan membuka lakban hitam dari mulut Stevani.

" Kalian siapa dan untuk apa menolong ku?"

Jawab Stevani yang berbalik bertanya dengan tatapan linglung.

" Cerita nya panjang nanti saja kita cerita kan, Yang terpenting saat ini kita harus segera keluar dari sini,"

Ucap Peter sambil membuka tali pengikat tangan Profesor Brian.

" Kita lewat mana sedang kan penjagaan cukup ketat di luar sana?"

Tanya Profesor Brian dengan tatapan bingung.

" Lewat jendela, Memang anda pikir kita semua mau serahkan nyawa kita sia-sia kepada mereka!"

Bentak Angel dengan nada geram dan lirikan sinis kepada Profesor Brian.

" Apakah kita tidak bisa melalui pintu saja, Sebab aku takut ketinggian?"

Tanya Stevani dengan nada gugup.

" Bila melalui pintu apakah kamu siap melawan begitu banyak penjaga yang bersenjata lengkap, Sudah jangan terlalu banyak berpikir ayo lekas tinggal kan tempat ini sebelum mereka datang!"

Jawab Angel dengan nada ketus dan kesal kepada Stevani dan Profesor Brian.

Kemudian mereka berempat pun perlahan membuka jendela di kamar tersebut dan sesekali Peter melihat ke sekeliling memasti kan bahwa aman baru lah satu persatu dari mereka keluar dari kamar itu berjalan di sisi bangunan yang cukup tinggi, Sedangkan di sisi lain ada Jemes, Teresa dan Naomi yang sedang meluncur menuju rumah mereka sambil berpikir keras siapa yang membakar gudang buah tersebut sebab tidak mungkin tiba-tiba muncul api di gudang tersebut.

" Sayang bagi ku kejadian ini tadi sangat lah tidak masuk akal sebab tiba-tiba gudang buah bisa terbakar dengan cepat,"

Ucap Jemes dengan pandangan nya fokus kedepan.

" Iya benar aku pun berfikir demikian dan aku sangat yakin pasti ini ada sangkut paut nya dengan atasan mu,"

Jawab Teresa sambil sesekali memijat pelipis nya karena terasa penat.

" Komandan Ricard maksud mu sayang?"

Tanya Jemes lebih memastikan dengan jawaban Teresa.

" Iya siapa lagi sebab waktu hilang nya Stevani dan Profesor Brian juga anak buah dia kan yang mengerjakan dan hal itu kamu yang mengetahui nya Jems."

Jawab Teresa dengan penuh keyakinan.

Saat itu Jemes hanya mampu diam sesaat sambil terus berfikir mengenai kejadian kebakaran gudang buah sedang kan Teresa teringat kepada Angel dan Peter yang entah kemana pergi nya sedangkan pesanan makanan mereka berdua di antar oleh pelayanan restoran sehingga Jemes dan Teresa yang menikmati terlebih dahulu pesanan tersebut.

" Jems ... Kira-kira kemana pergi nya Angel dan Peter saat ini?"

Tanya Teresa sambil memandang ke arah Jemes.

" Apakah mungkin mereka ada di rumah nya saat ini?"

Jawab Jemes yang berbalik bertanya kepada Teresa.

" Aku rasa tidak mungkin mereka berada di rumah nya saat ini sebab bila demikian untuk apa pelayan restoran mengantar makanan yang mereka pesan ke gudang buah itu tadi,"

Ucap Teresa dengan tatapan sesekali melihat ke arah Jemes yang duduk di tempat kemudi mobil.

" Benar juga apa yang kamu katakan sayang."

Jawab Jemes yang tetap fokus ke hadapan nya.

Sedangkan di gudang buah ada Komandan Ricard dan beberapa anak buah nya yang sedang mencari keberadaan Profesor Simon sebab mereka mendapat informasi dari orang kepercayaan Komandan Ricard bahwa Profesor Simon ada di dalam gudang buah dalam posisi di sekap bersama Naomi.

Namun sungguh naas nasib Komandan Ricard yang berniat untuk mengambil Profesor Simon dari dalam gudang buah yang sedang terbakar namun nyawa Komandan Ricard sendiri tidak tertolong karena terkena reruntuhan atap gudang buah yang sedang terbakar, Maka bisa di pasti kan malam itu juga Komandan Ricard, Profesor Simon dan beberapa anak buah nya meninggal terbakar di gudang buah yang ia bakar sendiri.

Sedangkan Angel dan Peter sedang berusaha keras mampu berjalan di sisi tembok gedung perpustakaan kuno yang sudah terbengkalai cukup lama hanya dengan berpegangan ke pilar pembatas dan sisi jendela di tambah lagi ruas jalan untuk mereka berpijak hanya lah satu tapak kaki, Bila mereka salah injak bisa saja nyawa mereka melayang detik itu juga, Pasti nya mereka berempat melangkah dengan sangat hati-hati sebab ada beberapa bagian tembok saat mereka injak hancur karena bangunan perpustakaan itu cukup kuno.

Sedangkan para petinggi negara yang sedang berkumpul di sebuah ruangan mendapat kan laporan dari penjaga bahwa tawanan mereka bisa kabur melalui jendela dengan di bantu dua orang penyusup, Maka saat itu juga Tuan Remon dan Tuan George memerintah kan anak buah nya untuk mengejar dan menangkap mereka berempat saat ini juga.

" Tuan ada masalah tawanan kita kabur melalui jendela di bantu oleh dua penyusup,"

Ucap salah satu penjaga sambil menunjukkan rekaman cctv yang berada di kamar di mana Stevani dan Profesor Brian di sekap.

" BODOH KALIAN ... LEKAS KEJAR MEREKA DAN SEGERA BAWA KE HADAPAN KU!"

Bentak Tuan George dengan mata terbelalak penuh emosi.

" Baik Tuan kami akan mengejar mereka,"

Jawab salah satu penjaga dengan ekspresi wajah ketakutan.

" Sebelum mereka tertangkap jangan pernah kalian kembali!"

Imbuh Tuan Remon dengan nada sedikit tinggi.

Kemudian semua anak buah Tuan George dan Tuan Remon pun dengan sigap meninggal kan ruangan dan melakukan pengejaran kepada Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian yang sedang berjalan merayap di sisi tembok gedung perpustakaan kuno dengan hati-hati, Pasti nya saat itu detak jantung mereka serasa akan lepas dan perjalanan tersebut cukup membuat mereka berempat sport jantung namun mereka harus tetap tenang agar bisa sampai di pohon besar di mana tadi Angel dan Peter masuk ke gedung tersebut.

Di saat mereka berempat sedikit lagi tiba di dahan pohon yang menjulur ke salah satu atap gedung tiba-tiba mereka di kejut kan oleh sebuah cahaya yang cukup membuat mata mereka berempat silau, Bukan lain cahaya yang membuat mereka silau tersebut adalah dari arah bawah yang di nyalakan oleh anak buah Tuan George dan Tuan Remon untuk menangkap mereka berempat.

" SEGERA KALIAN MENYERAHKAN DIRI SEBELUM TIMAH PANAS INI BERSARANG DI TUBUH KALIAN!"

Ancam salah satu anak buah Tuan George kepada mereka berempat.

" Sial sudah sejauh ini mereka tahu keberadaan kita,"

Umpat Peter dengan penuh emosi.

" Apa yang harus kita lakukan?"

Tanya Stevani dengan nada gemetar karena takut ketinggian.

" Kita jalan terus saja,"

Jawab Profesor Brian yang melanjutkan langkah nya.

" JANGAN PROF MEREKA BISA MENEMBAK MU!"

Teriak Angel mencoba menghentikan langkah Profesor Brian namun seperti nya terlambat.

Sebab sebelum Angel selesai berkata-kata terdengar suara letupan sejata berapi dan benar saja timah panas bersarang di kaki Profesor Brian saat itu juga, Maka dalam posisi terjepit dan mereka harus mengambil tindakan cepat agar tidak lebih fatal lagi dan bisa saja saat itu juga nyawa mereka melayang di gedung perpustakaan kuno tersebut.

" Ma tidak ada jalan lain selain kita menyerah pada mereka saat ini juga,"

Ucap Peter dengan kondisi panik.

" Benar Pa ... Nanti kita pikir kan lagi bagaimana cara kita lepas dari sini tanpa harus mengambil resiko yang besar."

Jawab Angel dengan nada lemas sebab merasa sia-sia pengorbanan nya kali ini.

Kemudian Angel mencoba memberi isyarat kepada anak buah Tuan Remon dan Tuan George bahwa mereka berempat menyerah saat itu dengan pertimbangan jangan sampai ada korban jiwa di antara mereka berempat, Namun dari cahaya lampu yang mereka arahkan ke Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian hal itu mampu mengalihkan pandangan Jemes yang sedang fokus melihat ke arah jalanan menuju rumah nya saat itu.

" Sayang ... Apakah kamu meliahat cahaya itu tadi?"

Tanya Jemes sambil menghentikan mobil nya di perempatan jalan.

" Cahaya apa, Aku tidak melihat nya,"

Jawab Teresa sambil melihat ke arah depan nya.

" Itu sayang ... Coba kamu perhatikan aku merasa aneh dengan cahaya itu,"

Ucap Jemes sambil membuka kaca mobil dan menunjuk ke sebuah cahaya yang cukup terang.

" Iya benar juga di arah sana tidak ada tanah lapang dan tidak mungkin pasar malam jam segini belum bubar, Itu daerah mana sebenar nya Jems?"

Tanya Teresa dengan tatapan bingung.

" Kalau tidak salah di daerah sana begitu banyak bangunan terbengkalai sudah cukup lama lalu cahaya dari mana itu dan untuk apa cahaya seterang itu hingga memantul ke langit?"

Jawab Jemes masih dalam kebingungan melihat cahaya yang memantul ke langit.

" Lebih baik kita pasti kan cahaya apa itu, Siapa tahu itu sebuah isyarat yang di kirimkan oleh Angel dan Peter agar kita melihat nya dan membantu mereka Jems,"

Ucap Teresa dengan nada lirih tapi penuh penekanan.

" Bisa jadi, Kalau begitu ayo kita pasti kan dari mana asal cahaya itu dan semoga kita mendapat kan petunjuk."

Jawab Jemes sambil memutar arah mobil nya menuju arah cahaya yang cukup terang itu.

Sedangkan saat itu Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian kembali tertangkap oleh anak buah Tuan George dan Tuan Remon, Saat itu mereka berempat hanya mampu meredam emosi masing-masing dan mencoba memutar otak bagaimana cara nya lepas dari sekapan para petinggi negara tersebut, Sedangkan Jemes dan Teresa masih dalam perjalanan menuju ke arah cahaya tersebut tanpa mengetahui apa yang sebenar nya terjadi saat itu dengan Angel dan Peter.

Lalu mampu kah kali ini Angel dan Peter membebaskan diri dari petinggi negara tersebut dan apa yang akan di lakukan oleh Teresa dan Jemes kali ini bila mengetahui bahwa Angel dan Peter jadi tawanan Tuan George dan Tuan Remon, Mampukah Teresa dan Jemes membebaskan Angel, Peter, Stevani dan Profesor Brian atau kah Teresa dan Jemes juga akan jadi tawanan Tuan Remon dan Tuan George?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OFF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

stevani tdk mengenal angel apa dia pura" tdk kenal ya

2024-06-13

5

Calista

Calista

ayo angel dn peter semngt buat klian, habisi para penjaga itu jngn di sisain satu pun

2024-06-13

5

Calista

Calista

pasti nya pelaku nya tdk jauh dr orang" yg serakah yg mengincar profesor simon

2024-06-13

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!