BAB 11 . SISTEM ROLLER COASTER

Pasti nya kita semua mengenal apa itu roller coaster dengan kata lain kereta seluncur yang meluncur di atas rel besi yang di tata dengan sedemikian rupa, Lalu apakah kalian sempat terpikir apa penggerak dari roller coaster itu sendiri apakah ada sebuah mesin atau alat penggerak hingga mampu meluncur di atas rel dengan ketinggian tertentu atau kah ada sistem penggerak yang mampu membawa roller coaster tersebut meluncur?

Jawab nya adalah tidak ada mesin penggerak roller coaster dan roller coaster tersebut hanya mendapat kan satu kali daya dorong saat pertama kali berjalan untuk menaiki sebuah tanjakan pertama saja, Lalu sistem apa yang di gunakan rolles coaster itu agar mampu terus melintasi rel besi yang sudah tertata dengan sedemikian rupa maka jawab nya adalah roller coaster tersebut menggunakan sistem fisika.

Dengan kata lain energi pontensial yang di ubah menjadi energi kinetik dan gaya sentrifugal adalah gaya yang selalu mendorong sebuah obyek keluar dari lengkuan, Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa sistem fisika yang di gunakan pada wahana roller coaster adalah energi kinetik di ubah menjadi energi pontensial ketika roller coaster bergerak naik.

Lalu apa yang akan mereka hadapi kali ini untuk mencapai wahana bianglala di mana Angel berada, Apakah mereka bertiga mampu menahklukkan roller coaster yang ternyata menggunakan sistem fisika bukan menggunakan sistem programer robotic dan apakah mereka bertiga bisa lolos dari wahana roller coaster seperti kedua wahana sebelum nya, Mari kita tilik perjuangan mereka untuk menahkluk kan roller coaster.

Waktu pun terus berjalan tanpa terasa matahari pun akan kembali keperaduan dan secara otomatis lampu di wahana tersebut menyala dan dengan kondisi tubuh yang basah kuyup mereka bertiga melanjutkan petualangan nya untuk menyelamatkan Angel yang sampai detik ini masih di sekap di atas wahana bianglala, Dengan langkah letih mereka bertiga pun melangkah kan kaki nya menuju ke sebuah loket roller coaster sesuai tanda panah sebagai petunjuk.

" Mengapa di wahana ini tidak ada yang menjual baju agar aku bisa mengganti baju ku?"

Tanya Teresa dengan sesekali melihat kesekeliling nya.

" Tidak ada hanya kamu Sa, Aku pun sudah cukup merasa risih dengan baju yang ku kenakan,"

Timpal Peter sambil membuka kaos yang sudah basah dan di penuhi lumpur.

" Kamu bisa membuka baju dengan leluasa sedangkan aku bagaimana kalau sampai baju ku lepas, Bisa-bisa penyakit katarak Ferguso sembuh seketika."

Celoteh Teresa sambil sibuk membersihkan lumpur di wajah nya.

Sedangkan Jemes terlihat serius berdiri di depan loket roller coaster sambil sesekali melihat ke arah rel kereta roller coaster lalu melihat ke sebuah gardu listrik yang letak nya tidak begitu jauh dari rel roller coaster, Tidak lama kemudian Teresa dan Peter pun menghampiri Jemes dengan langkah kaki yang cukup berat.

" Jems ... ada misi apa lagi sekarang dan kita akan di ajak bermain apa untuk mencapai wahana bianglala?"

Tanya Peter dengan nada lelah dan tatapan letih kepada Jemes.

" Roller coaster ... kita harus bisa menahklukkan roller coaster tersebut agar kita sampai di ujung rel,"

Jawab Jemes sambil menunjuk ke salah satu ujung roller coaster.

" Maksud nya bagaimana, Aku kurang faham dengan penjelasan mu Jems?"

Tanya Peter dengan tatapan serius.

Kemudian Jemes pun menjelaskan bahwa pada umum nya cara kerja roller coaster menggunakan sistem fisika yang merubah energi kinetik menjadi energi potensial namun kali ini roller coaster yang harus mereka tahkluk kan adalah roller coaster yang telah di rubah sistem kerja nya menjadi gaya sentrifugal dan hal tersebut sangat membahayakan bagi siapa pun yang menaiki roller coaster tersebut.

Sebab gaya sentrifugal adalah gaya yang selalu mendorong sebuah obyek hingga keluar dari rel, Maka bisa di pastikan bahwa kecepatan dari roller coaster di saat turunan akan semakin cepat dengan ada nya gaya sentrifugal itu sendiri dan tugas mereka bertiga harus mampu merubah gaya sentrifugal menjadi energi kinetik kemudian menjadi energi potensial.

" Seperti nya hal ini bukan bidang ku, Sebab dulu setiap pelajaran fisika aku lebih memilih tidur di UKS bersama Angel,"

Ucap Teresa sambil membuka kaleng minuman.

" Aku pun kurang memahami masalah fisika, Sebab aku lebih suka pelajaran mengarang,"

Imbuh Peter sambil menerima kaleng minuman pemberian Teresa.

" Saat ini kita memiliki waktu 20 menit dan roller coaster itu bila di nyalakan akan berjalan mundur efek gaya sentrifugal,"

Ucap Jemes sambil menerima kaleng minuman dari Teresa.

" Dari kita bertiga seperti nya hanya kamu yang sedikit memahami tentang fisika maka misi ini kami serahkan kepada mu suami ku yang sedikit tampan."

Jawab Teresa sambil duduk di tanah dan menyandarkan tubuh nya ke loket roller coaster.

Saat itu mereka diam sejenak sambil mengatur nafas dan mencoba mengumpulkan tenaga yang cukup terkuras setelah melewati dua wahana dengan berbagai rintangan nya namun di saat mereka sedang terdiam dan berfikir tiba-tiba terjadi ledakan yang berasal dari wahana bianglala dan hal itu membuat mereka bertiga cukup terkejut.

" SELAMAT DATANG DI WAHANA ROLLER COASTER, WAKTU KALIAN UNTUK MENYELESAIKAN MISI PENYELAMATAN 20 MENIT DAN SAAT INI WAKTU KALIAN TERSISA 18 MENIT DAN SETIAP 2 MENIT YANG BERLALU MAKA SATU BALON BIANGLALA AKAN MEDAK SATU PERSATU, SELAMAT BERMAIN DAN BERSENANG-SENANG."

Suara Stevani melalui speaker yang terletak di salah satu loket wahana saat itu.

Sontak mata mereka bertiga terbelalak setelah mendengar informasi tersebut dan segeralah Teresa bangkit dari duduk nya dan melangkah mendekati mesin penggerak yang letak nya tidak begitu jauh dari rel roller coaster, Dengan penuh amarah Teresa menendang dan memukul kotak yang terbuat dari besi tersebut dengan menggunakan sebilah kayu balok.

" Sayang kendalikan emosi mu, Tidak dengan seperti itu untuk menghentikan sistem kerja roller coaster ini!"

Bentak Jemes sambil menarik lengan Teresa yang sedang emosi.

" Aku lelah Jems ... harus sampai kapan kita harus di permainkan oleh semua sistem ini,"

Jawab Teresa yang berada dalam dekapan Jemes sambil menangis.

" Kita pasti bisa lalui hal ini bersama Sa, Ayo jangan buang waktu lagi Sa."

Ucap Peter sambil menepuk pundak Teresa untuk menguatkan.

Saat itu serasa mereka bertiga mendapatkan kekuatan baru untuk melalui dan mengembaliakan sistem kerja roller coaster yang sudah di rubah oleh Stevani dan kali ini yang bertindak untuk mengembalikan cara kerja roller coaster adalah Jemes sedangkan Peter dan Teresa menaiki roller coaster tersebut agar mampu merubah gaya sentrifugal yang ada menjadi energi potensial.

Kali ini Jemes memberikan instruksi kepada Peter dan Teresa bahwa saat roller coaster mulai berjalan mundur maka mereka harus mengikuti gerakan yang berlawanan dengan kata lain saat berbelok kekiri tubuh mereka harus ke kanan dan begitu sebalik nya, Sedangkan Jemes akan memaanfaat kan waktu yang ada kini hanya tersesisa 14 menit lagi.

" Peter ... Teresa ... kalian berdua sudah paham dengan apa yang aku maksud bukan dan ingat kalian jangan sampai lepas dari besi pengaman sebab tekanan akan sangat kuat ini nanti."

Ucap Jemes dengan nada serius kepada mereka berdua.

Kemudian mereka berdua pun segera naik ke atas roller coaster tersebut dan sebelum roller coaster di nyala kan oleh Jemes tiba-tiba Teresa memanggil Jemes yang berada di balik mesin penggerak roller coaster dan pasti nya Jemes merasa bingung dengan ulah istri nya yang serba spontan dan di luar dugaan.

" Jems berikan sabuk mu kepada ku dan ini kaleng minuman ku sudah habis tolong buang di tempat sampah,"

Ucap Teresa dengan nada serius kepada Jemes.

" Untuk apa sabuk ku?"

Tanya Jemes dengan tatapan bingung.

" Jangan banyak tanya lekas berikan sabuk mu kepada ku dan kamu Peter lepas juga sabuk mu lalu kait kan ke besi pelindung ini."

Jawab Teresa memberi tahu kepada Peter.

Di situ lah Jemes mengetahui bahwa Teresa menambahkan sabuk untuk bersiap-siap andai saja tubuh nya terpental maka sabuk tersebut mampu menahan tubuh nya untuk tetap berada di posisi tempat duduk nya, Tanpa butuh waktu lama maka Jemes pun menekan tombol untuk menggerakkan roller coaster dan ternyata benar saat mulai berjalan roller coaster tersebut berjalan mundur bukan lah maju ke depan dan hal itu membuat Peter dan Teresa mulai panik dan tegang.

Sedangkan Jemes berusaha keras dengan menggunakan semua kemampuan nya untuk membongkar kotak besi yang berisi mesin penggerak roller coaster yang telah di program ulang oleh Stevani dan Profesor Simon, Dengan posisi panik Jemes berusaha bersikap tenang meski mendengar teriakan dari Teresa serta ledakan dari wahana bianglala setiap 2 menit yang sudah berlalu sedangkan bila kali ini Jemes gagal maka nyawa Peter, Teresa dan Angel akan melayang.

Sebab di ujung rel roller coaster yang berjalan mundur ada salah satu rel yang di lepas dan otomatis bila Jemes gagal merubah gaya setrifugal menjadi energi potensial maka bisa di pastikan roller coaster yang di naiki oleh Peter dan Teresa akan terbang bebas menabrak wahana bianglala di mana kali ini Angel berada dan bila hal itu terjadi bisa di pastikan bahwa ledakan tidak dapat di elak kan lagi.

Maka dengan memutar otak dan menggunakan kaleng bekas minuman milik Teresa yang saat ini berada di tangan Jemes di gunakan untuk merubah program sistem kerja roller coaster dan waktu pun terus berjalan dan kini waktu yang di miliki Jemes tertinggal hanya 10 menit lagi dan jarak roller coaster dengan rel besi yang terputus semakin dekat dan mereka berdua bukan lain Peter dan Teresa hanya mampu berdoa agar terjadi mukjizat kali ini.

Sedangkan ledakan bianglala menambah kepanikan Jemes dan kali ini Jemes seperti nya gagal untuk mengembalikan sistem program kerja roller coaster sebab hingga menit ke 8 pun sistem program roller coaster belum kembali ke semula hingga Jemes merasa putus kali ini sedangkan waktu terus berjalan dengan cepat dan satu persatu ledakan di bianglala pun terjadi.

Namun entah apa yang terjadi tiba-tiba siku tangan Jemes menyentuh salah satu saklar yang berada di mesin penggerak roller coaster sedangkan saat itu waktu yang tersisa hanya tertinggal 4 menit lagi, Karena saklar tersebut menjadi on maka roller coaster tersebut kembali bekerja dengan normal dan berjalan secara stabil.

Sedangkan saat itu Jemes tidak mengetahui hal tersebut dan yang ada di dalam benak Jemes hanyalah kematian mereka bertiga, Sambil duduk di tanah Jemes menangis sejadi-jadi nya sambil menjambak rambut nya dengan merasa putus asa sebab kali ini ia gagal dan Jemes lah pembunuh Angel, Teresa dan Peter.

Bodoh nya aku mengapa bukan aku saja yang naik roller coaster itu, Maaf kan aku sahabat dan istri ku bukan maksud ku tidak mau menolong kalian tapi aku gugup dan susah berkonsentrasi bila mendengar ledakan, Aku yang pantas mendapat hukuman ini yang telah membuat kalian celaka.

Bergumam lah dalam hati Jemes sambil menangis sejadi-jadi nya sebab merasa diri nya telah gagal menyelesaikan misi kali ini hingga melayang lah nyawa sahabat dan istri nya, Sedangkan roller coaster yang di naiki oleh Peter dan Teresa melunjur kembali menuju tempat semula dengan gerakan yang stabil seperti roller coaster yang telah usai melewati semua rintangan.

Sesaat kemudian tiba lah roller coaster yang di naiki oleh Peter dan Teresa dan pengunci pun terbuka maka mereka berdua pun turun dari roller coaster tersebut dan segera berjalan menuju di mana Jemes yang sedang terduduk di tanah sambil menjambak rambut nya dengan penuh rasa bersalah dan menangis sejadi-jadi nya dengan penuh penyesalan.

" Jems ... ada apa dengan mu, Mengapa kamu menangis apakah kamu berfikir kita berdua mati?"

Tanya Teresa sambil jongkok di dekat Jemes.

Saat itu Jemes pun segera mengangkat kepala nya dan melihat ke arah Teresa dan Peter yang saat itu berada di hadapan nya sambil masih menangis Jemes memeluk erat tubuh Teresa dan mengucap syukur bahwa istri dan sahabat nya bisa terlepas dari maut yang cukup mengerikan bila benar Jemes gagal mengembalikan sistem program penggerak roller coaster.

Lalu apakah wahana roller coaster ini adalah misi terakhir mereka untuk menyelamatkan Angel ataukah masih ada lagi misi yang harus mereka selesaikan untuk mencapai wahana bianglala dan apakah misi selanjut nya akan lebih menegangkan dan nyawa mereka lah yang akan menjadi taruhan nya, Lalu bagaimana dengan Angel benarkah saat ini Angel berada di wahana bianglala ataukah berada tempat lain yang membutuhkan mereka bertiga untuk melanjutkan misi nya yang semakin memacu andrelanin?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya dari setiap misi penyelamatan hanya ada di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

semoga mereka bisa menahlukkan roller coaster biar bisa menyelamatkn angel

2024-06-08

5

Calista

Calista

teresa ada" aja masa furguso di katain katarak sm dia

2024-06-08

5

Calista

Calista

teresa malah cari penjual baju

2024-06-08

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!