BAB 12 . ZONK

Sering kali kita mendengar kata zonk sebenarnya apakah makna sesungguh nya dari kata zonk itu sendiri, Kata ZONK sendiri sebenar nya sebuah ungkapan untuk menyampaikan rasa kesal, kecewa kepada sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau menggambarkan kegagalan dalam mencapai suatu hal yang sudah di usahakan dengan maksimal.

Lalu apa yang di maksud dengan ZONK dalam kasus penyelamatan Angel kali ini yang dari awal Teresa, Jemes dan Peter mengira bahwa Angel telah di sekap oleh Profesor Simon dan Stevani di wahana bianglala sehingga mereka bertiga harus melewati berbagai jebakan yang telah di sediakan oleh Stevani dan Profesor Simon, Mari kita tilik apa yang terjadi kepada mereka bertiga kali ini dan jebakan apa lagi yang akan mereka hadapi.

Malam pun telah tiba namun hari ini sinar bulan telah menyinari sebagian wilayah wahana bermain sehingga suasana wahana bermain cukup terang di tambah dengan penerangan dari lampu yang berada di setiap wahana bermain serta mulai lah mengalun musik dari beberapa wahana yang tiba-tiba bergerak dengan sendiri nya karena sistem penggerak telah di nyalakan secara otomatis dari ruang pengelola wahana.

" Peter … Jemes … mengapa semua wahana bermain ini bergerak dengan sendiri nya dan siapa yang mengaktifkan nya?"

Tanya Teresa sambil sesekali pandangan nya tertuju kesebuah wahana bermain.

" Jebakan apa lagi ini?"

Jawab Peter sambil terus melangkah kan kaki nya.

" Pasti ini semua telah di aktif kan dari sebuah ruangan dengan sistem otomatis, Kita harus fokus mencari keberadaan Angel kali ini."

Ucap Jemes dengan tatapan menyebar ke sekitar wahana bermain.

Dengan langkah yang pasti mereka bertiga menyusuri wahana bermain untuk menuju ke wahana bianglala yang letak nya sekitar 200 meter dari mereka berdiri, Sambil terus berfikir dan penuh kewaspadaan mereka bertiga tetap memperhatikan ke sekitar area wahana yang cukup lengang namun semua wahana bermain bergerak sendiri tanpa ada satu orang pun penjaga atau pun pengunjung di dalam wahana bermain tersebut.

Sekitar kurang lebih 120 meter jarak mereka dari wahana bianglala tiba-tiba salah satu speker yang letak nya tepat di atas loket wahana bianglala tiba-tiba berbunyi dan memberikan sebuah instruksi kepada mereka bertiga yang harus menyelesaikan misi penyelamatan Angel yang berada di salah satu balon bianglala dengan ketinggian yang cukup membuat bulu kuduk berdiri bagi yang takut ketinggian.

" SELAMAT DATANG DI WAHANA BIANGLALA, KALI INI KALIAN MEMILIKI WAKTU 15 MENIT UNTUK MERAKIT PUZEL MESIN PENGGERAK BIANGLALA BILA WAKTU KALIAN HABIS MAKA SELURUH WAHANA INI AKAN HANCUR, SELAMAT BERSENANG-SENANG."

Suara dari speker diiringi tawa lepas dari Stevani.

" Apa maksud nya dengan permainan puzel mesin bianglala, Apakah kamu paham Jems?"

Tanya Peter dengan tatapan bingung.

" Kita di tugaskan untuk merakit mesin penggerak bianglala itu agar bianglala tersebut bisa berjalan membawa balon dimana Angel berada bisa turun ke bawah,"

Jawab Teresa sambil mengambil tang, obeng dan beberapa alat yang lain.

" Sayang untuk apa semua alat itu?"

Tanya Jemes dengan tatapan bingung.

" Aku harus menggunakan tata bahasa apa agar kamu mampu memahami ucapan ku Jemes suami ku yang sedikit lambat dalam berpikir, Bantu aku membawa ini!"

Jawab Teresa dengan nada geram sambil memberikan beberapa peralatan kepada Jemes.

" Seperti nya kali ini diri mu yang harus berusaha demi keselamatan istri mu Pet, Sebab kamu lebih memahami masalah mesin,"

Ucap Jemes sambil melirik ke arah Peter.

" Mesin apa dulu yang aku paham dan tidak semua mesin yang aku tahu, Selama ini aku hanya mengetahui bagaimana cara memperbaiki mesin pompa air selebih nya aku kurang memahami,"

Jawab Peter dengan nada dan tatapan polos kepada Jemes.

" SAMPAI KAPAN AKU HARUS MENUNGGU KALIAN BERDUA SEDANGKAN WAKTU TERUS BERJALAN!"

Teriak Teresa sambil tolak pinggang berdiri tepat di depan bianglala.

Kemudian segeralah Peter dan Jemes berjalan mendekati Teresa sambil membawa peralatan di tangan mereka berdua, Saat itu terlihat wajah Teresa sangat serius memperhatikan beberapa komponen sparepart mesin penggerak bianglala yang tergeletak di tanah sambil sesekali pandangan Teresa tertuju ke suatu wahana dan seperti nya Teresa melihat sesuatu kali ini.

" Sa … Kamu sedang melihat apa, Apakah kamu melihat istri ku?"

Tanya Peter sambil sesekali melihat ke arah yang di lihat oleh Teresa.

" Tidak … Aku tidak melihat Angel tapi aku melihat begitu banyak orang yang sedang berada di ruang informasi wahana dan mereka sedang apa berada di sana?"

Tanya Teresa dengan tatapan serius.

" Kalau begitu kita bagi tugas, Aku dan Peter merakit mesin penggerak bianglala dan kamu coba pasti mereka sedang apa berkumpul di sana?"

Jawab Jemes sambil bergantian melihat ke arah Teresa dan Peter.

" Tugas yang terbalik, Lebih baik kalian berdua yang memastikan hal itu dan aku yang merakit mesin ini, Ingat waktu terus berjalan."

Ucap Teresa dengan tegas dan memulai memegang obeng dan mulai memasang mesin penggerak bianglala.

Saat itu Peter dan Jemes saling memberi isyrarat satu dengan yang lain nya untuk menuju ke ruang informasi di mana berkumpul beberapa orang dan hal tersebut terlihat dari jendela kaca yang terpasang di ruang informasi tersebut, Sedangkan Teresa dengan serius memasang satu persatu sparepart mesin penggerak bianglala dengan penuh hati-hati.

" WAKTU KALIAN BERMAIN TERSISA 8 MENIT LAGI, INGAT WAKTU KALIAN MANFAATKAN SEBAIK MUNGKIN BIPPP …."

Suara dari speaker yang terletak di atas loket bianglala.

" Jems … Sejak kapan istri mu bisa merakit mesin penggerak bianglala atau mungkin istri mu dahulu montir di sebuah wahana?"

Tanya Peter dengan nada serius kepada Jemes.

" Seharus nya aku yang bertanya seperti itu kepada mu sebab yang pertama mengenal istri ku kan kamu dan Angel."

Jawab Jemes dengan tatapan tertuju ke sebuah ruang informasi di hadapan nya.

Ternyata posisi Angel sesungguh nya berada di ruang informasi bersama beberapa karyawan dan pengelola wahana bermain yang turut di sekap kali ini, Sedangkan sedari awal Teresa, Peter dan Jemes berfikir Angel berada di atas wahana bianglala, Bahkan hingga detik ini Teresa berfikir bahwa Angel di atas bianglala tersebut.

" Peter lihat istri mu berada di dalam sana bersama karyawan wahana!"

Ucap Jemes dengan nada sedikit tinggi karena terkejut.

" Benar berarti sedari tadi kita bertiga telah terkena jebakan mereka berdua Jems,"

Jawab Peter dengan nada panik.

" Ayo lekas kita selamatkan Angel dan karyawan wahana itu,"

Ajak Jemes sambil menepuk pundak Peter.

" Bagaimana dengan Teresa yang berfikir Angel berada di atas bianglala Jems?"

Tanya Peter dengan nada gugup.

" Nanti kita beri tahu dia, Sekarang kita selamatkan Angel beserta yang lain nya dan aku yakin istri ku sedang asik dengan mainan baru nya."

Jawab Jemes sambil mencoba membuka pintu ruang informasi.

Saat itu seisi ruangan berusaha berteriak kepada Jemes dan Peter agar tidak masuk melalui pintu ruang informasi sebab di gagang pintu tersebut sudah terpasang benang penghubung yang terhubung ke bahan peledak yang terpasang tepat di mana mereka duduk.

Jadi bisa di pastikan bila ada pergerakan sedikit saja dari mereka atau siapa pun maka benang penghubung tersebut menjadi pemicu ledakan di seluruh wahana permainan dan pasti nya akan begitu banyak korban jiwa dan nyawa mereka akan melayang sia-sia pasti nya.

Di sisi lain ada Teresa yang memiliki waktu tinggal 5 menit lagi dan hal itu membuat Teresa memutar otak dengan keras setelah semua sparepart terpasang dengan benar dan di pastikan bisa berfungsi dengan benar namun fakta nya mesin tersebut belum bisa di aktif kan secara normal.

Apa yang belum terpasang bukan kah mesin bianglala ini penggerak nya adalah solar dan seperti nya aku sudah memasang gigi dan utas penggerak nya dengan benar namun mengapa tombol on tidak berfungsi, Ataukah mesin ini sudah di rubah daya penggerak nya menjadi menggunakan listrik atau sistem lain?

Bergumam lah dalam hati Teresa sambil berfikir sejenak dan tatapan mata nya tertuju kepada salah satu kabel yang terlihat terlepas dari sebuah saklar yang menempel di salah satu dinding loket maka tanpa berpikir panjang lagi Teresa pun bergegas menghampiri kabel tersebut untuk menghubungkan ke saklar.

Namun karena Teresa kurang perhatian bahwa di dekat loket tersebut telah terpasang sebuah jebakan seutas tambang yang cukup besar dan saat itu kaki kanan Teresa masuk kedalam lingkaran tambang besar tersebut maka saat kabel di hubungkan ke sebuah saklar maka dengan cepat kaki kanan Teresa tertarik ke atas dengan ketinggian kurang lebih 18 kaki dari tanah.

Sontak Teresa berteriak sekuat tenaga karena terkejut sedangkan Peter dan Jemes sempat terkejut mendengar teriakan Teresa yang cukup keras kali itu namun saat mereka berdua menengok ke arah Teresa mereka berdua tidak melihat keberadaan Teresa di tempat nya.

" Jems apakah kamu juga mendengar suara Teresa berteriak?"

Tanya Peter dengan tatapan bingung.

" Iya aku mendengar, Mungkin dia melihat tikus jadi berteriak dan itu hal biasa bila dia tidak berteriak itu yang membuat ku cemas,"

Jawab Jemes sambil masih berpikir bagaimana cara menyelamat kan Angel dan yang lain.

" Mengapa demikian Jems?"

Tanya Peter sambil membantu Jemes untuk membuka jendela kaca di hadapan nya.

" Istri ku bila tidak berteriak antara dua, Apakah ia sedang tidur lelap atau sedang sakit hingga kritis,"

Jawab Jemes dengan tatapan fokus ke arah tuas kaca yang terhubung juga dengan seutas tali.

" Asumsi yang aneh, Apakah masih lama kita bisa membuka jendela ini Jems?"

Tanya Peter sambil bergantian memandang ke arah Jemes dan ke arah asal suara Teresa berteriak.

Sedangkan Teresa mulai gusar dengan keadaan nya yang terjebak dan tergantung dengan satu kaki terikat seutas tali yang cukup besar di salah satu tiang pancang bianglala sedangkan dari atas tiang pancang tersebut Teresa dengan posisi terbalik melihat keberadaan Peter dan Jemes yang sedang sibuk berputar-putar di depan ruang informasi.

Sebenar nya apa yang mereka berdua lakukan di depan ruang informasi itu dan apakah suara teriakan ku kurang keras hingga mereka berdua tidak menghiraukan kondisi ku yang tergantung dengan satu kaki di tiang bianglala ini, Oh my Lord jamah otak mereka berdua.

Kali ini seperti nya Teresa benar-benar harus berusaha sendiri untuk lepas dari jebakan tersebut sedangkan waktu terus berjalan dan kini waktu Teresa hanya tersisa 3 menit lagi, Dengan segala daya upaya akhir nya Teresa pun mampu terlepas dari seutas tali tersebut namun ia tidak bisa turun ke bawah.

Sehingga ia memutuskan untuk mengayunkan tubuh nya dengan menggunakan seutas tali tambang yang cukup besar masuk kedalam balon bianglala yang letak nya tidak begitu jauh dan sesampai nya di dalam balon bianglala tersebut mulai lah terdengar hitungan mundur dari speaker.

Kini waktu tersisa hanya 60 detik dan kali ini Teresa berfikir bahwa semua berakhir di sini nyawa nya dan semua akan hancur, Maka saat itu Teresa hanya mampu terduduk di dalam balon bianglala sambil menangis meratapi semua usaha nya sia-sia dan ternyata akhir dari semua kerja keras nya hanya lah kehancuran wahana.

Namun di sisi lain ada Peter dan Jemes yang saat itu juga sedang berburu dengan waktu demi menyelamat kan Angel dan bebarapa karyawan wahana yang di srkitar nya sudah terpasang sistem pemicu bahan peledak dan dengan kecepatan, ketangkasan dan kejelian Jemes akhir nya Angel dan karyawan wahana bisa di selamatkan melalui atap.

" WAKTU BERMAIN KALIAN TELAH USAI DAN WAKTU NYA KALIAN BERISTIRAHAT BIPPP ...."

Suara dari speaker terdengar menggema di area wahana bermain.

Saat mendengar hal itu Teresa berdoa memohon ampun atas dosa yang pernah di perbuat sambil memejamkan mata nya berpasrah kepada Tuhan bila harus nyawa nya melayang saat ini juga namun saat Teresa berpasrah kepada Tuhan dengan mata terpejam tiba-tiba di rasakan balon bianglala yang ia naiki terasa bergerak.

Sontak kedua mata Teresa terbelalak sambil bangkit berdiri untuk memastikan siapa yang menyalakan sistem penggerak mesin bianglala tersebut lalu bagaimana dengan informasi yang mengatakan bahwa wahana bermain tersebut akan hancur bila Teresa gagal menjalankan misi nya?

Ternyata saat itu yang menggerakkan mesin tersebut adalah Peter menggunakan salah satu kunci no 36 untuk memutar tuas penggerak dan hal tersebut seperti nya tidak di ketahui oleh Teresa, Seketika Teresa merasa lega sebab ia melihat Peter, Angel, Jemes dan beberapa karyawan wahana sudah berada di bawah sisi mesin penggerak bianglala.

Lalu benarkah wahana bermain itu akan meledak setelah semua kisah penyelamatan itu berhasil atau kah akan ada misi lagi yang lebih mendebarkan untuk membekuk Profesor Simon dan Stevani beserta beberapa orang kepercayaan mereka lain nya?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

wih mereka cuma punya waktu 15 menit buat merakit puzel mesin penggerak bianglala

2024-06-09

5

Vania Angelica

Vania Angelica

Ternyata Angel di sekap di ruang informasi bukn di biang lala.

2022-10-19

11

Vania Angelica

Vania Angelica

Teresa teriak krn Jemes dn peter blm bergerak juga.

2022-10-19

11

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!