Hidup ini bagaikan permainan bila kita jeli dalam melihat setiap detik yang telah kita lewati dan pasti nya di dalam sebuah permainan pasti ada sebuah jebakan-jebakan di dalam nya untuk kita bisa naik level begitu juga dalam kehidupan ini banyak nya jebakan yang teruntuk kita bisa naik level yang lebih tinggi lagi pasti nya.
Dan seperti nya kali ini Peter, Jemes dan Teresa di hadap kan dengan permainan yang di buat oleh Stevani yang di dalam permainan ini melibatkan Angel pasti nya sebab saat ini posisi Angel sedang pingsan dan di bawa oleh Profesor Brian dan Naomi ke suatu tempat sedangkan Teresa sedang mencari keberadaan Stevani yang setelah memberi isyarat kata GAME lalu pergi begitu saja.
Ternyata Stevani saat keluar dari kedai kopi di depan pintu sudah ada mobil yang menunggu nya bukan lain Profesor Simon menggunakan mobil milik Proferos Alex dan saat itu juga Stevani masuk kedalam mobil atas perintah Profesor Simon, Sedangkan saat itu Teresa berfikir mengenai isyarat yang di berikan oleh Stevani.
Di tengah kebingungan tiba-tiba datang lah Peter dan Jemes dari arah yang berlawanan menghampiri Teresa yang sedang kebingungan mencari Stevani, Saat itu Peter dan Jemes pun merasa keheranan melihat ulah Teresa di depan kedai kopi sedangkan mereka berdua tidak melihat Angel bersama Teresa saat itu dan bisa di pastikan hal itu membuat mereka bertanya-tanya kemana pergi nya Angel.
" Sa sedang apa kamu di sini, Lalu di mana Angel?"
Tanya Peter dengan tatapan bingung.
" Aku mencari Stevani kemana dia pergi nya cepat sekali, Kalau masalah Angel tadi aku tinggal kan di ruang penggerak robotic untuk menghubungi kalian,"
Jawab Teresa yang masih terlihat panik.
" Stevani siapa lagi maksud mu sayang?"
Tanya Jemes dengan tatapan bingung.
" Sudah nanti saja aku jelaskan siapa Stevani dan Ferguso pada mu, Sekarang lebih baik kita temui Angel di ruang penggerak robotic,"
Jawab Teresa sambil melangkahkan kaki menuju gedung di mana ruang penggerak robotic berada.
" Apakah Ferguso dan Stevani itu salah satu nama aktor di telenovela?"
Tanya Peter sambil membuka pintu mobil dan sesekali melirik ke arah Jemes.
Namun Jemes tidak menjawab pertanyaan Peter melainkan hanya memberikan isyarat mengangkat kedua bahu nya tanda ia pun tidak mengetahui siapa yang di maksud oleh Teresa saat itu, Kemudian mereka bertiga pun bergegas menuju ruang penggerak robotic yang berada di lantai dua gedung tersebut dengan tujuan menemui Angel.
Seperti nya kali ini mereka bertiga di buat panik dengan hilang nya Angel yang secara tiba-tiba dan pasti nya hal tersebut membuat mereka khawatir dengan keselamatan Angel yang tidak di ketahui saat ini, Namun untung saja sebelum Teresa meninggal kan Angel di ruangan tersebut ia sudah meletakkan pena yang di ujung nya adalah kamera cctv.
Jadi dengan berbekal kamera cctv yang terpasang di ujung pena milik Teresa itu lah mereka bisa melacak apa kegiatan terakhir yang di lakukan oleh Angel sesaat setelah Teresa pergi meninggal kan nya saat itu dan dari kamera cctv tersebut terlihat lah bahwa Angel berjalan menghampiri Profesor Brian, Profesor Simon, Naomi dan terlihat juga Profesor Alex yang sedang duduk di kursi roda.
" Apa yang terjadi dengan Profesor Alex dan mengapa harus duduk di kursi roda?"
Tanya Peter sambil berdiri di belakang Teresa.
" Dan juga mengapa ada noda darah di selimut yang di gunakan Profesor Alex, Apa yang sebenar nya terjadi?"
Imbuh Jemes dengan tatapan penuh tanya.
" Angel dalam bahaya, Ayo lekas kita selamat kan Angel sebelum terlambat!"
Jawab Teresa dengan ekspresi panik sambil bangkit dari duduk nya.
" Apa maksud mu Sa, Di mana istri ku sebenar nya dan apa yang terjadi?"
Tanya Peter dengan nada panik.
" Nanti aku jelaskan sekarang ayo lekas kalian berdua ikut dengan ku."
Jawab Teresa sambil bangkit dari duduk nya dan bergegas menuju pintu keluar.
Saat itu Teresa melihat di tangan Profesor Simon memegang sebuah kartu berlangganan sebuah wahana bermain dan bagi Teresa isyarat yang di berikan oleh Stevani sebuah kata GAME adalah sebuah wahana bermain yang letak nya berada di pusat kota dan bisa di pastikan di wahana bermain itu cukup ramai pengunjung.
Dan bila Stevani sampai melakukan injeksi keylogger di wahana bermain maka bisa di pasti kan akan banyak korban jiwa utama nya anak-anak dan hal itu jangan sampai terjadi, Maka mereka bertiga pun bergegas menuju ke wahana bermain tersebut dengan harapan mampu menanggulangi segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi serta mencari keberadaan Angel saat ini.
" Sa tolong jelas kan apa yang terjadi selama kita pergi lalu kemana Angel, Apakah sangat berbahaya?"
Tanya Peter dengan nada dan tatapan khawatir.
" Ini sangat berbahaya sebab aku sangat yakin Stevani saat ini sudah bersama Ferguso licik itu dan hal itu pasti membahayakan banyak manusia utama nya Angel,"
Jawab Teresa sambil melangkah kan kaki nya menuju mobil milik Peter yang terparkir.
" Pleas honey siapa itu Stevani dan Ferguso sebab kami berdua tidak paham dengan siapa yang kamu maksud?"
Pinta Jemes dengan nada dan tatapan serius kepada Teresa.
Kemudian mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil setelah mobil berjalan baru lah Teresa menceritakan siapa Stevani dan Ferguso yang ia maksud sesungguh nya kepada Jemes dan Peter, Saat mendengar penjelasan Teresa serta ia pun menunjukkan beberapa bukti di dalam chips yang ia temukan serta beberapa catatan yang sudah Teresa save di flasdisk nya hal tersebut membuat Peter dan Jemes terbelalak melihat rencana Profesor Simon dan Stevani yang tersusun rapi.
" Ini sudah gila ... sudah hilang akal sehat nya, Apakah mereka berdua menyadari apa akibat nya kepada populasi mahkluk hidup jika hal tersebut mereka benar di lakukan!"
Teriak Peter sambil memukul jok mobil karena geram.
" Ini lah maksud ku tadi yang mengatakan bahwa Angel dalam bahaya Peter,"
Jawab Teresa sambil menutup laptop nya.
" Lalu dari mana kamu bisa mendapatkan data itu semua sayang?"
Tanya Jemes sambil sesekali melirik ke arah Teresa yang duduk di samping nya.
" Catatan itu ku dapat saat aku melihat Stevani di bully oleh kakak kelas dan aku menemukan buku deary nya di lorong kampus namun di hati kecil ku merasa curiga maka aku coba membuka dan membaca nya di situ lah aku mengetahui semua niatan Stevani yang berniat untuk melenyapkan populasi manusia,"
Jawab Teresa menjelaskan kepada Jemes.
" Kita sudah sampai di wahana, Lalu bagaimana selanjut nya?"
Tanya Peter dengan nada panik.
" Ada yang aneh dengan wahana ini, Coba perhatikan di ujung tepat nya di loket,"
Jawab Jemes sambil menunjuk ke arah sebuah loket.
" Kita kesana dan kita cari di mana Angel."
Ucap Peter sambil membuka pintu mobil.
Kemudian mereka bertiga pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju sebuah loket dan yang membuat semakin curiga adalah suasana wahana itu cukup sepi tidak ada pengunjung sama sekali sedangkan di hari biasa tempat wahana permainan ini cukup ramai dengan pengunjung namun kali ini mengapa sepi seperti sebuah wahana terbengkalai.
Tidak lama kemudian sampai lah mereka bertiga di loket wahana bermain tersebut dan ternyata mereka tidak menemui penunggu loket yang biasa menjaga penjual tiket masuk yang pasti adalah manusia namun saat ini yang mereka temui hanyalah sebuah tape rekorder yang sudah merekam suara Profesor Simon yang memerintahkan mereka bertiga masuk kedalam rumah kaca yang berada di dalam wahana.
" Selamat datang di wahana permainan CITY GOLD WORD, Silahkan kalian bermain untuk menyelamat rekan kalian yang sudah terlebih dahulu berada di bianglala dan kalian harus masuk kedalam rumah kaca untuk bisa mencapai ke bianglala, Ingat waktu kalian hanya 10 menit untuk menjemput rekan kalian di bianglala bila terlambat maka bianglala akan meledak, Selamat bermain anak-anak PIIBBB ...."
Suara Proferos Simon yang terekam di tape rekorder.
" SIAL ... AKAN KU HABISI JIKA NANTI BERTEMU DENGAN MU, PRAKKK!"
Teriak Peter lalu membanting tape rekorder kelantai sampai hancur.
" Pet kuasai emosi mu, Ayo lekas masuk pintu nya sudah terbuka!"
Bentak Jemes sambil menarik lengan Peter yang masih terlihat emosi.
" Waktu kita sempit ayo lekas kita cari rumah kaca di mana letak nya agar kita segera bisa menyelamat kan Angel yang berada di bianglala."
Ucap Teresa sambil sesekali melihat kesekitar untuk mencari dimana letak rumah kaca.
Mereka bertiga pun bergegas berlari mencari di mana letak rumah kaca berada dan tidak lama kemudian di temukan rumah kaca maka mereka bertiga pun segera masuk kedalam rumah kaca tiba-tiba lampu di rumah kaca itu pun menyala dan terdengar instruksi dari Profesor Simon yang meminta mereka menemukan jalan keluar dari rumah kaca tersebut dalam waktu 10 menit.
Sedang kan saat ini waktu mereka tersisa 8 menit lagi untuk menemukan jalan keluar dari rumah kaca dan pasti nya mereka dalam kondisi panik dan harus berpacu dengan waktu demi keselamatan Angel yang kali ini sedang berada di permainan bianglala, Waktu terus berjalan dan mereka terus berjalan untuk menemukan jalan keluar.
" Aaaooo ... Sial kening ku kena lagi dengan kaca!"
Gerutu Peter sambil mengelus kening nya.
" Jangan kan kamu lihat kening ku sudah memar seperti ini, Jemes sedang apa kamu kita sedang panik kenapa kamu berkaca di lantai?"
Tanya Teresa dengan nada kesal melihat ulah suami nya yang bagi nya aneh.
" Sayang coba kamu perhatikan di serat kaca ini menunjukkan arah mana kita harus nya melangkah,"
Jawab Jemes sambil jongkok memperhatikan lantai yang terbuat dari kaca dengan ketebalan 15 inci.
" Sejak aku menikah dengan mu yang aku tahu hanya serat cinta dan kecemburuan mu pada ku, Selebih nya kurang paham aku,"
Ucap Teresa sambil mencoba melangkah namun kening nya harus terbentur kaca lagi.
" Ikuti aku dari belakang dan biar aku yang melihat serat dari kaca ini, Jangan mengambil langkah sendiri nanti kita tersesat di rumah kaca ini,"
Perintah Jemes dengan tatapan fokus ke lantai berbahan kaca.
" WAKTU KALIAN BERMAIN TERSISA 6 MENIT ANAK-ANAK."
Suara dari sebuah speacker aktif yang tergantung di sisi dinding.
Maka mereka bertiga pun terus berjalan mencari pintu keluar dari rumah kaca tersebut dengan mengikuti langkah Jemes yang fokus memperhatikan serat dari kaca yang terlihat dari sambungan kaca dan hal itu lah yang di jadikan sebuah petunjuk bagi Jemes kali ini untuk menemukan pintu keluar dari rumah kaca.
Waktu terus berjalan mereka melewati beberapa persimpangan dan ada saja yang membuat lengan atau kening dari Peter yang terbentur kaca hingga menimbulkan memar begitu pun dengan Jemes yang sesekali kening nya terbentur kaca saat jarak pandang nya terhalau dengan bias sinar lampu yang memantul ke sebuah lantai yang berbahan kaca tersebut.
Dan benar saja sisa waktu hanya tertinggal 3 menit kali ini dan mereka pun sudah melihat pintu rumah kaca tersebut karena mereka bertiga merasa lega karena sudah melihat pintu yang terbuka maka mereka berniat segera keluar dari rumah kaca tersebut namun sayang nya niat mereka gagal karena ternyata mereka terjebak di sebuah kaca pembatas antara ruang permainan dan pintu keluar.
" Peter kita terjebak di sini tidak ada jalan lagi!"
Ucap Jemes dengan nada panik melihat ke arah Peter.
" Sial waktu kita hanya tertinggal 3 menit lagi, Apa yang harus kita lakukan?"
Tanya Teresa dengan nada geram.
" Maaf ini seperti nya jalan terakhir, PRRAAKK ...."
Jawab Peter lalu memukul kaca di hadapan nya sekuat tenaga.
Kemudian tindakan Peter tersebut pun di ikuti oleh Jemes dan Teresa pun menendang kaca di hadapan nya sekuat tenaga alhasil kaca di hadapan mereka bertiga hancur berantakan dan mereka bertiga pun segera berlari menuju pintu keluar rumah kaca tersebut namun sungguh di sayangkan saat mereka tiba tepat di depan pintu keluar rumah kaca dan terdengar suara pemberitahuan dari speacker.
" Sungguh di sayang kan waktu kalian habis dan kalian masih berada di rumah kaca ini, Misi kalian gagal maka rumah kaca ini akan segera meledak."
Suara informasi sangat terdengar jelas.
Sesaat kemudian segeralah Teresa meraih lengan Jemes dan tangan kanan nya meraih gagang pintu lalu segera membuka pintu dan benar saja saat mereka bertiga baru beberapa langkah dari pintu keluar rumah kaca tiba-tiba rumah kaca tersrbut meledak dan tubuh mereka bertiga terlempar dan tersungkur di atas tanah.
Lalu bagaimana dengan nasib Angel kali ini apakah masih bisa terselamatkan dan apakah yang akan mereka bertiga hadapi setelah melewati rumah kaca, Adakah misi selanjut nya dan apakah misi selanjut nya lebih menantang dari misi rumah kaca kali ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Omega
Rumah kaca nya meledak dn waktu yg mereka punya pun habis,semoga mereka bertiga tdk terluka krn terlempar dr rumah kaca tersebut.
2022-10-14
12
Omega
Untung Jemes memiliki mata yg jeli sehingga dia bisa mencari jln kluar dr rumah kaca tersebut melalui serat kaca yg di lantai.
2022-10-14
12
Omega
Mereka harus msuk ke rumah kaca dulu sebelum sampai ke bianglala buat menyelamatkn Angel dn waktu mereka cuma 10 menit harus bisa kluar dr rumah kaca tersebut.
2022-10-14
12