Ekspektasi adalah kata lain dari sebuah harapan dan bisa di pasti kan setiap manusia memiliki ekspektasi yang berbeda-beda bukan namun sempat kah terfikir oleh sang pembuat harapan apa dampak terwujud nya sebuah harapan tersebut atau mungkin sudah kah pembuat harapan tersebut membuat sebuah sistem untuk menanggulangi bila terjadi sebuah kegagalan atau kekacauan, Pikirkan lah hal itu.
Sering kali manusia tergiur oleh sebuah hasil tanpa mempertimbangkan proses terjadi nya hasil tersebut sehingga di saat hasil dari sebuah pencapaian tidak sesuai dengan yang di harap kan maka akan berakibat yang cukup buruk kepada sekitar, Begitu juga kali ini seperti nya Profesor Simon, Profesor Brian dan Naomi sedang berbahagia melihat sebuah hasil bila sistem robotic yang telah di pesan oleh pemerintahan tersebut sukses mereka ciptakan.
Namun seperti nya pola pikir Stevani jauh berbeda dengan Ayah nya dan kedua rekan kerja nya, Kali ini Stevani melihat suatu kehancuran bumi bila terjadi kesalahan program dan itu akan menimbul kan masalah yang cukup fatal bagi ke stabilan kehidupan mahkluk hidup itu sendiri, Sebab bagaimana pun juga Stevani tidak pernah percaya kepada Profesor Brian dan Naomi sebagai rekan kerja Ayah nya.
Sehingga malam bahagia yang di jadi kan malam perayaan bagi beberapa Profesor yang mendukung kemajuan sistem robotic tertegun melihat penjelasan Stevani melalui sebuah layar lebar yang sengaja di nyalakan oleh Stevani dan pasti nya hal itu membuat Profesor Simon naik pitam melihat ulah Stevani kali ini.
" Profesor Simon … Saya sangat bangga dengan semua karya anda yang luar biasa ini,"
Sapa salah satu pejabat ke negaraan yang berjalan mendekati Profesor Simon.
" Anda terlalu berlebihan memuji saya Tuan Fernandes, Semua ini karena kerja keras kita semua,"
Jawab Profesor Simon diiringi senyuman sambil merangkul pundak Profesor Brian dan Naomi yang berdiri di samping nya.
" Benar yang anda kata kan Profesor Simon tapi tanpa anda yang memiliki ide semua ini tidak akan terjadi bukan?"
Ucap Tuan Fernandes diiringi gelak tawa lepas sambil menepuk pundak Profesor Simon yang berdiri di hadapan nya.
Kemudian mereka semua pun saling melontarkan pujian satu dengan yang lain nya dan kondisi ruang tamu di rumah Profesor Simon cukup ramai di penuhi oleh para undangan yang sebagian besar dari pejabat serta instansi negara yang turut merayakan namun tidak dengan Stevani yang saat itu berada di dalam sebuah ruangan yang di penuhi oleh komputer program dan lampu berkedip bergantian.
Saat itu Stevani memperhatikan percakapan para tamu undangan beserta Ayah nya dengan detail, Dalam diam nya Stevani tatapan nya tertuju kepada salah satu tamu undangan yang saat itu berbincang dengan Ayah nya dan seperti nya percakapan mereka cukup serius pasti nya hal itu membuat Stevani penasaran apa yang sedang mereka bicarakan maka dengan sengaja cctv di ruangan tersebut di arah kan kepada mereka berdua.
" Prof saya sangat tertarik dengan produk robotic terbaru anda tapi apakah saya boleh menanyakan sesuatu kepada anda mengenai produk anda ini Prof?"
Tanya Ricard seorang perwira dari instasi negara dengan tatapan serius.
" Silahkan Tuan Ricard apa yang akan anda tanyakan mengenai robotic penjaga wilayah perbatasan,"
Jawab Profesor Simon diiringi senyum ramah.
" Begini Prof, Saya percaya produk robotic ini cukup bisa di handal kan tapi apakah tidak ada kelemahan atau kekurangan nya yang akan membawa dampak buruk kepada populasi manusia itu sendiri?"
Tanya Ricard dengan nada dan tatapan serius kepada Profesor Simon.
" Oh masalah itu yang anda tanyakan, Sistem robotic ini sudah di uji berulang kali dan melalui tahapan seleksi program yang cukup panjang jadi bisa di pasti kan akan aman dan cukup membantu kinerja manusia utama nya bagi para prajurit yang sedang bertugas Tuan Ricard,"
Jawab Profesor Simon sambil menepuk pundak Ricard dan sedikit menekan pundak Ricard sebagai isyarat bahwa Profesor Simon kurang menyukai pertanyaan tersebut.
" Tapi bagaimana pun juga mereka robotic, Sedangkan manusia saja yang di ciptakan Tuhan masih membutuh kan istirahat apakah robotic juga membutuhkan pendinginan mesin lalu bila terlalu panas apakah tidak akan menjadi hang robotic tersebut?"
Tanya Ricard yang semakin menyudutkan Profesor Simon saat itu.
" Seperti nya lain waktu akan saya jelas kan kepada anda bagaimana sistem kerja robotic tersebut dan saat ini lebih baik anda menikmati pesta perayaan ini Tuan Ricard."
Jawab Profesor Simon diiringi senyum sinis dan melangkah pergi meninggal kan Ricard.
Saat mendengar hal itu tiba-tiba pikiran Stevani berjalan dan mencoba melihat secara detail apa kelemahan program yang telah di ciptakan nya itu dan ternyata benar saat Stevani mencoba meneliti secara keseluruan ternyata sistem robotic tersebut memiliki kelemahan yang cukup fatal bagi populasi manusia.
Kelemahan itu adalah di saat sistem robotic terkena malwer atau virus maka dalam hitungan detik maka robotic tersebut akan menghancur kan apa pun yang berada di hadapan nya, Sedangkan malwer tersebut berasal dari debu dan mesin penggerak robotic yang mengalami overload maka secara otomotis sistem robotic berubah menjadi robot penghancur yang paling mengerikan di muka bumi.
Ternyata sistem robotic ciptaan Ayah cukup fatal akibat nya dan hal ini bukan dari sistem program yang aku tanam di dalam robotic namun hal ini berasal dari bahan yang di gunakan Ayah untuk menciptakan sistem robotic ini sendiri, Tidak bisa di biar kan hal ini terjadi tapi bagaimana cara ku untuk menghentikan produksi pembuatan robotic yang sedang berlangsung?
Bergumam lah dalam hati Stevani sambil tangan nya terus mencoba mencari cara bagaimana menghentikan produksi robotic yang sedang berlangsung saat ini dan tanpa sengaja jari lentik Stevani menekan tombol yang berada di dekat nya dan ternyata tombol itu untuk menayangkan sebuah program ciptaan Stevani yang bisa di sebut juga sistem penghancur dunia.
Sontak seluruh undangan pandangan nya tertuju ke sebuah layar lebar yang terpampang di salah satu dinding ruang an yang menayangkan betapa mengerikan nya sistem robotic yang sedang di produksi secara masal oleh Profesor Simon saat ini, Mereka semua melihat bagaimana sistem kerja robotic bila mengalami error sistem dan apa saja yang akan di hancur kan oleh robotic tersebut.
Saat menyaksikan hal tersebut sontak seluruh tamu undangan merasa ketakutan membayangkan bila hal tersebut sampai terjadi sedangkan Profesor Simon, Profesor Brian dan Naomi segera bergegas menuju ruang rahasia yang berada di bawah tanah untuk memerintahkan kepada Stevani agar segera mematikan tayangan tersebut sebelum semua nya menjadi gagal.
" Ada apa dengan Stevani sebenar nya Prof, Mengapa ia menayangkan hal tidak bermutu itu?"
Tanya Naomi sambil berjalan mengikuti langkah Profesor Simon.
" Aku juga tidak tahu apa sebar nya yang ada di dalam benak Stev?"
Jawab Profesor Simon dengan nada bertanya sambil terus berjalan menyusuri sebuah lorong.
Di saat yang panik seperti ini seperti nya Profesor Brian memiliki inisiatif yang lain mengenai kejadian tersebut dan ternyata Profesor Brian merasa iri kepada Profesor Simon yang selama ini selalu di banjiri pujian dari para pejabat sedang kan diri nya yang sudah bekerja keras tidak pernah mendapat penghargaan dari Profesor Simon, Maka timbul lah niat jahat dalam hati Profesor Brian kali ini yang berniat untuk menggulingkan kejayaan Profesor Simon.
" STEV ... APA YANG KAMU LAKU KAN, MATIKAN PROYEKTOR TERSEBUT!"
Teriak Profesor Simon setelah membuka pintu ruang programer di mana Stevani berada.
" Stev apakah kamu tidak berpikir dengan apa yang kamu lakukan, Tolong matikan proyektor itu sekarang juga Stev,"
Ucap Naomi mencoba berjalan mendekati Stevani.
" Apa jawwban kalian bila aku yang menanyakan hal tersebut kepada kalian saat ini, Apakah kalian bertiga mampu menjawab nya?"
Tanya Stevani sambil duduk bersandar di kursi diiringi senyum misterius.
" Stev dengar kan lah, Semua ini Ayah lakukan demi diri mu Nak jadi tolong mati kan proyektor itu sekarang juga,"
Jawab Profesor Simon sambil mencoba mendekati Stevani.
" Jika kalian melangkah satu langkah maka rumah ini akan meledak dan kita semua terkubur di sini,"
Ancam Stevani sambil jari lentik nya menunjuk sebuah laser yang melintang di lantai.
Seketika mereka bertiga mengucurlah keringat dingin yang membasahi sekujur tubuh mereka dan pasti nya mereka bertiga mencoba memutar otak bagaimana cara menenangkan Stevani yang sedang marah kepada Ayah nya bukan lain Profesor Simon, Di saat yang bersamaan datang lah Peter, Angel, Jemes dan Teresa di rumah Profesor Simon.
Dan ternyata mereka berempat datang ke rumah Profesor Simon atas perintah Tuan Ricard sebagai atasan Peter dan Jemes di kantor dan pasti nya hal tersebut di luar dugaan mereka semua, Lalu apa yang akan di lakukan oleh mereka berempat kepada Stevani yang memang sejak lama memiliki gangguan psikis dan hanya Teresa yang mengetahui kelemahan Stevani selama ini.
" Bapak dan anak sama saja selalu membuat masalah, Kapan mereka berdua itu bisa sadar dan bertaubat nya!"
Umpat Angel sambil berjalan memasuki rumah Profesor Simon.
" Kalau tidak membuat ulah maka bukan Ferguso nama nya dan bisa jadi aku sebut Suneo itu si tua bangka!"
Ucap Teresa dengan nada geram.
" Kalian berdua sedang membicarakan acara televisi apa sebenar nya, Mengapa apa ada Ferguso dan Suneo segala?"
Tanya Peter sambil sesekali melirik ke arah Teresa.
" Sayang … Kamu dan Angel masuk ke ruangan di mana Stevani berada dan Peter ikut dengan ku menonaktifkan peledak yang berada di atap rumah,"
Ucap Jemes sambi sesekali melihat ke arah kabel cctv.
" Ok … Sa bagaimana cara Jems bisa mengetahui di mana letak peledak nya dan kita tahu dari mana sekarang Stevani berada di mana?"
Tanya Angel sambil memegang lengan Teresa dengan erat.
" Coba kamu bakar dupa atau kemenyan siapa tahu leluhur mu mampu menjawab pertanyaan mu Angel,"
Jawab Teresa sambil menggelengkan kepala sambil menunjuk ke arah sebuah layar lebar yang terpampang di salah satu dinding.
" Ternyata dia lebih aneh dari Stevani lagi pula dari mana aku mendapat kan dupa dan kemenyan?"
Tanya Angel dengan raut wajah kesal kepada Teresa.
Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju sebuah lorong yang pencahayaaan nya tidak begitu terang dan udara nya pun cukup lembab dan hal itu membuat Angel dan Teresa bertanya-tanya dalam hati sebenar nya mereka berdua akan menuju ruangan apa dan mengapa Stevani berada di ruangan tersrbut.
Sedangkan Peter dan Jemes sedang berusaha untuk memanjat ke atap rumah mengikuti kemana arah kabel cctv tersebut bermuara sebab Jemes melihat di kabel cctv tersebut ada sebuah kabel yang cukup kecil yang biasa di gunakan untuk pemicu peledak maka Jemes pun dengan yakin bahwa di setiap cctv tersebut terpasang pemicu peledak.
Tidak lama kemudian tiba lah Teresa dan Angel di ruangan di mana Stevani berada dan ternyata di ruangan tersebut juga ada Profesor Simon, Profesor Brian dan Naomi maka saat itu Teresa dan Angel cukup terkejut melihat hal tersebut dan pasti nya Teresa memutar otak bagaimana cara mendekati Stevani saat ada mereka bertiga di dekat nya.
" Sial bagaimana cara ku mendekati Stevani bila ada mereka bertiga?"
Tanya Teresa dengan tatapan fokus ke dalam sebuah ruangan.
" Masalah nya di mana kalau ada mereka bertiga lagi pula kan kita hanya ingin menemui Stevani bukan menemui mereka bertiga?"
Jawab Angel dengan santai nya tanpa berpikir panjang.
" Seperti nya kamu perlu sesekali menonton acara televisi utama nya telenovela agar lebih mudah aku mengajak mu berbicara Angel, Ayo ikut aku sebelum amarah ku memuncak."
Ucap Teresa dengan ekspresi wajah sebal menarik lengan Angel.
Sedangkan di dalam ruangan Profesor Simon, Profesor Brian dan Naomi masih mencoba membujuk Stevani agar tidak meledak kan rumah tersebut sebab tidak jauh dari rumah tersebut adalah tempat produksi robotic secara masal atas permintaan dari pihak pemerintahan dan akibat dari ledakan tersebut akan mengakibat kan ledakan juga di produksi robotic.
Lalu apa yang akan di lakukan oleh Stevani dengan bersikap demikian kepada Ayah nya bukan lain Profesor Simon dan apakah yang diinginkan oleh Stevani saat ini, Apakah kali ini Teresa dan Angel mampu membujuk Stevani yang terlihat srdang marah kepada Profesor Simon lalu apa yang akan di lakukan oleh Profesor Brian sesungguh nya di balik semua masalah ini, Akan kah mereka semua akan selamat malam ini dari ledakan peledak yang cukup dahsyat?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Mutia Callysta
Stevani sadia juga ngancam nya dia mau meledakn rumah nya.
2022-10-21
11
Mutia Callysta
Jemes memiliki mata yg sangat tajam bagai elang.
2022-10-20
11
Mutia Callysta
Skrng ada suneo ntar lg ada apa ya.
2022-10-20
11