BAB 2 . ANCAMAN

Sering kali kita mendapat kan ancaman berbentuk apa pun dalam kehidupan ini dan pasti nya apa pun bentuk ancaman itu mampu meresahkan hati kita dan pasti nya akan ada rasa khawatir yang menyiksa jiwa kita meski terkadang ancaman yang kita dapat belum tentu terjadi dalam waktu dekat apakah hal itu akan mampu membuat kita jadi mengalami inscuer yang berlebihan atau kah kita akan memutar otak untuk menemukan jalan keluar nya?

Lalu bagaimana dengan ancaman yang semakin merebak tentang kemajuan pesat yang mampu memusnahkan populasi manusia secara perlahan namun pasti tersebut, Apakah kita sudah memikirkan hal itu bila benar terjadi dan sikap apa yang akan kita ambil bila hal tersebut terjadi di dalam kehidupan ini?

Seperti nya hal tersebut mulai terlintas di dalam benak Peter, Angel, Jemes dan Teresa yang malam itu sedang berjalan-jalan di expo yang memamerkan semua teknologi yang mutakhir di jaman yang serba canggih ini, Lalu apa sebenar nya yang akan mereka lakukan bila hal tersebut terjadi dalam waktu dekat, Malam itu mereka berempat sudah tiba di tempat expo yang sudah dipenuhi oleh pengunjung.

" Pa ... kita parkir di mana, Seperti nya kita terlalu malam datang nya hingga tidak ada lahan parkir yang kosong,"

Ucap Angel dengan pandangan menyebar di area parkir di sebuah mall.

" Benar Ma, Harus nya kita datang kemari lebih cepat agar mendapat kan lahan parkir,"

Jawab Peter sambil mengemudiakan mobil nya perlahan menyusuri sederet mobil.

" Bukan masalah kita terlalu malam atau apa pun tapi yang jadi permasalahan nya kan ini hari pertama expo jadi wajar penuh seperti ini,"

Timpal Jemes sambil bergantian memandang ke arah Angel dan Peter dari bangku belakang.

" Itu di ujung ada tempat yang kosong ...."

Ucap Teresa sambil menunjuk ke arah depan.

Kemudian mobil milik Peter pun segera meluncur menuju area parkir yang kosong, Tidak lama kemudian mereka berempat pun turun dari mobil setelah memarkir dan langkah mereka pun tertuju ke sebuah pintu kaca otomatis yang bertengger di sebuah gedung yang cukup megah dan mewah, Mereka berempat pun segera memasuki gedung tersebut agar bisa segera melihat pameran.

Kondisi di dalam ruangan cukup ramai dan terlihat berbagai jenis robot yang sedang di pamerkan dan para pengunjung pun melihat dengan takjup begitu juga dengan Jemes dan Teresa namun seperti nya tidak dengan Peter dan Angel yang terlihat tidak cukup menikmati suasana saat itu, Terlihat mereka berdua sedang berpikir sesuatu di saat pandangan nya tertuju kepada sebuah robot penyaji makanan.

Sedang kan pengunjung yang berada di robot tersebut riuh sorak sorai menyaksikan pertunjukan tersebut dan terdengar gelak tawa mereka sedang kan Peter dan Angel terlihat cukup serius memperhatikan robot yang sedang melakukan atraksi nya saat itu.

" Apa yang sedang kamu pikir kan, Mengapa ekspresi wajah mu begitu kaku?"

Tanya Jemes yang tiba-tiba sudah beriri di samping Peter.

" Aku hanya sedang berfikir saja bagaimana bila hal itu benar terjadi lalu bagaimana nasib pekerja di restoran?"

Jawab Peter dengan tatapan lurus fokus ke arah robot di hadapan nya.

" Pasti nya manusia tetap bekerja sebab robot itu yang mengoperasikan juga manusia, Tidak mungkin kan robot itu berjalan sendiri?"

Ucap Jemes dengan nada bertanya dan sesekali melihat ke arah Peter.

Saat itu Peter tidak menjawab perkataan dari Jemes sebab pola pikir mereka berdua sangat jauh berbeda sedangkan Angel dan Teresa sedang membicarakan robot yang bertugas untuk membantu pekerjaan rumah tangga dengan kata lain robot tersebut mampu menjadi asisten rumah tangga dan pasti nya hal itu sangat meringankan pekerjaan Ibu rumah tangga yang cukup melelahkan.

Namun ternyata sudut pandang dan pola pikir Angel dan Teresa berbeda untuk menyikapi kemajuan jaman yang berkembang pesat saat ini, Sebab Angel berfikir tidak semua aktifitas kita bisa di gantikan oleh sistem robot sebab bila hal itu terjadi maka akan membawa dampak yang sangat buruk bagi kelangsungan mahkluk hidup utama nya manusia.

Tapi tidak dengan sudut pandang Teresa yang sangat mendukung kemajuan jaman itu akan mempermudah semua aktif nya dalam keseharian dan akan berdampak lebih baik, Sebab bagi Teresa bila ia memiliki asisten rumah tangga yang berwujud robot maka ia bisa berkarir kembali dan urusan rumah bisa teratasi tanpa kendala.

" Andai kan saja harga robot itu terjangkau pasti aku meminta Jemes untuk membeli nya,"

Ucap Teresa sambil menyilangkan kedua lengan nya di dada.

" Kamu yakin ingin memiliki asisten rumah tangga robot itu, Apakah kamu mau posisi mu tergantikan dengan robot?"

Tanya Angel dengan tatapan penuh tanya kepada Teresa yang berdiri di samping nya.

" Tergantikan bagaimana maksud mu, Lagi pula kan itu hanya robot dan sangat tidak mungkin Jemes jatuh cinta kepada robot, Pasti nya aku berfikir hal itu mengurangi angka perselingkuhan di kota ini bukan Angel?"

Jawab Teresa di iringi senyum simpul dan ekspresi santai sambil sesekali melirik ke arah Angel.

" Bukan masalah Jemes selingkuh dengan robot atau apa pun tapi yang aku maksud itu tugas kita sebagai istri itu apa lalu mengapa harus yang mengerjakan tugas dan kewajiban kita itu robot,"

Jelas Angel dengan nada serius mencoba menerangkan maksud kata-kata nya kepada Teresa.

" Angel pleas ya rubah pola pikir mu yang masih berada di jaman urdu, Saat ini kita sudah hidup di jaman modern dan robot-robot itu di ciptakan untuk membantu pekerjaan manusia, ok."

Ucap Teresa sambil melangkah pergi meninggal kan Angel dan berjalan menuju Jemes suami nya.

Apa sebenar nya yang ada di benak Teresa melihat dan menyikapi kemajuan jaman yang semakin pesat ini, Apakah dia akan mengganti suami nya juga dengan robot, Oh Tuhan jamah otak Teresa agar kembali ke kodrat nya sebagai istri.

Bergumam lah dalam hati Angel sambil menghela nafas panjang melihat Teresa dari arah belakang kemudian Angel pun mengikuti langkah kaki Teresa sambil tetap berpikir mengenai sistem yang kata nya untuk mempermudah kinerja manusia namun sesungguh nya adalah mesin penghancur yang cukup mengerikan bagi mahkluk hidup.

Saat itu mereka berempat masih berkeliling di expo tersebut untuk melihat satu persatu robot yang sedang melakukan atraksi mempertontonkan kepiawaian dalam mengerjakan tugas nya masing-masing dan pasti nya para pengunjung terkesima dengan atraksi tersebut dan mereka semua tidak berfikir apa imbas dari semua itu.

Sekitar satu jam kemudian terdengar lah bunyi alarem yang cukup nyaring di ruang an tersebut dan para pengunjung mulai merasa bingung dengan situasi tersebut, Ada yang berpikir tanda bahaya dan harus segera pergi meninggalkan ruangan expo namun ada juga yang berpikir akan ada pertunjukan apa lagi dari penyelanggara expo.

Hingga beberapa saat kemudian terdengar informasi dari pengeras suara bahwa ruangan harus segera di kosongkan dalam waktu 10 menit dan pasti nya hal itu membuat semua pengunjung dan pekerja panik berlarian menuju pintu keluar gedung untuk menyelamat kan diri masing-masing tanpa mengetahui dengan pasti apa yang terjadi.

" Ada apa ini dan mengapa harus segera mengosongkan ruangan, Apakah ada ancaman bom?"

Tanya Jemes dengan tatapan menyebar keseluruh ruangan.

" Sudah ayo lekas kita keluar jangan banyak berpikir."

Jawab Peter sambil menggandeng tangan Angel istri nya berjalan menuju pintu keluar.

Maka saat itu berjubal lah pengunjung mengantri di pintu keluar gedung expo dengan tatapan bingung dan bertanya-tanya apa yang sebenar nya terjadi, Beberapa menit kemudian mulai terdengar desing suara letupan senjata yang memberondong kesegala penjuru ruangan saat itu, Sontak pekik teriakan terdengar di ruangan tersebut.

Teriakan tersebut bergema cukup nyaring terdengar di tengah riuh nya teriakan para pengunjung yang ketakutan dan mereka semua pengunjung tidak mengetahui dari mana asal muasal datang nya peluru yang memberondong mereka semua saat itu di tengah kepanikan yang mencekam pintu keluar pun tertutup dan terkunci secara tiba-tiba.

Bisa di pastikan korban jiwa cukup banyak saat itu yang berjatuhan di ruang expo, Dengan sigap Jemes dan Peter berteriak sekuat tenaga memerintahkan para pungunjung untuk tiarap agar tidak menjadi sasaran peluru yang meluncur bebas memberondong seisi ruangan, Bahkan semua italase hancur terkena peluru yang menghantam nya.

" Gila ... siapa yang melakukan semua ini mengapa tiba-tiba ada tembakan hingga banyak berjatuhan korban jiwa?"

Tanya Jemes sambil tiarap dengan tatapan panik.

" Aku juga tidak tahu dari mana asal peluru itu dan kita harus mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi sebisa mungkin kita harus menghentikan semua ini,"

Jawab Peter yang berada di samping Jemes dengan nada panik.

" Pa kamu akan pergi kemana?"

Tanya Angel sambil memegang lengan Peter.

" Aku akan mencari sumber tembakan Ma, Kamu dan Teresa tunggu aku di sini jangan pergi kemana-mana sampai aku kembali kemari bersama Jemes,"

Jawab Peter dengan tatapan panik.

" Iya Pa, Kamu hati-hati dan lekas kembali."

Ucap Angel diiringi senyum simpul meski sesungguh nya di hati kecil nya sangat khawatir.

Kemudian Peter dan Jemes juga beberapa orang lain nya berjalan dengan posisi tiarap untuk menghindari berondongan tembakan yang membabi buta ke seluruh ruangan dan bisa di pastikan seisi ruangan pun hancur terkena peluru yang melesat keseluruh penjuru, Peter dan Jemes sesekali duduk di lantai bersembunyi di balik meja yang di atas nya ada italase yang hancur untuk melihat dari mana asal peluru yang melesat.

Lalu apakah Peter dan Jemes segera mengetahui asal peluru yang melesat menghujani seluruh pengunjung dan apakah mereka berdua mampu menyelamatkan pengunjung yang terjebak di dalam ruangan expo tersebut dan Apa yang sebenar nya terjadi saat ini di gedung mall yang sedang menyelanggarakan expo?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan semua jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Gu xi xi

Gu xi xi

Hari pertama pameran expo tp sdh menelan korban jiwa.

2022-09-23

10

Gu xi xi

Gu xi xi

Pengunjung terjebak dalam gedung itu sedangkn peluru trs menghujani ke arah mereka.

2022-09-23

11

Gu xi xi

Gu xi xi

ayo cari tahu peluru itu datang ny dr mana biar bisa menghentikan serangan ny.

2022-09-23

11

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!