BAB 10 . REKAYASA HOLOGRAM

Seiring kemajuan jaman kini dunia mulai mengembangkan sistem hologram atau biasa di sebut sistem 3D ( tiga dimensi ) yang sesungguh nya pengembangan dari sistem fotografi yang di kembangkan hingga muncul nya sebuah gambar dan di sertakan beberapa penggabungan antara cahaya dan efek gambar yang cukup rumit hingga menghasilkan sebuah mahakarya yang di nama kan hologram.

Setiap sistem pasti ada keunggulan dan kekurangan nya begitu juga dengan sistem hologram yang kini sedang berkembang pesat bahkan sistem hologram mampu menggantikan populasi kinerja manusia di beberapa aspek yang kini masih di teliti, Keunggulan hologram ada beberapa hal antara nya mampu menyimpan data-data dengan cepat tanpa harus mendatangi pusat data tersebut, mampu memberikan layanan yang lebih mempermudah kinerja manusia dan mampu mengaksek semua data secara rinci dan akurat.

Namun dari sekian banyak kelebihan dari hologram juga memiliki kekurangan yang terbagi menjadi dua antara nya dua jenis rekayasa hologram yaitu label dan seal atau segel, Jenis hologram label yang tidak akan rusak meski di cabut program nya dari sebuah proyeksi sedangkan sistem hologram seal atau segel akan mudah rusak bila di cabut atau tidak di sambung kembali.

Lalu kali ini mereka bertiga bukan lain Peter, Jemes dan Teresa akan di hadap kan kembali dengan sistem hologram yang seperti apa demi mampu menyelesaikan misi penyelamatan Angel yang kali ini berada di bianglala dengan ketinggian ratusan ribu kaki dari permukaan dan kali ini mampu kah mereka bertiga mengalahkan sistem hologram ciptaan Stevani dan Profesor Simon, Mari kita tilik bersama apa yang akan terjadi dengan mereka bertiga selanjut nya.

Setelah mereka bertiga terlempar dari rumah kaca yang meledak dan posisi mereka bertiga telungkup di atas tanah dengan mencoba untuk tetap dalam kesadaran dan melanjut kan misi penyelamatan, Teresa mencoba bangkit dan mendekati Jemes yang seperti nya pingsan begitu juga dengan Peter efek ledekan yang cukup keras dari rumah kaca.

" Jems ... lekas bangun bukan waktu nya kamu tidur,"

Ucap Teresa sambil menepuk wajah Jemes beberapa kali untuk menyadarkan.

" Iya ... kita di mana saat ini, Peter bagaimana kondisi nya apakah dia baik-baik saja?"

Tanya Jemes sambil memegang kepala nya dan mencoba bangkit.

" Pasti nya dia masih hidup hanya terkejut saja, Mana mungkin Peter semudah itu mati nya, Memang tidak malu dengan postur tubuh gempal nya kalau dia mati hanya karena ledakan petasan itu tadi,"

Jawab Teresa sambil menatap ke arah Peter yang masih terkapar di atas tanah.

" Biar aku bangun kan dan kamu coba cari petunjuk untuk menyelamatkan Angel."

Ucap Jemes sambil mencoba melangkahkan kaki nya mendekati Peter.

Saat itu Teresa pun melihat ke sekitar mencoba mencari petunjuk selanjut nya untuk menuju bianglala di mana Angel berada saat itu dan tatapan Teresa tertuju kepada sebuah tanda panah kemudian ia pun mengikuti tanda panah tersebut dan ternyata tanda panah tersebut tertuju kesebuah loket dan di loket tersebut ada sebuah kotak hitam dengan tombol berwarna merah dan hijau maka tanpa berfikir panjang lagi Teresa menekan salah satu tombol.

" SELAMAT DATANG DI WAHANA RUMAH HANTU DAN PERSILAHKAN KALIAN MEMASUKI RUMAH HANTU DENGAN SISTEM HOLOGRAM DAN TUGAS KALIAN UNTUK MENONAKTIFKAN HOLOGRAM DAN MENEMUKAN PINTU KELUAR, KALI INI WAKTU KALIAN 15 MENIT, SELAMAT BERSENANG-SENANG."

Ucap dari sistem hologram yang muncul di balik loket rumah hantu.

Saat itu Teresa sempat terbelalak mendengar arahan dari hologram tersebut sebab sesungguh nya dalam sistem hologram ada dua jenis dan kali ini Teresa tidak memahami sistem hologram apa yang di gunakan dalam rumah hantu tersebut dan hal tersebut membuat Teresa terdiam sambil melihat ke arah Peter dan Jemes yang berjalan sambil tertatih menuju di mana Teresa berdiri saat itu.

" Sa apakah kamu sudah mendapat kan petunjuk selanjut nya dan apa yang sedang kamu pikirkan?"

Tanya Peter sambil memegang pinggang nya.

" Kita di perintah kan masuk ke dalam rumah hantu dan harus menonaktifkan sistem hologram di dalam rumah hantu tersebut dalam waktu 15 menit,"

Jawab Teresa dengan tatapan serius.

" Bagus kalau begitu waktu nya lebih lama dari yang pertama di rumah kaca,"

Ucap Jemes sambil mengelus kepala nya.

" Itu waktu yang lebih singkat menurut ku di banding dengan yang awal Jems, Kamu salah perhitungan dan seperti nya waktu pelajaran matematika kamu lebih suka nongkrong di kantin,"

Jawab Teresa sambil melirik ke arah Jemes yang berdiri di sisi Peter.

" Mengapa demikian penilaian mu Sa, Bukan kah benar yang di kata kan Jems?"

Tanya Peter dengan tatapan bergantian kepada Teresa dan Jemes.

Kemudian Teresa menjelaskan bagaimana sistem kerja hologram sesungguh nya dan bagaimana rumit nya untuk mampu menonaktifkan sebab kali ini bisa di pastikan mereka bertiga tidak mengetahui sistem hologram seperti apa yang telah di gunakan oleh Stevani dan Profesor Simon untuk rumah hantu tersebut dengan kata lain bila yang di gunakan adalah sistem seal atau segel maka akan mudah untuk di hancurkan tapi bila yang di gunakan adalah sistem hologram label maka tamat lah nasib mereka bertiga di dalam rumah hantu tersebut.

" Lalu apakah kita benar-benar tidak bisa menyelesaikan misi kali ini dengan kata lain istri ku tidak bisa di selamatkan?"

Tanya Peter dengan nada dan tatapan panik.

" Pet jangan putus asa begitu kita harus mencoba terlebih dahulu,"

Jawab Jemes sambil menepuk pundak Peter.

" Apakah kalian ada yang membawa dompet yang ada plastik mika di nya?"

Tanya Teresa sambil bergantian menatap ke arah Peter dan Jemes.

" Dopet kami berdua berbahan kulit jadi tidak ada plastik mika nya, Apakah bisa menggunakan pelapis kartu anggota ini?"

Jawab Peter sambil menyodorkan kartu anggota yang tergantung di leher nya.

" Seperti nya bisa, Mana kartu anggota kalian berdua aku hanya membutuhkan plastik mika nya saja."

Ucap Teresa sambil mencoba membuka plastik pelapis kartu anggota milik Peter dan Jemes.

Kemudian mereka bertiga pun melangkah masuk kedalam rumah hantu yang berada tidak begitu jauh dari letak loket tersebut dan saat mereka masuk ke dalam rumah hantu tersebut sudah di sambut dengan penampakan hologram yang cukup membuat Peter dan Jemes terkejut dan memang mereka berdua cukup penakut meski mereka berdua sudah mengetahui bahwa yang mereka saksikan adalah hanyalah hologram semata.

" HANTU KEPARAT PERGI SANA KALIAN ... PRAKKK!"

Teriak Peter sambil memukul hologram hantu kepala buntung yang mampu mengejutkan diri nya.

" BRAAKKK ... JANGAN PIKIR AKU TAKUT DENGAN KALIAN SETAN BODOH!"

Bentak Jemes setelah memukul hologram drakula yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

" Sebenar nya yang otak nya geser aku atau mereka sih, Bukan kah aku sudah memberi tahu sejak awal bahwa itu semua hanya hologram lalu untuk apa mereka buang-buang tenaga untuk memukul hologram, Dasar dua lelaki aneh!"

Gerutu Teresa sambil sesekali melihat bergantian kepada Peter dan Jemes yang berdiri di hadapan nya.

Kemudian Teresa pun segera berjalan terlebih dahulu sambil sesekali melirik ke arah Peter dan Jemes yang masih saja memukul hologram-hologram yang bermunculan sekuat tenaga sedang kan Teresa melewati semua hologram tersebut tanpa memperdulikan seperti apa bentuk mereka, Sebab Teresa dengan kesadaran penuh bahwa hologram tersebut tidak akan melukai diri nya dan yang mampu melukai diri nya adalah di saat ia gagal menonaktifkan sistem hologram itu sendiri.

Tanpa membutuhkan waktu lama Teresa telah menemukan ruangan di mana sistem hologram tersebut berada dan saat itu Teresa diam sejenak memperhatikan sistem program hologram yang sedang berjalan dengan seksama dan sesekali tatapan Teresa tertuju ke sebuah cctv yang tergantung di ujung dinding rumah hantu tersebut dan ternyata saat itu Teresa memperhatikan sinar laser merah yang tepat jatuh di atas sebuah keybord komputer di hadapan nya.

Sinar laser cctv ini mengapa jatuh nya di atas keybord komputer seharus nya sinar laser merah ini menuju ke arah masuk untuk sistem deteksi gambar tangkapan layar namun kali ini mengapa berada di atas keybord, Ku rasa sistem cctv sudah berubah tapi apa sebenar nya yang di gunakan untuk sistem hologram kali ini?"

Bergumam lah Teresa sambil terus memutar otak untuk menemukan titik koneksi ke sebuah layar proyeksi yang mampu menimbumbulkan sistem hologram seperti nyata dan hal itu cukup membuat Teresa kebingungan sebab begitu banyak nya gambar yang sudah terpampang di layar proyeksi dan bergantian secara cepat dan pada umum nya untuk menonaktifkan sistem hologram dari proyeksi hanya tinggal menekan tombol enter maka semua sistem hologram mampu di nonaktifkan dengan sekali tekan.

Namun kali ini yang membuat Teresa memutar otak adalah ada nya sinar laser merah dari cctv yang tertuju ke tombol enter keybord komputer, Pasti nya hal itu menjadi pertimbangan tersendiri bagi Teresa sebab dalam perhitungan Teresa bisa saja saat tombol enter tersebut di tekan dengan berhenti nya hologram maka meledak juga bianglala di mana Angel berada saat ini.

Sedangkan Peter dan Jemes terus melangkah menuju ruangan di mana Teresa berada sambil terus memukul hologram yang muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka berdua dengan sekuat tenaga, Saat itu Teresa mencoba mengambil tusuk gigi dari dalam tas kecil nya serta memegang plastik mika dan saat itu Teresa jongkok di depan sebuah PC yang terletak di bawah sebuah meja dengan tatapan serius.

Dan Akhir nya Peter dan Jemes pun tiba di ruangan dimana Teresa berada namun kali ini mereka berdua tidak melihat keberadaan Teresa sebab posisi Teresa berada di balik sebuah meja sambil mencoba membobol kata sandi program sistem hologram yang berjalan dan kali ini Peter dan Jemes sempat di buat bingung oleh hologram yang bermunculan di ruangan tersebut dengan wujud Teresa dengan berbagai postur.

" Sayang ... ada apa dengan mu, Ada apa dengan kaki mu dan siapa pelaku nya lekas kata kan agar aku bisa mencincang pelaku nya!"

Ucap Jemes dengan nada emosi dan geram kepada hologram yang berwujud Teresa dengan satu kaki.

" Hey Jems ... lihat lah mengapa istri mu tidak ada lengan nya lalu kemana lengan nya sebenar nya?"

Tanya Peter sambil menarik pundak Jemes agar melihat ke arah salah satu sisi ruangan.

" Benar ... ada apa ini sebenar nya mengapa begitu banyak wujud istri ku di ruangan ini dengan wujud yang tidak sewajar nya, Lalu di mana sebenar nya istri ku,"

Jawab Jemes sambil melihat ke sekeliling nya dengan tatapan bingung.

" WAKTU KALIAN TERSISA 8 MENIT LAGI UNTUK MENONAKTIFKAN SISTEM PROGRAM HOLOGRAM, SELAMAT MENIKMATI PERMAINAN."

Suara dari sebuah speker yang tergantung di salah satu sisi dinding tepat di sisi cctv.

Saat itu tatapan Jemes dan Peter tertuju ke speker tersebut dan melihat kaki Teresa yang menjulur di balik sebuah meja maka tanpa berpikir panjang segera Jemes menghampiri kaki Teresa dan menangis sejadi-jadi nya sebab berfikir Teresa meninggal dunia dan menjadi hantu di rumah hantu tersebut sedang kan sedari tadi yang di saksikan mereka berdua hanya lah sebuah hologram yang sedang di rubah sistem program nya dengan Teresa dengan menggunakan tusuk gigi dan plastik mika hingga menghasilkan pantulan hologram diri nya.

" Sayang maaf kan aku yang terlambat menyelamat kan kamu dan kini diri mu sudah menjadi hantu di sini dan aku pasti akan menguburkan mu dengan layak,"

Ucap Jemes dengan menangis sejadi-jadi nya sambil memeluk kaki Teresa.

" Sa aku tidak menyangka secepat ini kamu pergi dan aku bersumpah akan menghabisi siapa pun yang sudah menjadikan mu hantu seperti ini,"

Imbuh Peter yang ikut menangis sambil merangkul pundak Jemes.

" Hey ada apa dengan kalian berdua dan siapa yang kalian maksud mati dan akan kalian kubur kan dengan baik, Siapa yang menjadi hantu sebenar nya!"

Bentak Teresa kepada Peter dan Jemes dengan mata terbelalak.

Seketika mereka berdua mengalihkan pandangan nya ke arah suara Teresa dan saat itu mereka berdua tersenyum lebar saat mengetahui ternyata Teresa masih hidup dan segera Teresa memerintahkan kepada Jemes untuk menggeser arah cctv agar laser tidak tertuju ke atas keybord sedangkan Peter bertugas menekan tombol enter dalam hitungan ke tiga untuk menonaktifkan sistem program hologram.

Dengan kerjasama mereka bertiga maka dalam hitungan ke tiga sistem program hologram mampu di nonaktifkan dan waktu hanya tersisa 10 detik maka dengan waktu yang cukup singkat tersebut mereka bertiga segera bergegas berlari menuju pintu keluar dari rumah hantu tersebut sebab mereka berfikir akan meledak seperti rumah kaca.

Waktu terus berjalan dan dari speker terdengar hitungan mundur dan tepat waktu telah habis mereka bertiga sudah berada di luar rumah hantu tersebut sambil telungkup di atas tanah sebelum terkena efek ledakan seperti sebelum nya namun ternyata kali ini rumah hantu tersebut tidak meledak melainkan air dari water canon tiba-tiba menyala dan membasahi tubuh mereka bertiga yang telungkup di atas tanah.

Lalu apakah sisitem program hologram adalah sistem terakhir yang harus mereka nonaktifkan untuk menyelamatkan nyawa Angel yang kali ini berada di atas bianglala ataukah masih ada sistem program lain lagi yang harus mereka hadapi demi menyelamatkan Angel dan apakah mereka mampu menahklukkan semua sistem program yang sudah terkena peretas?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

dasar teresa ledakan seperti itu dia bilng cuma petasan

2024-06-07

5

Calista

Calista

semoga teresa,james dn peter bisa mengalahkn hologram itu supaya bisa menyelamatkn angel

2024-06-07

5

Vania Angelica

Vania Angelica

Sungguh sistem nya sangat menegangkan dn mengerikan.

2022-10-19

11

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!