Pasti nya kita sering mendengar kalimat adaptasi namun apakah kita memahami makna di balik kata adaptasi itu sendiri, Adaptasi yang umum di ketahui khayalak umum adalah suatu tindakan penyesuaian diri terhadap lingkungan baru namun di balik semua itu adaptasi juga bisa di artikan suatu pertahanan untuk menjalani suatu kehidupan yang kurang atau tidak familiar di kehidupan nyata.
Lalu adaptasi apa yang akan kita lihat kali ini di kehidupan Peter, Angel, Teresa dan Jemes, Apakah mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kemajuan jaman yang semakin pesat hingga merubah kebiasaan mereka berempat lalu mampukah mereka beradaptasi dengan cepat untuk tetap bertahan hidup setelah melalui berbagai macam misi yang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran, Mari kita tilik kehidupan mereka selanjut nya.
Setelah tragedi di wahana tersebut maka mereka berempat pun kembali pulang menuju kediaman mereka sambil terus berfikir mengenai kejadian yang baru saja mereka alami tanpa berfikir apa yang terjadi di luar wahana saat ini dan akan terjadi apa setelah mereka tiba di komplek tempat tinggal mereka yang pasti nya sistem robotic sudah mulai merambah ke kehidupan sehari-hari.
" Apakah kalian tidak merasa lapar?"
Tanya Angel sambil membuka box di hadapan nya.
" Pasti nya kita semua lapar dan juga cukup lelah,"
Jawab Teresa sambil sesekali memijat kening nya.
" Semoga saja nanti sesampai nya di rumah ada makanan yang mampu mengganjal perut kita,"
Ucap Peter dengan tatapan fokus ke depan.
" Apa yang kalian pikir kan sebenar nya, Apakah kalian tidak memperhatikan sepanjang jalan yang kita lewati sedari tadi?"
Tanya Jemes dengan tatapan serius kepada Peter dan Angel yang duduk di jok mobil depan.
" Mereka melihat namun tidak memahami apa yang sedang terjadi,"
Jawab Teresa sambil sesekali melirik ke arah Jemes yang duduk di samping nya.
Saat mendengar ucapan Jemes dan Teresa baru lah Angel dan Peter melihat ke arah sisi jalan raya yang di lalui oleh mobil mereka, Sesekali Angel dan Peter menyaksikan ada robotic yang sedang mengatur lalu lintas, menyapu jalan dan juga sebuah sistem yang berfungsi untuk mempermudah bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan dan hal itu semua biasa yang melakukan adalah manusia namun saat ini sudah beralih fungsi menjadi robotic.
" Kemana pergi nya Polisi lalu lintas dan penyapu jalanan, Mengapa sedari tadi yang kita lihat hanya robotic yang melakukan semua itu?"
Tanya Peter dengan tatapan bingung.
" Benar Pa … Kemana mereka semua lalu sebenar nya kita hidup di era apa mengapa yang kita lihat hanya robotic kemana manusia?"
Imbuh Angel dengan nada bingung dan tatapan yang panik melihat perubahan yang drastis.
" Kita hidup di era robotic dan pasti nya semua kegiatan yang biasa di lakukan manusia saat ini di gantikan dengan sistem robotic,"
Jawab Jemes mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi saat ini.
" Dan populasi manusia akan punah dan di gantikan oleh sistem robotic, Maka siapa yang kuat dia akan bertahan dan yang lemah maka akan tergantikan oleh sebuah sistem robotic."
Imbuh Teresa mencoba membuka pola pikir Peter dan Angel yang cukup sulit untuk beradaptasi.
Saat mendengar penjelasan dari Jemes dan Teresa maka Peter dan Angel pun mulai berfikir dan memutar otak agar populasi manusia dan mahkluk hidup yang lain tidak punah dan bumi tetap berjalan dengan baik pasti nya dengan ekosistem yang stabil seperti yang sudah terjadi sebelum ada nya sistem robotic yang semakin pesat dan menggila seperti saat ini.
" Ini tidak boleh terjadi, Apakah mereka tidak berfikir dengan semua di gantikan menjadi sistem robotic?"
Tanya Angel dengan nada gusar.
" Sembarangan saja populasi mahkluk hidup akan di ganti dengan sistem robotic, Memang nya mereka berdua Tuhan bisa seenak nya saja memusnahkan populasi mahkluk hidup di muka bumi ini!"
Timpal Peter dengan ekspresi penuh amarah.
" Tapi itu lah kenyataan nya Pet dan kita akan berapa kali lagi harus mengitari komplek perumahan ini Pet?"
Tanya Jemes dengan menahan emosi.
" Seperti nya Peter dan Angel masih ingin menghabiskan bahan bakar mobil nya, Tolong hentikan mobil mu di depan sana sebab rumah kita sudah dekat Peter."
Ucap Teresa sambil sesekali menggelengkan kepala nya.
Kemudian Peter dan Angel pun baru menyadari bahwa rumah mereka pun sudah di lewati beberapa kali dan hal itu terjadi karena Peter yang terlalu fokus melihat semua sistem robotic yang saat ini sedang terjadi dan mau tidak mau mereka harus hidup bersandingan serta membiasakan diri dengan sistem robotic yang sudah menggantikan kinerja manusia.
Waktu pun terus berjalan dan saat ini mereka berempat sudah berada di rumah masing-masing, Di sisi lain ada Peter dan Angel yang seperti nya cukup terkejut dengan perubahan yang sudah terjadi dan pasti nya mereka berdua berpikir bahwa semua ini adalah ulah dari Profesor Simon dan Stevani yang di dukung oleh kedua asisten nya bukan lain Profesor Brian juga Naomi namun apakah mereka berdua menyadari bahwa dari pihak pemerintahan juga turut andil dalam hal ini?
" Pa … Aku benar-benar tidak habis pikir dengan pola pikir Profesor Simon dan Stevani yang berniat untuk memusnahkan populasi mahkluk hidup,"
Ucap Angel sambil memasuk kan baju kotor kedalam mesin cuci.
" Benar Ma, Bagi ku tidak masuk akal saja bila semua ini terjadi hanya karena sekedar balas dendam Stevani yang mendapat bully an masa kuliah,"
Jawab Peter sambil memberikan kotak sabun cuci kepada Angel.
" Pasti ada hal lain di balik semua itu yang kita tidak tahu dan lagi mengapa begitu cepat perubahan semua ini?"
Tanya Angel sambil sesekali mengikat rambut nya.
Saat itu Peter mencoba berfikir sejenak kemudian ia pun melangkahkan kaki nya menuju teras rumah nya berniat untuk mencuci mobil nya yang di rasa cukup kotor sambil berfikir apa yang sebenar nya terjadi dan bagaimana akibat nya bila benar populasi manusia telah punah dan di gantikan dengan sistem robotic lalu apa tujuan dari semua kejadian ini.
Sambil memasang slang ke sebuah kran air dan Peter pun memulai melakukan aktivitas nya mencuci mobil namun saat ia sedang fokus dengan kegiatan nya tiba-tiba ia di hampiri oleh robotic yang sedang berpatroli mengelilingi komplek tempat tinggal Peter, Kali ini Peter di nyatakan melakukan sebuah pelanggaran oleh robotic di karenakan air yang keluar dari slang melampaui batas trotoar dan Peter terkena tilang oleh sistem robotic yang sedang berpatroli.
" Selamat sore Tuan, Anda terkena tilang dan silahkan datang ke kantor polisi terdekat untuk menjalani sidang serta membayar denda, Silahkan di terima surat tilang anda Tuan BIPP ... BIPP ...."
Ucap robotic yang mengenakan seragam kepolisian sambil menyodorkan selembar kertas kepada Peter.
" Hai … Apa ini memang aku melanggar apa dan mengapa aku mendapat kan tilang, Siapa yang memerintahkan mu menilang ku?"
Tanya Peter dengan nada dan tatapan emosi kepada robotic tersebut.
" Terimakasih Tuan anda telah menerima surat tilang anda dan kami menunggu kesediaan anda untuk datang memenuhi persidangan dan membayar denda, Selamat sore Tuan,"
Jawab robotic tersebut kemudian pergi meninggalkan Peter begitu saja.
" Robot sialan, tidak punya otak sembarangan saja menilang aku seperti nya robot itu belum tahu siapa aku!"
Gerutu Peter dengan nada dan tatapan penuh dendam kepada robotic.
Tanpa berpikir panjang Peter pun segera masuk kedalam rumah nya kemudian meletakkan surat tilang tersebut di atas meja lalu ia pun melangkahkan kaki nya menuju ruang keluarga untuk mengambil laras panjang dan saat itu Angel melihat apa yang sedang di lakukan suami nya, Sontak Angel berpikir siapa yang membuat suami nya geram sampai mengambil senapan laras panjang angin yang tergantung di dinding.
Sedangkan saat yang bersamaan ada salah satu putra dari tetangga mereka berdua yang masih berusia balita baru saja di belikan sebuah mainan robot dogi yang di gerak kan menggunakan remot control sedang bermain di teras rumah nya, Karena Peter sudah merasa emosi dengan robotic yang telah menilang nya saat itu maka tanpa berpikir panjang segeralah melepaskan tembakan yang tertuju ke arah robotic yang sedang berjalan membelakangi Peter dan Angel.
Namun sungguh di sayangkan ternyata yang terkena tembakan Peter bukan lah robotic yang telah menilang nya melainkan mainan robot dogi milik putra tetangga nya dan bisa di pastikan mainan robot dogi tersebut hancur seketika dan putra tetangga mereka menangis sekuat tenaga melihat mainan baru nya telah di hancur kan oleh Peter dengan menggunakan senapan laras panjang saat itu.
" MAMI ROBOT DOGI KU HANCUR!"
Teriak anak kecil itu diiringi dengan tangisan yang cukup nyaring.
" Aduh aku salah menembak nya Ma,"
Ucap Peter dengan mata terbelalak ke arah mainan yang sudah hancur.
" Memang nya itu tadi Papa akan menembak siapa dan ada masalah apa lalu mengapa mainan milik Denis yang Papa hancurkan?"
Tanya Angel dengan tatapan bingung.
Di saat Peter akan menjelaskan apa yang terjadi kepada Angel tiba-tiba muncul lah kedua orang tua Denis serta Jemes dan Teresa yang terkejut mendengar suara letupan senjata berapi dan pasti nya mereka semua bingung melihat ulah Peter yang sedikit ekstrim menanggapi sistem robotic yang sedang terjadi saat ini, Pasti nya terjadi lah adu argumentasi antara kedua orang tua Denis dan Peter.
Sedangkan Jemes dan Teresa mencoba menjadi penengah dan mendamaikan kedua keluarga yang sedang bersitegang hanya karena pola pikir mereka yang berbeda hingga menimbulkan keributan sore itu di komplek tempat tinggal mereka.
" Peter ada masalah apa dengan mu dan mengapa kamu hancurkan mainan putra ku?"
Tanya Ayah nya Denis dengan nada emosi.
" Benar apa masalah mu dengan putra ku, Bila kamu ada masalah dengan kami mengapa kamu hancurkan mainan putra kami?"
Imbuh Ibu nya Denis sambil menenangkan putra nya yang sedang menangis.
" Aku tidak ada masalah dengan kalian tapi aku sedang sebal dengan robotic yang menilang ku itu tadi dan lagi aku tidak sengaja menghancurkan mainan putra mu,"
Jawab Peter yang berusaha menjelaskan masalah yang terjadi.
" Peter mau tidak mau kamu harus bisa menerima perubahan yang sedang terjadi, Tidak bisa kamu memaksakan pola pikir mu sendiri yang berakibat membahayakan orang lain!"
Ucap Ayah nya Denis dengan nada geram.
Maka adu argumen pun semakin memanas dan saling membenarkan pola pikir masing-masing sehingga hal tersebut membuat Jemes dan Teresa tersenyum simpul dan sesekali menggelengkan kepala melihat ulah Peter, Angel dan kedua orang tua Denis yang merasa kesal dengan perlakuan Peter saat itu.
Kemudian Jemes dan Teresa pun memisahkan kedua keluarga yang sedang bersitegang tersebut dan mengajak Peter dan Angel untuk masuk kedalam rumah mereka serta mencoba memberi pengertian kepada Peter dan Angel bahwa saat ini mereka berdua harus mampu beradaptasi di lingkungan yang mengharus kan mereka untuk hidup berdampingan dengan sistem robotic.
" Sungguh menyebalkan robot-robot itu dan karena robot itu juga darah tinggi ku kambuh!"
Ucap Peter sambil duduk di sofa ruang tamu nya.
" Benar Pa, Aku pun juga terpancing emosi dengan ucapan Ibu nya Denis itu tadi,"
Imbuh Angel dengan nada geram.
" Kalian berdua semakin terlihat aneh di mata ku, Seperti orang yang tidak mengenal kemajuan jaman saja sikap kalian berdua,"
Ucap Jemes diiringi senyum simpul sambil berdiri menatap bergantian kepada Peter dan Angel.
" Coba kalian berdua tenangkan hati kalian dan berpikir secara logika juga menyadari kita hidup di era apa, Setelah itu baru kita berpikir bagaimana cara kita untuk mempertahan kan populasi manusia,"
Imbuh Teresa sambil menyodorkan segelas air kepada Angel.
Kemudian mereka berempat pun diam sejenak sambil mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Teresa dan juga Jemes, Namun di sisi lain tepat nya di laboratorium penelitian dan pengembangan robotic tengah merayakan kesuksesan projek yang sudah di setejui oleh pemerintahan bahkan pemerintahan akan lebih mengembangkan sayap nya untuk membuat sistem robotic yang berfungsi untuk menjaga keamanan sebuah negara.
Kali ini seperti nya niatan dari pihak pemerintahan di sepakati oleh Profesor Simon, Profesor Brian dan juga Naomi namun seperti nya pola pikir dan sudut pandang Stevani berbeda dengan pola pikir Ayah nya yang memikirkan sebuah keuntungan besar dengan menerima tawaran dari pemerintahan dan pasti nya Profesor Simon memikirkan tentang materi.
Lalu apa yang akan terjadi bila benar pemerintahan menggunakan sistem robotic untuk di jadikan sebagai penjaga keamanan sebuah negara apakah hal itu akan berakibat fatal kepada ekosistem mahkluk hidup dan benar kah populasi manusia akan benar-benar punah dan di gantikan oleh sistem robotic, Lalu tindakan apa yang akan di lakukan oleh Stevani kali ini yang berbeda pendapat dengan Ayah nya apakah Stevani akan membelot dan berkubu dengan Peter, Angel, Jemes dan Teresa atau kah Stevani akan menciptakan sistem penghancur yang lebih fatal lagi dari sebelum nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Calista
peter malah muter" ngitari komplek
2024-06-10
5
Calista
ngeri bngt klu sampai populasi manusia punah dn yg menggantikan robotic.
2024-06-10
5
Calista
klu semua robotic yg melakukan trs manusia ny ke mn ya.
2024-06-10
5