Semua manusia pasti senang yang nama nya game atau permainan apa pun itu bentuk permainan namun apakah kita menyadari bahwa selama ini kita di kehidupan nyata pun sudah di ajak bermain dengan Tuhan dan permainan tersebut biasa di sebut dengan permainan waktu, Waktu yang kita lalui di setiap detik yang berlalu ada jebakan-jebakan yang harus kita lalui dan bila kita gagal melalui jebakan tersebut maka hancur lah kita.
Lalu kali ini di detik yang kesekian mereka berempat akan di perhadapkan dengan game seperti apa dan apakah mereka mampu melewati jebakan yang di ciptakan oleh sang peretas yang di injeksi kan melalui sistem yang di sebut keyloger menjadi sebuah malwer dalam sistem program robotic, Mari kita tilik aksi mereka berempat melewati jebakan selanjut nya dan apa yang akan mereka lakukan.
Setelah sistem robotic pemusnah manusia mampu di nonaktifkan oleh Teresa pasti nya hal itu membuat kepanikan utama nya Profesor Brian, Profesor Simon dan Naomi yang mengetahui siapa pelaku semua itu sedangkan Profesor Alex benar-benar tidak mengetahui titik masalah sesungguh nya namun kali ini Profesor Alex lah yang menjadi imbas kemarahan Profesor Simon.
Suara letupan sejata berapi pun terdengar oleh Angel dan Teresa sebab mereka telah memasang mesin penyadap untuk mengetahui apa yang terjadi dari balik ruangan kaca tersebut dan saat mereka berdua mendengar letupan suara senjata berapi mereka berdua segera melepas headsead yang mereka gunakan dan saling melempar pandangan.
Kemudian Teresa pun membawa Angel menuju sebuah balkon ruangan untuk menceritakan semua yang ia ketahui secara detail kepada Angel maka dari situ lah Angel mengetahui bahwa pelaku di balik semua masalah ini adalah Stevani putri dari Profesor Simon yang selama ini menjadi korban bullying di kampus.
Namun apakah Stevani hanya karena bullying merubah diri nya menjadi pencipta injeksi keyloger yang di masukkan kedalam program robotic ciptaan Profesor Simon atau kah ada hal lain lagi yang membuat diri nya lebih menjadi seorang peretas handal di kota tersebut, Mari kita telisik bersama apa penyebab sesungguh nya.
" Sa apakah kamu mendengar juga itu tadi dan apa yang sebenar nya terjadi di dalam ruang kaca tersebut?"
Tanya Angel dengan tatapan fokus menuju mobil yang berada di tempat parkir.
" Aku belum tuli jadi bisa di pasti kan suara nyamuk pun aku bisa mendengar nya, Apa yang ada di pikiran mu Angel?"
Jawab Teresa yang berbalik bertanya kepada Angel yang berdiri di samping nya.
" Aku berfikir pasti ada korban jiwa tapi tidak tahu siapa yang menjadi korban nya,"
Ucap Angel sambil sesekali melirik ke arah Teresa.
" Angel coba kamu perhatikan orang yang berjalan di dekat pos penjagaan itu,"
Ucap Teresa sambil memegang lengan Angel.
" Iya aku melihat nya, Lalu masalah nya di mana dengan orang itu Sa?"
Tanya Angel sambil memperhatikan seseorang yang berjalan menuju gedung di mana mereka berada.
Saat itu Teresa menjelaskan bagaimana kondisi gedung tersebut yang baru saja terkena imbas dari robotic yang terkena malwer dan bisa di pastikan kalau gedung tersebut hancur terkena brondong tembakan robotic lalu bila orang tersebut hanyalah sekedar pengunjung biasa untuk apa mendatangi gedung tersebut bila tanpa ada kepentingan pribadi.
" Benar juga apa yang kamu kata kan Sa, Lalu apa yang harus kita perbuat saat ini Sa?"
Tanya Angel dengan tatapan serius kepada Teresa.
" Sebisa mungkin kamu hubungi Peter dan Jemes agar segera kembali kesini dan aku akan mencoba mencari tahu siapa orang itu."
Jawab Teresa sambil melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar ruangan.
Sedang kan saat itu di dalam ruangan semua profesor muda sedang berusaha menghapus malwer yang telah terinjeksi kedalam program robotic, Maka segera lah Angel kembali di tempat duduk nya dan mencoba menghubungi Peter dan Jemes melalui radio penghubung sedangkan Teresa bergegas menuju lantai satu gedung tersebut untuk memastikan siapa orang yang berjalan menuju ke gedung tersebut.
Apakah itu tadi yang aku lihat sedang berjalan adalah Stevani putri nya Ferguso licik itu lalu untuk apa ia kemari, Apakah Ferguso telang mengatakan bahwa kata sandi keylogger ciptaan Stevani mampu aku hancurkan dengan mudah dan ia akan membuat sistem peretas baru yang lebih fatal lagi?
Bergumam lah dalam hati Teresa sambil menyusuri lorong menuju pintu besi yang cukup besar, Dengan perasaan dan pikiran yang tidak menentu Teresa pun melangkah dan membuka pintu besi tersebut dan terlihat lah percikan api dari beberapa kabel yang menggelantung dari atap ruangan dan juga kondisi ruangan yang sudah porak poranda.
Tidak perlu waktu lama Teresa pun tiba di lantai dasar dan melanjutkan langkah nya menghampiri seseorang yang mengenakan switer berwarna hitam, celana jeans hitam dan berjalan merunduk seakan menyembunyikan wajah nya, Saat itu Teresa sangat yakin bahwa orang yang sedang berjalan di hadapan nya adalah Stevani putri Profesor Simon.
Selama Teresa mengenal Stevani memang banyak hal yang membuat kejiwaan Stevani tidak lah normal sebab Profesor Simon selalu menganggap Stevani adalah putra tunggal nya meski sesungguh nya Stevani adalah seorang wanita, Hanya karena ambisi Ayah nya lah yang menginginkan anak seorang lelaki hingga Stevani lah yang menjadi korban ke egoan Ayah nya bukan lain Profesor Simon.
" Vani ... sedang apa kamu di sini sayang dan lagi expo sudah berakhir?"
Tanya Teresa dengan mencoba menyapa Stevani yang terlihat panik.
" Sa ... kamu di sini juga ternyata, Aku ... Aku ... Aku ...."
Jawab Stevani dengan gugup dan terkejut melihat Teresa di hadapan nya.
" Ayo ikut dengan ku dan cerita kan kepada ku ada masalah apa sebenar nya kamu Van,"
Ucap Teresa sambil menggandeng lengan Stevani menuju sisi lain gedung.
" Aku harus segera menemui Ayah ku Sa,"
Jawab Stevani sambil mencoba melepas pegangan tangan Teresa di lengan nya.
" Aku tahu hal itu dan aku akan membantu mu agar bisa segera bertemu dengan Ayah mu Van, Kamu ingat kan kalau aku selama ini selalu menolong mu Van?"
Ucap Teresa mencoba meyakinkan Stevani saat itu.
Dan benar saja saat itu Stevani pun mengangguk dan berjalan mengikuti Teresa bagaikan kerbau yang di cocok hidung nya maka dengan mudah nya Teresa membujuk Stevani yang memang sejak dulu selalu di jauhi teman-teman sekampus nya sebab bagi teman-teman sekampus melihat Stevani aneh dan tidak pada umum nya anak perempuan remaja.
Di sisi lain Angel sedang berusaha menghubungi Peter dan Jemes agar segera kembali ke gedung tersebut namun di sela-sela Angel sedang berusaha menghubungi Peter dan Jemes tiba-tiba pintu ruang kaca tersebut terbuka dan terlihat Profesor Alex sedang duduk di kursi roda dan di dorong oleh Naomi yang tidak lama kemudian Profesor Simon dan Profesor Brian mengikuti nya dari belakang.
Rasa penasaran dalam hati Angel semakin tidak dapat di bendung lagi dan akhir nya Angel pun memutuskan untuk bangkit berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan mengejar mereka bertiga yang berjalan menuju pintu keluar ruangan tersebut dan Angel mencoba menghentikan langkah kaki mereka untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Profesor Alex saat ini.
" Profesor Brian tunggu sebentar ...."
Teriak Angel mencoba menghentikan langkah kaki mereka bertiga.
" Ada apa Nona, Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Tanya Profesor Brian sambil membalik kan tubuh nya dan diiringi senyum simpul kepada Angel.
" Apakah yang terjadi dengan Profesor Alex dan mengapa harus duduk di kursi roda bukan kah beberapa jam yang lalu ia baik-baik saja?"
Jawab Angel yang berbalik bertanya kepada Profesor Brian.
" Profesor Alex memiliki riwayat sakit jantung koroner jadi beberapa menit yang lalu seperti nya penyakit jantung nya kambuh jadi kami memutuskan untuk membawa nya ke rumah sakit Nona,"
Ucap Profesor Brian mencoba menjelaskan semua alibi untuk menutupi kesalahan nya.
" Jantung koroner, Anda yakin dengan asumsi anda Profesor Brian?"
Tanya Angel dengan tatapan curiga kepada Profesor Brian.
" Bila anda kurang yakin silahkan anda ikut dengan kami ke rumah sakit terdekat agar mengetahui kebenaran nya Nona, Silahkan Nona."
Jawab Profesor Brian sambil mempersilahkan Angel untuk berjalan mengikuti mereka ke rumah sakit.
Saat itu Angel pun berjalan menuruti perintah Profesor Brian untuk membuktikan kebenaran yang telah di dengar melalui headsead bahwa Profesor Alex bukan lah terkena serangan jantung koroner melain kan Profesor Alex meninggal karena di tembak oleh Profesor Simon karena emosi.
Namun sungguh di luar dugaan saat mereka keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba leher Angel di pukul dengan sebilah besi hingga pingsan dan saat itu juga Angel di gendong oleh Profesor Brian menuruni tangga darurat untuk menuju ke parkiran kusus di mana mobil milik Profesor Simon bertengger.
" Prof bagaimana ini, Angel pingsan apakah kita akan menghabisi dia juga seperti Profesor Alex?"
Tanya Naomi dengan tatapan panik.
" Kita pikirkan nanti saja, Yang terpenting kita harus segera keluar dari sini dahulu Naomi,"
Jawab Profesor Brian sambil berusaha menggendong Angel yang sudah pingsan.
" Tapi putra ku belum tiba di sini, Bagaimana kalau kalian pergi dahulu nanti aku menyusul kalian bersama putra ku,"
Ucap Profrsor Simon dengan tatapan panik.
" Baik lah kalau begitu dan masalah wanita ini akan di apa kan kami berdua menunggu perintah dari Profesor Simon."
Jawab Profesor Brian sambil menerima kunci mobil dari Profesor Simon.
Saat itu Profesor Simon pun menganggukkan kepala nya lalu membalik kan tubuh nya dan berjalan kembali menuju ruangan kaca di mana ruangan tersebut memiliki sebuah alat detektor yang bisa terhubung lasung dengan Stevani, Sedangkan saat ini Stevani bersama Teresa sedang berada di sebuah kedai kopi yang letak nya tidak begitu jauh dari gedung tersebut.
Teresa sengaja membawa Stevani ke kedai kopi untuk memastikan apa yang akan di lakukan Stevani di gedung tersebut dan untuk apa ia menemui Ayah nya kali ini, Namun pasti nya Teresa harus menjadi aktor handal agar semua akting nya tidak terbaca oleh Stevani sebab Teresa sangat paham dengan watak Stevani seperti apa.
" Sa mengapa kamu membawa ku ke kedai kopi?"
Tanya Stevani sambil memegang topi yang ia kenakan.
" Van ... aku masih ingat apa yang membuat mu tenang dan tidak panik hanya secangkir kopi bukan?"
Jawab Teresa diiringi senyum simpul.
" Tapi Ayah ku Sa ...."
Ucap Stevani sambil menunjuk ke arah gedung yang sudah berantakan.
" Apakah kamu tidak memiliki nomor telepon Ayah mu Van, Minimal untuk memberi tahu Ayah mu agar tidak mengkhawatirkan mu saat ini Van atau kamu mau aku pinjamkan ponsel ku?"
Tanya Teresa sambil menyodorkan ponsel nya ke hadapan Stevani.
Kemudian ponsel milik Teresa pun di ambil oleh Stevani dengan tatapan yang cukup mengerikan dan sedikit senyum sinis menghiasi wajah cantik nya Stevani tanpa melihat ke layar ponsel saat itu Stevani menuliskan sebuah kata di ponsel milik Teresa dengan menggunakan huruf kapital yang bertuliskan GAME dan setelah menuliskan kata tersebut Stevani meletakkan ponsel milik Teresa di atas meja dan ia pun bangkit berdiri dan meninggalkan Teresa di kedai kopi tersebut.
GAME ... Apa maksud nya Vani menulis kata game, Permainan apa maksud nya, Pergi kemana dia itu tadi aku harus menanyakan hal itu kepada nya sebab aku yakin ini sebuah isyarat dari dia dan aku harus menemukan jawaban nya sebelum jatuh korban jiwa lagi.
Bergumam lah dalam hati Teresa sambil bangkit dari duduk nya setelah berfikir sejenak tentang apa yang baru saja di tuliskan oleh Stevani di ponsel milik Teresa dan saat itu seperti nya Teresa kehilangan jejak Stevani dan bisa di pastikan saat ini Teresa tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Angel yang saat ini sedang pingsan dan di bawa oleh Profesor Brian dan Naomi.
Lalu apa yang akan terjadi dan juga apa arti dari isyarat yang di berikan oleh Stevani kepada Teresa dan game apa sebenar nya yang di maksud, Apakah kali ini Profesor Brian dan Naomi membawa Angel yang sedang pingsan ke arena bermain di mana bisa di pasti kan tempat bermain adalah berkumpul nya penduduk kota dan Stevani akan memprogram kembali robotic pemusnah yang sudah di nonaktifkan oleh Teresa?
Atau kah ada game atau permainan yang lain yang di maksud oleh Stevani kali ini dan hal itu pasti nya membuat Teresa memutar otak dengan isyarat yang di berikan Stevani kepada nya, Lalu apakah Teresa, Peter dan Jemes bisa menyelamatkan Angel yang saat ini dalam sekapan Profesor Brian dan Naomi serta di butuhkan berapa menit untuk misi penyelamatan Angel kali ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Mutia Callysta
Angel tdk waspada akhir nya dia kena pukul kan dn pingsan.
2022-10-09
11
Mutia Callysta
knp ya stevani nulis kata GAME di hp nya Teresa.
2022-10-09
11
Mutia Callysta
krn penasaran Angel jd korban,dn dia di bawa sm profesor brian dengn kondisi pingsan.
2022-10-09
11