BAB 6 . SISTEM YANG LUMPUH

Kehidupan manusia di jaman semakin maju ini semua tergantung dalam sebuah sistem penggerak agar mampu tetap mempertahan kan kehidupan namun bila sistem yang sudah di jalan kan selama ini ternyata saat ini mengalami gangguan sehingga mengalami kelumpuhan di segala aspek kinerja manusia itu sendiri, Lalu apakah masyarakat umum mengetahui penyerangan malwer yang mampu melumpuhkan semua sistem yang selama ini membantu aktivitas mereka?

Apakah sebenar nya tujuan peretas sesungguh nya hingga melakukan injeksi keylogger ke sebuah sistem program robitic yang berfungsi untuk membantu kinerja manusia namun kini berganti menjadi mesin penghancur populasi manusia lalu mampu kah mereka berempat menghentikan kinerja peretas dan membobol kata sandi yang mengunji sebuah sistem robotic kali ini, Mari kita ikuti perjuangan mereka demi populasi manusia.

Semalaman mereka berada di dalam sebuah gedung penyelenggara expo hanya untuk sebuah missi penyelamatan populasi manusia yang terancam punah karena terjadi penyerangan dari robotic yang mengalami gangguan program yang cukup fatal, Kali ini Angel, Teresa, Peter dan Jemes berada di sebuah ruangan di mana Profesor sedang berjibaku berusaha menonaktifkan sistem peretas sebuah progam robotic yang cukup membahayakan keselamatan manusia.

" Prof Alex ... perkenal kan ini kedua rekan kami yang tadi kita bicarakan,"

Sapa Peter sambil berdiri di samping Angel.

" Selamat bergabung Nona-Nona di program sistem penggerak dunia,"

Jawab Profesor Alex diiringi senyum ramah sambil menyodorkan tangan kanan nya ke hadapan Angel.

" Senang bisa berjumpa dengan anda Profesor Alex, Kami akan berusaha membantu kalian semua untuk memecahkan permasalahan kali ini,"

Ucap Angel diiringi senyum simpul sambil menjabat tangan Profesor Alex.

" Angel kemana pergi nya Ferguso tampan ku mengapa tidak terlihat di ruangan ini?"

Tanya Teresa sambil berbisik kepada Angel dan tatapan mata yang menyebar ke seluruh ruangan.

Saat itu Angel hanya mampu melirik sekilas kearah Teresa yang ternyata Teresa masih mengamati setiap pojok ruangan dengan detail bahkan seperti nya Teresa pandangan nya tertuju kepada sebuah komputer yang berada di dekat sebuah kaca yang cukup lebar dan mengeluarkan suara BIP berulang kali dan hal tersebut tidak lah aneh sebab komputer tersebut adalah penggerak program robotic.

" Prof itu bunyi apa, Mengapa bunyi nya seperti microwave yang sudah waktu nya di buka?"

Tanya Teresa dengan ekspresi polos sambil melangkah mendekati komputer yang mengeluarkan suara BIP berulang kali.

Sontak Profesor Alex, Angel, Peter dan Jemes tatapan nya tertuju kepada Teresa yang berjalan mendekati komputer tersebut bahkan Teresa pun sesekali menunduk melihat ke arah kolong sebuah meja yang cukup banyak kabel di sana dan sesekali Teresa pun seperti akan meraih sebuah kabel namun tindakan nya di henti kan oleh Profesor Simon dan Profesor Brian yang saat itu berada di dekat nya.

" Apa yang akan anda lakukan Nona?"

Tanya Profesor Brian dengan tatapan penuh curiga.

" Dan siapa anda mengapa bisa masuk kedalam ruang ini?"

Imbuh Profesor Simon dengan tatapan sinis.

" Saya hanya akan mencabut kabel itu saja agar berhenti suara BIP yang cukup mengganggu telinga ku, Kalau sampai meledak dan kebakaran bagaimana?"

Jawab Teresa yang berbalik bertanya kepada mereka berdua.

" Tolong jangan menyentuh apa pun di ruangan ini bila anda tidak paham tolong segera tinggalkan ruangan ini Nona!"

Ucap Proferos Simon dengan tegas penuh penekanan dan tatapan sinis.

" Maaf Profesor Brian dan Profesor Simon, Perkenalkan mereka kedua rekan kami yang tadi saya bicarakan dan saya juga mohon maaf bila rekan saya sedikit membuat profesor tidak nyaman,"

Timpal Jemes dengan ekspresi wajah datar berdiri di samping Teresa.

" Kalian berdua yakin bahwa kedua rekan kalian itu mampu membantu kita semua sedangkan bunyi alat detektor saja di anggap bunyi microwave?"

Tanya Profesor Simon diiringi senyum sinis melirik ke arah Teresa.

" Maaf Prof ijin kan kami berdua mencoba terlebih dahulu bila ternyata kami gagal silahkan anda berpendapat,"

Jawab Angel dengan tatapan kesal kepada Profesor Simon.

" Baik lah tapi ingat jangan ada yang menonaktifkan kompeuter secara tiba-tiba sebab semua komputer di sini saling terhubung jadi bila salah satu di nonaktifkan secara tiba-tiba akan berakibat fatal di sebuah sistem yang lain."

Ucap Profesor Simon dengan tatapan sinis.

Kemudian Profesor Simon, Profesor Brian dan Profesor Alex meninggal kan mereka berempat sedangkan Teresa masih saja sibuk dengan kabel-kabel yang berada di kolong meja pasti nya hal itu membuat Angel, Peter dan Jemes bingung melihat ulah Teresa yang suka membuat orang lain bingung.

" Sa ... sebenar nya kamu sedang mencari apa seperti nya sangat penting?"

Tanya Angel sambil jongkok di hadapan Teresa.

" Aku sedang mencari chips yang tadi menimbulkan bunyi berisik,"

Jawab Teresa sambil menggenggam sesuatu di tangan kanan nya.

" Chips apa maksud mu Sa?"

Tanya Angel yang terlihat semakin kebingungan.

" Choco chips yang biasa aku buat kue tadi aku lihat terjatuh di sini maka nya aku ambil lumayan lah untuk mengganjal perut ku,"

Jawab Teresa sambil memasukkan sesuatu kedalam rongga mulut nya lalu bangkit berdiri.

" Benar-benar bergeser otak anak ini."

Ucap Angel sambil bangkit berdiri mengikuti langkah kaki Teresa menuju salah satu komputer.

Sedangkan Peter dan Jemes saling pandang kemudian mengikuti langkah kaki Angel dan Teresa yang saat itu duduk di sebuah kursi yang di hadapan nya sebuah komputer yang sedang mengalami error sistem dan tiba-tiba Naomi dan beberapa Profesor muda lain nya memberi tahu bahwa robotic menuju ke sebuah gedung panti asuhan.

Maka sontak Peter dan Jemes panik sebab pasti nya di gedung panti asuhan yang letak nya kurang dari satu mil tersebut cukup banyak manusia di sana sedangkan robotic penghancur tersebut akan memberondong apa pun yang berada di hadapan nya yang mampu terbaca oleh detektor yang jarak nya 500 meter dan hal tersebut akan menimbulkan banyak nya korban jiwa.

" ROBOTIC PENGANCUR MENUJU PANTI ASUHAN!"

Teriak Naomi dengan tatapan dan nada panik.

" Segera meminta bantuan kepada pusat instansi untuk pengosongan gedung, Kami akan berdua akan menghadang sebelum robotic tiba di panti asuhan,"

Ucap Peter sambil melangkah menuju pintu keluar.

" Ma ... hubungi kantor pusat komando agar segera blokade radius 300 meter dari gedung."

Perintah Peter sambil melangkah mengikuti Jemes.

Saat itu segeralah Angel mengenakan microfon dan memberikan sinyal darurat ke kantor pusat komando dan segeralah Angel memberikan informasi kepada kantor komando sesuai perintah Peter, Sedangkan Teresa masih sibuk menikmati kentang goreng yang di temukan di sebuah meja dan pasti nya ia tidak mengetahui dengan pasti siapa pemilik kentang goreng tersebut.

" Pet ... apakah kamu tidak merasa curiga dengan sikap Profesor Simon dan Profesor Brian itu tadi?"

Tanya Jemes sambil berjalan di samping Peter menyusuri lorong.

" Memang nya sikap apa yang kamu maksut Jems?"

Jawab Peter yang berbalik bertanya.

" Tadi saat Profesor Simon dan Profesor Brian sedang menjelaskan sesuatu menggunakan sinar laser apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sinar tersebut membuat sebuah isyarat SOS di layar komputer tersebut Pet?"

Tanya Jemes dengan tatapan serius.

" Benar kah seperti itu, Aku tidak memperhatikan sinar laser itu dan ia memberikan sinyal SOS itu kepada siapa sebenar nya sedangkan di ruangan itu hanya kita berenam,"

Jawab Peter sambil menuju ke sebuah pintu besi di mana awal mereka masuk ke lorong tersebut.

" Kalau menurut ku pasti di balik layar itu ada sebuah ruangan lagi dan pasti juga ada manusia di sana sehingga profesor Simon dan Profesor Brian memberikan isyarat tersebut."

Ucap Jemes sambil memegang ganggang pintu besi.

Sedangkan Angel setelah memberi informasi ke kantor pusat komando maka Angel melanjutkan kegiatan nya untuk mencoba membuka kata sandi pengunci malwer yang telah di lakukan peretas melalui injeksi keylogger ke sebuah program sistem penggerak robotic sehingga mengalami program error dan di ganti lah sistem penggerak robotic yang kini fungsi nya menjadi mesin pemusnah populasi manusia yang cukup mengerikan.

" Sa kamu ingat tidak cara untuk membuka sandi program XCR79?"

Tanya Angel dengan tatapan fokus ke layar komputer di hadapn nya.

" Pleas deh Angel, Kan kamu tahu semenjak lulus kuliah aku menikah dengan Jemes dan yang aku lihat hanya lah telenovela di televisi jadi mana mungkin ingat aku dengan pelajaran,"

Jawab Teresa dengan lagak cuek nya sambil menyodorkan kertas tisu ke dahapan Angel dengan ekspresi mata memerintah Angel.

" Iya maaf aku baru sadar bahwa yang teringat di dalam pikiran mu hanyalah Ferguso,"

Ucap Angel sambil perlahan mengambil tisu yang berada di dekat lengan nya.

" Efek kepikunan mu aku jadi sakit perut, Ayo antar aku sebentar ke kamar mandi sekalian aku perkenalkan diri mu dengan Ferguso tampan ku."

Jawab Teresa sambil menarik lengan Angel agar mengikuti langkah nya.

Kemudian dengan tatapan sedikit bingung Angel pun mengikuti langkah Teresa untuk menuju ke kamar mandi sambil tangan nya menggenggam tisu pemberian Teresa yang tertulis cukup singkat sebuah kata sandi yang mengatakan bahwa Ferguso tampan nya sudah di temukan oleh Teresa dan di bawah nya di sertakan kata sandi untuk pembuka sistem malwer yang sudah di injeksi klogger ke sebuah sistem program robotic.

" Sa sekarang jelaskan kepada ku siapa sebenar nya Ferguso tampan yang kamu maksud lalu apa maksud mu berkata dan bersikap demikian sedari malam, Apakah kamu menemukan sesuatu?"

Tanya Angel dengan tatapan dan nada serius kepada Teresa sambil melangkah menuju kamar mandi.

" Bisa tidak kamu bersikap lebih tenang dan santai Angel, Sebab sikap mu itu membuat cacing dalam perut ku demo saja,"

Jawab Teresa dengan ekspresi wajah tenang dan sesekali ia pun membuang gas yang membuat perut nya mesara kurang nyaman.

" JOROK SEKALI KAMU SA ...."

Ucap Angel dengan tatapan kesal kepada Teresa.

Saat itu Teresa hanya membalas nya dengan senyum simpul dan melanjutkan langkah kaki nya masuk kedalam kamar mandi dan setelah mereka berdua berada di dalam kamar mandi lalu segera lah Teresa mengunci kamar mandi tersebut dari dalam kemudian menjelaskan apa maksud dari sikap nya sedari tadi dan siapa sebenar nya Ferguso yang telah di maksud oleh Teresa sedari tadi.

Kemudian Teresa pun sambil menggandeng lengan Angel untuk menuju ke salah satu sisi kamar mandi yang segera di kunci dari dalam dan bisa di pastikan hal tersebut membuat kedua mata Angel terbelalak melihat ulah Teresa yang semakin di luar batas manusia pada umum nya, Sebab pada umum nya manusia tidak seperti yang dilakukan Teresa kali ini.

" Sa gila kamu membawa ku masuk kemari?"

Tanya Angel dengan mata terbelalak menatap Teresa.

" Sudah diam saja kamu Angel."

Jawab Teresa dengan nada serius tanpa melihat ke arah Angel.

Maka segeralah Teresa mengeluarkan chips dari bawah lidah nya kemudian mengelap kan chips tersebut di baju nya dan di lanjutkan membuka tas kecil nya yang tergantung di tubuh nya kemudian di keluarkan lah tempat bedak tabur, Pasti nya hal tersebut membuat Angel semakin tidak habis pikir dengan ulah Teresa yang terlihat tidak masuk akal.

" Sa sebenar nya kamu akan buang hajat atau akan menambah bedak mu demi Ferguso?"

Tanya Angel dengan ekspresi kesal.

" Dasar Ibu komplek susah di ajak main telenovela dan protes saja dari tadi, Ini lihat apa yang aku temukan bawel,"

Jawab Teresa sambil menyalakan komputer kecil yang tersembunyi di balik tempat bedak.

" Wah ... keren ini semua di luar dugaan ku, Lalu bagaimana cara kita menonaktifkan ini semua sebab ini terlalu kecil keybord nya Sa?"

Tanya Angel lagi sambil sesekali membolak balik tempat bedak yang ternyata adalah kompeter saku milik Teresa.

" Perhatikan ini, Aduh kotor lagi tusuk kentang goreng ini,"

Jawab Teresa sambil mengusapkan ke baju nya kembali.

" Jorok sekali kamu Sa, Itu kan ada tisu di samping mu Sa?"

Ucap Angel dengan tatapan jijik ke arah Teresa.

" Ah ... lama begini lebih simpel pakai baju, Lagi pula baju ku sudah kotor."

Jawab Teresa dengan serius menonaktifkan program robotic penghancur.

Maka hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit Teresa mampu menghentikan program robotic penghancur hanya menggunakan tusuk kentang goreng yang ia temukan di atas salah satu pekerja dengan mudah nya, Sedangkan Angel masih terbelalak menyaksikan ulah Teresa yang di luar dugaan nya selama ini dan memang begitu lah ulah Teresa sejak dahulu yang setiap tindakan nya tidak mampu terbaca oleh orang di sekitar nya.

Dan bisa di pastikan terjadi lah keributan di ruangan profesor yang sedang berkumpul sedari tadi saat mengetahui sistem program robotic penghancur mampu di hentikan secara tiba-tiba dan mereka pun para profesor tidak mengetahui apa dan siapa yang mampu membobol sistem malwer yang telah di injeksi keylogger oleh peretas ke sistem program robotic penghancur.

Lalu apakah ketiga profesor tersebut akan bisa mengetahui siapa yang menonaktifkan sistem malwer tersebut, Apakah ketiga profesor tersebut akan mencurigai Angel dan Teresa yang di anggap hanyalah seorang Ibu rumah tangga biasa, Andaikan ketiga profesor itu mengetahui siapa pelaku dari nonaktif malwer tersebut adalah Teresa dan Angel apakah nyawa mereka akan jadi taruhan nya?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Vania Angelica

Vania Angelica

Di balik tingkah konyol nya teresa tp dia memiliki kecerdasaan di atas rata".

2022-09-28

11

Vania Angelica

Vania Angelica

Good job kamu teresa dlm hitungan menit kamu bisa menonaktifkan robotic penghancur itu.

2022-09-28

11

Vania Angelica

Vania Angelica

James ternyata memiliki mata yg sangat jeli.

2022-09-28

11

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!