BAB 16 . KRISIS KEPERCAYAAN

Di era kemajuan yang semakin pesat ini maka yang sering terjadi adalah krisis kepercayaan antar manusia, Hal itu terjadi karena kurang nya komunikasi satu dengan yang lain nya sehingga orang mulai berasumsi sesuai dengan apa yang di lihat dan di rasakan, Semakin hilang nya sebuah empati sebab di era yang semakin maju ini kita semakin di bingungkan siapa lawan dan siapa kawan.

Bila hal itu terjadi maka terkikis lah rasa percaya kepada siapa pun dan yang di jalani hanya lah pola pikir nya sendiri terlepas hal tersebut menuju hal yang benar atau pun salah sebab yang kita tahu hanya lah suatu hal yang kita hadapi saat ini dan bagaimana cara nya agar tetap bertahan hidup di era yang mengharus kan kita berpacu dengan waktu.

Lalu apa yang akan di lakukan oleh Angel, Teresa, Peter dan Jemes kali ini setelah Peter dan Jemes mampu menonaktifkan peledak yang terpasang di 30 titik cctv yang terletak di plafon rumah milik Profesor Simon dan apa langkah selanjut nya yang akan di ambil oleh Angel dan Teresa setelah membuat Profesor Simon, Profesor Brian, Naomi dan Stevani tertidur lelap setelah menikmati kopi racikan Teresa saat itu.

" Sa … Mereka tertidur atau meninggal, Memang nya kamu beri apa kopi nya itu tadi?"

Tanya Angel sambil sesekali melihat ke dalam cangkir.

" Aku beri bubuk biji pala yang ada di dapur agar mereka bisa istirahat dan tidak marah-marah terus, Kan aku orang baik dan perhatian dengan kesehatan mereka,"

Jawab Teresa sambil memasuk kan sebuah disk kedalam jas yang di kebakan.

" Memang nya bubuk biji pala bisa membuat mereka tidur selelap ini ya?"

Tanya Angel sambil melihat satu persatu wajah mereka bertiga yang sudah tertidur lelap.

" Angel bantu aku untuk mengikat mereka di troli ini sambil kita menunggu Peter dan Jemes datang,"

Perintah Teresa sambil melemparkan seutas tali tambang plastik ke arah Angel.

" Memang akan kita bawa kemana mereka bertiga dan mengapa harus diikat bukan nya mereka sedang tidur lelap saat ini Sa?"

Tanya Angel sambil menarik tubuh Naomi yang tergeletak di lantai di pindahkan ke sebuah troli.

" Siapa tahu mereka nanti ngigau kan kita juga yang repot, Apa lagi Ferguso kalau ngigau suka sekali berlari dari kenyataan."

Jawab Teresa sambil mengikat Profesor Simon di sebuah troli yang sudah di sediakan oleh Teresa.

Saat itu Angel hanya mampu mempercayai apa yang di katakan Teresa meski di hati kecil Angel pun bertanya kapan Teresa melihat Profesor Simon tidur hingga ngigau lari dari kenyataan, Di sisi lain ada Peter dan Jemes yang berhasil tepat waktu untuk menonaktifkan bahan peledak yang terhubung ke cctv meski saat itu Jemes benar-benar di uji kesabaran nya oleh Peter.

" Tuan Ricard semua bahan peledak sudah kami nonaktifkan dan silahkan para tamu undangan bisa pergi meninggalkan rumah ini,"

Ucap Jemes kepada Tuan Ricard atasan nya yang telah memerintah diri nya saat itu.

" Terimakasih Jems … Semua ini atas bantuan mu bila kamu dan Peter datang terlambat maka nasib kita semua akan terkubur di reruntuhan bangunan ini,"

Jawab Tuan Ricard sambil menepuk pundak Jemes dan diiringi senyum bangga.

" Itu sudah menjadi tugas kami berdua Tuan Ricard,"

Ucap Jemes sambil pandangan nya mencari Peter yang tiba-tiba menghilang dari samping nya.

" Kemana pergi nya Peter, Apakah ia menemukan peledak yang belum di nonaktifkan?"

Tanya Tuan Ricard dengan nada dan tatapan khawatir.

" Saya di sini Tuan Ricard … Maaf membuat anda cemas, Saya hanya mengambil sedikit makanan untuk mengganjal perut saya setelah berfikir mengenai warna itu tadi."

Jawab Peter sambil membawa sepiring makanan di tangan nya berjalan menghampiri Tuan Ricard dan Jemes.

Maka hal itu menimbulkan gelak tawa di antara para tamu yang sebagian besar pejabat kenegaraan, Sedangkan di ruang bawah tanah ada Teresa dan Angel yang merasa kesusahan untuk membawa keempat orang yang sedang tertidur lelap dan sudah terikat di troli tersebut.

" Bagaimana cara memanggil Peter dan Jemes agar membantu kita membawa mereka berempat?"

Tanya Teresa sambil melihat ke arah sebuah layar yang terhubung ke cctv.

" Sa … Aku boleh memakan ayam goreng ini tidak, Efek ac nya terlalu dingin jadi perut ku menjadi lapar,"

Ucap Angel sambil memandangi ayam goreng yang berada di sebuah meja.

" Suami dan istri sama saja yang di ingat tidak jauh dari makanan, Makan saja dan bila nanti kamu tertidur maka akan aku tinggal kan diri mu di sini sendirian,"

Jawab Teresa dengan lirikan sinis kepada Angel yang sudah memegang ayam goreng dan siap di lahap.

" Sungguh mengenas kan ternyata ayam goreng lezat ini di bubuhi bubuk biji pala juga, Ya sudah lah aku simpan saja di balik jas ini siapa tahu Peter lapar."

Ucap Angel sambil membungkus ayam goreng dengan tisu lalu memasuk kan kedalam jas nya.

Sedangkan Teresa masih memutar otak bagaimana cara nya agar Jemes dan Peter segera menemui diri nya di ruang bawah tanah sebelum mereka berempat yang tertidur akan terbangun dan Teresa pun memikirkan hendak di bawa kemana mereka berempat sebab tidak mungkin di serahkan kepada pihak berwajib.

Akhir nya Teresa menemukan sebuah cara untuk memanggil Jemes dan Peter dengan menggunakan kata sandi yang di ketahui oleh Jemes bahwa saat itu istri nya membutuhkan pertolongan nya, Kata sandi itu di tayangkan oleh Teresa ke sebuah layar proyektor yang bisa di lihat oleh Jemes dan Peter saat itu.

Maka dengan sigap Jemes dan Peter mohon ijin kepada Tuan Ricard dengan alasan ada titik peledak yang masih aktif bila sampai meledak akan lebih berbahaya lagi untuk populasi manusia, Maka para tamu undangan pun segera meninggalkan kediaman Profesor Simon namun tidak dengan Tuan Ricard yang seperti nya menaruh curiga kepada Jemes dan Peter saat itu.

" Tuan Ricard untuk apa anda ikut bersama kami, Lebih baik anda segera menyelamat kan diri Tuan,"

Ucap Peter dengan nada dan tatapan serius kepada Tuan Ricard.

" Tidak akan ku biar kan kalian berperang menjinak kan bahan peledak itu sendirian, Bagaimana pun juga aku adalah atasan kalian jadi aku harus membantu kalian,"

Jawab Tuan Ricard sambil melanjut kan langkah kaki nya ke arah yang salah.

Saat itu Jemes hanya mampu senyum simpul melihat ulah atasan nya yang sebenar nya mencurigai Jemes dan Peter namun salah melangkah karena Tuan Ricard tidak mengetahui kemana sebenar nya Jemes dan Peter akan pergi, Di saat Tuan Ricard berjalan terlebih dahulu maka lengan Peter di tarik oleh Jemes menuju lorong lain untuk sampai di mana Teresa dan Angel berada.

" Jems kita akan pergi kemana dan bagaimana dengan Tuan Ricard yang salah masuk lorong?"

Tanya Peter dengan tatapan serius ke pada Jemes yang berjalan di hadapan nya.

" Sudah biarkan saja, Lorong di mana ia berjalan itu menuju ke halaman rumah ini jadi tidak masalah bila ia melalui nya saat ini."

Jawab Jemes diiringi senyum simpul.

Kemudian Peter dan Jemes melanjutkan perjalanan nya menyusuri sebuah lorong yang cukup pengab dan pencahayaan yang redup pasti nya hal itu membuat Peter bertanya-tanya sebenar nya Jemes akan mengajak nya kemana dan apakah Jemes berniat untuk menghabisi nya nanti setiba nya di ujung lorong karena Peter merasa sudah membuat Jemes kesal saat menonaktifkan bahan peledak tersebut.

Maka Peter pun mengambil sebilah potongan besi yang tergeletak di tanah untuk bersiap-siap bila saja hal itu terjadi kepada nya, Sedangkan Jemes tidak menghiraukan apa yang di perbuat Peter saat itu yang ada di dalam benak Jemes hanyalah keselamatan istri nya dan Angel saat ini.

Tidak membutuhkan waktu lama akhir nya Jemes dan Peter pun tiba di ujung lorong yang terlihat penuh dengan layar proyektor yang cukup besar terpampang dan juga beberapa lampu detektor yang berkedip serta terlihat dua orang sedang berdiri di balik sebuah meja membelakangi pintu sehingga Peter dan Jemes tidak menyangka bahwa itu adalah istri mereka berdua.

" KATA KAN DI MANA ISTRI KU DAN JANGAN BERGERAK LETAK KAN KEDUA TANGAN KALIAN DI ATAS KEPALA!"

Teriak Jemes sambil menodongkan senjata api yang di pegang.

" Sungguh tidak laki-laki tidak peka, Bisa-bisa nya tidak mengenali postur tubuh istri nya sendiri!"

Bergumam lah Teresa dengan nada kesal sambil perlahan membalik kan tubuh nya.

" Jangan bergerak atau timah panas ini akan melubangi anggota tubuh mu!"

Bentak Jemes sambil mendekat ke arah Teresa.

" Jems … Apakah kedua mata mu terkena gas air mata sehingga tidak mengenali istri mu lagi dan sudah cukup banyak lubang di anggota tubuh ku karena ulah mu!"

Bentak Teresa sambil membuka kumis palsu di bawah hidung nya.

" Ya Tuhan itu tadi kalian berdua ternyata, Aku pikir anggota dari Profesor Simon yang sedang menyekap kalian berdua,"

Ucap Jemes sambil menurunkan senjata nya.

" Sudah jangan terlalu lama disini dan bantu aku membawa mereka berempat ke gudang dekat dermaga,"

Jawab Teresa sambil bergegas menuju sebuah troli.

" Sa … Stevani dan Profesor Brian menghilang!"

Teriak Angel memberi tahu kepada Teresa.

" Kemana mereka berdua pergi nya dan kapan mereka melarikan diri bukan kah itu tadi sudah kamu ikat mereka berdua Angel?"

Tanya Teresa dengan tatapan panik.

Saat itu mereka berempat saling melempar pandangan dengan begitu banyak pertanyaan melintas di dalam benak mereka berempat dan akhir nya mereka berempat hanya bisa membawa Profesor Simon dan Naomi menuju ke gudang terbengkalai di dekat dermaga.

Sepanjang perjalanan Teresa dan Jemes terus memutar otak dan pandangan nya terus menyusuri jalanan yang mereka lalui dengan harapan mereka bisa menemukan Stevani dan Profesor Brian saat ini sebab mereka sangat yakin mereka berdua tidak mungkin mampu berjalan dengan baik karena efek obat bius yang cukup tinggi.

Lalu siapa sebenar nya yang menyelamat kan Profesor Brian dan Stevani saat itu apakah ada campur tangan dari pihak pemerintahan agar sistem robotic tetap bisa berjalan atau kah ada pihak lain yang sengaja memanfaatkan situasi ini agar menimbulkan fitnah antara mereka berempat dan terjadi perpecahan diantara mereka?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

mau di bawa ke mn tuh knp harus di ikat di troli

2024-06-11

5

Calista

Calista

angel tdk tau rupa ny klu bubuk biji pala bisa bikin orang tertidur

2024-06-11

5

Calista

Calista

teresa ada" aja ternyata kopi ny di kasih bubuk pala sama dia

2024-06-11

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!