BAB 7 . DILUAR EKSPEKTASI

Sering kali kita berekspektasi tentang sesuatu hal yang sedang kita jalani namun yang terjadi begitu banyak hal yang merubah ekspektasi kita hingga terkadang kita merasa kecewa dengan sebuah fakta yang ternyata diluar ekspektasi kita, Namun sejati nya kita berekspektasi tanpa menimbang terlebih dahulu segala kemungkinan dan dampak nya.

Kali ini kita akan melihat apakah ekspektasi Peter dan Jemes sesuai dengan kenyataan mengenai robotic penghancur akan segera tiba di sebuah gedung panti asuhan yang saat ini sudah di blokade dan di jaga secara berlapis oleh pihak instansi militer demi mencegah jatuh nya korban jiwa lagi atau kah ekspektasi mereka berdua berbanding terbalik sebab robotic sudah mampu di nonaktifkan oleh Teresa saat itu.

Sedangkan di dalam ruangan dimana para profesor berkumpul untuk menangani masalah malwer kali ini terjadi sebuah kegaduhan sebab kata sandi malwer yang sudah di injeksi kan ke sebuah sistem baru saja mampu di bobol dan berhasil di nonaktifkan oleh Teresa dan Angel, Namun para profesor tidak mengetahui siapa yang melakukan dan pasti nya hal itu membuat Profesor Simon dan Profesor Brian cukup kebingungan hingga terjadi perdebatan di antara Profesor Brian, Profesor Simon dan Profesor Alex di sebuah ruangan kaca.

" Akhir nya robotic penghancur ini bisa kita hentikan Naomi,"

Ucap Profesor Alex diiringi senyum lega.

" Benar Prof, Saya juga turut senang sebab tidak menimbulkan korban jiwa lagi tapi masalah nya siapa yang mampu memecahkan kata sandi dari injeksi klogger tersebut?"

Tanya Naomi sambil jari telunjuk nya sesekali menyentuh dagu nya dengan ekspresi berfikir.

" Benar juga apa yang kamu kata kan Naomi, Siapa di sini yang mampu menemukan kata sandi injeksi keylogger?"

Jawab Profesor Alex sambil bertanya kepada para profesor muda lain nya.

Namun saat itu seisi ruangan hanya mampu saling melempar pandangan sambil sesekali mereka mengangkat pundak nya sebuah isyarat bahwa mereka semua tidak mengetahui siapa yang mampu menonaktifkan malwer injeksi keylogger, Tidak lama kemudian masuk lah Angel dan Teresa kedalam ruangan tersebut dengan sikap berpura-pura tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi.

" Ada apa ini, Mengapa mendadak ruangan ini menjadi ramai apakah ada pembagian makan gratis?"

Tanya Angel dengan sesekali menatap kesekitar nya.

" Jangan kan makan gratis sedangkan buang air kecil saja kita harus membayar, Jangan terlalu tinggi ekspektasi mu Angel mengenai makan gratis,"

Jawab Teresa sambil melangkah kan kaki nya menuju tempat duduk nya.

" Hay ... dari mana kalian berdua?"

Sapa Naomi diiringi senyum ramah kepada Angel.

" Kami berdua baru saja dari kamar mandi, Sebenar nya ada apa ini?"

Jawab Angel yang berbalik bertanya kepada Naomi.

Kemudian Naomi pun menceritakan bahwa robotic penghancur sudah mampu di nonaktifkan jadi tidak akan menimbulkan korban jiwa lagi, Saat mendengar hal tersebut tiba-tiba Teresa memberikan sebuah pendapat yang sangat jauh berbeda dengan orang lain yang merasa lega dan tenang mengetahui robotic penghancur itu sudah di nonaktifkan saat ini.

" Kenapa sudah nonaktif saja sih, Kan jadi tidak seru kalau Peter dan Jemes tidak melawan mereka?"

Ucap Teresa dengan ekspresi yang sedikit aneh.

" Sa memang nya kamu senang begitu melihat suami kita terluka atau bahkan nyawa nya melayang hanya gara-gara robotic penghancur itu, Aku rasa benar-benar geser otak mu karena ngesot,"

Jawab Angel sambil duduk di bangku samping Teresa.

" Bukan masalah senang atau tidak nya Angel, Tapi kalau mereka sempat beradu tenaga dan strategi itu kan bagus jadi gerak tubuh mereka berdua, Ya hitung-hitung membakar lemak yang bersemayam di perut nya Jemes agar tidak bergelambir lagi,"

Ucap Teresa yang mempertahankan pendapat nya meski di luar jangkauan manusia pada umum nya.

" Profesor Alex dan Naomi segera datang ke ruangan kaca sekarang juga,"

Suara kotak pengeras yang tergantung di salah satu sisi tembok.

Maka saat itu juga Profesor Alex dan Naomi pun melangkah kan kaki nya meninggal kan Angel dan Teresa yang seperti nya masih melanjutkan adu argumennya mengenai perut Jemes yang semakin bergelamir karena jarang berolah raga, Sedangkan Profesor Alex dan Naomi hanya mampu tersenyum simpul melihat ulah mereka berdua.

" Sa kamu akan kemana lagi, Jangan kata kan kalau kamu akan mengintip mereka semua,"

Ucap Angel sambil menatap serius ke arah Teresa.

" Untuk apa aku mengintip mereka yang sudah uzur bahkan aroma tubuh nya sudah sama dengan tanah setelah hujan turun,"

Jawab Teresa sambil membuka tas kecil nya dan mengeluarkan sebungkus permen karet.

" Lalu kamu kan kemana dan untuk apa berjalan mengikuti mereka?"

Tanya Angel dengan nada penasaran.

" Nah ... kamu sendiri untuk apa mengikuti ku?"

Jawab Teresa yang berbalik bertanya kepada Angel sambil mulai mengunyah permen karet.

Saat itu Angel pun mulai kesulitan untuk mencari jawaban yang tepat sebab bila jawaban Angel kurang tepat bagi Teresa maka akan lebih rumit lagi pertanyaan yang akan di ajukan Teresa kepada Angel, Tidak lama kemudian setela sesaat Teresa mengunyah permen karet tiba-tiba Teresa menempelkan permen karet tersebut di pintu dengan di beri sebuah kabel yang cukup tipis.

" Sudah lah capek aku mengunyah permen karet ini, Ayo Angel kita healing dahulu sambil menunggu Peter dan Jemes datang kemari,"

Ucap Teresa sambil menarik lengan Angel yang terlihat bingung.

" Sa itu permen karet mu buang lah pada tempat nya janga seperti itu, Dasar jorok!"

Jawab Angel dengan tatapan sebal kepada Teresa.

Namun saat itu Teresa memberikan handsead tanpa kabel kepada Angel tanpa berkata-kata sedikit pun bahkan ia hanya meletak kan jari telunjuk nya di bibir sebuah isyarat bahwa Angel harus diam saat ini dan pasti nya saat itu Angel cukup di buat bingung dengan ulah Teresa yang di luar nalar pada umum nya manusia saatenghadapi saat genting.

Ternyata dari headsead tanpa kabel tersebut terdengar semua tentang percakapan yang terjadi di dalam ruang kaca bukan lain Profesor Alex, Profesor Brian, Profesor Simon dan juga Naomi yang ternyata saat itu sedang membicarakan siapa yang mampu membobol kata sandi injeksi keylogger yang berwujud malwer ke dalam program sistem robotic.

" Siapa yang bisa membobol sistem malwer bauatan putra ku?"

Tanya Profesor Simon dengan tatapan dan nada geram kepada Naomi dan Profesor Alex.

" Lebih baik kalian berdua berkata jujur dari pada nyawa kalian berdua yang akan melayang sekarang juga,"

Imbuh Profesor Brian dengan nada ancaman.

" Tuan Simon kami berdua pun tidak mengetahui siapa yang mampu membobol kata sandi tersebut sebab sedari tadi pun kami berada bersama mereka jadi bisa di pastikan kita mengetahui semua apa yang mereka kerjakan secara detail,"

Jawab Profesor Alex mencoba menjelaskan apa yang ia ketahui.

Sedangkan di sisi lain ada Peter dan Jemes yang sedang berpacu dengan waktu dan bisa di pastikan mereka berdua belum mengetahui bahwa program robotic penghancur sudah di nonaktifkan sehingga robotic tidak bisa bergerak menuju panti asuhan, Sedangkan para militer berusaha dengan secepat mungkin untuk segera mengosongkan panti asuhan.

" Bagaimana sudah di kosongkan gedung panti asuhan itu?"

Tanya Peter kepada ajudan nya dengan nada tegas.

" Siap Komandan sedang kami lakukan pengosongan gedung panti asuhan,"

Jawab ajudan nya Peter dengan tegas.

" Baik bila begitu lanjutkan tugas mu, Aku akan melihat kondisi di radius 300 bagaimana persiapan mereka,"

Ucap Peter sambil melangkah kan kaki nya menuju segerombol pasukan militer yang sudah siaga di radius 300.

" Harus nya saat ini para robotic itu sudah terlihat namun mengapa masih belum terdengar suara apa pun dari sini, Apakah robotic sedang berhadapan dengan badan instansi lain nya di sana?"

Tanya Jemes sambil sesekali melihat jam tangan nya.

" Mana mungkin mereka berada di sana, Bukan nya tadi kita sudah terlebih dahulu melewati daerah itu,"

Jawab Peter dengan sesekali melirik ke arah Jemes.

" Sebaik nya kita pastikan apa yang terjadi di sana agar di sini bisa mempersiapkan penjagaan Peter,"

Ucap Jemes yang segera memasuki mobil tugas yang terparkir di samping nya.

" Kamu akan meninggal kan ku sendiri di sini tega sekali kamu Jems?"

Tanya Peter dengan tatapan serius.

" Kamu mau ikut atau diam di sini menunggu robotic itu memberondong peluru Peter!"

Jawab Jemes dengan nada naik satu oktav merasa kesal dengan ulah Peter.

Akhir nya mereka berdua pun segera beranjak pergi menyusuri jalan-jalan yang di perkirakan para robotic berada saat itu dan ternyata benar di sebuah jalan pusat kota yang saat itu tidak ubah nya dengan kota mati yang sudah tidak ada satu manusia namun di sana terlihat ribuan robotic penghancur yang sudah tidak bergerak lagi bahkan cahaya laser dari mata robotic penghancur itu pun tidak menyala lagi.

Maka segeralah mereka berdua mengarahkan mobil nya mendekati robotic penghancur yang sudah di nonaktifkan tersebut untuk memastikan bahwa semua robotic sudah posisi off hingga tidak terjadi pergerakan penghancur manusia saat itu, Setelah mobil sudah semakin dekat dan berhenti tepat di depan ribuan robotic penghancur maka segera lah Peter dan Jemes turun dari mobil

" Itu robot-robot apakah sudah di non aktif kan?"

Tanya Peter dengan tatapan waspada mencoba berjalan mendekati robotic di hadapan nya.

" Seperti nya seperti itu dan pantas saja mereka tidak bisa sampai di radius 300,"

Jawab Jemes dengan tatapan fokus kepada salah satu robotic.

" Sungguh menyebalkan, Mengapa hanya diam saja di sini memang nya kalian pikir aku dan lain nya tidak lelah menunggu kalian bahkan semua penghuni panti asuhan harus kabur menyelamatkan diri gara-gara kalian, Dasar bodoh ... PRAK!"

Umpat Peter sambil sesekali memukul bagian kepala robotic dengan sekuat tenaga hingga robotic tersungkur di tanah.

" Hay Peter ... apakah otak mu mengalami gangguan sehingga harus meluapkan amarah mu kepada robotic yang tidak pernah bisa memahami kalimat mu, Dasar orang aneh sama saja dengan istri ku,"

Ucap Jemes dengan tatapan bingung melihat ulah Peter yang mengumpat dan memukul robotic.

" Terserah saja ini robotic paham atau tidak dengan kalimat ku yang pasti aku sudah menyampaikan kekesalan ku kepada mereka."

Jawab Peter sambil melangkah menuju robotic lain lagi untuk di pukul dan di berikan umpatan.

Sedangkan Angel dan Teresa masih mendengarkan percakapan yang terjadi antara Profesor Simon, Profesor Brian, Profesor Alex dan Naomi di ruang kaca saat itu, Dan bisa di pasti kan saat itu Angel dan Teresa cukup terkejut saat mengetahui siapa dalang dari semua kejadian ini namun dalam hati Angel dan Teresa masih menyimpan rasa penasaran siapa sebenar nya putra dari Profesor Simon.

Di saat mereka berdua sedang beradu pandang tiba-tiba terdengar suara letupan sejata api dan suara teriakan Naomi yang cukup keras melalui handsead yang mereka berdua gunakan sedangkan para profesor muda lain nya tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi secara ruangan kaca tersebut kedap suara sehingga apa pun yang mereka bicarakan dan lakukan tidak mungkin terdengar dari luar ruangan kaca.

" Sa siapa putra Profesor Simon sebenar nya, Apakah kamu mengetahui nya?"

Tanya Angel sambil melepas headsead dari telinga nya dengan tatapan panik.

" Kamu ingat dengan gadis cupu di kelas sebelah yang waktu itu selalu menjadi korban bully di kampus,"

Jawab Teresa dengan suara sedikit rendah.

" Vani kah maksud mu, Lalu bagaimana kamu bisa mengetahui semua ini dan siapa Ferguso yang selalu kamu sebut-sebut itu Sa?"

Tanya Angel dengan tatapan serius dan curiga.

" Mari ikut dengan ku ke balkon agar kita lebih leluasa berbicara."

Jawab Teresa sambil bangkit dari duduk nya.

Saat sesampai nya di balkon baru lah Teresa menceritakan semua nya kepada Angel bahwa sedari tadi yang di sebut Ferguso adalah Profesor Simon ayah dari Stevani De Gation yang selama ini di kenal sebagai gadis cupu, Dan bagaimana Teresa bisa mengetahui semua itu sebab Teresa pernah menemukan buku deary milik Stevani saat ia terkena bully oleh kakak kelas di gudang.

Jadi saat itu Teresa berpura-pura menyelamatkan Stevani dari sekapan kakak kelas di gudang lalu mengembalikan buku deary milik nya setelah semua catatan yang berada di buku deary tersebut di scaning oleh Teresa, Setelah itu perlahan Teresa pun mempelajari satu persatu setiap kata sandi yang tertulis di sana dan ternyata hasil nya kata sandi tersebut adalah sebuah misi pemusnahan populasi manusia melalu sebuah robotic yang di ciptakan oleh Ayah nya sendiri.

Setelah mendengar penjelasan Teresa tersebut Angel serasa tidak dapat berpikir dengan jernih sebab ternyata yang di maksud Ferguso oleh Teresa adalah Profesor Simon dan semua masalah yang terjadi berasal dari teman sekampus nya sendiri yang mengalami korban bully semasa di kampus.

Lalu apakaj yang akan mereka lakukan selanjut nya untuk membongkar semua kedok dari Profesor Simon dan Stevani putri nya yang memiliki sebuah misi yang cukup mengerikan dan apakah mereka bisa menjelaskan semua kejadian ini kepada suami mereka masing-masing atau kah mereka berdua akan bertindak sendiri untuk menuntaskan misi mereka berdua?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan semua jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS dan janga pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Vania Angelica

Vania Angelica

Ada suara letupan senjata di ruang kaca.

2022-10-08

11

Vania Angelica

Vania Angelica

Peter mash aja mengumpat ke robotic yg sdh off.

2022-10-08

11

Vania Angelica

Vania Angelica

Jemes bilng klu istri nya aneh.

2022-10-08

11

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!