BAB 3 . SUMBER SERANGAN

Segala permasalahan yang kita hadapi pasti ada sumber nya dan kita harus menemukan sumber dari semua permasalahan yang kita hadapi agar kita bisa menghentikan atau mengatasi permasalah tersebut, Kali ini apakah Peter dan Jemes mampu menemukan sumber dari masalah yang terjadi di gedung penyelanggara expo dan apakah mereka mampu menghentikan serangan yang secara mendadak tersebut?

Bagaimana dengan Angel dan Teresa mampukah mereka berdua lepas dari semua permasalah yang saat ini mereka hadapi dan mampu kah mereka berdua membantu pengunjung untuk keluar dari gedung tersebut agar tidak bertambah nya korban jiwa, Tindakan apa yang akan mereka lakukan kali ini agar tidak bertambah jatuh nya korban jiwa, Mari kita tilik bersama aksi mereka berempat dalam misi penyelamatan pengunjung dari serangan yang brutal hingga jatuh nya banyak korban jiwa.

Waktu terus berjalan dan desingan peluru pun masih memberondong ke seluruh penjuru ruangan, Setiap ada pergerakan maka peluru itu pun melesat untuk menghantam apa pun sedangkan saat itu Peter dan Jemes bersembunyi di balik sebuah kotak dengan posisi duduk di lantai dan pasti nya mereka berdua memutar otak bagaimana cara menghentikan semua itu.

Kemudian Peter memberi sebuah isyarat kepada Jemes dari tempat persembunyian nya dengan jari telunjuk menunjuk arah sumber tembakan namun Jemes membalas isyarat itu dengan gelengan kepala dan jari menandakan mereka tidak memiliki senjata untuk melumpuhkan sumber masalah dan hal itu membuat mata Peter terbelalak kepada Jemes.

Sesaat kemudian Peter memutar otak bagaimana cara mendekati sumber masalah dan melumpuhkan nya, Kemudian Jemes menunjuk ke arah belakang Peter dan ke arah belakang diri nya dan memberi isyarat untuk koprol menuju sisi kiri dan kanan mereka sebab di sisi itu terlihat ada senjata tergeletak di lantai lalu ajakan Jemes itu di balas anggukan oleh Peter tanda setuju.

Dan yang terjadi saat mereka melakukan koprol menuju sisi kiri dan kanan tembok mereka kembali di berondong oleh tembakan yang membabi buta sehingga lengan kanan Peter terkena serempet peluru begitu juga dengan Jemes paha kiri nya yang terkena serempet peluru yang menghujani mereka berdua saat melakukan koprol.

Setiba nya di balik tembok mereka berdua mengatur nafas sejenak kemudian mengambil senjata yang tergeletak di lantai serta radio untuk berkomunikasi, Setelah itu mereka berdua bangkit berdiri dan membuka pintu yang terbuat dari besi untuk mencari pintu penghubung keluar gedung namun saat pintu besi di buka terlihat lah pemandangan yang cukup mengerikan.

Bukan lain banyak nya korban jiwa yang berjatuhan di sepanjang lorong sontak Peter terbelalak menyaksikan pemandangan yang cukup mengerikan di sepanjang lorong, Saat Peter mencoba melangkah kan kaki nya menyusuri lorong untuk memastikan apakah ada yang masih hidup tiba-tiba ia di kejutkan oleh suara Jemes dari radio komunikasi yang sedang di pegang Peter.

" Peter bagaimana kondisi di situ apakah kamu baik-baik saja?"

Tanya Jemes dengan nada khawatir.

" Aku baik-baik saja tapi di sini banyak sekali korban jiwa di sepanjang lorong, Bagaimana di situ apakah sama dengan di sini?"

Jawab Peter dengan nada panik sambil terus berjalan menyusuri lorong.

" Di sini sangat sepi tidak ada satu korban pun dan aku mendengar seperti nya ada suara orang sedang berbicara namun tidak tahu di ruangan sebelah mana sebab begitu banyak ruangan di sini,"

Ucap Jemes dengan sikap waspada melangkah mencari asal suara.

" Baik lah bila begitu, Kamu hati-hati dan selalu waspada jangan sampai salah sasaran."

Jawab Peter dengan pandangan tertuju ke korban jiwa yang cukup banyak di hadapan nya.

Sedangkan di sisi lain ada Angel dan Teresa yang masih tiarap di atas lantai bersama pengunjung yang lain, Saat itu Angel memutar otak bagaimana cara bisa keluar dari gedung itu dan menyelamatkan pengunjung yang lain sebab bagi Angel diri nya tidak mungkin hanya diam saja menunggu suami nya kembali tanpa melakukan sebuah tindakan.

" Sa kita harus segera bertindak agar kita semua bisa keluar dari gedung ini,"

Ucap Angel dengan pandangan fokus ke depan.

" Apa yang bisa kita lakukan dengan kondisi tiarap seperti ini dan lagi pintu otomatis itu terkunci rapat bagaimana cara nya untuk membuka nya?"

Tanya Teresa sambil sesekali menengok ke arah Angel.

" Apakah kamu membawa kartu kredit atau sejenis nya?"

Tanya Angel dengan tatapan serius kearah Teresa.

" Kamu pasti tahu bagaimana watak Jemes suami ku yang kikir itu jadi tidak mungkin aku di beri kepercayaan memiliki kartu kredit."

Jawab Teresa dengan nada kesal mengenang watak suami nya yang bagi nya kikir.

Kemudian Angel pun mencoba bertanya kepada pengunjung yang lain siapa yang membawa kartu kredit atau apa pun sejenis nya, Pasti nya semua orang akan berpikir dengan tatapan bingung saat mendengar pertanyaan Angel sebab untuk apa kartu kredit di kondisi genting seperti itu namun Angel mengetahui bagaimana cara membuka pintu otomatis yang dalam posisi terkunci dengan menggunakan kartu kredit.

Dan tidak lama kemudian ada salah satu dari pengunjung memberikan kartu kredit nya kepada Angel maka dengan sigap ia membalikkan tubuh nya menjadi terlentang di atas lantai dan mencoba mendekati sebuah kotak sensor yang menempel di sisi dinding dengan harapan kartu kredit yang saat ini di pegang nya bisa untuk mematikan sistem sensor pengunci otomatis sebuah pintu.

Apa lagi yang akan di lakukan Angel itu, Pasti dia terlalu banyak nonton film detektif jadi ingin mencoba salah satu akting di film yang dia tonton tapi yang jadi masalah itu aku selama ini lebih suka nonton film drama rumah tangga dan telenovela jadi mana ada kejadian seperti ini di telenovela.

Bergumam lah dalam hati Teresa sambil melihat Angel yang sedang berusaha keras mendekati alat sensor yang tertempel di dinding dengan menggunakan punggung dan kedua kaki nya mendorong tubuh nya di lantai, Saat itu Angel hanya mampu berdoa agar apa yang di lakukan kali ini berhasil dan pintu bisa terbuka.

Tidak membutuhkan waktu lama sampai lah Angel di salah satu dinding di mana sensor pintu itu berada dan sesampai nya Angel di sana mencoba memanggil Teresa untuk membantu nya sebab ternyata mesin sensor tidak hanya satu melainkan ada dua di sisi kanan dan kiri sedangkan jarak nya cukup jauh dan tidak mungkin juga Angel mengerjakan nya seorang diri.

" Sa ... lekas kemari!"

Ucap Angel dengan sedikit tertahan memanggil Teresa yang masih tiarap di lantai.

" Wah ... seperti nya dia ingin segera melihat jenasah ku,"

Jawab Teresa dengan tatapan bingung dan sesekali menggelengkan kepala sambil menunjuk wajah nya sendiri.

" Lekas kemari bantu aku Sa!"

Ucap Angel dengan ekspresi wajah kesal kepada Teresa.

" Bagaimana cara nya aku ke situ sedangkan itu peluru masih saja memberondong di atas kita?"

Tanya Teresa dengan mata terbelalak ke arah Angel.

" Lakukan seperti yang tadi aku lakukan hingga samapai di sini dengan aman,"

Jawab Angel mencoba meyakinkan Teresa yang terlihat semakin panik.

" Jaman dahulu hantu yang ngesot kenapa sekarang jaman makin maju jadi aku yang ngesot, Tapi baik lah demi bisa melihat telenovela lagi ngesot pun aku laku kan."

Ucap Teresa yang mengikuti arahan Angel.

Maka tidak perlu waktu lama tiba lah Teresa di samping Angel dengan posisi sama terlentang di lantai sambil sesekali menutupi wajah mereka dari pecahan kaca yang terkena peluru yang melesat dengan brutal, Mereka berdua diam sejenak sambil mengatur nafas dan setelah itu Angel mulai menjelaskan kepada Teresa apa tugas nya dan apa yang di harus di lakukan Teresa saat Angel memberi isyarat dari sisi sebelah kiri.

" Sa ... kamu jangan tidur, Lekas lihat kemari ke arah tangan ku yang memegang kartu kredit,"

Ucap Angel dengan nada serius.

" Jangan suka berkata jujur bisa tidak lagi pula tidak mungkin aku tidur di lantai seperti ini, Di mana tangan mu Angel kenapa aku tidak melihat nya?"

Tanya Teresa sambil meraba perut Angel tanpa rasa bersalah dan pandangan tetap tertuju ke atap gedung.

" Sa di mana-mana yang di gunakan melihat itu mata bukan tangan, Jadi singkir kan tangan mu dari atas perut ku!"

Jawab Angel dengan nada kesal dengan sikap Teresa.

" Iya juga ya, Ini pasti efek itu tadi aku ngesot jadi otak ku sedikit bergeser, Mana yang harus aku lihat?"

Tanya Teresa sambil memalingkan wajah nya ke arah Angel.

Kemudian segera Angel memberikan arahan kepada Teresa dengan harapan ia paham dengan apa yang di maksud oleh Angel sebab terkadang Teresa mengatakan paham dan berekspresi mengerti namun akhir percakapan ia pasti bertanya lagi apa maksud dari perkataan Angel dan hal itu sudah menjadi kebiasaan Teresa sejak duduk di bangku kuliah sebab Angel dan Teresa satu kampus maka Angel hapal betul watak Teresa.

Di sisi lain ada Jemes yang semakin mendekati sebuah ruangan yang terdengar ada suara orang yang sedang berbincang, Sambil berjalan mengendap dan sesekali melihat ke arah belakang dan depan nya bergantian Jemes mendekati sebuah pintu yang seperti nya asal suara dan setiba nya Jemes di balik pintu itu ia melihat dari balik sebuah kotak kaca yang terpasang di pintu untuk memastikan bahwa di dalam ruangan itu ada manusia yang masih hidup.

Ternyata benar di dalam ruangan itu terlihat ada tiga orang lelaki dan beberapa orang perempuan yang menggunakan baju serba putih dan seperti nya mereka semua adalah seorang profesor dan kondisi di dalam ruangan itu sangat tidak kondusif memang percakapan mereka tidak terdengar jelas namun Jemes bisa memastikan mereka tidak sedang baik-baik saja terlihat dari ekspresi wajah mereka.

Lalu apa yang sebenar nya terjadi di dalam ruangan itu dan siapa para profesor itu apakah mereka adalah sumber masalah nya hingga jatuh banyak korban jiwa saat ini atau kah ada orang lain yang melakukan nya dan apakah Angel dan Teresa berhasil non aktif kan sensor pengunci di pintu otomatis tersebut lalu bagaimana dengan Peter apakah ia menemukan hal lain saat berada di lorong?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

lah peter sama james malah terkena peluru semoga aja mereka tdk knp" ya

2024-05-31

5

Calista

Calista

ngeri banget ya sampai di berondong terus sama peluru seperti itu

2024-05-31

5

Mutia Callysta

Mutia Callysta

Teresa otak nya ke geser akibat ngesot.

2022-09-26

11

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!