Di muka bumi ini begitu banyak yang ingin di kejar pasti nya dari sebuah cita-cita, harapan, impian dan masih banyak lagi, Meski sesungguh nya kita tahu bahwa semua itu hanya ada di dalam benak kita saja dan di saat hal yang kita ingin kan tidak terwujud maka timbul lah sebuah kekecewaan yang mendalam di dalam jiwa hingga menimbulkan sebuah luka batin yang berkepanjangan lalu berimbas kepada sekitar nya.
Lalu apa sebenar nya yang sedang di kejar oleh Jemes, Peter, Teresa dan Angel, Apakah mereka juga mengejar sebuah kedudukan atau sebuah pengakuan diri bila mampu menangani konflik yang sedang terjadi saat ini, Pasti nya bukan lah hal tersebut yang mereka kejar melain kan sebuah pelaku dari terjadi nya konflik dan menyata kan sebuah kebenaran kepada semua manusia, Lalu apa yang akan mereka lakukan dalam menjalan kan misi pengejaran kali ini, Mari kita ikuti perjalanan mereka berempat untuk meringkus pelaku pembuat konflik yang semakin meraja lela kali ini.
Waktu terus berjalan dan mereka berempat merasa kebingungungan saat mengetahui bahwa Profesor Brian dan Stevani sudah tidak ada di tempat dimana saat mereka berempat terikat di atas sebuah troli, Saat ini yang tertinggal hanya lah Profesor Simon dan Naomi yang masih terikat di atas troli, Akhir nya mereka pun memutuskan untuk membawa Profesor Simon dan Naomi menuju bekas gudang buah di dekat sebuah dermaga sebab mereka mengetahui bahwa rumah itu tudak lama lagi akan meledak sebab ada beberapa titik boom yang belum sempat Peter dan Jemes jinak kan.
" Jems ... Teresa ... Kalian akan pergi kemana?"
Tanya Peter dengan tatapan bingung memandang bergantian kepada Jemes dan Teresa yang menaiki sebuah motor treal.
" Kalian berdua bawa itu Ferguso dan asisten nya ke bekas gudang buah nanti kita berdua akan menyusul,"
Jawab Teresa sambil menangkap senapan laras panjang yang di berikan oleh Jemes kepada nya.
Kemudian mereka berdua pun memacu motor treal nya dengan kecepatan maksimal menuju arah pusat kota dan pasti nya Peter dan Angel merasa bingung dengan ulah sepasang suami istri yang cukup cerdas dan banyak akal tersebut, Sedangkan Peter dan Angel memasuk kan Profesor Simon dan Naomi ke dalam mobil dalam kondisi tangan dan kaki masih terikat dan mulut yang tertutup lakban.
" Pa ... Kira-kira mereka berdua pergi kemana ya, Seperti nya mereka berdua mengetahui sesuatu,"
Ucap Angel dengan memasang seadbel di badan nya.
" Pasti mereka tahu kalau aku dan kamu sedang kelaparan Ma dan semoga saja nanti mereka datang membawa makanan yang bisa mengganjal perut kita,"
Jawab Peter sambil menyalakan mesin mobil nya dan mulai menjalan kan mobil nya menuju bekas gudang buah.
" Kalau hanya untuk mengambil atau membeli makanan untuk apa Jems melemparkan senjata laras panjang ke Teresa dan seperti nya pandangan Teresa cukup panik Pa?"
Tanya Angel dengan tatapan bingung memikirkan Teresa dan Jemes saat itu.
Namun pertanyaan Angel tidak mendapat kan jawaban dari Peter yang mulai fokus dengan jalan yang sedang ia lalui, Sedangkan di sisi lain ada Teresa dan Jemes yang sedang memacu motor treal dengan kecepatan tinggi mengejar sebuah mobil putih yang di curigai oleh Jemes telah membawa Profesor Brian dan Stevani dalam kondisi tidak sadar kan diri.
Kemudian Jemes memberikan sebuah isyarat kepada Teresa untuk mendekat ke mobil putih di hadapan nya dari sisi kiri sedang kan Jemes dari sisi sebelah kanan dan seperti nya Teresa memahami isyarat yang di berikan oleh Jemes kemudian Teresa pun memacu motor treal nya untuk mendekati mobil putih di hadapan nya begitu juga dengan Jemes, Tanpa butuh waktu lama Jemes memberikan isyarat kepada pengemudi mobil putih untuk menepi dan hal itu pun di ikuti oleh pengemudi.
" KELUAR DARI MOBIL DAN LETAK KAN TANGAN DI ATAS KEPALA!"
Perintah Jemes sambil menodongkan senapan laras panjang ke arah pengemudi mobil putih.
" Ada apa ini dan apa salah ku mengapa kalian melakukan hal ini kepada ku?"
Tanya pengemudi mobil putih dengan tatapan bingung dan gugup sambil keluar dari dalam mobil.
" Jangan banyak tanya kami dari badan hukum, Lakukan saja perintah kami!"
Jawab Peter dengan nada membentak sambil menggeledah tubuh sang pengemudi mobil putih.
Sedang kan saat itu Teresa dengan sigap berjalan menuju belakang mobil untuk membuka cap mobil untuk memastikan bahwa Profesor Brian dan Stevani berada di mobil tersebut namun yang di dapat oleh Teresa hanya lah bahan untuk pembuatan pizza dan hal itu membuat Teresa geram dan menghampiri Jemes yang sedang mengintrogasi pengemudi mobil putih.
" Jems ... Lepas kan si gemuk itu sebab yang kita cari tidak ada di mobil ini, BRAKK ...."
Ucap Teresa dengan geram membanting pintu cap belakang mobil putih dengan cukup keras.
" HEY ... PELAN-PELAN MENUTUP PINTU MOBIL KU NANTI KALAU RUSAK APA KALIAN MAU MENGGANTI NYA!"
Jawab pengemudi mobil putih dengan nada tinggi dan mata terbelalak kepada Teresa.
" Tutup mulut mu pria jelek, gemuk dan hidup lagi, BRAKK ...."
Ucap Teresa sambil memukulkan laras panjang nya tepat di perut pengemudi mobil putih dengan cukup keras hingga orang tersebut tersungkur di aspal.
Kemudian mereka berdua pun menaiki motor treal nya kembali dengan memutar arah untuk menuju ke bekas gudang buah di dermaga dimana Peter, Angel, Profesor Simon dan Naomi berada saat ini, Namun saat tiba di persimpangan jalan Jemes dan Teresa menghentikan motor treal nya dan berbincang sesaat untuk menanyakan apa sebenar nya isi mobil putih itu tadi.
" Sayang ... Mengapa tadi kamu mengatakan yang kita cari tidak ada di mobil itu sedangkan aku sangat yakin itu mobil dari Komandan Ricard?"
Tanya Jemes sambil memegang helm nya dengan tatapan penuh tanya kepada Teresa.
" Memang benar itu mobil atasan mu namun kita sudah tertipu dan pasti nya di sini mereka menukar mobil atasan mu dengan mobil pengantar bahan pizza,"
Jawab Teresa sambil memegang seperti tepung yang tercecer di aspal.
" Sial bodoh nya aku tidak memperhatikan hal itu tadi, Lalu bagaimana apakah kita akan mengejar mereka sekarang?"
Tanya Jemes dengan nada serius menatap Teresa yang masih jongkok sambil sesekali memandang ke arah jalan menuju kota lain.
" Percuma jarak kita sudah terlalu jauh lebih baik kita kembali ke bekas gudang buah dekat dermaga, Pasti nya Peter dan Angel sudah menunggu kita di sana."
Jawab Teresa sambil bangkit berdiri dan memakai helm nya kembali dan memacu motor treal nya di ikuti oleh Jemes dari belakang.
Sedang kan saat ini Peter dan Angel sudah tiba di bekas gudang buah dekat dermaga dan mereka pun segera membawa masuk Profesor Simon dan Naomi ke dalam gudang dan mengikat mereka berdua di sebuah tiang penyangga atap yang cukup kokoh, Setelah itu Peter dan Angel mulai menyebar di ruangan yang cukup besar sambil membuka beberapa peti kayu yang ada di hadapan mereka berdua yang pasti mereka sedang mencari buah yang bisa untuk mengganjal perut nya.
" Ma ... Apakah kamu menemukan sesuatu di sebelah sana?"
Tanya Peter sambil membuka peti kayu di hadapan nya.
" Aku hanya menemukan plastik pembungkus saja Pa,"
Jawab Angel sambil masih mencoba melihat di dalam peti kayu tersebut.
" Situasi yang cukup menyebal kan seperti ini saat aku kelaparan tidak ada yang bisa ku makan."
Gumam Peter sambil terus berusaha mencari yang bisa di makan.
Tidak lama kemudian datang lah Jemes dan Teresa melalui sebuah jendela di gudang buah tersebut dan pasti nya hal itu membuat Angel dan Peter terkejut mereka pikir ada penyusup yang akan menyerang mereka berdua maka segera lah mereka berdua masuk kedalam peti buah di hadapan nya sambil mengawasi siapa yang datang sebenar nya saat itu.
" Kemana mereka mereka berdua mengapa hanya ada Ferguso dan asisten nya?"
Tanya Teresa sambil sesekali melihat kesekeliling nya.
" Benar kemana mereka berdua, Apakah mereka kembali pulang dan meninggal kan itu Ferguso mu?"
Jawab Jemes dengan berbalik bertanya kepada Teresa.
" Sungguh pasangan yang aneh, Main tinggal saja bagaimana kalau sampai Ferguso kabur kita juga yang akan pusing untuk mencari informasi!"
Ucap Teresa sambil membuka helm nya dengan nada gusar.
Saat itu lah Peter dan Angel tahu bahwa yang datang melalui jendela menggunakan motor treal adalah Teresa dan Jemes, Maka mereka berdua pun segera keluar dari dalam peti dengan tatapan lega bahwa akhir nya Teresa dan Jemes datang juga menemui mereka berdua pasti nya dengan ekspresi tanpa dosa dan senyum polos menghiasi wajah Peter dan Angel.
" Akhir nya kalian berdua datang juga,"
Ucap Peter dengan diiringi senyum lebar menghiasi wajah nya saat itu.
" Hey ... Sedang apa kalian berdua di dalam peti kayu itu, Apakh kalian pikir kami berdua akan membunuh kalian sampai kalian bersembunyi di situ?"
Tanya Teresa dengan tatapan bingung memandang ke arah Peter dan Angel.
" Tidak ... Kami hanya waspada dan berjaga-jaga saja kalau sampai ada perampok yang datang,"
Jawab Angel dengan gaya nya membela diri.
" Dasar orang aneh, Untuk apa perampok ke bekas gudang buah seperti ini dan apa juga yang akan di rampok di sini, Sudah lekas kalian kemari jangan hanya duduk di dalam peti itu."
Ucap Teresa memanggil Angel dan Peter yang masih duduk di dalam peti kayu.
Saat itu Jemes hanya mampu menahan tawa menyaksikan ulah Peter yang berbadan gempal tapi takut dengan perampok sedangkan Angel seorang wanita yang cantik dan tegas masih mampu bersembunyi di dalam peti kayu atas arahan suami nya dan pasti nya hal itu membuat Jemes dan Teresa merasa geli perut nya namun hanya mampu di tahan untuk menghargai perasaan sahabat nya.
Setelah Peter dan Angel keluar dari peti kayu tersebut dan berjalan mendekati Jemes dan Teresa untuk menanyakan dari mana sebenar nya mereka berdua mengapa terlihat sangat terburu-buru saat pergi dan apa yang mereka dapat kan saat ini, Lalu Teresa pun menceritakan bahwa Jemes melihat Komandan Ricard memerintahkan anak buah nya untuk mengambil Profesor Simon dan Stevani namun seperti nya mereka salah mengambil nya jadi Profesor Brian dan Stevani lah yang mereka bawa saat itu.
" Berarti tadi Komandan Ricard mengikuti kita di lorong karena hal itu?"
Tanya Peter kepada Jemes yang berdiri di samping nya.
" Bukan karena hal itu dan menurut ku Komandan Ricard hanya menjalankan perintah dari seseorang yang lebih berkuasa, Sebab terlihat dari jendela Komandan Ricard menelfon seseorang setelah Stevani dan Profesor Brian berada di dalam mobil,"
Jawab Jemes sambil memakan buah apel yang di temukan di atas sebuah peti kayu.
" Kamu dapat dari mana apel itu Jems, Aku dan istri ku sedari tadi tidak menemukan buah satu pun?"
Tanya Peter lagi dengan tatapan serius kepada Jemes.
" Bila tidak di cari maka akan muncul bila cari maka kalian tidak akan melihat nya, Ini tangkap Pet ...."
Jawab Jemes diiringi senyum simpul sambil melemparkan apel ke arah Peter.
Sedangkan Teresa sedang mengamati Profesor Simon dan Naomi yang masih tertidur lelap kali ini sambil berpikir apa yang akan ia lakukan kepada Profesor Simon dan Naomi agar ia mendapat kan kata sandi untuk penonaktifan robotic pemusnah yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia.
Aku harus bisa mendapat kan kata kunci dari robotic pemusnah yang sudah di pesan oleh pemerintah dengan dalih untuk ketahanan keamanan sebuah negara sedangkan sesungguh nya robotic pemusnah itu sangat lah fatal akibat nya bagi manusia bila robot itu terkena malwer, Robotic pemusnah yang sudah di produksi masal oleh Profesor Simon ini akan membumi hanguskan seluruh wilayah hanya dengan hitungan kurang dari satu jam.
Bergumam lah dalam hati Teresa sambil berjalan berkeliling di mana Profesor Simon dan Noami terikat saat itu, Sedangkan Angel sedang sibuk di dalam mobil nya untuk mencari laptop milik nya yang di letak kan di dasbor mobil namun seperti nya ia tidak dapat menemukan laptop milik nya saat itu, Sedangkan Jemes dan Peter sedang duduk di atas peti kayu sambil menikmati buah apel temuan nya sambil membicarakan siapa yang memerintah Kolonel Ricard.
Lalu apakah mereka berempat mampu mendapatkan kata sandi dari robotic pemusnah tersebut dan apakah Profesor Simon mengetahui apa kata sandi dari robotic penghancur tersebut, Sedangkan produksi robotic pemusnah terus berjalan di tambah lagi saat ini Stevani dan Profesor Brian entah di mana posisi nya saat ini, Mampu kah mereka berempat berjuang menyuarakan kebenaran dalam kondisi seperti ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di THE EXTICTION OF HUMAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
kasihan tukang pizza nya di pukul sampai tersungkur
2022-11-27
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
ternyata jemes liat Richard telfon pada profesor Brian dan setevani udah di dalam mobil
2022-11-27
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
pantesan kemaren tuan Richard kekeh pengen ikut jemes dan peter
2022-11-27
0