Jaman yang semakin canggih ini kita semua tidak bisa terlepas dari sebuah kemajuan jaman yang di dukung oleh sebuah sistem robotic apa pun itu bidang nya, Namun di balik canggih nya sebuah sistem pasti ada kelemahan nya sebab di muka bumi ini tidak ada yang sempurna bukan? Lalu bagaimana cara menanggulangi efek dari kelemahan sebuah sistem yang mampu memusnahkan populasi manusia dalam waktu hitungan detik?
Dan apa sebab nya kelemahan sebuah sistem tersebut bisa muncul kepermukaan hingga mengakibat kan hal yang cukup fatal untuk kelangsungan mahkluk hidup utama nya manusia, Apakah yang di maksud dengan PERENTAS itu sendiri dan mampukah Jemes, Peter, Angel dan Teresa menyelesaikan misi nya kali ini, Mari kita tilik bersama apa yang akan mereka lakukan di acara expo yang berubah menjadi medan pembantaian masal kali ini.
Waktu terus berjalan setiap detik sudah terlewati dengan misi mereka untuk menyelamatkan pengunjung yang terjebak di dalam gedung, Angel dan Teresa mulai berbagi tugas untuk menonaktifkan sistem otomatis pengunci pintu dengan menggunakan kartu kredit yang sudah berada di tangan mereka masing-masing.
Kali ini waktu yang mereka butuhkan cukup singkat hanya satu detik agar pengunci pintu terbuka secara bersamaan bila sampai mereka berdua terlambat satu detik saja maka nyawa pengunjung akan melayang semua dan bisa di pastikan ruangan tersebut akan meledak, Sebab saat ini sudah terlihat percikan api dari beberapa kabel lampu yang terkena berondong peluru yang membabi buta.
" Sa ... kamu sudah paham kan dengan maksud ku, Saat tangan kiri ku terangkat maka segera tekan tombol yang berwarna merah dan geserkan kartu kredit itu di cela mesin secara bersamaan,"
Ucap Angel dengan nada serius dengan mempraktek kan di hadapan Teresa.
" Bagaimana aku bisa melihat tangan mu itu kanan atau kiri sedang kan jarak kita jauh, Dasar aneh,"
Jawab Teresa dengan ekspresi polos.
" Pleas Sa jangan mengajak ku adu argumen saat ini membahas masalah tangan ku sebelah mana, Inti nya lakukan apa yang sudah aku katakan itu tadi, Ok Sa?"
Tanya Angel memastikan bahwa Teresa paham dengan kata-kata nya.
" Baik lah akan ku coba, Semua ini ku lakukan demi bisa melihat ketampanan mu Ferguso ...."
Jawab Teresa sambil kembali tiarap dan menghadap ke sebuah kotak besi yang tertempel di sisi tembok.
" Ferguso siapa lagi, Dasar otak telenovela menyebalkan!"
Celoteh Angel sambil berlalu meninggal kan Teresa untuk menuju sisi lain alat pengunci otomatis.
Sedangkan di sisi lain ada Peter dan Jemes yang masih bingung melihat kondisi di sebuah lorong yang begitu banyak mayat sedangkan Jemes sedang berpikir keras siapa profesor yang sedang berkumpul di sebuah ruangan tersebut dan sedang membicarakan apa sebenar nya, Maka segeralah Jemes memberitahu kan hal tersebut kepada Peter agar segera mendatangi diri nya di lorong lain.
" Peter ... apakah diri mu masih di lorong sebelah?"
Tanya Jemes melalui radio komunikasi.
" Benar aku masih di lorong ini memastikan apakah ada yang masih hidup, Apa yang kamu temukan di sana Jems?"
Jawab Peter yang kembali bertanya sambil memeriksa mayat di hadapan nya.
" Aku menemukan ruangan yang di dalam nya berkumpul beberapa profesor, Jadi segeralah kemari melalui pintu exit di ujung lorong,"
Ucap Jemes dengan nada sedikit berbisik sambil sesekali melihat ke dalam ruangan.
" Pintu exit terkunci Jems, Aku sudah mencoba membuka nya tadi,"
Jawab Peter sambil sesekali pandangan nya tertuju ke sebuah pintu besi di ujung lorong.
" Ada yang akan keluar ruangan, Usahakan segera menemui ku di lorong ini Pet."
Ucap Jemes sambil bergegas sembunyi di balik lemari besi yang menempel di sisi dinding lorong.
Maka dengan sigap Peter pun segera bangkit berdiri dari posisi awal nya dan segera melangkah kan kaki nya menuju ujung lorong untuk mencari jalan menuju lorong di mana Jemes berada, Sedangkan saat itu Jemes melihat seorang wanita muda menggunakan atribut serba putih sedang berjalan menuju sebuah pintu dan wanita muda tersebut memasuki ruangan tersebut.
Jemes sesekali melihat ke sisi kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada yang melihat nya lalu bergegas mengikuti wanita muda tersebut masuk ke sebuah ruangan dan ternyata di balik pintu itu adalah kamar mandi saat itu Jemes berdiri di balik kamar mandi sambil menyilangkan lengan nya di dada dengan senjata di tangan kanan nya menunggu wanita muda tersebut keluar dari bilik kamar mandi.
" SIAPA KAMU DAN SEDANG APA DI KAMAR MANDI WANITA!"
Bentak wanita muda dengan mata terbelalak dan ekspresi marah kepada Jemes.
" Jangan takut, Aku hanya ingin bertanya apa yang sebenar nya terjadi hingga banyak korban jiwa di lantai dasar,"
Jawab Jemes dengan tatapan fokus kepada wanita muda yang terlihat ketakutan.
Saat wanita muda itu sedang berpikir tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras dari salah satu bilik kamar mandi tersebut dan pasti nya hal itu membuat pandangan Jemes dan wanita muda tersebut tertuju ke asal suara yang cukup keras dan mengejutkan mereka berdua, Maka segera lah Jemes mengarahkan senjata nya ke pintu bilik kamar mandi dengan tatapan panik.
Tidak lama kemudian pintu bilik kamar mandi itu pun terbuka dan muncul lah Peter dengan posisi kaki kiri nya berada di dalam ember dan seperti nya Peter kerepotan melepaskan ember dari kaki nya hingga ia keluar dari bilik itu dengan ekspresi wajah kesal sebab tidak berhasil melepas kaki yang terjebak di dalam ember air.
" Apa yang sedang kamu lakukan Pet!"
Bentak Jemes dengan tatapan panik.
" Eh ... Jems ternyata kamu di sini juga, Bukan kah tadi kamu menyuruh ku segera menemui mu jadi aku memutuskan lewat atap dan ternyata aku terpeleset dan kaki ku terjebak di ember ini, Apakah kamu bisa membatu ku melepas ember ini Jems?"
Tanya Peter yang masih sibuk berusaha terlepas dari ember tanpa melihat ke arah wanita muda yang berdiri tepat di belakang nya.
" Lepas kaki mu dari sepatu mu, Hal itu akan mempermudah mengeluarkan sepatu mu dari dalam ember yang kecil itu,"
Ucap wanita muda sambil menahan tawa melihat ulah Peter saat itu.
" Mengapa suara mu jadi berubah Jems, Apakah kamu salah makan atau minum?"
Tanya Peter sambil sesekali menatap ke arah Jemes yang berdiri di hadapan nya.
" Bukan aku yang berbicara tetapi wanita di belakang mu yang berbicara kepada mu Pet."
Jawab Jemes sambil menunjuk ke arah belakang tubuh Peter yang kekar.
Saat itu baru lah Peter melihat ke arah belakang dan baru lah di lihat seorang wanita muda yang sedang menahan senyum nya sambil sesekali menunjuk ke arah kaki Peter yang terjebak di dalam ember, Kemudian Peter pun melakukan apa yang di katakan wanita muda tersebut agar mengeluarkan kaki nya dari dalam sepatu baru kemudian sepatu nya di keluarkan dari dalam ember.
Sedangkan di sisi lain tepat nya di lantai dasar ada Angel dan Teresa yang memulai misi nya dengan berbekal kartu kredit yang mereka pegang di tangan masing-masing, Kali ini posisi Angel dan Teresa berseberangan dan mata kedua nya tertuju kepada isyarat seperti yang sudah di katakan oleh Angel saat itu dan benar saja saat lengan Angel terangkat dan Teresa pun melakukan perintah Angel tepat waktu.
Seketika pintu kaca otomatis itu pun terbuka namun sayang nya pengunjung yang berfikir sudah bebas segera bangkit berdiri dan berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri, Alhasil robot-robot pemusnah itu pun berjalan maju mengejar semua pengunjung yang berlarian dan menghujani mereka dengan peluru, Saat itu lah Angel dan Teresa berteriak sekuat tenaga memerintahkan mereka untuk tetap tiarap untuk keluar dari gedung.
Sebab robot-robot penghancur telah di pasang sistem kontrol motorik menggunakan cahaya laser yang jangkauan nya mencapai 500 meter dengan kata lain pergerakan apa pun yang terjadi dalam radius yang sudah terprogram di dalam sistem robot penghancur pasti akan mereka musnahkan detik itu juga tanpa memberi kesempatan sedikit pun.
Maka terjadilah kegaduhan seketika itu dan beberapa mobil dari pihak kepolisian setempat pun turut hancur dan meledak, Saat itu baru lah terlihat oleh Angel dan Teresa bahwa yang memberondong mereka adalah robot-robot yang berbentuk seperti manusia dengan membawa senjata di tangan nya, Pasti nya mereka berdua cukup terkejut saat mengetahui bahwa jumlah robot penghancur itu cukup banyak keluar menyebar ke pelataran mall.
Di sisi lain Peter dan Jemes mengintrogasi wanita muda yang di temui nya saat itu untuk mengetahui apa penyebab nya semua itu dan mereka juga menanyakan siapa penyebab terjadi nya masalah ini kepada wanita muda yang berdiri di antara Peter dan Jemes saat itu, Sedangkan kondisi sebenar nya wanita muda itu tidak mengetahui inti permasalahan yang sedang terjadi kali ini.
" Nona siapa nama mu dan bertugas sebagai apa?"
Tanya Peter sambil duduk di lantai berusaha melepaskan kaki nya dari sepatu yang terjebak di dalam ember.
" Nama ku Naomi, Asisten dari Profesor Simon,"
Jawab Naomi mencoba tenang menghadapi Peter dan Jemes.
" Bila kamu adalah asisten dari Profesor pasti kamu mengetahui apa yang sebenar nya terjadi sehingga jatuh nya korban jiwa yang cukup banyak?"
Tanya Jemes dengan tatapan serius kepada Naomi.
" Aku tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi dengan sistem yang sudah terprogram bisa berubah secara tiba-tiba dan menjadi robot pemusnah seperti saat ini,"
Jawab Naomi mencoba menjelaskan kepada Jemes.
" Dengan kata lain data program sistem program telah terjadi perentasan,"
Ucap Peter sambil mengenakan sepatu nya kembali setelah bisa di keluarkan dari ember.
" Benar sekali kata mu, Kali ini semua Profesor sedang berusaha menemukan cara untuk mengembalikan ke program awal dan membersihkan malwer yang sudah mengacau kan sitem program robotic,"
Jawab Naomi sambil menunjuk ke arah Peter.
" Seperti nya Angel dan Teresa yang mampu mengatasi hal ini, Namun masalah nya mereka berdua berada di lantai bawah bagaimana cara kita menjemput nya?"
Ucap Jemes sambil sesekali melihat bergantian ke arah Peter dan Naomi.
" Benar memang hal ini bidang mereka berdua, Jadi menurut ku lebih baik kita menuju ke ruangan Profesor untuk mengetahui jenis malwer apa yang sudah merusak sistem program robotic setelah itu baru salah satu dari kita menjemput Angel dan Teresa di lantai bawah."
Jawab Peter dengan nada tegas dan melangkah keluar dari ruangan bersama Jemes dan Naomi.
Sedangkan di lantai dasar robot-robot berjalan maju sambil terus memberondongkan peluru ke arah mana pun yang terkena sistem sensor, Kala itu Angel segera bangkit berdiri dan berlari menuju tempat Teresa yang masih tiarap di lantai dengan kepala di tutup dengan sebuah baskom stainles, Sedangakan Angel berbekal nampan stainles di jadikan tameng untuk memantul kan sensor dari robot yang terus berjalan maju meski di berondong peluru oleh pihak berwajib namun tidak mampu menghentikan serangan robot-robot yang membabi buta.
" Sa ... lekas bangun, Ayo ikut aku ke pintu exit itu!"
Bentak Angel sambil menarik lengan Teresa.
" Sudah selesai ya main tembak-tembakan nya, Apa masih berlanjut?"
Tanya Teresa sambil mengintip di balik baskom stainles.
" Kamu mau berjumpa dengan Ferguso yang tampan tidak, Bila tidak ya sudah lanjut kan tidur mu dan bersembunyi di balik baskom itu,"
Jawab Angel dengan sesekali menghela nafas panjang dan pandangan yang menyebar ke sekeliling ruangan.
" Aku ikut, Tidak akan aku menyia-nyiakan pengorbanan ku ngesot di lantai demi Ferguso tampan ku, Tunggu-tunggu memang nya kamu kenal juga dengan Ferguso tampan ku dan apakah dia datang di sini juga?"
Tanya Teresa dengan ekspresi berbunga-buanga dan mulai membenai rambut dan baju nya.
" Iya aku melihat Ferguso tampan itu, Ayo lekas selamat kan dia sebelum di buat campuran pelumas dengan robot-robot itu Sa,"
Jawab Angel yang mencoba menahan emosi nya.
" Tidak bisa di biarkan hal ini terjadi, AKU DATANG MENYELAMATKAN MU FERGUSO ...."
Teriak Teresa menuju ke luar ruangan.
" Malah salah lari dia, Sa ke sini bukan ke sana ... Ferguso ada di tangga darurat!"
Ucap Angel sambil menarik pundak Teresa yang salah arah berlari.
Kemudian mereka berdua pun segera menuju pintu exit di mana tadi Jemes masuk hingga menemukan ruangan di mana Profesor sedang berkumpul membahas kerusakan sistem yang telah di susup kan malwer di program robot yang fungsi awal nya untuk membantu kinerja manusia namun karena malwer tersebut maka berubah lah fungsi robot-robot tersebut menjadi penghancur populasi mahkluk hidup utama nya manusia.
Lalu mampukah Angel dan Teresa menangani malwer yang telah masuk kedalam sistem program robot yang kini menyerang ke seluruh kota dan mampukah mereka berempat menonaktifkan sistem tersebut agar masyarakat menjadi tenang dan tidak ketakutan dengan serangan robot yang brutal?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua yang berusaha menghentikan penyerangan para robot dan rintangan apa saja yang akan mereka hadapi agar semua kembali seperti semula, Temukan jawaban nya hanya di THE EXTICNTION OF HUMANS.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸
gaya cerita kita ternyata sama Pak guru
2022-09-27
1
🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸
Peter dan Teressa memang pasangan yang kocak, situasi tegang juga masih aja bikin orang ketawa
2022-09-27
1
𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.
Semoga saja Teresa dan Angel dpt mengatasinya dg baik, spy suasana menjadi aman terkendali
2022-09-25
1