Bab 17

Setelah kejadian itu, Iskhandar langsung membawa Syerly kembali ke rumah sakit jiwa. Gadis itu kembali meracau tidak jelas.

"Syerly, kamu akan sembuh. Maafkan Kakak," ucap Iskhandar. Ia melihat adiknya berada di balik jerusi besi karena Syerly hilang kendali. Ia marah jika ada yang mendekatinya, bahkan berani melukai siapa pun sehingga gadis itu harus diasingkan dan dijauhkan dengan pasien yang lain.

Iskhandar terus berada di sana, menjaga adiknya dari kejauhan. Bahkan suster dan dokter pun kewalahan saat akan memeriksanya, dan akan memberikan obat penenang. Syerly berontak dan mencoba kabur, Iskhandar membantu dokter ia mencekal lengan adiknya saat akan disuntik. Suntikkan berhasil menancap di tubuh Syerly, lambat laun gadis itu pun akhirnya tenang akibat suntikkan obat itu.

Karena Syerly sudah tenang, Iskhandar pun berani meninggalkannya. Kini Iskhandar duduk di taman rumah sakit, pikirannya menerawang. Mengingat akan kejadian itu bersama Aluna, lalu kembali mengingat akan Syerly.

"Bagaimana kalau dia seperti Syerly?" pikirnya. Ketakutan itu ada karena, rasa trauma yang mendalam membuat Syerly sering melukai dirinya sendiri. Mengira dirinya menjadi gadis kotor. Iskhandar menghela napas, ia tak bisa pergi bekerja jika keadaan dalam keadaan kalut seperti ini. Yang ada pekerjaannya malah akan kacau.

***

Mohan mendapat kabar tentang anaknya, Aluna sudah ditemukan dan sekarang berada di rumah sakit. Semua keluarga langsung menuju rumah sakit saat itu juga. Bella terlihat begitu khawatir, gadis itu tak akan memaafkan Iskhandar jika terjadi sesuatu kepada sang kakak.

Sampailah mereka di rumah sakit.

Mohan berjalan sangat cepat, bahkan kedua wanita yang di belakang sedikit berlari karena tertinggal oleh Mohan. Tibalah mereka di ruangan Aluna.

"Kakak ..." Bella berlari menghampiri brankar. Aluna tengah duduk bersandar. Ia tak merespon saat Bella memeluknya.

"Kakak baik-baik saja?" tanya Bella. Gadis itu memeluk tubuh sang kakak dengan sangat erat. Beruntung, Aluna ditemukan dengan sangat cepat.

Aluna melihat Bella lalu melihat kedua orang tuanya, pasalnya ia lupa dengan mereka. "Siapa kalian?" tanya Aluna.

Mohan dan istrinya sangat terkejut, bahkan ibu Aluna langsung menitikan air mata. "Anakku," lirihnya. Betapa cepatnya penyakit itu menggerogoti memori anaknya.

Mohan pun ikut menangis, apa kata Bella benar. Kondisi anaknya kian memburuk bahkan sama sekali Aluna tak mengenal keluarganya sendiri. Akibat kemarin membuat jiwa dan pikiran Aluna kian memburuk.

"Ini aku, Bella. Aku adikmu, adik yang selalu merepotkanmu," jelas Bella. "Dan mereka kedua orang tua kita, apa Kakak lupa padaku? Aku sering kena marah karena bandel, terkadang sering buatmu menangis karena ulah kenakalanku," jelasnya lagi.

Aluna mencoba memutar memori, lalu bibirnya melengkung tersenyum. Ia memeluk adiknya dengan sangat erat. "Ayah, maafkan aku," ucap Aluna sambil memeluk Bella karena tatapannya kepada sang ayah. "Aku pasti melakukan kesalahan 'kan? Makanya aku ada di rumah sakit," ucap Aluna.

Bella melepaskan pelukkannya lalu melihat ke arah orang tuanya. Perlahan menghampiri mereka. "Apa Kak Luna lupa semuanya? Apa dia juga lupa dengan pernikahannya?" tanya Bella pelan.

Belum sempat Mohan menjawab, tak lama dokter pun datang. Dokter itulah yang menemukan Aluna, dan ia juga yang membawanya kemari. Pasalnya, ia mengenal pasien karena sering melihat Aluna di rumah sakit. Awalnya dokter itu tidak tahu penyakit yang diderita Aluna karena ia bukan dokter yang biasa memeriksanya.

"Bisa kita bicara sebentar? Ada beberapa yang harus dibicarakan mengenai kondisi pasien," terang dokter kepada Mohan. Dan akhirnya mereka pergi ke ruangan dokter.

***

Bella dan ibunya menemani Aluna, banyak yang mereka bicarakan tapi tidak dengan Iskhandar. Mereka tak ingin hati Aluna semakin sakit saat mengingat betapa kejamnya suaminya itu.

Tak lama dari situ, Mohan kembali. Matanya merah karena habis menangis, mendengar penjelasan dokter membuatnya ingin membawa Aluna pulang karena ia tak ingin berjauhan dengan putrinya.

"Ayah," panggil Bella.

Mohan menoleh, lalu berkata. "Kita siap-siap pulang," ucapnya.

"Pulang? Tapi Kak Luna masih butuh pengobatan, Yah," jawab Bella.

"Luna kita rawat di rumah saja," timpal sang ibu.

Peralatan medis pun akan disiapkan oleh Mohan. Hati pria itu merasa teriris saat tahu apa yang terjadi pada putrinya. Ditemukan luka dibagian inti gadis itu sehingga Mohan berpikir bahwa ini pasti perbuatan Iskhandar. Ia juga sudah membicarakan masalah ini dengan dokter dan dokter pun mengizinkan. Penyakit yang diderita Aluna memang butuh semangat dari orang-orang terdekat, itu bisa membantunya untuk selalu mengingat kerabat dekatnya.

Akhirnya, Aluna dibawa pulang saat itu. Bahkan saat ini gadis itu sudah berada di kamarnya, tengah duduk di tempat tidur sambil ditemani oleh Bella. Gadis itu tak meninggalkan kakaknya sedetik pun, ia takut sang kakak tidak mengenalinya. Bahkan Bella terus mengoceh memotar memori apa saja yang pernah dialami oleh mereka sewaktu bersama.

Dan di luar sana, nampak seorang pria berdiri di depan gerbang. Nyalinya cukup kuat untuk datang ke sana, tanpa malu ia menemui Aluna. Siapa lagi kalau bukan Iskhandar. Saat itu juga, Mohan melihat keberadaan menantunya. Lalu segera menghampirinya dan langsung mengusirnya.

"Pergi kamu dari sini, jangan berani menampakkan batang hidungmu di sini!" usir Mohan.

"Aku tau Aluna ada di dalam, aku ingin bertemu dengannya." Kedatangannya kemari berniat meminta maaf. Pasca kejadian pada Syerly ia menjadi takut akan spikis Aluna.

"Pergi kataku!" usir Mohan lagi.

Tapi Iskhandar bersi kukuh, ia akan pergi setelah bertemu dengan istrinya. Sampai terjadi keributan di luar sana. Dan keributan itu diketahui oleh Aluna. Ia mengintip dari jendela, karena penasaran siapa yang membuat keributan di rumahnya ia pun pergi ke luar sana.

"Ayah," panggil Aluna.

Keributan itu terhenti. Iskhandar melihat keberadaan istrinya.

"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Aluna "Siapa laki-laki itu? Kenapa buat keributan di sini?" sambungnya lagi.

Iskhandar terdiam, kenapa istrinya tak mengenalinya? Apa yang terjadi pada istrinya? pikirnya.

"Bella, ajak Kakakmu istirahat," perintah Mohan kepada Bella yang saat itu menyusul kakaknya.

"Ayo, Kak," ajak Bella. Lalu menuntun sang kakak masuk ke dalam rumah. Sesekali Aluna menoleh kearah Iskhandar, dan pria itu masih terpaku. Banyak pertanyaan yang ingin dilayangkan kepada mertuanya itu. Kenapa istrinya jadi begini? Apa karena kejadian kemarin membuat jiwanya terguncang? pikir Iskhandar lagi.

"Pergi kataku, jangan berani lagi datang kemari!"

Mohan tak memberi ampun, ia tak akan membiarkan siapa pun menyakiti putrinya. Termasuk Iskhandar.

"Cepat pergi! Tunggu apa lagi? Perlu ku hubungi keamanan agar kamu pergi dari sini, hah?!"

"Kenapa dia? Kenapa tak mengenaliku?" tanya Iskhandar.

"Masih peduli kamu pada putriku, hah? Bukannya selama ini kamu tidak peduli? Jadi untuk apa masih bertanya? Pergi kataku!!" sentak Mohan.

Terpopuler

Comments

itin

itin

lagian iskandar kocak juga punya adik perempuan tapi masih bisa menyakiti wanita lain yg adalah istrinya sendiri. pria susah minim akhlak juga. haha

2023-01-30

2

dikala senja

dikala senja

syukur lu ngga di kenalin sama istri sendiri

2022-09-24

0

Kasma Aisya

Kasma Aisya

bagus Thor...lanjut😍🥰

2022-09-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!