Bab 16

Di dalam mobil.

Bella terus memikirkan kakaknya, ia merasa ada yang aneh. Meski begitu ia tetap pulang ke rumah.

"Loh, kok sudah pulang? Tidak jadi bertemu dengan kakakmu?" tanya ibunya.

Bella menggelengkan kepala sambil menaiki anak tangga.

"Bella kenapa? Kenapa cepat sekali dia kembali?" tanya Mohan.

"Entahlah, aku tidak tau. Bella hanya menggeleng tanpa menjawab pertanyaanku," jawab sang istri.

"Aku temui dia dulu." Ucap Mohan sembari menyentuh bahu istrinya, lalu ia menaiki anak tangga sedikit berlari kecil. Karena tak seperti biasanya sikap Bella seperti ini. Sikap Bella bertolak belakang dengan Aluna. Bella sedikit keras kepala dan sikapnya terbilang galak.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Bella?" panggil sang ayah.

Di dalam, Bella tengah melamun hatinya dilema antara mengatakan semuanya kepada orang tuanya atau menyimpan rahasia itu rapat-rapat. Saking melamunnya, ia tak menyadari kedatangan sang ayah yang sudah berdiri di belakangnya. Tiba-tiba, Mohan menyentuh bahu putrinya. Dan Bella terperanjat kaget.

"Ayah ... Buatku kaget saja," ucap Bella sambil menoleh.

"Kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Mohan. Sikap Mohan berubah sembilan puluh derajat, jika dulu hanya Aluna yang menjadi kebanggaan, tapi setelah Aluna difonis alzheimer sikap hangat sang ayah dirasakan oleh Bella. Pasalnya, Bella sering menbangkang sehingga Mohan selalu bersikap keras terhadapnya. Keras bukan berarti tidak sayang, ini semua demi kebaikan purti kecilnya. Tapi sayang, itu disalah artikan sehingga kesalahpahamnan sering terjadi. Bahkan Bella sering iri kepada kakaknya.

Bella ragu untuk menjawab, ia tak ingin memancing amarah sang ayah. Terlebih dengan dugaannya yang belum cukup kuat dan bukti. Mereka tidak tahu kalau sikap Iskhandar semakin menjadi-jadi terhadap Aluna, yang diketahuinya kini pria itu tengan memperbaiki diri.

"Katakan, apa yang membuatmu gelisah?" tanya Mohan lagi.

Air mata Bella malah berlinang, ia merasakan kekhawatiran sang ayah. "Apa Ayah sudah peduli padaku?" tanya Bella.

"Ish ... Kamu ini, sejak kapan Ayah tidak peduli, hah?" Tanyanya seraya menepuk kepala sang putri.

Bella mendekap hangat tubuh sang ayah. "Ayah, boleh kupinta sesuatu?" tanya Bella, lalu melepaskan pelukkannya dan kini menatap wajah sang ayah dengan penuh harap.

"Apa? Apa yang kamu pinta?" tanya Mohan. Apa pun ia akan penuhi disaat anaknya meminta sesuatu. Ia tak ingin ada penyesalan dimasa hidupnya, bahkan kepada Aluna. Disaat anak kesayangannya meminta menikah dengan pria miskin pun penuhi. Padahal hatinya terluka saat ia tahu bahwa anaknya disia-siakan oleh suaminya.

"Jemput kak Luna, aku ingin dia ada di sini bersama kita. Suaminya tak mencintainya, Ayah. Tidak kasihan kah Ayah pada kak Luna? Aku tahu, ini keinginan kak Luna, tapi jika semua ini hanya menyakitinya untuk apa? Bukankah Ayah ingin melihat putri kesayanganmu bahagia? Jemputlah dia, ku mohon?" Bella menahan tangisannya.

"Iskhandar tidak mencintainya, aku tidak ingin dia menyakiti kakak ku satu-satunya. Aku ingin kak Luna bahagia bersama kita di sini. Kondisi kak Luna juga sudah mulai menurun, aku tidak mau menyesal kemudian hari," terang Bella.

Bella menceritakan semuanya, bahkan saat Aluna tersesat pun dikatakan olehanya.

"Separah itu kah putriku? Kenapa aku bodoh menuruti keinginannya yang membuatnya semakin terluka? Kenapa harus memaksakan diri putriku? Pulanglah jika kamu sudah tidak kuat, Ayah akan menjemputmu," batin Mohan.

***

Bella dan ayahnya sudah sampai di rumah susun itu. Tanpa berbasa-basi Mohan dan anaknya langsung menemui Iskhandar. Pandangan tak terduga terjadi, Mohan melihat wanita lain di rumah menantunya. Iskhandar tengah bersama Syerly, bahkan tengah menyuapi gadis itu makan.

"Di mana putriku?" tanya Mohan.

Iskhandar pun terkejut saat kedatangan mertuanya tiba-tiba. Ia langsung berdiri lalu melihat ke arah Syerly. Gadis itu terlihat bingung sambil melihat Iskhandar secara bergantian dengan orang yang baru saja tiba di hadapannya.

"Berani sekali kamu bawa perempuan lain disaat kakak-ku tidak ada, di mana kak Luna? Jangan bilang kalau kakak-ku belum pulang dari pasar, dan kamu enak-enakkan berduaan dengan kekasihmu!" sentak Bella.

"Apa? Kekasih?" Mohan terlihat marah karena wanita yang bersama menantunya itu ternyata setahunya kekasihnya sesuai ucapan Bella barusan. "Di mana putriku?" tanya Mohan untuk yang kedua kalinya.

"Tidak tau," jawab Iskhandar.

"Apa maksudmu tidak tau?" Mohan terlihat murka, bahkan sudah meraih kerah baju menantunya. "Apa maksudmu tidak tau?!"

"Aluna sudah pergi, dia tidak lagi tinggal di sini," jawab Iskhandar.

Tanpa aba-aba lagi Mohan memberikan bogeman mentah di tubuh menantunya.

Bugh ... Bugh ... Bugh ...

Beberapa pukulan melayang di area perut dan wajah. Seketika, gadis yang ada di samping Iskhandar berteriak histeris.

"Aaaaa ...!!!" teriaknya sambil memegang kepala. Pasalnya, gadis itu baru sembuh dari gangguan jiwanya. Mentalnya drof akibat pemerkosaan beberapa tahun silam. Gadis itu baru keluar dari rumah sakit jiwa.

"Syerly, tenanglah. Kakak ada di sini, kamu jangan takut," ucap Iskhandar. Meski tubuhnya terasa sakit akibat pukulan dari sang mertua ia tetap mencoba menenangkan Syerly. Bahkan ia juga tak membalas pukulan itu, ia terima karena ayah mana pun akan marah jika putrinya tidak ada. Apa lagi Aluna pergi karena telah diusir oleh dirinya sendiri.

Seakan belum puas menghajar Iskhandar, Mohan kembali menarik baju bagian belakang menantunya itu. Mohan memukul bagian wajah sehingga darah segar mengalir dari sudut bibir dan lubang hidung.

Melihat darah, Syerly semakin depresi. Kejadian pemerkosaan membuatnya trauma saat melihat darah. Karena waktu itu di bagian intinya mengeluarkan darah sangat banyak akibat robeknya selaput kewanita*-nya. Dan juga saat itu Syerly melihat Iskhandar babak belur akibat mencoba menolongnya dari beberapa orang yang bertubuh tinggi besar.

Iskhandar tergeletak tak berdaya di atas lantai. "Itu pelajaran bagi orang tak berhati sepertimu, kakak-ku sangat mencintaimu bahkan dia rela hidup susah bersamamu, dasar pria tak memiliki hati! Kamu tidak pantas memiliki istri seperti kakak-ku," maki Bella.

Setelah puas menghajar Iskhandar, Mohan mengambil benda pipihnya.

"Cari putriku sampai ketemu," ucap Mohan. Ia mengerahkan beberapa orang untuk mencari keberadaan putrinya. "Cuihhhh ..." Mohan membuang ludah di hadapan Iskhandar. "Kamu akan menyesal karena telah melakukan ini kepada putriku."

Akhirnya, Bella dan Mohan pun undur diri. Dan Iskhandar masih tergeletak. Lalu ia bangkit karena melihat Syerly. Spikisnya kembali terganggu. Ia membantu gadis itu berdiri. Gadis itu yang tak lain adalah adiknya sendiri.

"Tenanglah, Syerly. Kakak baik-baik saja, kamu jangan takut."

"Darah, darah .... Aku takut darah itu tidak berhenti keluar dari tubuhku, aku kotor, aku hina," maki Syerly sendiri. Entah apa yang dipikirkannya saat ini, ia terbayang akan darah itu. Syerly terus menggelengkan kepala, sambil kepala itu diapit oleh kedua tangannya.

"Tenanglah, Syerly." Iskhandar terus menenangkan walau nyatanya hasilnya nihil.

Terpopuler

Comments

paty

paty

bodoh si iskandar

2023-01-05

0

Puja Kesuma

Puja Kesuma

udah susah makin banyak tingkah kau idkandar...liat aja pasti mohan bikin kau smakin susah nantinya

2022-09-24

2

Heni_Rosma

Heni_Rosma

ooh adik nya.....
makin seru aja....
semangat kaka.....

2022-09-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!