Bab 5

Aluna pulang dengan selamat. Sesampainya di rumah ia segera memasak karena takut suaminya keburu pulang. Rasa lelah tak ia hiraukan, bahkan kucuran keringat saja masih mengalir dari pelipisnya sampai bajunya pun ikut basah. Ia langsung membersihkan sayuran, dan mencuci beras. Pekerjaan rumah tangga itu tak pernah ia lakukan, Aluna selalu melihat bagaimana cara memasak dengan benar di rumahnya. Ia selalu membantu sedikit-sedikit asisten di rumahnya itu pun tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bila sampai orang tuanya tahu Aluna akan kena marah karena dulu pernah tersiram air panas saat di dapur.

"Akhirnya, selesai juga." Ucap Aluna sembari mengelap keringat di area kening. "Sekarang tinggal membereskan rumah," sambungnya kemudian. Dengan perasaan senang ia melakukannya, Aluna gadis yang ceria ia tak akan menyia-nyiakan waktu selama ia masih bernapas.

Aluna mengambil ember dan kain buat mengepel, tidak alat pel di sana. Ia pun mengepel dengan secara manual. Sebelumnya ia mengambil sapu dan mulai menyapu ruangan yang terdiri dari kamar, ruang tamu dan dapur. Hanya ada satu ruangan yang terkunci sehingga ia tak bisa membersihkannya.

Aluna juga membereskan nakas di kamar suaminya. Satu persatu barang yang tergeletak di atas sana ia masukkan ke dalam laci. Namun saat menyimpannya ke dalam laci ia menemukan sebuah foto seorang gadis. Foto itu ia balik, dan di belakangnya tertulis nama Syerly.

"Siapa Syerly?" ucapnya. Ia tidak tahu siapa suaminya, menikah mendadak membuatnya tidak tahu latar belakang suaminya. Bahkan kerabatnya pun ia tidak tahu, hanya saat akan menikah waktu itu Iskhandar bilang bahwa ia hidup seorang diri. Kedua orang tuanya sudah meninggal saat dirinya berusia 15 tahun.

Meski penasaran siapa seorang gadis itu, Aluna menyimpannya kembali fotonya ke dalam laci. Ia takut suaminya pulang dan rumah masih dalam keadaan kotor, belum lagi ia mencuci pakaian yang sudah menumpuk. Aluna segera bergegas ke kamar mandi, karena tempat cuci pakaian dan mandi masih tempat yang sama. Sebelum mencuci pakaian itu, Aluna memeriksa setiap kantong baju dan celana takut ada sesuatu yang tercuci. Semua pekerjaan ia lakukan dengan sangat apik, tak ingin kembali suaminya marah karena kesalahannya.

"Apa ini?" ucap Aluna saat menemukan sesuatu di dalam saku celana suaminya. Ia melihat selembar kertas kecil itu dan membaca setiap rincian yang tertera. Selembar struk belanjaan yang ditemukan olehnya. "Ini 'kan peralatan wanita semua, mana mungkin suamiku membeli pembalut? Apa jangan-jangan ..." Aluna mengingat foto gadis tadi, tapi ia masih berpikir tidak mungkin kalau suaminya sudah menikah, apa lagi memiliki seorang kekasih. Karena sudah beberapa hari ia tinggal bersama suaminya tidak ada seorang pun yang datang ke rumah.

Aluna melanjutkan cucian dan saat itu juga Iskhandar pulang. Ia tak melihat istrinya di rumah, lalu mendengar gemiricik air dan ia pun melihatnya. Aluna tengah mencuci menggunakan tangannya sendiri. Aluna melihat kedatangan suaminya, dan ia menghentikan aktivitasnya yang sedang mencuci. Ia akan menyediakan minum untuk menyambut kepulangan suaminya.

"Suamiku sudah pulang," ucapnya sambil beranjak.

Lagi-lagi tak ada respons dari Iskhandar. Pria itu duduk di kursi meja makan yang sudah terlihat usang, bahkan sebagian meja sudah rusak karena rayap. Wajahnya terlihat lelah dan ia memejamkan mata sejenak sambil bersandar di kursi. Lalu matanya kembali terbuka saat istrinya datang membawakan minuman.

"Suamiku, ini minum dulu. Kamu pasti lelah karena sudah bekerja," ucap Aluna meletakan segelas air putih di atas meja.

Iskhandar pun meneguknya hingga tandas, setelah meletakkan gelas ia juga melihat sekeliling ruangan yang sudah terlihat bersih dan rapi. Ia juga melihat meja makan yang sudah terhidang hasil masakan istrinya. Aluna ingin menanyakan sesuatu soal struk yang ia temukan, tapi melihat suaminya yang baru pulang ia mengurungkan niatnya. Ia akan menunggu sampai suaminya sudah tidak lelah lagi.

"Aku mau mandi," ucap Iskhandar. Ia hendak beranjak, namun tiba-tiba kembali terduduk karena istrinya bersuara.

"Oh iya, aku sedang mencuci pakaian kamu tunggu sebentar aku akan membereskan kamar mandinya dulu." Aluna segera beranjak ke kamar mandi untuk membereskan tempat itu yang berantakan karena cuciannya. Ia akan melanjutkan cuciannya setelah suaminya selesai membersihkan diri. Setelah itu ssmua selesai lanjut Iskhandar masuk ke dalam kamar mandi.

***

Iskhandar sudah selesai mandi, dan Aluna kembali melanjutkan aktivitas yang sempat terhenti. Cepat-cepat ia menyelesaikan pekerjaannya karena hari sudah mulai gelap, belum lagi ia menyiapkan makanan. Makanan yang iamasak mungkin sudah dingin, ia akan menghangatkannya sebentar.

Seharian, Aluna belum beristirahat. Bahkan sampai suaminya pulang pun ia masih berkutat dengan pekerjaannya.

"Seharian tadi kamu ngapain aja sih? Jam segini baru beres nyuci, mengerjakan pekerjaan rumah tidak sampai menghabiskan waktu seharian," cetus Iskhandar yang baru tiba di dapur. Ia mendudukkan tubuhnya di kursi dan melihat Aluna tengah menghangatkan makanan.

Iskhandar tidak tahu kalau istrinya pulang ke rumah dari pasar berjalan kaki. Makanya Aluna sampai saat ini belum selesai dengan pekerjaannya.

"Kamu itu lelet sekali!" celetuk Iskhandar lagi.

"Maaf, lain kali aku lebih cepat menggunakan waktu," lirih Aluna. Meski begitu ia tak patah semangat, ia tetap melayani suaminya bahkan menemani suaminya makan.

Saat Iskhandar sudah selesai makan, Aluna pun mulai bersuara. "Aku ingin menanyakan sesuatu padamu," ucap Aluna. Lalu ia menyodorkan selembar struk yang ia temukan. "Kamu membeli peralatan wanita, kalau boleh tau untuk siapa?" tanyanya kemudian.

Iskhandar merampas struk itu sambil berkata. "Itu bukan urusanmu, kamu urus saja rumah dan jangan ikut campur urusanku. Aku tidak suka kamu ikut campur!" telak Iskhandar.

"A-aku bu-bukannya mau ikut campur, aku hanya bertanya untuk siapa itu semua?" tanya Aluna lagi.

Iskhandar beranjak dari tempat duduknya dan langsung bergegas pergi ke kamar. Dan Aluna menyusulnya. Aluna terkejut saat melihat semua barang-barangnya dimasukkan ke dalam tas besar. "Mau dikemanakan barang-barangku?" tanya Aluna.

Bugh ...

Iskhandar meletakkan tas besar itu di lantai dengan cukup keras. "Aku rasa kita tidak usah tidur dalam satu kamar, aku tidak mau kamu ikut campur urusanku. Mungkin setelah ini kamu akan mengatur hidupku seperti istri pada umumnya. Kamu bisa tidur di ruangan lain," usirnya.

"Ruang lain? Di sini tidak ada ruangan lain selain ruang tamu dan dapur," jawab Aluna.

"Kamu bisa gunakan tempat sebelah, dan ini kuncinya." Iskhandar memberikan kunci itu pada istrinya. Mau tak mau, Aluna menerimanya. Dengan berat hati ia keluar dari kamar suaminya dan menuju ruangan sebelah yang belum ia ketahui seperti apa tempatnya. Dan mulai malam ini mereka tidur terpisah.

Terpopuler

Comments

lovely

lovely

Aluna jangan terlalu bucinnn jadi diinjak² harga diri Lo ma cowok kismin 🥵

2023-03-02

0

Sri Yanti

Sri Yanti

cih sok ganteng ya

ntar alzheimernya kambuh lupa sm suaminya ya

2023-01-21

0

Puja Kesuma

Puja Kesuma

tinggalkan aja iskandar itu aluna ..udah gk tau diri itu..gk bersyukur dpt istri cantik baik hati... kaya lg... gk usah kau mau dijadikan babunya aluna.. ceraikan aja iskandar itu

2022-09-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!