6. Jangan Dipaksa

Meskipun rok yang dipakai Lisa sudah tak berbentuk, tapi sebisa mungkin Lisa menggunakan untuk menutupi area pribadinya.

Lisa merapatkan kedua kakinya, tak akan membiarkan kesuciannya direnggut begitu saja oleh Roy yang kini menurunkan resleting celananya.

“Mau apa kamu? Pergi dari rumahku!” Lisa berteriak dengan suara serak ingin menangis.

“Lisa, malam ini kamu tidak akan bisa lari dariku.”

Roy tertawa penuh kemenangan saat menurunkan celana panjang dan memamerkan bokser berwarna abu-abu. Dia menyeringai melihat Lisa yang ketakutan.

Dan detik berikutnya...

Bugh.

Edgar menerjang tubuh Roy sehingga dua pria itu berguling di lantai. Edgar duduk di perut Roy, menghujaninya dengan tinju di area wajah.

Tak mau ingin kalah, Roy membalas dengan menggulingkan badan dan kini dia yang berada di atas tubuh Edgar, kemudian melancarkan serangan.

“Siapa kau? Berani-beraninya melawanku,” geram Roy di tengah dirinya yang memukul kepala Edgar.

Edgar merintih kesakitan sebab pukulan Roy tepat mengenai bekas jahitan operasinya yang belum kering total. Dia meraung marah, bagai singa yang diganggu tidurnya.

Edgar mengerahkan tenaganya mendorong Roy, menghajarnya dengan membabi buta, hingga Lisa cukup dibuat merinding menyaksikan perkelahian itu.

“Pergi dan jangan pernah menginjakkan kaki ke rumah ini lagi!”

Roy masih dapat mendengus sebagai tanda mengejek Edgar.

“Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Separuh warga desa takut padaku.”

Roy melirik Lisa sejenak.

“Aku akan pergi tapi ingat, Lisa. Suatu hari nanti kau pasti akan menjadi milikku.”

Kemudian Roy berbalik badan, melangkahkan kaki keluar rumah seraya menyeka ujung bibirnya yang berdarah.

Sedangkan Edgar langsung menutup pintu, mengambil selimut yang tersampir di sandaran sofa, lalu sambil memalingkan wajah, dia berikan selimut itu pada Lisa yang masih terdiam karena syok.

Lisa menerima selimut yang kemudian dia lilitkan di pinggang. Berjalan ke kamar untuk mengganti baju.

*

*

*

“Aku sudah memastikan bekas jahitanmu baik-baik saja,” ucap Lisa yang kini sedang mengoleskan salep ke pipi Edgar yang sedikit memar.

“Siapa pria tadi?”

“Dia Roy si rentenir desa.”

“Apa dia sering menggodamu?” tanpa sadar kedua tangan Edgar mengepal kuat menahan amarah yang mendadak muncul.

“Dia sering menggodaku dengan mulut gombalnya, tapi aku tidak peduli, dan malam ini aku sangat tak menduga dia berbuat nekat.”

Lisa menelan saliva. Sejenak terpikir bagaimana jadinya jika tidak ada Edgar yang menghajar Roy, mungkin saja mahkota yang selama ini dia jaga telah direnggut oleh pria si rentenir kejam.

“Terima kasih, Edgar,” ucap Lisa singkat.

“Jangan berterima kasih! Hitung saja aku sedang mengganti rugi uangmu.”

Lisa menarik nafas panjang.

“Lupakan saja. Kamu bisa mengganti uang kami kapan pun.”

Mendengar hal itu, Edgar menoleh cepat pada Lisa. Dia bertanya lagi seolah tak percaya akan indra pendengarannya.

Lisa mengangguk.

“Tapi jika kau punya uang nanti, setidaknya kau harus mengembalikan kalung mendiang ibuku yang sudah dijual untuk membiayai operasimu.”

Edgar seketika memberengut. Lalu melempar pandangan ke sekeliling kamar Lisa yang dipenuhi oleh buku-buku ilmu kedokteran.

Dia teringat akan cerita Juna yang mengatakan bahwa Lisa pernah kuliah namun beasiswanya dicabut akibat difitnah oleh temannya sendiri.

“Kenapa kau tidak mencari beasiswa lain untuk melanjutkan kuliahmu?”

“Tidak bisa. Ayah Martha memiliki kuasa yang membuatku ditolak di universitas mana pun,” ungkap Lisa dengan tatapan kosong. Merenungi nasibnya yang malang.

“Martha? Dia teman yang memfitnahmu?” Edgar bertanya yang dibalas oleh Lisa dengan anggukan kepala.

“Meskipun aku anak petani miskin tapi ayahku tak pernah mengajarkan aku untuk mencuri barang milik orang lain.”

Sampai di sini, Edgar paham duduk permasalahan yang dialami Lisa. Dia tak ingin bertanya lebih dalam. Takut jika itu melukai perasaan Lisa.

Beberapa saat berlalu dengan Lisa dan Edgar yang saling terdiam di dalam kamar Lisa. Mereka duduk berjauhan. Lisa di tepi ranjang dan Edgar di kursi meja belajar.

“Aku pernah membaca buku yang mengatakan bahwa orang yang amnesia biasanya akan mengingat potongan-potongan kenangan di masa lalu. Apa kau juga mengalaminya?”

Edgar menggelengkan kepala dengan raut kecewa tak mampu mengenali dirinya sendiri.

“Sejak terbangun di rumah sakit, aku benar-benar tak mengingat siapa aku dan kenapa aku bisa begini.”

“Mungkin dengan cara kamu mengenali ciri-ciri fisikmu sendiri akan sedikit membantu ingatanmu.”

“Maksudnya?” Edgar bertanya sambil menaikkan kedua alis.

Sejenak Lisa menyipitkan mata memindai wajah Edgar. Sekali lagi bola mata hijau itu seolah menyihirnya dan membuatnya terpaku.

Tapi Lisa menggelengkan kepala pelan, lalu melanjutkan pandangannya ke bentuk tubuh Edgar yang tinggi tegap.

“Pertama, dilihat dari wajahmu sepertinya kau bukan berasal dari negara ini. Tapi kenapa kau bisa tergeletak di pinggir hutan?”

Dahi Edgar berkerut, mencoba memikirkan pertanyaan Lisa dan mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya. Namun, yang terjadi justru kepalanya berdenyut nyeri.

“Badanmu juga atletis. Pasti kau sering berolahraga dan kau juga sangat kuat menghajar Roy. Tapi nyatanya aku menemukanmu dalam keadaan babak belur. Jadi kemungkinan...”

Lisa berpikir sejenak mengetuk-ketukan jari ke keningnya, lalu melanjutkan perkataannya, “ Kemungkinan kau dihajar oleh lebih dari satu orang. Tapi siapa mereka dan kenapa mereka menghajarmu?”

Pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh Edgar. Bahkan semakin dia berusaha mengingat, kepalanya semakin dihantam oleh rasa sakit yang tak tertahankan.

Edgar meringis, mengusap keningnya, serta memejamkan mata.

Lalu Lisa bergegas berdiri dan mengusap lembut jemari Edgar yang menempel di kening.

“Jangan dipaksa jika itu malah membuatmu sakit! Perlahan pasti kau akan mengingat siapa dirimu sebenarnya.”

Terpopuler

Comments

💓 KJ

💓 KJ

wah keren ceritanya kak 👍

2023-05-22

0

Rossemarry

Rossemarry

pd banget dih😤

"my lovely bodyguard" mampir lagi🥳 semangat berkarya 🥰

2022-10-09

1

Hulapao

Hulapao

gelud nih gelud

2022-09-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!