4. Nasehat Juna

Sekujur tubuh Edgar membeku tak dapat digerakkan kala serigala itu melolong seolah sedang mengundang kawanannya.

Dan benar saja, sekitar lima serigala lain muncul dari balik pepohonan mengepung Edgar yang dilanda ketakutan.

Dengan susah payah Edgar mundur satu langkah. Dia menelan saliva, mengedarkan pandangan, lalu melemparkan sebongkah batu.

Namun, bukannya kabur, serigala itu justru menggeram semakin berang memamerkan gigi runcingnya.

Tubuh Edgar gemetar. Satu hal yang terpikir di benaknya hanyalah lari. Namun, baru beberapa meter berlari, dia tersandung akar pohon yang membuatnya jatuh mencium tanah.

Satu serigala yang berada paling depan membuka mulut lebar-lebar siap menerjang Edgar yang berteriak ketakutan.

Dan tiba-tiba Juna datang langsung memukul serigala itu menggunakan sebilah tongkat. Dia menjulurkan satu tangannya lagi yang menggenggam obor, dan mengarahkannya pada kawanan serigala yang berusaha mendekat.

“Ayah, hati-hati!” teriak Lisa yang merasa waswas melihat Juna menghadapi kawanan serigala.

Tak mau tinggal diam, Lisa yang juga membawa obor melakukan hal yang sama seperti Juna.

Kawanan serigala tampak takut akan kobaran api. Mereka mundur perlahan saat Juna terus menodongkan obor. Kemudian, mereka pun berlari pergi menghilang di balik gelapnya malam.

“Sebaiknya kita segera pergi. Sebelum serigala-serigala itu datang lagi,” ucap Juna memberi saran.

“Kita tinggalkan saja dia, Ayah. Dasar pria tidak tahu terima kasih. Bisa-bisanya dia mencoba lari setelah mendapatkan bantuan dari kita.”

Lisa berkacak pinggang serta melayangkan sorot mata penuh amarah pada Edgar yang masih terduduk di tanah. Lantas Lisa membuang muka dan berjalan terlebih dahulu.

Pandangan Edgar dan Juna bertemu. Betapa malunya Edgar saat Juna mengulurkan tangan seraya menganggukkan kepala.

“Ayo, Nak. Kamu tidak akan di sini semalaman kan?”

Edgar menerima uluran tangan Juna yang membantunya berdiri. Mereka berdua berjalan beriringan menuruni bukit menuju rumah.

Sementara Lisa berjalan beberapa meter di depan mereka.

“Aku minta maaf atas sikap Lisa yang mungkin bagimu terkesan kasar,” kata Juna tiba-tiba sambil menatap lurus ke depan.

Edgar melirik sekilas wajah Juna yang diterangi cahaya obor.

“Tidak. Apa yang dia ucapkan memang benar. Aku pria yang tidak tahu terima kasih. Aku yang seharusnya minta maaf pada kalian.”

Edgar menundukkan kepala ketika mengucapkan kalimat itu dengan penuh kesungguhan.

“Dulu Lisa pernah difitnah oleh teman kuliahnya. Sampai-sampai beasiswa yang telah susah payah dia dapatkan, terpaksa dicabut. Mungkin itulah sebabnya dia menjadi pribadi yang kurang ramah dan mudah curiga dengan orang awam.”

“Lisa pernah kuliah?” Edgar bertanya tampak tak percaya.

Juna menganggukkan kepala.

“Dia mendapat beasiswa kuliah di fakultas kedokteran. Sejak kecil dia bercita-cita menjadi dokter pertama di desa ini,” ungkap Juna yang tanpa sadar ujung matanya telah menggenang.

Secepat kilat, Juna menyeka ujung matanya tanpa sepengetahuan Edgar. Dia sedih mendapati dirinya tak dapat berbuat apa-apa dalam mewujudkan cita-cita sang anak.

“Tapi sebenarnya, Lisa adalah gadis yang baik. Hanya saja kamu harus banyak bersabar di awal. Aku harap kamu memahami keadaan Lisa dan tidak membencinya.”

Edgar hanya mengangguk pelan. Kemudian sisa perjalanan pulang mereka habiskan saling terdiam tak ada yang membuka suara lagi.

Masuk ke dalam rumah, Juna mempersilahkan Edgar untuk tidur di kamarnya. Sedangkan dirinya yang akan tidur di ruang tamu.

Tapi sebelum tidur, terlebih dahulu Juna menghampiri Lisa yang kebetulan berada di dapur tengah mengambil air minum.

“Kenapa Ayah membiarkan Edgar tidur di kamar? Biarkan dia tidur di sofa. Kalau perlu dia tidur saja di luar,” geram Lisa dengan dada naik turun.

“Selama Edgar di sini, dia tamu kita Lisa. Kita harus memperlakukan dia dengan baik.”

“Tapi, Ayah, kita tidak tahu latar belakang dia seperti apa. Bisa saja dia orang yang ingin berniat jahat,” Lisa berbisik agar tak terdengar oleh Edgar.

Juna meletakan kedua telapak tangan di bahu Lisa. Pandangan mata yang teduh berhasil membuat Lisa sedikit meredam amarahnya.

“Kita memang harus waspada padanya, Lisa. Tapi selama Edgar tidak berbuat kejahatan, selama itu juga kita tetap harus memperlakukannya dengan baik.”

Lisa membuang nafas kasar, melipat tangan di depan dada serta memalingkan muka.

“Dengan dia yang berniat lari dari tanggung jawabnya mengganti rugi uang kita juga sudah terbilang kejahatan kan, Ayah.”

Kali ini Juna yang menarik nafas dalam dan tatapannya berubah kosong.

“Ayah lihat Edgar hanya belum dapat beradaptasi di tempat yang baru dengan kondisinya yang sekarang amnesia. Dia hanya perlu waktu, Lisa.”

“Ayah tapi...”

“Dan satu lagi,” ucap Juna memotong perkataan Lisa.

“Ayah rasa Edgar pergi karena sikapmu yang selalu mengungkit-ungkit kebaikan yang kamu berikan padanya. Apakah kamu tidak ikhlas menolongnya, Lisa?”

Lisa diam tak menjawab. Tak mungkin dia berkata pada sang ayah jika sebenarnya dia setengah hati menolong Edgar.

Sekali lagi Juna mengusap bahu Lisa, lalu mengulas senyuman.

“Lisa, ingat baik-baik pesan ayah ini! Setiap kau berbuat baik pada orang lain, mungkin balasan yang kau dapat bukan dari orang yang pernah kau tolong, mungkin juga balasan itu tak datang sekarang, tapi yakinlah bahwa balasan dari kebaikanmu akan datang di waktu yang tepat.”

Lisa semakin dibuat terdiam seribu bahasa mencerna nasehat sanga ayah. Sedangkan Juna menepuk bahunya.

“Ya, sudah sekarang kamu pergi tidur. Jam tiga pagi bangunkan Ayah untuk mengangkut air!”

Terpopuler

Comments

Auliarosyida

Auliarosyida

semoga edgar orang baik. jodoh lisa kiriman dari Allah🤲

2023-01-17

0

Hulapao

Hulapao

haloo kak aku nyicil bacanya yaa
jangan lupa mampir di karya terbaruku 'save you'
thankyouuu ❤

2022-09-23

1

Nana

Nana

aku kasi iklan kak😹 poinku sisa 4 ga bsa kasi bunga 😥

2022-09-09

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!