Bab 17 Layu Sebelum Berkembang

Pesta pernikahan yang meriah di sebuah hotel bintang lima. Membuat Erlangga hanya bisa menghela napas berat. Meskipun sekarang dia menggandeng seorang gadis cantik, tetap saja hatinya merasa sedikit linu saat melihat cinta pertamanya bersanding di pelaminan dengan laki-laki yang dia kenal baik.

Mungkin Bang Zyan memang jodoh yang terbaik untuk kamu, batin Erlangga.

Dengan tersenyum samar, Erlangga melangkahkan kakinya menuju ke pelaminan. Dia langsung menjabat tangan Kakak kelasnya itu sebelum akhirnya menjabat tangan gadis yang pernah memporak-porandakan hatinya. Begitupun dengan Caithlyn yang mengikuti apa yang Erlangga lakukan

"Selamat ya, Bang. Selamat Felly, semoga pernikahan kalian samawa," ucap Erlangga.

"Terima kasih Elang," ucap Zyan dan Felisha.

"Ayo kita berfoto dulu, Elang!" ajak Zyan.

"Tidak usah, Bang. Cai, ada jadwal pemotretan. Jadi kita terburu-buru," tolak Erlangga.

Benar saja, Erlangga langsung berpamitan dan membawa Caithlyn untuk segera pulang. Sementara gadis yang sedari tadi mengekornya hanya diam saja. Caithlyn sibuk memberikan senyum terbaiknya pada tamu undangan yang datang. Karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang penting.

"Kak kenapa kita langsung pulang?" tanya Caithlyn.

"Aku akan membawa kamu ke restoran yang romantis. Kita dinner di sana," jawab Erlangga cuek.

"Benarkah? Kak Elang memang cowok idaman." Caithlyn langsung memeluk Erlangga senang. Akhirnya dia bisa merasakan dinner romantis dengan laki-laki yang disukainya.

"Cai, jaga sikapmu! Kamu jangan terlalu over begitu."

"Apaan sih, Kak Elang? Aku kan cuma meluk calon tunangan aku. Oh iya Kak, untuk pesta pertunangan kita nanti, akan ditayangkan oleh seluruh televisi swasta. Mama sudah konfirmasi dengan mereka. Pesta pertunangan kita nanti, akan menjadi pesta pertunangan termegah di tanah air."

Buang-buang uang saja. Hanya pesta pertunangan saja sampai segitunya. Ujung-ujungnya nanti minta uang ke kakek, batin Erlangga.

...***...

Sementara jauh dari ibu kota, nampak seorang gadis yang sedang termenung di kamarnya. Kamar yang dulu pernah ditempati oleh laki-laki yang tanpa sadar dia sukai. Hingga akhirnya mereka sama-sama saling berjanji di saat-saat terakhir kebersamaannya.

Sebulan setelah kepergian Erlangga, tetapi Rafika masih saja murung. Dia tidak ceria seperti hari-hari sebelum Erlangga pergi. Tentu saja hal itu membuat ibu dan sahabatnya khawatir. Mereka tidak pernah menyangka kalau Rafika akan seperti bunga yang layu sebelum berkembang

"Woy Fika, ngapain masih murung aja. Lebih baik kita fokus buat nyari universitas yang bisa menerima kita. Kamu udah isi formulir pendaftaran belum untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru?" tanya Kiran yang baru saja datang.

"Belum. Kamu tahu kan, tabungan aku udah abis. Mana ada harapan aku kuliah di universitas negeri. Kamu tahu kan kalau otak aku itu minimalis. Mana bisa aku ngerjain soal-soal yang susah," ucap Rafika melas.

"Udah, jangan patah semangat dulu. Kita coba aja ikut test masuk UNPAD. Siapa tahu diterima," saran Kiranti.

"UNPAD kan di Bandung. Jauh dari Jakarta Kiran, bagaimana aku bisa ketemu Kang Asep kalau masih jauh-jauhan."

"Iya, Kiran. Biar Fika kuliah di Jakarta saja. Bukankah di sana juga banyak Universitas yang bagus?" timpal Sofie yang baru datang.

"Jadi Fika mau lanjut kuliah di Jakarta? Aku juga mau di Jakarta saja kalau begitu. Kita sudah janji mau sama-sama terus," ucap Kiranti.

"Kiran, bantu Bibi bereskan dagangan di warung yuk!" Sofie langsung memberi kode pada Kiranti agar mengikutinya.

Mengerti dengan kode yang diberikan oleholeh ibunya Rafika, Kiranti pun langsung mengikutinya. Mereka duduk berdua di dalam warung sayur milik Sofie. Dengan suara yang pelan, Sofie mulai berbicara pada Kiranti.

"Kiran, saat nanti sudah ada di Jakarta, jangan membantu Fika mencari keberadaan Asep tapi kita juga tidak boleh terus terang menentangnya. Kamu masih ingat kan dengan surat perjanjian itu?"

"Iya, Bi. Kiran akan mengikuti apa yang Bibi katakan. Tapi kenapa Bibi tidak terus terang saja dengan isi surat itu pada Fika. Biar dia bisa mengerti dan tidak terus berharap pada Kang Asep."

"Bibi tidak tega melihat dia patah hati dan kehilangan semangat hidupnya. Biar saja harapan dia untuk bertemu Asep sebagai pemacu semangat dia untuk giat belajar."

"Bibi benar, semoga saja di sana tidak bertemu dengan Kang Asep."

"Iya, nanti kalian ke Jakarta ikut dengan Wa Kumis berangkatnya. Biar dibantu mencari kost-kostan."

"Iya, Bi. Kalau gitu, Kiran mau pulang dulu. Mau bilang ke ibu kalau kuliahnya di Jakarta saja bareng dengan Fika. Gak jadi ambil di Bandung. Padahal enak di Bandung. Banyak tempat buat nongkrong, hehehe ...."

"Kalian tuh, jangan banyak nongkrong! Tinggal si kota besar itu biaya hidupnya mahal. Uang bekalnya harus dihemat," pesan Sofie.

"Iya, Bi. Bibi tenang aja, kita mau sambil kerja kho kalau jadwal kuliahnya gak padat."

"Bibi tidak menyuruh kalian untuk kerja sambil kuliah, tapi berhemat. Itu sudah cukup. In sya Allah uang diberikan Tuan Sombong itu cukup untuk biaya kuliah Fika."

"Bibi sih, sok-sok'an nolak. Benar kata Wa Enok, terima saja uang dari Tuan itu. Mereka memandang kita rendah, kenapa kita tidak memanfaatkannya balik. Kalau mereka bersikap sopan, aku juga malu menerima uang itu. Karena memang ikhlas menolong Kang Asep. Tapi keluarganya ternyata seperti itu." Kiranti mencebikkan bibirnya.

Dia teringat pada sikap orang-orang yang datang menjemput Erlangga yang membuat dia merasa tidak nyaman. Makanya Kiranti memilih pulang setelah dia menandatangani surat perjanjian itu. Sementara Rafika yang sedang buang air besar, tidak tahu menahu tentang surat itu.

...~Bersambung~...

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

PASTI ZYAN ADIKNYA ZIDAN.. FELLY MMG MNCINTAI ZYAN DARI ZAMAN SKOLAH, TPI ZYAN MNCINTAI MITHA YG TRNYATA ADIK SATU AYAH DGN NYA...
SAYANGNYA UMUR FELLY GK PNJANG, STELAH LAHIRKN ANAKNYA DIA MNINGGAL, FELLY SPUPUNYA ANDREA, KRN AYAH FELLY SI BENYAMIN ADIK MAMANYA ANDREA..

2024-01-02

1

Ami batam

Ami batam

Felly cinta pertama ny elang dan kini menikah dg zyan, pasti perasaan elang hncur melihat ory yg pernah di cintai kini duduk di pelaminan dg orang laen, tetapi semoga kisah ny elang dan felly cukup sampe di sini saja

2022-09-19

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2 Bab 2 Aku Tidak Ingat
3 Bab 3 Ayo Pulang!
4 Bab 4 Menolak Ikut
5 Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6 Bab 6 Memancing Ikan
7 Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8 Bab 8 Bukti Kuat
9 Bab 9 Periksa Mata
10 Bab 10 Suka dan Duka
11 Bab 11 Rencana Operasi
12 Bab 12 Malam Terakhir
13 Bab 13 Berpisah
14 Bab 14 Ujian
15 Bab 15 Membaik
16 Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17 Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18 Bab 18 Kelulusan
19 Bab 19 Life Must Go On
20 Bab 20 Move On
21 Bab 21 Dia Berbeda
22 Bab 22 Bos Aneh
23 Bab 23 Makan Bersama
24 Bab 24 Mungkinkah dia?
25 Bab 25 Tertidur Di Bahu
26 Bab 26 Langit dan Bumi
27 Bab 27 Melepaskan Perasaan
28 Bab 28 Pura-pura Sakit
29 Bab 29 Dipanggil Bos
30 Bab 30 Bonus
31 Bab 31 Mabuk
32 Bab 32 Peringatan Calvin
33 Bab 33 Berdamai
34 Bab 34 Bibir Kamu Manis
35 Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36 Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37 Bab 37 Cicilan
38 Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39 Bab 39 Tawaran Erlangga
40 Bab 40 Kembali Bersama
41 Bab 41 Cokelat Cinta
42 Bab 42 Menyamar
43 Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44 Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45 Bab 45 Menguntit
46 Bab 46 Mencari Rafika
47 Bab 47 Belajar Realistis
48 Bab 48 Lamaran
49 Bab 49 Ganti Rugi
50 Bab 50 Gugurkan anak itu!
51 Bab 51 Cukup, Kakek!
52 Bab 52 Keputusan Kakek
53 Bab 53 Serah Terima Jabatan
54 Bab 54 Dihadang Penguntit
55 Bab 55 Rahasia Rafika
56 Bab 56 Terciduk
57 Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58 Bab 58 Sah
59 Bab 59 Malam Pengantin
60 Bab 60 Palang Merah
61 Bab 61 Lupakan!
62 Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63 Bab 63 Rencana Yang Sukses
64 Bab 64 Salah Mencintai
65 Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66 Bab 66 Pulang
67 Bab 67 Terungkap Fakta
68 Bab 68 Permintaan Kakek
69 Bab 69 Kenapa harus malu?
70 Bab 70 Gara-gara Rafika
71 Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72 Bab 72 Manjanya Rafika
73 Bab 73 Peringatan Fika
74 Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75 Bab 75 Mual di Pagi Hari
76 Bab 76 Periksa Kandungan
77 Bab 77 Makan Siang
78 Bab 78 Kiran Jatuh
79 Bab 79 Azab
80 Bab 80 Kemarahan Erlangga
81 Bab 81 Rumput Fatimah
82 Bab 82 Kontraksi
83 Bab 83 Koma
84 Bab 84 Pelajaran Berharga
85 Bab 85 Syukuran
86 Bab 86 Buka Puasa
87 Bab 87 Calvin Pingsan
88 Bab 88 Bang, lihat apa?
89 Bab 89 Ghibah
90 Bab 90 Berlibur Bersama
91 Bab 91 Sunrise
92 Bab 92 Puber Kedua
93 Bab 93 Terima Kasih ( End )
94 Promo Mainan CEO Arogant
95 Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2
Bab 2 Aku Tidak Ingat
3
Bab 3 Ayo Pulang!
4
Bab 4 Menolak Ikut
5
Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6
Bab 6 Memancing Ikan
7
Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8
Bab 8 Bukti Kuat
9
Bab 9 Periksa Mata
10
Bab 10 Suka dan Duka
11
Bab 11 Rencana Operasi
12
Bab 12 Malam Terakhir
13
Bab 13 Berpisah
14
Bab 14 Ujian
15
Bab 15 Membaik
16
Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17
Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18
Bab 18 Kelulusan
19
Bab 19 Life Must Go On
20
Bab 20 Move On
21
Bab 21 Dia Berbeda
22
Bab 22 Bos Aneh
23
Bab 23 Makan Bersama
24
Bab 24 Mungkinkah dia?
25
Bab 25 Tertidur Di Bahu
26
Bab 26 Langit dan Bumi
27
Bab 27 Melepaskan Perasaan
28
Bab 28 Pura-pura Sakit
29
Bab 29 Dipanggil Bos
30
Bab 30 Bonus
31
Bab 31 Mabuk
32
Bab 32 Peringatan Calvin
33
Bab 33 Berdamai
34
Bab 34 Bibir Kamu Manis
35
Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36
Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37
Bab 37 Cicilan
38
Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39
Bab 39 Tawaran Erlangga
40
Bab 40 Kembali Bersama
41
Bab 41 Cokelat Cinta
42
Bab 42 Menyamar
43
Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44
Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45
Bab 45 Menguntit
46
Bab 46 Mencari Rafika
47
Bab 47 Belajar Realistis
48
Bab 48 Lamaran
49
Bab 49 Ganti Rugi
50
Bab 50 Gugurkan anak itu!
51
Bab 51 Cukup, Kakek!
52
Bab 52 Keputusan Kakek
53
Bab 53 Serah Terima Jabatan
54
Bab 54 Dihadang Penguntit
55
Bab 55 Rahasia Rafika
56
Bab 56 Terciduk
57
Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58
Bab 58 Sah
59
Bab 59 Malam Pengantin
60
Bab 60 Palang Merah
61
Bab 61 Lupakan!
62
Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63
Bab 63 Rencana Yang Sukses
64
Bab 64 Salah Mencintai
65
Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66
Bab 66 Pulang
67
Bab 67 Terungkap Fakta
68
Bab 68 Permintaan Kakek
69
Bab 69 Kenapa harus malu?
70
Bab 70 Gara-gara Rafika
71
Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72
Bab 72 Manjanya Rafika
73
Bab 73 Peringatan Fika
74
Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75
Bab 75 Mual di Pagi Hari
76
Bab 76 Periksa Kandungan
77
Bab 77 Makan Siang
78
Bab 78 Kiran Jatuh
79
Bab 79 Azab
80
Bab 80 Kemarahan Erlangga
81
Bab 81 Rumput Fatimah
82
Bab 82 Kontraksi
83
Bab 83 Koma
84
Bab 84 Pelajaran Berharga
85
Bab 85 Syukuran
86
Bab 86 Buka Puasa
87
Bab 87 Calvin Pingsan
88
Bab 88 Bang, lihat apa?
89
Bab 89 Ghibah
90
Bab 90 Berlibur Bersama
91
Bab 91 Sunrise
92
Bab 92 Puber Kedua
93
Bab 93 Terima Kasih ( End )
94
Promo Mainan CEO Arogant
95
Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!