Pesta pernikahan yang meriah di sebuah hotel bintang lima. Membuat Erlangga hanya bisa menghela napas berat. Meskipun sekarang dia menggandeng seorang gadis cantik, tetap saja hatinya merasa sedikit linu saat melihat cinta pertamanya bersanding di pelaminan dengan laki-laki yang dia kenal baik.
Mungkin Bang Zyan memang jodoh yang terbaik untuk kamu, batin Erlangga.
Dengan tersenyum samar, Erlangga melangkahkan kakinya menuju ke pelaminan. Dia langsung menjabat tangan Kakak kelasnya itu sebelum akhirnya menjabat tangan gadis yang pernah memporak-porandakan hatinya. Begitupun dengan Caithlyn yang mengikuti apa yang Erlangga lakukan
"Selamat ya, Bang. Selamat Felly, semoga pernikahan kalian samawa," ucap Erlangga.
"Terima kasih Elang," ucap Zyan dan Felisha.
"Ayo kita berfoto dulu, Elang!" ajak Zyan.
"Tidak usah, Bang. Cai, ada jadwal pemotretan. Jadi kita terburu-buru," tolak Erlangga.
Benar saja, Erlangga langsung berpamitan dan membawa Caithlyn untuk segera pulang. Sementara gadis yang sedari tadi mengekornya hanya diam saja. Caithlyn sibuk memberikan senyum terbaiknya pada tamu undangan yang datang. Karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang penting.
"Kak kenapa kita langsung pulang?" tanya Caithlyn.
"Aku akan membawa kamu ke restoran yang romantis. Kita dinner di sana," jawab Erlangga cuek.
"Benarkah? Kak Elang memang cowok idaman." Caithlyn langsung memeluk Erlangga senang. Akhirnya dia bisa merasakan dinner romantis dengan laki-laki yang disukainya.
"Cai, jaga sikapmu! Kamu jangan terlalu over begitu."
"Apaan sih, Kak Elang? Aku kan cuma meluk calon tunangan aku. Oh iya Kak, untuk pesta pertunangan kita nanti, akan ditayangkan oleh seluruh televisi swasta. Mama sudah konfirmasi dengan mereka. Pesta pertunangan kita nanti, akan menjadi pesta pertunangan termegah di tanah air."
Buang-buang uang saja. Hanya pesta pertunangan saja sampai segitunya. Ujung-ujungnya nanti minta uang ke kakek, batin Erlangga.
...***...
Sementara jauh dari ibu kota, nampak seorang gadis yang sedang termenung di kamarnya. Kamar yang dulu pernah ditempati oleh laki-laki yang tanpa sadar dia sukai. Hingga akhirnya mereka sama-sama saling berjanji di saat-saat terakhir kebersamaannya.
Sebulan setelah kepergian Erlangga, tetapi Rafika masih saja murung. Dia tidak ceria seperti hari-hari sebelum Erlangga pergi. Tentu saja hal itu membuat ibu dan sahabatnya khawatir. Mereka tidak pernah menyangka kalau Rafika akan seperti bunga yang layu sebelum berkembang
"Woy Fika, ngapain masih murung aja. Lebih baik kita fokus buat nyari universitas yang bisa menerima kita. Kamu udah isi formulir pendaftaran belum untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru?" tanya Kiran yang baru saja datang.
"Belum. Kamu tahu kan, tabungan aku udah abis. Mana ada harapan aku kuliah di universitas negeri. Kamu tahu kan kalau otak aku itu minimalis. Mana bisa aku ngerjain soal-soal yang susah," ucap Rafika melas.
"Udah, jangan patah semangat dulu. Kita coba aja ikut test masuk UNPAD. Siapa tahu diterima," saran Kiranti.
"UNPAD kan di Bandung. Jauh dari Jakarta Kiran, bagaimana aku bisa ketemu Kang Asep kalau masih jauh-jauhan."
"Iya, Kiran. Biar Fika kuliah di Jakarta saja. Bukankah di sana juga banyak Universitas yang bagus?" timpal Sofie yang baru datang.
"Jadi Fika mau lanjut kuliah di Jakarta? Aku juga mau di Jakarta saja kalau begitu. Kita sudah janji mau sama-sama terus," ucap Kiranti.
"Kiran, bantu Bibi bereskan dagangan di warung yuk!" Sofie langsung memberi kode pada Kiranti agar mengikutinya.
Mengerti dengan kode yang diberikan oleholeh ibunya Rafika, Kiranti pun langsung mengikutinya. Mereka duduk berdua di dalam warung sayur milik Sofie. Dengan suara yang pelan, Sofie mulai berbicara pada Kiranti.
"Kiran, saat nanti sudah ada di Jakarta, jangan membantu Fika mencari keberadaan Asep tapi kita juga tidak boleh terus terang menentangnya. Kamu masih ingat kan dengan surat perjanjian itu?"
"Iya, Bi. Kiran akan mengikuti apa yang Bibi katakan. Tapi kenapa Bibi tidak terus terang saja dengan isi surat itu pada Fika. Biar dia bisa mengerti dan tidak terus berharap pada Kang Asep."
"Bibi tidak tega melihat dia patah hati dan kehilangan semangat hidupnya. Biar saja harapan dia untuk bertemu Asep sebagai pemacu semangat dia untuk giat belajar."
"Bibi benar, semoga saja di sana tidak bertemu dengan Kang Asep."
"Iya, nanti kalian ke Jakarta ikut dengan Wa Kumis berangkatnya. Biar dibantu mencari kost-kostan."
"Iya, Bi. Kalau gitu, Kiran mau pulang dulu. Mau bilang ke ibu kalau kuliahnya di Jakarta saja bareng dengan Fika. Gak jadi ambil di Bandung. Padahal enak di Bandung. Banyak tempat buat nongkrong, hehehe ...."
"Kalian tuh, jangan banyak nongkrong! Tinggal si kota besar itu biaya hidupnya mahal. Uang bekalnya harus dihemat," pesan Sofie.
"Iya, Bi. Bibi tenang aja, kita mau sambil kerja kho kalau jadwal kuliahnya gak padat."
"Bibi tidak menyuruh kalian untuk kerja sambil kuliah, tapi berhemat. Itu sudah cukup. In sya Allah uang diberikan Tuan Sombong itu cukup untuk biaya kuliah Fika."
"Bibi sih, sok-sok'an nolak. Benar kata Wa Enok, terima saja uang dari Tuan itu. Mereka memandang kita rendah, kenapa kita tidak memanfaatkannya balik. Kalau mereka bersikap sopan, aku juga malu menerima uang itu. Karena memang ikhlas menolong Kang Asep. Tapi keluarganya ternyata seperti itu." Kiranti mencebikkan bibirnya.
Dia teringat pada sikap orang-orang yang datang menjemput Erlangga yang membuat dia merasa tidak nyaman. Makanya Kiranti memilih pulang setelah dia menandatangani surat perjanjian itu. Sementara Rafika yang sedang buang air besar, tidak tahu menahu tentang surat itu.
...~Bersambung~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
PASTI ZYAN ADIKNYA ZIDAN.. FELLY MMG MNCINTAI ZYAN DARI ZAMAN SKOLAH, TPI ZYAN MNCINTAI MITHA YG TRNYATA ADIK SATU AYAH DGN NYA...
SAYANGNYA UMUR FELLY GK PNJANG, STELAH LAHIRKN ANAKNYA DIA MNINGGAL, FELLY SPUPUNYA ANDREA, KRN AYAH FELLY SI BENYAMIN ADIK MAMANYA ANDREA..
2024-01-02
1
Ami batam
Felly cinta pertama ny elang dan kini menikah dg zyan, pasti perasaan elang hncur melihat ory yg pernah di cintai kini duduk di pelaminan dg orang laen, tetapi semoga kisah ny elang dan felly cukup sampe di sini saja
2022-09-19
2