Bab 19 Life Must Go On

Euforia kelulusan telah usai, acara perpisahan sudah selesai. Ijazah pun sudah di tangan. Rafika dan Kiranti pun sudah mendaftar ke universitas yang ada di ibu kota. Setelah mereka melewati berbagai tahap seleksi, akhirnya kedua gadis itu diterima di salah satu university negeri yang ada di ibu kota.

Keduanya sangat bahagia saat melihat pengumuman, Rafika dan Kiranti di terima di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Pemasaran. Jiwa dagang dari ibunya, ingin dia kembangkan dengan mempelajari ilmu pemasaran. Harapannya, dia bisa menjadi pengusaha wanita yang sukses.

"Ibu, kartu keluarga di mana? Mau aku fotokopi," tanya Rafika sehari menjelang keberangkatannya ke ibu kota.

"Itu di lemari Ibu, di bawah baju paling atas," tunjuk Sofie yang masih asyik menyiapkan baju putrinya.

Rafika pun langsung menuju ke kamar ibunya dan mencari kartu keluarga untuk pegangan dia selama tinggal di ibu kota. Namun, tangan Rafika malah mengambil lembar kertas yang lain, yang membuat dia mengerutkan keningnya saat membaca tulisan paling atas.

"Surat perjanjian? Perjanjian apa?" gumam Rafika. Dia pun membaca lembar surat perjanjian itu sampai bawah. Tanpa terasa air matanya menetes dengan sendirinya. Dia merasa sangat sedih karena ternyata cintanya dengan laki-laki yang dia panggil Kang Asep mendapatkan sandungan batu yang besar.

Rafika menyimpan kembali kertas itu, dia langsung melanjutkan mencari kartu keluarga. Namun saat dia berbalik, ternyata ibunya audah berdiri di ambang pintu. Rafika mencoba tersenyum pada ibunya. Akan tetapi, tetap saja dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Sofie yang melihat semuanya, langsung memeluk Rafika dan membawa putri satu-satunya itu untuk duduk di tempat tidur miliknya. Dia mengelus lembut punggung gadis itu sebelum akhirnya dia berbicara.

"Fika sudah membacanya?"

"Sudah, Bu."

"Fika, tidak semua hal yang kita inginkan pasti akan kita dapatkan. Kita hanya orang biasa, tidak mungkin bisa mendapatkan seseorang yang memiliki kedudukan jauh lebih tinggi dari kita. Anggap saja Asep sebagai kenangan terindah dalam hidup kamu."

"Kenapa Ibu tidak mengatakan hal itu dari dulu?"

"Ibu tidak enak dengan Asep. Ibu juga khawatir Asep menolak ikut dengan mereka. Padahal tempat dia bukan di sini. Bukan bersama kita. Dia anak orang kaya. Keluarganya pun memiliki perusahaan yang besar, sangat berbeda jauh dengan keadaan kita."

"Apa uang untuk Fika kuliah dari mereka?"

"Iya, Asep tidak mau ikut kalau keluarganya tidak memberi uang untuk kuliah kamu. Makanya Fika kuliah yang benar. Asep menginginkan kamu jadi seseorang yang berarti yang tidak bisa dianggap remeh oleh orang lain. Begitupun dengan Ibu, sangat berharap Fika jadi orang sukses."

"Baik, Bu. Sekarang Fika mengerti. Ibu tenang saja, Fika pasti akan membuat Ibu bangga. Fika akan kuliah dengan tekun."

...***...

Keesokan harinya, Rafika sudah siap dengan tas ransel dan tas tentengan di tangannya. Kiranti pun sudah siap dengan barang-barang yang akan dia bawa ke ibu kota. Mereka akan ikut bersama dengan Wa Kumis yang memang bekerja di ibu kota sebagai kuli bangunan.

Sofie dan kedua orang tua Kiranti hanya mengantar kedua anak gadisnya sampai di tempat pemberhentian mobil bis Widia yang akan mengantar mereka sampai ke Cikampek. Karena setibanya di pintu tol Cikampek, mereka harus berganti mobil yang menuju ke Jakarta.

"Ayo bersiap! Mobilnya sudah datang," suruh Wa Kumis memberi komando pada kedua gadis itu.

"Ibu, Fika berangkat dulu ya!" pamit Rafika dengan mencium punggung tangan ibunya.

Sofie langsung memeluk anak gadisnya. Air matanya pun luruh seketika. Berat rasanya dia melepaskan kepergian Rafika, tetapi demi cita-cita yang ingin diraih putrinya, dia pun berusaha mengikhlaskan putri satu-satunya merantau untuk mencari ilmu.

"Jaga diri baik-baik ya! Harus nurut kalau dibilangin sama Uwa," pesan Sofie.

"Iya, Bu!" sahut Rafika

Tidak jauh beda dari Rafika, Kiranti pun saling berpelukan dengan kedua orang tuanya. Sampai akhirnya mobil bis yang di tunggu datang, barulah mereka saling melepaskan pelukannya.

Sepanjang perjalanan ke ibu kota, Rafika hanya diam saja. Dia sedang merenungkan ucapan ibunya semalam. Sampai akhirnya Kiranti menyenggol tangannya.

"Fika, Fika, bukankah itu Kang Asep. Dia bertunangan dengan model yang sedang naik daun Caithlyn. Lihat pestanya meriah sekali," tunjuk Kiranti pada sebuah layar persegi yang ada di dekat supir.

"Iya, dia mungkin bukan jodoh aku." Suara Rafika terdengar bergetar menahan tangisnya. Seandainya saja dia bukan di dalam mobil. Mungkin Rafika menangis kencang untuk meluapkan rasa sakit hatinya.

"Sabar ya! Semoga saja kamu berjodoh dengan orang yang lebih baik dari Kang Asep," Kiranti memeluk Rafika untuk memberi kekuatan pada gadis itu. Dia mengelus lembut punggung Rafika dengan mata yang terus melihat ke arah layar kaca.

"Kenapa Kang Asep seperti tidak bahagia? Tidak seperti model cantik itu yang terlihat sangat bahagia," gumam Kiranti pelan.

Mendengar ucapan sahabatnya, Rafika pun jadi penasaran. Dia mendongak ke arah televisi dan terus melihat raut wajah Erlangga yang terlihat sangat tampan dengan balutan jas yang mengkilap tersorot cahaya lampu.

"Apa Kang Asep sudah bisa melihat lagi? Apa ingatan dia sudah kembali dan melupakan aku?"

"Mungkin saja operasinya sukses. Syukurlah usaha kita tidak sia-sia menyelamatkan dia. Sekarang Kang Asep sudah kembali menjadi dirinya sendiri."

"Iya, sudah tidak ada lagi Kang Asep. Dia Erlangga Bramantyo, bukan Kang Asep yang aku cintai. Semoga Akang bahagia di manapun berada," ucap Rafika pelan.

Setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan badan dan hatinya, akhirnya Rafika tiba di rumah kontrakan Wa Kumis. Sebuah rumah petak berukuran 4x3 meter. Hanya ada kamar tidur dan kamar mandi serta dapur kecil di dalamnya.

"Kalian tidur di sini. Uwa mau ikut tidur di kontrakan Mang Jhon. Besok, baru Uwa antar cari rumah kost yang dekat kampus," ucap Wa Kumis sebelum meninggalkan kedua gadis itu.

"Iya, Wa. Ini nasi padang-nya buat Uwa satu," ucap Rafika seraya memberikan satu bungkus nasi Padang yang dia beli tadi di jalan.

"Oh, iya. Uwa lapar sekali, ya sudah kalian juga makan. Uwa mau ke kontrakan Mang Jhon takut orangnya keburu pergi kerja," pamit Wa Kumis.

"Iya, Wa!" sahut kedua gadis itu secara bersamaan.

Selepas kepergian Wa Kumis, Rafika dan Kiranti pun beres-beres dulu di rumah kontrakan yang ditinggalkan hampir satu Minggu oleh pemiliknya. Setelah semuanya bersih, kedua gadis itu pun memilih untuk makan terlebih dahulu karena perut mereka yang sudah keroncongan.

"Fika, nanti kalau sudah dapat kost, kita cari kerja yuk! Sambil nunggu mulai kuliah. Kita cari yang part time aja," usul Kiranti.

"Boleh, deh! Daripada aku harus mikirin Kang Asep yang gak mikirin aku, lebih baik cari kesibukan yang menghasilkan uang. Benar gak?"

"Yoi, sist. Life must go on."

...~Bersambung~...

Terpopuler

Comments

Marliah

Marliah

/Sob//Sob//Sob//Sob/novel mu buat aku menanggis...

2023-10-08

1

Ami batam

Ami batam

bagaikan pungguk yg merindukan bulan itulh yg kira kira Rafika rasa kan saat ini, tetapi nama ny jodoh ttp jadi rahasia yg di atas, walau sekuat apapun berusaha klo tidak berjodoh ttp akan terpisah,tetapi sebaliknya walaupun bnyk rintangan dan halangan di dpn klo mmng pada dasar ny Berjodoh, akan ada saja jalan untuk bertemu 🥰

2022-09-19

2

Hatija Lapengo Lapaola

Hatija Lapengo Lapaola

semangat fika gak usa mikirin si bang asep dr pada pusing mendingan lupakan

2022-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2 Bab 2 Aku Tidak Ingat
3 Bab 3 Ayo Pulang!
4 Bab 4 Menolak Ikut
5 Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6 Bab 6 Memancing Ikan
7 Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8 Bab 8 Bukti Kuat
9 Bab 9 Periksa Mata
10 Bab 10 Suka dan Duka
11 Bab 11 Rencana Operasi
12 Bab 12 Malam Terakhir
13 Bab 13 Berpisah
14 Bab 14 Ujian
15 Bab 15 Membaik
16 Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17 Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18 Bab 18 Kelulusan
19 Bab 19 Life Must Go On
20 Bab 20 Move On
21 Bab 21 Dia Berbeda
22 Bab 22 Bos Aneh
23 Bab 23 Makan Bersama
24 Bab 24 Mungkinkah dia?
25 Bab 25 Tertidur Di Bahu
26 Bab 26 Langit dan Bumi
27 Bab 27 Melepaskan Perasaan
28 Bab 28 Pura-pura Sakit
29 Bab 29 Dipanggil Bos
30 Bab 30 Bonus
31 Bab 31 Mabuk
32 Bab 32 Peringatan Calvin
33 Bab 33 Berdamai
34 Bab 34 Bibir Kamu Manis
35 Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36 Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37 Bab 37 Cicilan
38 Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39 Bab 39 Tawaran Erlangga
40 Bab 40 Kembali Bersama
41 Bab 41 Cokelat Cinta
42 Bab 42 Menyamar
43 Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44 Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45 Bab 45 Menguntit
46 Bab 46 Mencari Rafika
47 Bab 47 Belajar Realistis
48 Bab 48 Lamaran
49 Bab 49 Ganti Rugi
50 Bab 50 Gugurkan anak itu!
51 Bab 51 Cukup, Kakek!
52 Bab 52 Keputusan Kakek
53 Bab 53 Serah Terima Jabatan
54 Bab 54 Dihadang Penguntit
55 Bab 55 Rahasia Rafika
56 Bab 56 Terciduk
57 Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58 Bab 58 Sah
59 Bab 59 Malam Pengantin
60 Bab 60 Palang Merah
61 Bab 61 Lupakan!
62 Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63 Bab 63 Rencana Yang Sukses
64 Bab 64 Salah Mencintai
65 Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66 Bab 66 Pulang
67 Bab 67 Terungkap Fakta
68 Bab 68 Permintaan Kakek
69 Bab 69 Kenapa harus malu?
70 Bab 70 Gara-gara Rafika
71 Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72 Bab 72 Manjanya Rafika
73 Bab 73 Peringatan Fika
74 Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75 Bab 75 Mual di Pagi Hari
76 Bab 76 Periksa Kandungan
77 Bab 77 Makan Siang
78 Bab 78 Kiran Jatuh
79 Bab 79 Azab
80 Bab 80 Kemarahan Erlangga
81 Bab 81 Rumput Fatimah
82 Bab 82 Kontraksi
83 Bab 83 Koma
84 Bab 84 Pelajaran Berharga
85 Bab 85 Syukuran
86 Bab 86 Buka Puasa
87 Bab 87 Calvin Pingsan
88 Bab 88 Bang, lihat apa?
89 Bab 89 Ghibah
90 Bab 90 Berlibur Bersama
91 Bab 91 Sunrise
92 Bab 92 Puber Kedua
93 Bab 93 Terima Kasih ( End )
94 Promo Mainan CEO Arogant
95 Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2
Bab 2 Aku Tidak Ingat
3
Bab 3 Ayo Pulang!
4
Bab 4 Menolak Ikut
5
Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6
Bab 6 Memancing Ikan
7
Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8
Bab 8 Bukti Kuat
9
Bab 9 Periksa Mata
10
Bab 10 Suka dan Duka
11
Bab 11 Rencana Operasi
12
Bab 12 Malam Terakhir
13
Bab 13 Berpisah
14
Bab 14 Ujian
15
Bab 15 Membaik
16
Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17
Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18
Bab 18 Kelulusan
19
Bab 19 Life Must Go On
20
Bab 20 Move On
21
Bab 21 Dia Berbeda
22
Bab 22 Bos Aneh
23
Bab 23 Makan Bersama
24
Bab 24 Mungkinkah dia?
25
Bab 25 Tertidur Di Bahu
26
Bab 26 Langit dan Bumi
27
Bab 27 Melepaskan Perasaan
28
Bab 28 Pura-pura Sakit
29
Bab 29 Dipanggil Bos
30
Bab 30 Bonus
31
Bab 31 Mabuk
32
Bab 32 Peringatan Calvin
33
Bab 33 Berdamai
34
Bab 34 Bibir Kamu Manis
35
Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36
Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37
Bab 37 Cicilan
38
Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39
Bab 39 Tawaran Erlangga
40
Bab 40 Kembali Bersama
41
Bab 41 Cokelat Cinta
42
Bab 42 Menyamar
43
Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44
Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45
Bab 45 Menguntit
46
Bab 46 Mencari Rafika
47
Bab 47 Belajar Realistis
48
Bab 48 Lamaran
49
Bab 49 Ganti Rugi
50
Bab 50 Gugurkan anak itu!
51
Bab 51 Cukup, Kakek!
52
Bab 52 Keputusan Kakek
53
Bab 53 Serah Terima Jabatan
54
Bab 54 Dihadang Penguntit
55
Bab 55 Rahasia Rafika
56
Bab 56 Terciduk
57
Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58
Bab 58 Sah
59
Bab 59 Malam Pengantin
60
Bab 60 Palang Merah
61
Bab 61 Lupakan!
62
Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63
Bab 63 Rencana Yang Sukses
64
Bab 64 Salah Mencintai
65
Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66
Bab 66 Pulang
67
Bab 67 Terungkap Fakta
68
Bab 68 Permintaan Kakek
69
Bab 69 Kenapa harus malu?
70
Bab 70 Gara-gara Rafika
71
Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72
Bab 72 Manjanya Rafika
73
Bab 73 Peringatan Fika
74
Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75
Bab 75 Mual di Pagi Hari
76
Bab 76 Periksa Kandungan
77
Bab 77 Makan Siang
78
Bab 78 Kiran Jatuh
79
Bab 79 Azab
80
Bab 80 Kemarahan Erlangga
81
Bab 81 Rumput Fatimah
82
Bab 82 Kontraksi
83
Bab 83 Koma
84
Bab 84 Pelajaran Berharga
85
Bab 85 Syukuran
86
Bab 86 Buka Puasa
87
Bab 87 Calvin Pingsan
88
Bab 88 Bang, lihat apa?
89
Bab 89 Ghibah
90
Bab 90 Berlibur Bersama
91
Bab 91 Sunrise
92
Bab 92 Puber Kedua
93
Bab 93 Terima Kasih ( End )
94
Promo Mainan CEO Arogant
95
Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!