Bab 4 Menolak Ikut

"Maaf, Tuan. Anda siapa dan Elang siapa? Nama saya Asep," tanya Erlangga bingung dengan orang yang tiba-tiba saja memeluknya.

"Kamu tidak mengenali kakek kamu sendiri?" Kini Tuan Ageng Bramantyo yang berbalik menjadi heran dengan sikap cucunya.

"Maaf Tuan, saya menyela. Sebenarnya Asep tidak ingat dengan masa lalunya. Kalau kata putri saya, namanya amsia." Sofie langsung menyela ucapan Tuan yang berbaju mahal itu.

"Mungkin maksud Ibu Amnesia," timpal Calvin.

"Iya, benar. Kata Fika, Asep lupa ingatan. Silakan Tuan-tuan duduk dulu, biar kita bicaranya lebih enak."

"Tidak perlu! Kami ke sini untuk menjemput Elang. Dia bukan Asep tetapi Erlangga cucu saya," sahut Tuan Ageng.

Aku gak percaya mereka keluargaku. Kenapa sikapnya begitu angkuh pada orang yang telah menolong aku. Bukannya berterima kasih tetapi malah bersikap seperti itu. Kalau memang keluarga aku, kenapa baru sekarang mereka datang? Apa mungkin, mereka yang membuang aku ke sungai? Karena aku tidak mati jadi mereka ingin menghabisi aku sekalian lagi, batin Erlangga.

"Maaf, Tuan! Saya tidak bisa ikut dengan Anda. Saya tidak yakin kalau Anda keluarga saya," ucap Erlangga. "Ibu tolong bawa saya ke kursi!" lanjutnya.

Erlangga menggunakan tongkatnya untuk mencari arah menuju ke kursi. Tentu saja hal itu tidak lepas dari penglihatan Tuan Ageng. Dia merasa kaget dengan apa yang dilihatnya. Ternyata cucunya selain amnesia tetapi juga buta.

Secepatnya Calvin membantu Erlangga menuju kursi. Meskipun Sofie sudah bersiap untuk menuntun pemuda itu, tetapi Calvin langsung memberi kode kalau dia saja yang membantu Erlangga. Sebenarnya Calvin ingin duduk bersama sahabatnya. Namun rasanya tidak mungkin dia duduk, sedangkan tuannya masih berdiri di tempatnya.

"Terima kasih," ucap Erlangga setelah dia duduk dengan nyaman.

"Sebentar saya ambilkan minum dulu," pamit Sofie.

"Tidak usah! Kami ke sini hanya untuk menjemput Elang." Cegah Tuan Ageng. Mana mau dia minum dari gelas orang yang tidak dikenalnya. Dunia bisnis yang kejam mengajarkan dia untuk selalu waspada pada orang-orang yang baru dia temui.

"Elang, aku ini kakek kamu. Aku mengajak kamu pulang agar bisa memberikan pengobatan yang tepat. Aku bukan orang jahat yang ingin mencelakai kamu," tegas Tuan Ageng.

"Maaf, Tuan. Saya tetap tidak bisa ikut sebelum Tuan memberikan bukti yang konkrit tentang diri saya. Mungkin Tuan bisa menunjukkan kartu identitas saya atau ijasah sekolah saya. Kalau nanti Fika mengatakan saya memang keluarga Anda, maka saya akan ikut dengan Anda."

"Kamu keras kepala sekali, tapi baiklah. Aku akan membawa bukti seperti yang kamu minta. Setelah nanti bukti-bukti itu menunjukkan kalau kamu Erlangga Bramantyo cucuku, kamu tidak ada alasan lagi untuk menolak ikut bersamaku. Lagipula, kenapa kamu betah di rumah ini? Sangat tidak layak untuk kamu tempati."

Astaga Tuan, bukannya berterima kasih malah menghina yang sudah menolong Elang, batin Calvin.

"Baiklah, tapi aku minta Anda mengganti semua uang Fika yang dipakainya untuk pengobatan aku. Baru aku akan ikut dengan Anda."

"Tidak masalah, aku bahkan akan mengganti sepuluh kali lipat kalau kamu bersedia ikut denganku dan menjalani pengobatan yang tepat."

Sofie hanya tersenyum samar mendengar apa yang pria kaya itu katakan. Karena memang benar rumahnya sudah tidak layak huni. Cat temboknya sudah banyak yang mengelupas. Kusen rumah pun sudah pada rapuh. Namun bagi Sofie dan Rafika rumah peninggalan orang tua suaminya itu masih terasa nyaman.

"Calvin, ayo kita pulang!" ajak Tuan Ageng berlalu begitu saja.

"Baik, Tuan!" sahut Calvin. "Elang, aku pulang dulu. Kamu cepat sehat lagi, maaf aku terlambat menemukan kamu."

Calvin langsung berlalu pergi mengejar tuannya yang sudah naik ke dalam mobil mewahnya. Dia tidak berbuat apapun. Meskipun sebenarnya masih ingin berlama-lama di sana.

Apa benar mereka keluarga aku? Ucapan dari laki-laki muda itu membuat hatiku adem. Tidak seperti suara dari kakek-kakek itu yang terdengar angkuh, batin Erlangga.

Setelah Melihat kepergian orang kaya itu Sofie pun mendekat ke arah Erlangga. Dia duduk di hadapan pemuda tampan itu. Meskipun hatinya tersinggung dengan sikap Tuan kaya tadi, tetapi Sofie bisa memakluminya.

"Asep, maaf sebelumnya! Dari yang Ibu lihat, kamu dan Tuan tadi memiliki kemiripan wajah. Mungkin benar mereka itu keluarga kamu. Apa tidak sebaiknya kamu ikut dengan mereka nanti. Agar mendapatkan pengobatan yang tepat." Sofie menghela napas sejenak sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.

"Ibu sebenarnya senang kamu tinggal di sini. Ada orang yang mengajari Fika belajar, tapi ibu juga berharap kondisi kamu bisa secepatnya pulih. Biar kamu bisa melihat wajah Ibu dan Fika," ucap Sofie lembut.

"Iya, Bu aku mengerti. Tapi aku tidak suka dengan sikap Tuan tadi. Dia begitu angkuh, aku menjadi sangsi kalau Tuan itu benar kakekku. Bukankah orang tua itu harus bijaksana. Dia tidak bisa menghargai Ibu yang sudah menolongku."

Memang benar apa yang Asep katakan, kakeknya bahkan tidak mau duduk di kursi yang memang sudah tidak layak dipakai. Aku memang bisa membeli kursi yang baru, tapi aku menahannya karena ingin Fika sekolah yang tinggi. Agar tidak ada lagi yang menghinanya karena sudah tidak memiliki ayah. Mungkin, saat nanti Fika sudah memiliki gelar, mereka akan segan untuk merendahkannya, batin Sofie.

Saat keduanya sedang sama-sama merenung, terdengar ada orang yang memberi salam. Rupanya hari ini Rafika pulang cepat. Dia merasa heran melihat Ibunya dan laki-laki yang dia panggil Kang Asep tidak menjawab salamnya.

"ASSALAMU'ALAIKUM," teriak Rafika kencang.

"Astaga, Fika! Kenapa teriak ucap salamnya?" tegur Sofie. "Wa'alaikumsalam," balasnya.

"Ibu sih, Fika ucap salam diam saja. Kang Asep juga, kalian kenapa sih?" tanya Fika dengan menyelidik raut wajah kedua orang dewasa yang ada di depannya. "Jangan bilang, Ibu ada niat buat menikah dengan Kang Asep. Kemudaan, Bu! Harusnya Kang Asep nikah sama aku," lanjut Fika asal.

"Kamu tuh suka ada-ada saja. Kalau Ibu ingin nikah lagi, kenapa Ibu tidak terima saja lamaran dari Pak Burhan, dia kan bos padi. Seusia dengan Ibu juga."

"Ya kali Ibu tergoda dengan ketampanan Kang Asep. Jangankan Ibu, Fika juga suka lihat wajah Kang Asep. Kalau permen nih, udah Fika makan dari dulu."

"Kamu tuh suka asal kalau bicara. Sudah Ibu mau ke warung dulu. Tapi kenapa kamu pulang cepat?"

"Gurunya mau rapat. Tadinya Fika mau ikut rental band sama teman-teman tapi tadi pagi lupa gak bawa uang jajan. Makanya ongkos sama jajan minta bayarin sama Kiran. Tapi untung saja Zaenal kasih uang buat Fika, gak jadi utang sama Kiran deh."

"Zaenal siapa?" tanya Erlangga datar.

"Cowok yang mau jadi pacar Fika."

Wajah Erlangga mengeras seketika mendengar ada lelaki yang ingin mendekati gadis kecilnya. Rasanya dia ingin marah. Namun, sebisa mungkin Erlangga menahannya.

...~Bersambung~...

...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

...Terima kasih....

Terpopuler

Comments

Hartaty

Hartaty

hmmm menarik sampai sini

2023-06-01

1

Edelweiss_Wijaya

Edelweiss_Wijaya

Nah loh bau angus tuh🤣

2022-09-12

1

Hatija Lapengo Lapaola

Hatija Lapengo Lapaola

next

2022-09-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2 Bab 2 Aku Tidak Ingat
3 Bab 3 Ayo Pulang!
4 Bab 4 Menolak Ikut
5 Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6 Bab 6 Memancing Ikan
7 Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8 Bab 8 Bukti Kuat
9 Bab 9 Periksa Mata
10 Bab 10 Suka dan Duka
11 Bab 11 Rencana Operasi
12 Bab 12 Malam Terakhir
13 Bab 13 Berpisah
14 Bab 14 Ujian
15 Bab 15 Membaik
16 Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17 Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18 Bab 18 Kelulusan
19 Bab 19 Life Must Go On
20 Bab 20 Move On
21 Bab 21 Dia Berbeda
22 Bab 22 Bos Aneh
23 Bab 23 Makan Bersama
24 Bab 24 Mungkinkah dia?
25 Bab 25 Tertidur Di Bahu
26 Bab 26 Langit dan Bumi
27 Bab 27 Melepaskan Perasaan
28 Bab 28 Pura-pura Sakit
29 Bab 29 Dipanggil Bos
30 Bab 30 Bonus
31 Bab 31 Mabuk
32 Bab 32 Peringatan Calvin
33 Bab 33 Berdamai
34 Bab 34 Bibir Kamu Manis
35 Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36 Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37 Bab 37 Cicilan
38 Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39 Bab 39 Tawaran Erlangga
40 Bab 40 Kembali Bersama
41 Bab 41 Cokelat Cinta
42 Bab 42 Menyamar
43 Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44 Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45 Bab 45 Menguntit
46 Bab 46 Mencari Rafika
47 Bab 47 Belajar Realistis
48 Bab 48 Lamaran
49 Bab 49 Ganti Rugi
50 Bab 50 Gugurkan anak itu!
51 Bab 51 Cukup, Kakek!
52 Bab 52 Keputusan Kakek
53 Bab 53 Serah Terima Jabatan
54 Bab 54 Dihadang Penguntit
55 Bab 55 Rahasia Rafika
56 Bab 56 Terciduk
57 Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58 Bab 58 Sah
59 Bab 59 Malam Pengantin
60 Bab 60 Palang Merah
61 Bab 61 Lupakan!
62 Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63 Bab 63 Rencana Yang Sukses
64 Bab 64 Salah Mencintai
65 Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66 Bab 66 Pulang
67 Bab 67 Terungkap Fakta
68 Bab 68 Permintaan Kakek
69 Bab 69 Kenapa harus malu?
70 Bab 70 Gara-gara Rafika
71 Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72 Bab 72 Manjanya Rafika
73 Bab 73 Peringatan Fika
74 Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75 Bab 75 Mual di Pagi Hari
76 Bab 76 Periksa Kandungan
77 Bab 77 Makan Siang
78 Bab 78 Kiran Jatuh
79 Bab 79 Azab
80 Bab 80 Kemarahan Erlangga
81 Bab 81 Rumput Fatimah
82 Bab 82 Kontraksi
83 Bab 83 Koma
84 Bab 84 Pelajaran Berharga
85 Bab 85 Syukuran
86 Bab 86 Buka Puasa
87 Bab 87 Calvin Pingsan
88 Bab 88 Bang, lihat apa?
89 Bab 89 Ghibah
90 Bab 90 Berlibur Bersama
91 Bab 91 Sunrise
92 Bab 92 Puber Kedua
93 Bab 93 Terima Kasih ( End )
94 Promo Mainan CEO Arogant
95 Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2
Bab 2 Aku Tidak Ingat
3
Bab 3 Ayo Pulang!
4
Bab 4 Menolak Ikut
5
Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6
Bab 6 Memancing Ikan
7
Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8
Bab 8 Bukti Kuat
9
Bab 9 Periksa Mata
10
Bab 10 Suka dan Duka
11
Bab 11 Rencana Operasi
12
Bab 12 Malam Terakhir
13
Bab 13 Berpisah
14
Bab 14 Ujian
15
Bab 15 Membaik
16
Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17
Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18
Bab 18 Kelulusan
19
Bab 19 Life Must Go On
20
Bab 20 Move On
21
Bab 21 Dia Berbeda
22
Bab 22 Bos Aneh
23
Bab 23 Makan Bersama
24
Bab 24 Mungkinkah dia?
25
Bab 25 Tertidur Di Bahu
26
Bab 26 Langit dan Bumi
27
Bab 27 Melepaskan Perasaan
28
Bab 28 Pura-pura Sakit
29
Bab 29 Dipanggil Bos
30
Bab 30 Bonus
31
Bab 31 Mabuk
32
Bab 32 Peringatan Calvin
33
Bab 33 Berdamai
34
Bab 34 Bibir Kamu Manis
35
Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36
Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37
Bab 37 Cicilan
38
Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39
Bab 39 Tawaran Erlangga
40
Bab 40 Kembali Bersama
41
Bab 41 Cokelat Cinta
42
Bab 42 Menyamar
43
Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44
Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45
Bab 45 Menguntit
46
Bab 46 Mencari Rafika
47
Bab 47 Belajar Realistis
48
Bab 48 Lamaran
49
Bab 49 Ganti Rugi
50
Bab 50 Gugurkan anak itu!
51
Bab 51 Cukup, Kakek!
52
Bab 52 Keputusan Kakek
53
Bab 53 Serah Terima Jabatan
54
Bab 54 Dihadang Penguntit
55
Bab 55 Rahasia Rafika
56
Bab 56 Terciduk
57
Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58
Bab 58 Sah
59
Bab 59 Malam Pengantin
60
Bab 60 Palang Merah
61
Bab 61 Lupakan!
62
Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63
Bab 63 Rencana Yang Sukses
64
Bab 64 Salah Mencintai
65
Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66
Bab 66 Pulang
67
Bab 67 Terungkap Fakta
68
Bab 68 Permintaan Kakek
69
Bab 69 Kenapa harus malu?
70
Bab 70 Gara-gara Rafika
71
Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72
Bab 72 Manjanya Rafika
73
Bab 73 Peringatan Fika
74
Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75
Bab 75 Mual di Pagi Hari
76
Bab 76 Periksa Kandungan
77
Bab 77 Makan Siang
78
Bab 78 Kiran Jatuh
79
Bab 79 Azab
80
Bab 80 Kemarahan Erlangga
81
Bab 81 Rumput Fatimah
82
Bab 82 Kontraksi
83
Bab 83 Koma
84
Bab 84 Pelajaran Berharga
85
Bab 85 Syukuran
86
Bab 86 Buka Puasa
87
Bab 87 Calvin Pingsan
88
Bab 88 Bang, lihat apa?
89
Bab 89 Ghibah
90
Bab 90 Berlibur Bersama
91
Bab 91 Sunrise
92
Bab 92 Puber Kedua
93
Bab 93 Terima Kasih ( End )
94
Promo Mainan CEO Arogant
95
Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!