Bab 10 Suka dan Duka

Perjalanan yang melelahkan antara Sumedang-Bandung, membuat Rafika tertidur pulas di dalam pelukan Erlangga. Apalagi jalan yang berkelok-kelok di cadas pangeran, membuat gadis itu semakin enggan membuka matanya. Meskipun sebenarnya dia merasakan badannya terkadang oleng ke kanan dan ke kiri. Namun tetap saja dia memejamkan matanya.

"Elang, apa dia penyebab kamu tidak ingin pulang?" tanya Calvin seraya melihat Erlangga dari kaca mobil.

"Iya!" sahut Erlangga singkat.

"Kamu jangan takut! Kalau memang jodoh, kalian pasti bisa bertemu lagi," ucap Calvin.

"Setelah aku bisa melihat kembali, aku akan kembali ke desa itu. Bukankah akan membangun pabrik di Kota Majalengka?" tanya Erlangga.

"Rencana awal seperti itu. Tapi entah segera di lanjutkan, entah diundur."

Kedua sahabat itu akhirnya bisa mengobrol santai seperti sebelum kejadian naas itu. Calvin merasa senang karena Erlangga sudah tidak merasa canggung lagi kepadanya. Tanpa mereka sadari, Rafika mendengarkan pembicaraan kedua laki-laki itu

Apa benar Kang Asep menyukai aku? Tapi sikapnya biasa saja. Tidak seperti Zaenal yang selalu mengejar aku, batin Rafika.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit yang dituju. Calvin langsung membawa Erlangga ke ruangan dokter, karena sebelumnya mereka sudah membuat janji.

"Selamat siang, Dok!" sapa Calvin saat dia sudah dipersilakan masuk ke dalam ruangan.

"Selamat siang. Silakan duduk!" sahut dokter wanita yang bernama Tiana itu. Dokter itu terlihat masih cantik, walaupun sudah berumur.

Sementara Erlangga yang sengaja naik kursi roda saat tiba di rumah sakit, didorong oleh Rafika agar mendekat ke arah meja dokter. Lalu Rafika memilih tempat duduk di samping Calvin.

"Ini rekam medis dari rumah sakit sebelumnya, Dok!" Calvin memberikan sebuah map kepada Dokter Tiana.

"Baiklah saya pelajari dulu ya!" ujar Dokter Tiana.

Selesai membaca rekap medis itu, Dokter Tiana langsung melihat ke arah Erlangga. Dia melambaikan tangannya di depan wajah pemuda itu. Namun, Erlangga seperti tidak terganggu sedikit pun dengan apa yang dokter itu lakukan.

"Apa sepulang dari rumah sakit masih suka kontrol?" tanya Dokter Tiana.

"Enggak, Dok! Kang Asep hanya dibantu oleh obat herbal seadanya," ucap Rafika jujur.

"Baiklah, saya akan periksa dulu!"

Setelah dokter melakukan serangkaian test, dia menyimpulkan kalau Erlangga mengalami Ablasia retina. Dimana suatu kondisi terlepasnya retina dari bagian belakang mata. Hal itu terjadi akibat cedera pada mata saat kecelakaan. Namun, karena tidak segera ditangani dengan baik, kondisinya menjadi memburuk.

"Dok, apa masih bisa disembuhkan?" tanya Rafika dengan suara yang bergetar, saat selesai mendengarkan penjelasan dokter.

Erlangga langsung menggenggam tangan Rafika. Dia takut gadis itu merasa bersalah dengan apa yang terjadi padanya. Karena sepulang dari rumah sakit itu, mereka tidak pernah kontrol lagi. Erlangga pun selalu menahan rasa sakitnya sendiri. Karena tidak tega jika harus merepotkan orang yang telah menolongnya.

"Semoga saja masih ada waktu. Kalau sudah komplikasi dapat menyebabkan kebutaan permanen atau hanya bisa membedakan gelap dan terang," jelas Dokter Tiana.

"Dok, apa ada cara cepat agar Elang bisa segera melihat kembali?" tanya Calvin.

"Tentu saja ada, tapi kita harus mencari pendonor mata."

"Maksud Dokter? Bisa dengan donor mata?" tanya Calvin untuk lebih meyakinkan.

"Iya, Kalau Anda bisa secepatnya mencari pendonor mata, maka Tuan Erlangga akan segera bisa melihat kembali."

"Baiklah, Dok! Saya pasti akan mencari secepatnya," sahut Calvin.

Sepulang dari rumah sakit, Rafika lebih banyak diam. Dia benar-benar merasa sangat bersalah karena ternyata kondisi mata Erlangga semakin memburuk. Namun pemuda tampan itu terus meyakinkan kalau semua itu bukan kesalahan Rafika.

Sampai akhirnya, Calvin berinisiatif membawa Rafika dan Erlangga mampir ke sebuah restoran yang merupakan tempat untuk memanjakan perut dan mata di dataran tinggi Lembang Bandung. Setibanya di sana, mereka disuguhkan bangunan kastil megah dengan latar belakang pemandangan bukit yang indah.

Namun, tetap saja gadis itu belum bisa melupakan apa yang dokter itu katakan. Sampai saat mereka sedang makan pun, Rafika terlihat tidak berselera. Calvin yang melihat semua itu langsung menyenggol tangan Erlangga untuk memberi kode.

"Fika, ayo dimakan! Soal tadi jangan dipikirkan terus! Apa tidak dengar kata dokter kalau Akang pasti bisa melihat lagi saat nanti ada pendono?" ucap Erlangga lembut.

"Akang, pakai saja mata aku. Biar aku bertanggung jawab karena membuat mata Akang semakin parah," ucap Rafika yang mulai terisak.

"Fika, sini lihat Akang! Jangan bersedih lagi!Akang pasti baik-baik saja. Akang malah tidak akan baik-baik saja jika melihat Fika bersedih seperti ini. Calvin pasti mencari pendonor untuk Akang. Di sini suasananya sangat sejuk pasti pemandangannya juga sangat indah. Apa kamu tidak ingin berfoto dengan Akang untuk kenang-kenangan?"

"Boleh, Kang. Tapi handphone Fika kameranya jelek. Bang Calvin, bisa fotoin Fika dengan Kang Asep?" Wajah sedih Rafika langsung berubah cerah saat mendengar akan berfoto bersama dengan laki-laki yang tak tanpa dia sadari sudah memenuhi hatinya.

"Boleh. Ayo bersiap, aku hitung mundur ya! Tiga ... Dua ... Satu ...."

Cekrek ... cekrek ... cekrek ....

Calvin mengambil beberapa gambar dengan pose Rafika yang berbeda-beda. Namun, saat pada pose terakhir, Rafika mencuri ciuman pada pipi mulus Erlangga. Tentu saja hal itu membuat Erlangga menjadi kaget.

"Posenya bagus sekali Fika! Mau Abang kirim via apa?" tanya Calvin.

"Bluetooth aja, Bang. Fika gak punya kouta," ucap Rafika cengengesan.

"Ya sudah nyalain bluetooth-nya. Abang kirim sekarang. Berapa nomor kamu? Nanti Abang kirim pulsa," tanya Calvin.

"Beneran, Bang? Boleh deh kirim ke 0858466xxxx." Baru saja Rafika selesai menyebutkan nomor ponselnya. Tidak lama kemudian terdengar suara pesan masuk dari operator.

"Bang, banyak banget kasih pulsanya. Baru kali ini Fika punya pulsa seratus ribu," ucap Rafika heboh.

"Gak apa! Biar Fika semangat belajarnya," ucap Calvin.

"Nanti kalau Akang sudah kerja pasti akan sering kasih uang buat Fika, biar Fika bisa beli pulsa sepuas-sepuasnya." Erlangga tersenyum mendengar Rafika kembali ceria.

"Elang, aku ke toilet sebentar ya!" pamit Calvin saat ada panggilan masuk di ponselnya.

"Memang nanti gak marah dengan istri Akang. Tidak lama lagi, Akang pasti akan menikah." Rafika menatap lekat Erlangga. Dia semakin sedih saat menyadari sebentar lagi mereka pasti akan berpisah.

"Akang akan menikah, saat Fika sudah siap untuk menikah."

"Maksud Akang?" tanya Rafika dengan dada yang bergemuruh hebat.

"Fika, kalau Fika sudah besar, mau kan jadi istri Akang?" tanya Erlangga dengan dada yang sama bergemuruh. Denyut jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya. Dia harap-harap cemas dengan jawaban yang akan Rafika berikan.

"Apa Akang serius?"

"Iya, Akang serius. Tunggu Akang kembali, pasti Akang akan melamar Fika."

...~Bersambung~...

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SMOGA STELAH ELANG SMBUH DARI BUTA & AMNESIANYA, ELANG TK MLUPAKAN FIKA..

2024-01-02

0

Hartaty

Hartaty

penasaran nanti dgn Felisha

2023-06-01

1

Edelweiss

Edelweiss

lanjut thor

2022-09-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2 Bab 2 Aku Tidak Ingat
3 Bab 3 Ayo Pulang!
4 Bab 4 Menolak Ikut
5 Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6 Bab 6 Memancing Ikan
7 Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8 Bab 8 Bukti Kuat
9 Bab 9 Periksa Mata
10 Bab 10 Suka dan Duka
11 Bab 11 Rencana Operasi
12 Bab 12 Malam Terakhir
13 Bab 13 Berpisah
14 Bab 14 Ujian
15 Bab 15 Membaik
16 Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17 Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18 Bab 18 Kelulusan
19 Bab 19 Life Must Go On
20 Bab 20 Move On
21 Bab 21 Dia Berbeda
22 Bab 22 Bos Aneh
23 Bab 23 Makan Bersama
24 Bab 24 Mungkinkah dia?
25 Bab 25 Tertidur Di Bahu
26 Bab 26 Langit dan Bumi
27 Bab 27 Melepaskan Perasaan
28 Bab 28 Pura-pura Sakit
29 Bab 29 Dipanggil Bos
30 Bab 30 Bonus
31 Bab 31 Mabuk
32 Bab 32 Peringatan Calvin
33 Bab 33 Berdamai
34 Bab 34 Bibir Kamu Manis
35 Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36 Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37 Bab 37 Cicilan
38 Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39 Bab 39 Tawaran Erlangga
40 Bab 40 Kembali Bersama
41 Bab 41 Cokelat Cinta
42 Bab 42 Menyamar
43 Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44 Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45 Bab 45 Menguntit
46 Bab 46 Mencari Rafika
47 Bab 47 Belajar Realistis
48 Bab 48 Lamaran
49 Bab 49 Ganti Rugi
50 Bab 50 Gugurkan anak itu!
51 Bab 51 Cukup, Kakek!
52 Bab 52 Keputusan Kakek
53 Bab 53 Serah Terima Jabatan
54 Bab 54 Dihadang Penguntit
55 Bab 55 Rahasia Rafika
56 Bab 56 Terciduk
57 Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58 Bab 58 Sah
59 Bab 59 Malam Pengantin
60 Bab 60 Palang Merah
61 Bab 61 Lupakan!
62 Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63 Bab 63 Rencana Yang Sukses
64 Bab 64 Salah Mencintai
65 Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66 Bab 66 Pulang
67 Bab 67 Terungkap Fakta
68 Bab 68 Permintaan Kakek
69 Bab 69 Kenapa harus malu?
70 Bab 70 Gara-gara Rafika
71 Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72 Bab 72 Manjanya Rafika
73 Bab 73 Peringatan Fika
74 Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75 Bab 75 Mual di Pagi Hari
76 Bab 76 Periksa Kandungan
77 Bab 77 Makan Siang
78 Bab 78 Kiran Jatuh
79 Bab 79 Azab
80 Bab 80 Kemarahan Erlangga
81 Bab 81 Rumput Fatimah
82 Bab 82 Kontraksi
83 Bab 83 Koma
84 Bab 84 Pelajaran Berharga
85 Bab 85 Syukuran
86 Bab 86 Buka Puasa
87 Bab 87 Calvin Pingsan
88 Bab 88 Bang, lihat apa?
89 Bab 89 Ghibah
90 Bab 90 Berlibur Bersama
91 Bab 91 Sunrise
92 Bab 92 Puber Kedua
93 Bab 93 Terima Kasih ( End )
94 Promo Mainan CEO Arogant
95 Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2
Bab 2 Aku Tidak Ingat
3
Bab 3 Ayo Pulang!
4
Bab 4 Menolak Ikut
5
Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6
Bab 6 Memancing Ikan
7
Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8
Bab 8 Bukti Kuat
9
Bab 9 Periksa Mata
10
Bab 10 Suka dan Duka
11
Bab 11 Rencana Operasi
12
Bab 12 Malam Terakhir
13
Bab 13 Berpisah
14
Bab 14 Ujian
15
Bab 15 Membaik
16
Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17
Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18
Bab 18 Kelulusan
19
Bab 19 Life Must Go On
20
Bab 20 Move On
21
Bab 21 Dia Berbeda
22
Bab 22 Bos Aneh
23
Bab 23 Makan Bersama
24
Bab 24 Mungkinkah dia?
25
Bab 25 Tertidur Di Bahu
26
Bab 26 Langit dan Bumi
27
Bab 27 Melepaskan Perasaan
28
Bab 28 Pura-pura Sakit
29
Bab 29 Dipanggil Bos
30
Bab 30 Bonus
31
Bab 31 Mabuk
32
Bab 32 Peringatan Calvin
33
Bab 33 Berdamai
34
Bab 34 Bibir Kamu Manis
35
Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36
Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37
Bab 37 Cicilan
38
Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39
Bab 39 Tawaran Erlangga
40
Bab 40 Kembali Bersama
41
Bab 41 Cokelat Cinta
42
Bab 42 Menyamar
43
Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44
Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45
Bab 45 Menguntit
46
Bab 46 Mencari Rafika
47
Bab 47 Belajar Realistis
48
Bab 48 Lamaran
49
Bab 49 Ganti Rugi
50
Bab 50 Gugurkan anak itu!
51
Bab 51 Cukup, Kakek!
52
Bab 52 Keputusan Kakek
53
Bab 53 Serah Terima Jabatan
54
Bab 54 Dihadang Penguntit
55
Bab 55 Rahasia Rafika
56
Bab 56 Terciduk
57
Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58
Bab 58 Sah
59
Bab 59 Malam Pengantin
60
Bab 60 Palang Merah
61
Bab 61 Lupakan!
62
Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63
Bab 63 Rencana Yang Sukses
64
Bab 64 Salah Mencintai
65
Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66
Bab 66 Pulang
67
Bab 67 Terungkap Fakta
68
Bab 68 Permintaan Kakek
69
Bab 69 Kenapa harus malu?
70
Bab 70 Gara-gara Rafika
71
Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72
Bab 72 Manjanya Rafika
73
Bab 73 Peringatan Fika
74
Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75
Bab 75 Mual di Pagi Hari
76
Bab 76 Periksa Kandungan
77
Bab 77 Makan Siang
78
Bab 78 Kiran Jatuh
79
Bab 79 Azab
80
Bab 80 Kemarahan Erlangga
81
Bab 81 Rumput Fatimah
82
Bab 82 Kontraksi
83
Bab 83 Koma
84
Bab 84 Pelajaran Berharga
85
Bab 85 Syukuran
86
Bab 86 Buka Puasa
87
Bab 87 Calvin Pingsan
88
Bab 88 Bang, lihat apa?
89
Bab 89 Ghibah
90
Bab 90 Berlibur Bersama
91
Bab 91 Sunrise
92
Bab 92 Puber Kedua
93
Bab 93 Terima Kasih ( End )
94
Promo Mainan CEO Arogant
95
Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!