Bab 12 Malam Terakhir

Malam ini, rembulan bersinar terang. Bintang pun berkelap-kelip menghiasi angkasa. Tidak seperti malam-malam sebelumnya, malam ini keluarga Rafika saling mengucapkan salam perpisahan pada Erlangga. Mereka berkumpul di teras rumah Rafika. Duduk bersama dengan beralaskan tikar. Tidak ketinggalan kopi dan cemilan sebagai pelengkap obrolan.

"Asep, nanti kalau sudah kembali ke Jakarta, jangan lupa main ke sini." Wa Enok langsung menyapa duluan pada Erlangga.

"Iya, Wa in sya Allah." Erlangga tersenyum tipis menanggapi ucapan Wa Enok.

"Iya, Sep. Kasian tuh si Fika kalau kelamaan ditinggal. Nanti gak ada yang direpotkan mengerjakan tugasnya," timpal Wa Kumis, suami Wa Enok.

"Minta doanya saja dari semua Keluarga Fika, semoga operasinya berjalan dengan lancar."

"Aamiin." Kompak semua orang yang ada di sana.

Mereka pun larut dalam obrolan-obrolan receh. Mengenang masa mudanya dan bercerita tentang masa lalu keluarga Rafika. Erlangga hanya diam mendengarkan. Hanya sesekali dia berbicara saat ada orang yang bertanya kepadanya.

Berbeda dengan Rafika yang sedari tadi diam tidak ikut perbincangan orang tua. Dia sibuk menata hatinya karena akan ditinggal oleh orang yang disayanginya. Entah kenapa, gadis itu merasa, malam ini terakhir kali dia menghabiskan waktu bersama dengan Erlangga.

Sepertinya kegelisahan hati Rafika, terlihat jelas dari wajahnya. Sampai-sampai para pemuda yang sedang nongkrong di pos kamling depan rumah Rafika, menyanyikan sebuah lagu yang menggambarkan hati gadis itu.

Jreng ... Jreng ...

Terdengar suara gitar sebagai intro sebelum pemuda itu menyanyikan lagu yang akan mereka bawakan. Tidak lama kemudian, petikan gitar mengalun indah di pendengaran.

"Malam ini malam terakhir bagi kita. Untuk mencurahkan rasa rindu di dada. Esok aku akan pergi lama kembali. Kuharapkan agar engkau sabar menanti." Terdengar suara merdu Idut, tetangganya Rafika memulai bernyanyi. "Esok aku akan pergi lama kembali. Kuharapkan agar engkau sabar menanti."

Disambung lagi oleh Dodo yang berduet dengan Idut. "Aku akan sabar menantimu kembali

Selamat jalan dan sampai berjumpa lagi."

Kedua orang itu terus saja menyanyi saling bersahutan membawakan lagu Bang Rhoma, 'Malam Terakhir.' Rafika dan yang lainnya akhirnya terdiam mendengar lagu yang dibawakan oleh Idut dan Dodo. Sampai pada saat Idut menyanyikan lirik, "Mengapa, mengapa hatiku berdebar-debar. Seakan-akan ku ragu untuk merelakan kepergianmu, Kasih. Mengapa, mengapa hatiku berkata-kata. Seakan-akan berbisik, Bahwa kita tidak akan berjumpa lagi."

Rafika langsung menangis tersedu-sedu seraya memeluk Erlangga yang duduk di sampingnya. Pemuda itu hanya mengelus rambut panjang Rafika dengan mata yang berkaca-kaca. Seandainya dia boleh jujur, Erlangga pun takut tidak bisa bertemu lagi dengan Rafika.

Sementara Idut dan Dodo serta pemuda lainnya yang ada di pos kamling, hanya saling berpandangan mendengar suara tangis gadis tengil itu. Tidak biasanya Rafika menangis, karena setahunya gadis tomboy itu tahan banting. Saat jatuh dari pohon belimbing yang lumayan tinggi saja, Rafika tidak menangis, tetapi malah tertawa terbahak-bahak.

"Fika, Akang pasti kembali! Jangan nangis ya, Sayang!" bisik Erlangga pelan.

"Hiks ... hiks ... Fika-Fika gak mau jauh dari Akang. Pasti Nyonya itu akan melarang Akang kembali ke sini. Dia-dia tidak suka sama Fika," ucap Rafika disela isak tangisnya.

"Sudah Fika, malu dilihatin orang. Sana pindah nangisnya di dalam!" suruh Wa Enok.

Akhirnya Rafika dan Erlangga masuk ke dalam rumah. Pemuda tampan itu terus saja menenangkan kekasih hatinya. Karena saat mendengar Rafika menangis akibat berat untuk melepaskan kepergiannya, Erlangga pun merasa berat harus berpisah dengan gadis itu.

"Fika, percaya sama Akang! Akang pasti kembali pada Fika. Sayang, ujian yang benar ya! Akang tunggu di Jakarta, seandainya nanti tidak sempat kembali ke sini. Fika mau kuliah, kan?"

"Dulu, iya. Sekarang mau nikah saja sama Akang," ucap Rafika dengan menghapus ingusnya memakai baju Erlangga. Untung saja pemuda itu tidak bisa melihat, jadi tidak perlu jijik dengan kelakuan gadis itu.

"Sayang, jangan kecewakan Ibu! Bukankah Ibu sangat ingin melihat Fika jadi sarjana. Nanti Fika kuliah di Jakarta saja, biar sering ketemu Akang."

Tangan Erlangga terus saja mengelus rambut gadis itu. Seandainya saja, matanya tidak bermasalah, mana mungkin Erlangga mau ikut kembali ke kota. Sementara dia selalu merasa bahagia saat tinggal di desa bersama dengan Rafika.

"Akang janji ya, akan selalu cinta sama Fika." Rafika mengambil tangan Erlangga dan menautkan jari kelingking mereka.

Aku lupa, Kang Asep kan belum pernah bilang cinta sama aku, Rafika meringis dalam hatinya.

"Akang janji, di hati Akang hanya akan ada Fika. Sigani jinalsurok deo saranghaeyo," bisik Erlangga.

"Akang ikh, Fika kan cuma ngerti saranghae aja."

"Buat PR ya, nanti kalau nonton drakor."

"Gak mau, Fika maunya Akang bilang sekarang."

Erlangga hanya tersenyum mendengar suara Rafika yang merajuk. Sungguh, hatinya semakin berat saat harus berpisah dengan gadis itu, seorang gadis tomboy berhati hello kitty.

"Seiring berjalannya waktu, Akang semakin cinta sama Fika," bisik Erlangga tepat di telinga Rafika. yang sukses membuat pipi gadis itu merona seperti kepiting rebus.

Rasanya, ada berjuta kupu-kupu yang berterbangan di perut Rafika, membuat gadis itu tersenyum bahagia mendengar pengakuan cinta Erlangga. Ingin rasanya dia menghentikan waktu, agar bisa lebih lama lagi bersama dengan Kang Amnesia itu.

"Fika, kenapa gak dijawab, apa kamu ...."

"I love you more and more everyday," ucap Rafika malu-malu.

Ehem ...

Sofie langsung berdehem melihat putrinya yang seperti malu-malu kucing. Namun dia tidak mengerti apa yang Rafika katakan. Karena saat dia masuk, Rafika baru saja menyelesaikan kalimatnya.

"Sudah malam, ayo kita tidur! Biar besok tidak bangun kesiangan," ajak Sofie.

"Iya, Bu. Memang Uwa sudah pada pulang?" tanya Rafika.

"Sudah, ayo bantu bereskan gelas dan piring di depan!" ajak Sofie.

Kedua sudut bibir Rafika terus saja terangkat sempurna. Hatinya merasa sangat bahagia mendapatkan pengakuan cinta dari Erlangga. Biarlah dia bahagia untuk malam ini karena besok, laki-laki yang dicintainya akan pergi jauh.

Tuhan, ku mohon jodohkan aku dengan Kang Asep. Jika dia bukan jodohku, ku mohon agar Kang Asep berjodoh denganku, do'a Rafika dalam hati.

"Ya ampun Fika, apa yang kamu lakukan? Kenapa ampas kopinya disiram ke tangan ibu?" geram Sofie.

"Maaf, Bu! Fika gak sengaja," sesal Rafika langsung membersihkan tangan Sofie dengan baju ibunya sendiri.

"Astaga Fika! Lihat baju ibu malah jadi kotor." Sofie langsung pergi menuju ke kamar mandi. Dia pusing menghadapi kelakuan putrinya yang terkadang bikin kepala berasap.

Lucu sekali gadisku. Andai aku bisa melihat, mungkin aku bisa menyaksikan kejadian tadi secara langsung. Pasti dia melakukan itu karena terus memikirkan aku sampai salah membuang ampas kopi, batin Erlangga.

...~Bersambung~...

Terpopuler

Comments

Ami batam

Ami batam

rupanya di balik penampilan Rafika yg tomboi tersimpan hati yg selembut barbie ,yg mudah menangis krn mau di tinggal sama elang ke Jakarta 😊

2022-09-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2 Bab 2 Aku Tidak Ingat
3 Bab 3 Ayo Pulang!
4 Bab 4 Menolak Ikut
5 Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6 Bab 6 Memancing Ikan
7 Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8 Bab 8 Bukti Kuat
9 Bab 9 Periksa Mata
10 Bab 10 Suka dan Duka
11 Bab 11 Rencana Operasi
12 Bab 12 Malam Terakhir
13 Bab 13 Berpisah
14 Bab 14 Ujian
15 Bab 15 Membaik
16 Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17 Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18 Bab 18 Kelulusan
19 Bab 19 Life Must Go On
20 Bab 20 Move On
21 Bab 21 Dia Berbeda
22 Bab 22 Bos Aneh
23 Bab 23 Makan Bersama
24 Bab 24 Mungkinkah dia?
25 Bab 25 Tertidur Di Bahu
26 Bab 26 Langit dan Bumi
27 Bab 27 Melepaskan Perasaan
28 Bab 28 Pura-pura Sakit
29 Bab 29 Dipanggil Bos
30 Bab 30 Bonus
31 Bab 31 Mabuk
32 Bab 32 Peringatan Calvin
33 Bab 33 Berdamai
34 Bab 34 Bibir Kamu Manis
35 Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36 Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37 Bab 37 Cicilan
38 Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39 Bab 39 Tawaran Erlangga
40 Bab 40 Kembali Bersama
41 Bab 41 Cokelat Cinta
42 Bab 42 Menyamar
43 Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44 Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45 Bab 45 Menguntit
46 Bab 46 Mencari Rafika
47 Bab 47 Belajar Realistis
48 Bab 48 Lamaran
49 Bab 49 Ganti Rugi
50 Bab 50 Gugurkan anak itu!
51 Bab 51 Cukup, Kakek!
52 Bab 52 Keputusan Kakek
53 Bab 53 Serah Terima Jabatan
54 Bab 54 Dihadang Penguntit
55 Bab 55 Rahasia Rafika
56 Bab 56 Terciduk
57 Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58 Bab 58 Sah
59 Bab 59 Malam Pengantin
60 Bab 60 Palang Merah
61 Bab 61 Lupakan!
62 Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63 Bab 63 Rencana Yang Sukses
64 Bab 64 Salah Mencintai
65 Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66 Bab 66 Pulang
67 Bab 67 Terungkap Fakta
68 Bab 68 Permintaan Kakek
69 Bab 69 Kenapa harus malu?
70 Bab 70 Gara-gara Rafika
71 Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72 Bab 72 Manjanya Rafika
73 Bab 73 Peringatan Fika
74 Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75 Bab 75 Mual di Pagi Hari
76 Bab 76 Periksa Kandungan
77 Bab 77 Makan Siang
78 Bab 78 Kiran Jatuh
79 Bab 79 Azab
80 Bab 80 Kemarahan Erlangga
81 Bab 81 Rumput Fatimah
82 Bab 82 Kontraksi
83 Bab 83 Koma
84 Bab 84 Pelajaran Berharga
85 Bab 85 Syukuran
86 Bab 86 Buka Puasa
87 Bab 87 Calvin Pingsan
88 Bab 88 Bang, lihat apa?
89 Bab 89 Ghibah
90 Bab 90 Berlibur Bersama
91 Bab 91 Sunrise
92 Bab 92 Puber Kedua
93 Bab 93 Terima Kasih ( End )
94 Promo Mainan CEO Arogant
95 Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 1 Terbawa Arus Sungai
2
Bab 2 Aku Tidak Ingat
3
Bab 3 Ayo Pulang!
4
Bab 4 Menolak Ikut
5
Bab 5 Kang, rujakan yuk!
6
Bab 6 Memancing Ikan
7
Bab 7 Ajari kita dong, Kang!
8
Bab 8 Bukti Kuat
9
Bab 9 Periksa Mata
10
Bab 10 Suka dan Duka
11
Bab 11 Rencana Operasi
12
Bab 12 Malam Terakhir
13
Bab 13 Berpisah
14
Bab 14 Ujian
15
Bab 15 Membaik
16
Bab 16 Suara Gadis Dalam Mimpi
17
Bab 17 Layu Sebelum Berkembang
18
Bab 18 Kelulusan
19
Bab 19 Life Must Go On
20
Bab 20 Move On
21
Bab 21 Dia Berbeda
22
Bab 22 Bos Aneh
23
Bab 23 Makan Bersama
24
Bab 24 Mungkinkah dia?
25
Bab 25 Tertidur Di Bahu
26
Bab 26 Langit dan Bumi
27
Bab 27 Melepaskan Perasaan
28
Bab 28 Pura-pura Sakit
29
Bab 29 Dipanggil Bos
30
Bab 30 Bonus
31
Bab 31 Mabuk
32
Bab 32 Peringatan Calvin
33
Bab 33 Berdamai
34
Bab 34 Bibir Kamu Manis
35
Bab 35 Kang Asep Bukan Bos
36
Bab 36 Kedatangan Tuan Ageng
37
Bab 37 Cicilan
38
Bab 38 Kang Asep Akan Menepati Janji
39
Bab 39 Tawaran Erlangga
40
Bab 40 Kembali Bersama
41
Bab 41 Cokelat Cinta
42
Bab 42 Menyamar
43
Bab 43 Tragedi Pesta Dansa
44
Bab 44 Kekasih Gelap Bos
45
Bab 45 Menguntit
46
Bab 46 Mencari Rafika
47
Bab 47 Belajar Realistis
48
Bab 48 Lamaran
49
Bab 49 Ganti Rugi
50
Bab 50 Gugurkan anak itu!
51
Bab 51 Cukup, Kakek!
52
Bab 52 Keputusan Kakek
53
Bab 53 Serah Terima Jabatan
54
Bab 54 Dihadang Penguntit
55
Bab 55 Rahasia Rafika
56
Bab 56 Terciduk
57
Bab 57 Gara-gara Ketiduran
58
Bab 58 Sah
59
Bab 59 Malam Pengantin
60
Bab 60 Palang Merah
61
Bab 61 Lupakan!
62
Bab 62 Tanggung Jawab Calvin
63
Bab 63 Rencana Yang Sukses
64
Bab 64 Salah Mencintai
65
Bab 65 Mencoba Rumah Baru
66
Bab 66 Pulang
67
Bab 67 Terungkap Fakta
68
Bab 68 Permintaan Kakek
69
Bab 69 Kenapa harus malu?
70
Bab 70 Gara-gara Rafika
71
Bab 71 Bermain di Taman Hiburan
72
Bab 72 Manjanya Rafika
73
Bab 73 Peringatan Fika
74
Bab 74 Pemandangan Panas Dingin
75
Bab 75 Mual di Pagi Hari
76
Bab 76 Periksa Kandungan
77
Bab 77 Makan Siang
78
Bab 78 Kiran Jatuh
79
Bab 79 Azab
80
Bab 80 Kemarahan Erlangga
81
Bab 81 Rumput Fatimah
82
Bab 82 Kontraksi
83
Bab 83 Koma
84
Bab 84 Pelajaran Berharga
85
Bab 85 Syukuran
86
Bab 86 Buka Puasa
87
Bab 87 Calvin Pingsan
88
Bab 88 Bang, lihat apa?
89
Bab 89 Ghibah
90
Bab 90 Berlibur Bersama
91
Bab 91 Sunrise
92
Bab 92 Puber Kedua
93
Bab 93 Terima Kasih ( End )
94
Promo Mainan CEO Arogant
95
Promo Novel Maaf, Jika Aku Harus Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!