Chapter 15

Dihari yang kelam itu, semua orang dari seluruh penjuru Kerajaan berduka atas kematian Raja Richard dari Kerajaan Voheshia. Mendiang Raja tak hanya berperan sebagai pemimpin bagi Kerajaannya, tetapi Mendiang Raja juga merupakan ayah bagi rakyat-rakyatnya. Seluruh pengabdian Mendiang Raja pada Kerajaan akan selalu dikenang oleh para rakyatnya dalam hati mereka. Kebaikannya akan selalu ada meski dalam bentuk sekecil apa pun.

Berbeda dengan para pendahulunya, kali ini upacara pemakaman Mendiang Raja diadakan secara terbuka, sehingga para tamu undangan yang hadir untuk melayat tak hanya dari kalangan bangsawan Kerajaan Voheshia, tetapi juga dari bangsawan Kerajaan Hellenocitus dan juga para rakyat yang turut hadir di luar area pemakaman.

Tubuh Mendiang Raja telah dikebumikan dengan memperhatikan protokol keluarga Kerajaan yang telah ditetapkan. Pangeran Harith selaku putra tertua dari keluarga Kerajaan diberi hak untuk menyampaikan pidatonya di hadapan para tamu undangan. Pangeran Harith berdiri di depan podium, dan sebelum ia menyampaikan pidatonya, ia mengedarkan pandangannya pada kerumunan orang yang di depannya.

"Kita semua di sini hadir untuk memperingati kepergian Mendiang Raja, sosok yang paling kita cintai. Beliau tak hanya kepala keluarga yang baik bagi keluarganya, ayah yang baik bagi anak-anaknya, beliau juga Raja yang baik bagi Kerajaannya. Berbagai perbuatan baik telah beliau lakukan untuk menunjukkan betapa setianya beliau mengabdi pada kepentingan Kerajaan. 25 tahun lamanya beliau berkuasa, Kerajaan Voheshia telah sampai pada kedamaiannya. Atas perintah beliau lah Kerajaan Voheshia menjadi ruang transit perdagangan rempah-rempah dari Benua Ancelotia. Dan atas berkatnya lah Kerajaan Voheshia mencapai kemakmurannya. Semoga beliau beristirahat dengan tenang di sana."

Suara tepukan tangan mengiringi Pangeran Harith yang turun dari podium. Pidato yang dibawakan olehnya cukup menyentuh siapa saja yang mendengarnya. Namun diantara mereka, ada seseorang yang tak senang atas Pangeran Harith yang menyampaikan pidatonya di depan para tamu undangan.

Ia adalah Calista. Calista melirik dengan sinis pada Pangeran Harith yang berjalan menghampiri Putri Alice, istrinya. Bagi Calista, Pangeran Harith telah merampas hak suaminya, Edgar untuk berpidato sebagai Putra Mahkota.

"Oh lihatlah wajah menyebalkannya itu. Aku harap aku bisa menusuk bola matanya." gumam Calista dengan menggerutu.

Sang Ratu yang berdiri di samping Calista terkekeh saat ia mendengar gumaman menantunya yang menggerutu. Lantas Sang pun berkata pada Calista "Biarkan saja Harith, Calista. Memang sudah tradisi keluarga Kerajaan untuk putra pertamanya mengisi pidato. Lagipula suamimu sudah mengisi tugas yang lebih penting daripada tugas milik Harith."

Ucapan Sang Ratu sukses membuat gadis itu tertawa bersamanya. Terdengar lucu Calista iri dengan Pangeran Harith yang jelas-jelas tugasnya tak seberapa penting daripada Edgar sendiri yang secara sah merupakan pewaris tahta.

Namun ditengah tawa mereka, dari kejauhan mereka berdua dapat melihat keributan yang terjadi di luar pemakaman. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi ricuh sehingga membuat Sang Ratu dan Calista penasaran dengan apa yang terjadi di luar sana.

Tak lama kemudian, sekelompok pria yang tadi memaksa masuk ke pemakaman datang menghampiri Sang Ratu dan Calista, membuatnya saling menatap dengan kebingungan.

"Yang Mulia Ratu," pria yang memimpin kelompok itu membungkuk sejenak pada Sang Ratu, lalu ia mengeluarkan sebuah lencana dan menunjukkannya pada Sang Ratu. "Yang Mulia Ratu ditahan atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap Mendiang Raja."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Calista saat itu diliputi oleh perasaan khawatir dalam benaknya. Berulang kali ia terlihat terus menggigiti ujung kukunya hingga terkelupas. Bahkan di sepanjang jalan, Calista hanya melamun dengan pandangannya yang keluar dari jendela kereta kudanya.

Edgar, sang suami yang duduk di samping Calista tampaknya menyadari akan raut wajah istrinya yang tampak khawatir itu. Namun ia sendiri tak mengerti hal apa yang membuat Calista merasa khawatir, lantas Edgar pun kemudian memanggilnya. "Calista,"

"Ah," lamunan gadis itu buyar saat Edgar menyebut namanya. Calista menoleh. Ia yang sadar ujung jarinya mulai berdarah sontak langsung menyembunyikan tangannya.

Edgar tanpa berpikir panjang langsung menarik tubuh Calista dan memeluknya. Setidaknya hanya itu yang bisa ia lakukan untuk mengurangi perasaan khawatir yang menyelimuti benak Calista sampai gadis itu bisa benar-benar tenang.

Sedikit demi sedikit Calista tampak mulai melupakan kekhawatirannya. Ia tenggelam dalam nyamannya pelukan Edgar, terlebih saat suaminya itu mengusap-usap surai coklat gelap miliknya. Untuk sesaat, kedua mata Calista terpejam dan mulai terlelap dalam tidurnya.

Namun ditengah perjalanan mereka, kereta kuda yang mereka tumpangi secara tiba-tiba berhenti, membuat Calista yang semula tertidur kini terbangun.

"Ada apa ini?" Edgar yang kebingungan dengan apa yang terjadi lantas mengedarkan pandangannya keluar dari kereta kuda itu.

Pintu kereta kuda dibukakan sehingga menampilkan sesosok pelayan dari baliknya. Pelayan itu segera mengulurkan tangannya, membuat Calista yang baru saja bangun dari tidur singkatnya pun berdiri dan menerima uluran tangan dari pelayan itu menuruni kereta kuda.

"Mau kemana kau?" tanya Edgar yang kebingungan pada Calista.

Sementara itu, Calista yang sudah berada di luar kereta kuda kemudian menoleh lalu menjawab "Ibumu ditahan atas tuduhan pembunuhan terhadap Mendiang Raja. Aku harus menjenguknya untuk memastikan semuanya baik-baik saja."

Edgar pun terkejut saat mendengar perkataan Calista. Ia terlalu sibuk mengurus upacara pemakaman mendiang ayahnya itu sehingga ia tak mengetahui ada hal lain yang terjadi pada hari itu. Namun sayangnya, belum sempat Edgar menanyai hal itu pada Calista, pintu kembali ditutup dan kereta kuda itu kembali jalan melanjutkan tujuannya ke Istana.

Calista berbalik, langkah kakinya tertuju pada gerbang tinggi yang ada beberapa meter di depannya. Gerbang itu dibukakan oleh para penjagannya saat mereka mengetahui sosok yang datang.

"Tuan Putri," seorang penjaga yang memakai seragam paling berbeda diantara yang lainnya datang menghampiri Calista. Dari seragamnya yang berwarna biru gelap, Calista dapat mengetahui bahwa pria itu merupakan kepala penjaga di sana.

"Yang Mulia Ratu ada di ruang bawah tanah." kepala penjaga itu segera menuntun Calista dan pelayannya menuju ruang bawah tanah yang dimaksud olehnya.

Dalam benak Calista saat itu tak hanya merasakan khawatir, tapi juga takut, dan tak nyaman saat mereka bertiga melewati koridor yang akan menghubungkan lantai pertama dengan ruang bawah tanah. Di sepanjang koridor itu hanya ada lentera-lentera kecil yang berfungsi sebagai sumber pencahayaan meski pun tak cukup untuk menerangi seluruh koridor. Dindingnya terasa sangat berdebu, sehingga membuat Calista berulang kali mengusap hidungnya yang gatal menggunakan sapu tangan miliknya.

Setelah beberapa menit mereka bertiga menyusuri koridor dan menuruni tangga sampailah mereka bertiga di depan sebuah jeruji besi. Sesosok wanita yang tak lain adalah Sang Ratu tampak meringkuk di balik jeruji besi itu.

Calista menoleh, kepala penjaga dan pelayannya itu mengerti akan maksudnya. Lantas mereka berdua kemudian pergi meninggalkan Calista bersama dengan Sang Ratu.

Setelah memastikan bahwa hanya ada dirinya dan Sang Ratu saja, Calista duduk bersimpuh sehingga membuat Sang Ratu menoleh padanya. Kedua mata Sang Ratu tampak sembab dengan air mata yang mulai mengering di ujungnya. Suara seraknya terdengar memilukan saat ia berkata "Kau tahu bukan aku yang melakukannya, Calista."

Calista meraih tangan Sang Ratu, menggenggamnya dengan lembut. Ia mengangguk, lalu ia pun berkata "Saya tahu, Yang Mulia. Sidang kasus Yang Mulia Ratu akan dilaksanakan esok. Saya akan berusaha semampu saya untuk membebaskan Yang Mulia."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!