Bab 14

Malamnya Zoya berjalan gontai menuju ke kamar Brian. Semenjak pulang dari kampus, dari tadi dia tidak bisa menghilangkan bayangan si tuan arogan itu dari benaknya. Dia merasa bingung, canggung sekaligus aneh. Mengapa Brian yang dia anggap pria arogan, mau membelanya di depan Vince. Padahal Zoya sudah menjelaskan sebelumnya, kalau Vince itu orang yang tidak bisa di provokasi.

Saat berada di depan pintu kamar Brian, Zoya terdiam sejenak dia ingin mengetuk pintu itu tapi masih ragu-ragu.

Jika aku mengetuknya, entah apa yang akan di pikirkan nanti. Kenapa aku mengganggunya malam-malam begini. Uh, aku kenapa sih, lebih baik aku pergi saja.

Zoya pun memtuskan untuk membatalkan niatnya, dia berbalik dan hendak segera melangkah pergi. Tapi tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Sontak Zoya berhenti dan menoleh ke belakang.

"Emmm, aku tadi cuman lewat..."

Zoya langsung menjadi salah tingkah saat Brian membuka pintu kamarnya.

"Cuman lewat?"

"Yah, tadinya aku ingin mengetuk... eh, bukan maksudku dari tadi aku batuk-batuk jadi aku ingin mengambil minum di bawah." Zoya berdalih dengan beribu alasan, tidak tahu mengapa tiba-tiba saja dirinya merasa seperti maling yang tertangkap basah.

"Masuklah!" seru Brian dengan nada datar.

Dari tadi Zoya sudah merasa ada yang salah dengan dirinya, dan sekarang dengan bodohnya dia mau masuk ke kamar Brian. Sepertinya dia benar-benar sudah terhipnotis.

"Eh, kenapa pintunya di tutup."

Zoya keheranan melihat Brian menutup pintu kamarnya, ekspresi Zoya berubah kedua alisnya langsung menyatu.

"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu, jadi aku tidak ingin ada orang yang mengganggu kita."

Brian kemudian maju selangkah demi selangkah mendekati Zoya. Dia tidak menunjukan ekspresi apapun. Tapi Zoya reflek ikut mundur kebelakang melihat Brian berjalan mendekatinya.

"Eee, tuan arogan apa yang akan kau lakukan?" ucap Zoya yang mulai sedikit menjadi panik. Pikirannya seketika terbang entah kemana-mana.

Tapi Brian terus melangkah maju dan mengabaikan pertanyaan Zoya. Tatapannya lurus ke depan, sementara Zoya yang dari tadi mundur ke belakang akhirnya menabrak sebuah sofa. Dia kemudian terduduk, dan seketika dia memejamkan mata karena pasrah melihat Brian yang sudah berdiri tegak di depannya.

Ya ampun Zoya kenapa kau tidak berteriak, apa kau akan membiarkan dirimu berakhir di tangan tuan arogan malam ini

Dek.

Zoya langsung membuka matanya kembali dan melihat Brian malah memberikannya segelas air putih yang ada di meja.

"Ini ambilah, bukankah kau bilang tadi batuk-batuk dan ingin minum."

Dengan acuh tak acuh Brian menyodorkan segelas air putih kepada Zoya.

Zoya terdiam sejenak, kemudian kekhawatiran yang terlihat di wajahnya tadi langsung hilang dan berubah menjadi senyuman. Dia menatap bola mata Brian yang biru, dan menyambut segelas air itu dengan perlahan.

Ya ampun Zoya, sejenak kau pikir dirimu akan jatuh kepada tuan arogan malam ini, salahmu juga sih kebanyakan nonton sinetron

Zoya langsung meminum air itu sambil termenung. Entah kenapa dia sampai kepikiran hal yang aneh-aneh tadi.

Brian kemudian duduk di kursi yang ada di samping sofa tempat Zoya duduk. Kursi itu agak tinggi jadi dia terpaksa menundukkan sedikit tubuhnya ke arah Zoya.

Dengan reflek Zoya memundurkan sedikit tubuhnya ke sandaran sofa. "Kenapa kau menatap ku begitu?" tanya Zoya yang sudah canggung dari awal. Dia mencoba membuang pandangannya ke area sekitar.

"Aku ingin mengatakan sesuatu."

Deg.

Sekali lagi Zoya merasakan jantungnya berasa di tepuk-tepuk oleh stik drum.

"Apa?" tanya Zoya dengan ekspresi penasaran.

"Kemari kan telingamu." seru Brian dengan ekspresi yang serius.

Zoya menjadi semakin penasaran dan dengan polosnya, ia mendekatkan telinganya ke bibir tipis nan merah itu. Dia mencoba mendengar apa yang akan di bisikan oleh si tuan arogan ini padanya. 'Apakah itu ungkapan...'

"Zoya aku..." Brian mulai berkata dengan lembut dan agak ragu.

"Yah..." sambut Zoya dengan nada selembut sutra, dia semakin mendekatkan telinganya, saat ini jantungnya sudah berdegup sangat kencang sekali, bahkan mengalahkan kecepatan piston mobil nascar.

"Aku tidak bisa menari."

Pffft.

Seketika Zoya menyemburkan semua air putih yang telah ia minum tadi. Untung saja Brian langsung kembali duduk dengan tegak jika tidak, dia pasti sudah terkena semburan dari Zoya.

Suasana yang canggung tadi langsung berubah drastis. Zoya sudah sangat berharap kalau Brian mengatakan hal yang dia inginkan. Tapi yang dia dengar malah...

"Apa? Apa yang baru kau katakan."

Terlihat ekspresi Zoya langsung berubah menjadi si nona cerewet. Dia mengambil tisu di meja dan menyeka mulutnya. Kemudian dia menatap Brian dengan tajam.

"Yah aku tidak bisa menari,"

Dengan acuh tak acuh Brian berkata dengan jujur kalau dia memang benar-benar tidak bisa menari. Mendengar hal itu, Zoya langsung mengepalkan kedua tangannya ke udara.

"Kau! Eeeh.... apa kau sadar dengan apa yang kau katakan."

"Kau tidak bisa menari? Lantas kenapa kau mendaftarkan diri tadi."

Jiwa Zoya yang lemah lembut tadi langsung menghilang. Kini dia lebih tampak seperti iblis yang siap menanduk Brian. Bagaimana bisa Brian dengan santai mengakui kalau dia tidak bisa menari, padahal siang tadi dengan penuh keyakinan dan rasa percaya dirinya yang tinggi, Brian telah mendaftarkan dirinya ke kompetisi itu.

"Karena kau, bukankah kau sangat ingin ikut dan kau butuh pasangan untuk ikut kompetisi, dan aku hanya menepati janjiku saja." ucap Brian dengan acuh tak acuh sembari menyilangkan kedua tangannya.

"Kau... bener-bener, aku memang mau ikut kompetisi itu, tapi..."

Zoya dengan segera mengambil ponsel dari saku celana pendeknya dan segera memutar sebuah nomer.

"Apa yang akan kau lakukan." tanya Brian.

"Tidak... aku tidak mau di permalukan di depan umum lagi, lebih baik kita mundur saja." ujar Zoya dengan tegas.

"Silahkan saja, meskipun mundur kau tetap akan di permalukan, kan? Karena tadi siang aku sudah membuat tantangan pada Vince kau ingat!" Brian mengingatkan Zoya kejadian siang tadi.

"Benar...." lirih Zoya, wajahnya langsung berubah pucat.

Zoya membatalkan rencananya untuk mundur dari kompetisi itu setelah mendengar perkataan Brian. Dia tiba-tiba melamun seolah-olah pasrah dengan keadaan. Sedangkan Brian dengan santai berdiri dari duduk, dan berjalan ke arah jendela.

"Aku benar-benar tidak habis pikir, bagiamana bisa kau mendaftarkan diri untuk ikut, jika kau sendiri tidak bisa menari, tuan arogan."

"Aku hanya bilang aku tidak bisa menari, bukan berarti aku ingin membatalkannya."

"Lalu bagaimana caranya kau ingin mengalahkan Vince."

"Kau!"

Brian berbalik dan menunjuk ke arah Zoya.

"Aku,,"

"Yah, kau akan mengajariku menari."

Dengan santai Brian mengatakan semua itu, Zoya langsung menggelengkan kepalanya dan tersandar di sofa. Saat ini dia sudah kehabisan akal. Tadinya dia berfikir Brian adalah sosok pria sejati yang selama ini dia nantikan. Tapi ternyata itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!