Bab 6

"Kau kira tanpa nama Cody, kau bisa hidup ha? Aku melakukan semua ini hanya demi masa depanmu! Dan kau juga, sebagai ibu seharusnya kau membujuk putramu untuk mengerti, dia adalah penerus keluarga karena itu dia harus tumbuh sesuai dengan yang aku inginkan!"

Setelah kelas selesai Brian berjalan dengan santai menuju keluar dari kampus. Entah mengapa dia tiba-tiba teringat perkataan ayahnya yang membuat hatinya berasa terkoyak. Dengan penuh kekesalan Brian menggertakan giginya.

"Baiklah pak tua, akan aku tunjukan hasil dari didikan mu, dan aku juga akan membuktikan bahwa tanpa nama Cody sekalipun aku mampu untuk bertahan." Gumam Brian dengan ekspresi sedingin es.

...

"Sudahlah ibu, kenapa ibu harus menunggunya. Kurasa dia tidak akan kembali lagi kesini!" Ucap Zoya dengan kesal.

Sudah hampir jam 12 tapi Brian belum sampai ke rumah setelah pulang dari kampus.

"Zoya, dia adalah tuan rumah ini, kita tidak bisa menguncinya di luar." Jawab mbok Ratih.

"Kalau dia mau pulang larut terserah dia, kenapa dia tidak membawa kunci rumah bersama dengannya dan malah menyusahkan kita dengan menunggunya seperti orang bodoh di sini, mana banyak nyamuk lagi." Zoya terlihat sangat kesal dan menepuk nyamuk yang hinggap di bahunya, ekspresinya sangat kecut seperti jeruk nipis.

Ratih sedikit tertegun mendengar ucapan putrinya, kenapa dia tidak memberikan kunci rumah ini kepada Brian.

Tidak lama kemudian suara bukaan pintu terdengar dari ruang tamu. Brian perlahan berjalan memasuki rumah. Di depannya sudah berdiri Zoya yang menghentikan Brian. Tatapan mata Zoya bagaikan singa yang siap menerkam mangsanya.

"Dari mana saja kau, sudah jam segini kau baru sampai, apa kau tersesat di jalan. Atau mungkin, kau habis joging malam." Zoya meledek Brian dengan penuh kesal. Baginya Brian memang orang yang tak tahu sopan santun, bagaimana bisa dia menyusahkan orang dengan menunggu kepulangannya.

Brian tidak menjawab dan terus berjalan melewati Zoya. Seketika mulut Zoya menganga melihat sikap Brian yang selalu saja cuek, dia menatap punggung Brian yang menaiki tangga.

Setelah Ratih mengunci pintu, Zoya langsung merampas kunci dari genggaman ibunya. Dan segera bergegas berjalan menuju ke atas.

"Ya ampun, mereka pasti akan bertengkar lagi, sudahlah biarkan saja, aku lebih baik tidur." Ratih yang tidak mau ambil pusing dan lebih memilih untuk tidur, lagi pula dia tidak tahu harus berpihak pada anak majikannya atau putri kandungnya. Karena itu jika Zoya dan Brian bertengkar, dia lebih memilih untuk netral saja selagi masalahnya tak terlalu besar.

"Tunggu tuan muda arogan!" Zoya menghentikan Brian yang hendak memasuki kamarnya. Dia kemudian berjalan sambil dengan tatapan yang tajam, tanpa menggunakan kacamata Zoya terlihat lebih cantik. Di tambah lagi saat ini dia hanya menggunakan celana pendek dan piyama tidur membuat mata pria manapun pasti akan kemana-mana tak terkecuali Brian.

"Ada apa?" Tanya Brian dengan nada datar.

"Ambil ini," Zoya menadahkan kunci rumah ke dada bidang Brian dengan keras, "mulai sekarang terserah padamu mau pulang sore, larut, pagi atau tidak pulang sekalipun. Kami tidak akan menunggumu seperti tadi. Asalkan kau tahu, kau mungkin tuan rumah. Tapi aku bukan satpam yang harus duduk dengan nyamuk menunggu kepulangan mu, lagi pula tante Michelle tidak membayar kami untuk itu."

Zoya mengambil langkah mantap dan meninggalkan Brian yang terdiam seperti patung. Dia memasuki kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Brian sembari memberi jari tengah.

"Heh, ini pertama kalinya aku melihat wanita seperti ini," Brian nyengir menatap kunci yang di genggamnya. "Zoya Amanda saat ini aku tidak mau berurusan dengan orang tidak penting sepertimu, tapi kau berani bermain denganku, maka kau akan tahu akibat dari mengusik Brian." Ucap Brian sembari melempar kunci ke udara dan kembali menangkapnya.

Keesokan paginya Zoya bangun lebih awal karena dia harus mencuci pakaiannya yang sudah menumpuk seperti Mount Everest. Berhubung ini hari minggu Zoya melakukan pembersihan besar-besaran bersama dengan ibunya di dalam rumah yang megah itu.

Walaupun setiap hari ibunya merawat rumah dengan baik, tapi Zoya tidak ingin diam dan melihat ibunya membereskan sendirian. Di rumah itu hanya ada Zoya, Ratih, Siman dan juga si satpam yang selalu berganti-ganti. Jadi rumah itu tak terlalu kotor setiap harinya, dan yah setelah kedatangan si tuan muda arogan, sepertinya rumah itu mulai sedikit kotor di mata Zoya.

Tanpa sengaja Zoya melirik ke kamar Brian saat melewatinya. Pintunya terbuka sedikit, Zoya yang penuh dengan rasa penasaran berjalan perlahan dan mengintip ke dalam.

Betapa terkejutnya dia melihat kamar yang dia bereskan dua hari yang lalu berubah menjadi kapal pecah.

"Oh My God, apa-apaan. Ini tampak bukan seperti kamar lagi..." Ujar Zoya yang terkejut melihat kamar Brian yang amburadul.

"Kalau bukan kamar lalu apa..." Tiba-tiba terdengar suara Brian dari belakang Zoya.

Sontak Zoya membalikan badan dan terkejut melihat Brian yang sudah berdiri di belakangnya dengan pakaian training dan Hoodie. Sepertinya Brian habis dari joging bisa di lihat dari aroma dan keringatnya yang bercucuran.

"Hah," Zoya yang kaget mundur selangkah, "kau, apa yang telah kau lakukan dengan kamar ini, kenapa semuanya berserakan." Zoya memarahi Brian dengan nada keras dan tampang yang judas.

"Terserah aku dong, ini kan kamarku." Brian tak memperdulikan Zoya yang marah dan malah duduk di sofa dengan santai dan menyantap beberapa apel yang tersedia di meja.

"Apa kau bilang? Ya ini benar kamarmu tapi..." Zoya ingin berkata tapi Brian memotongnya dan memberikan tatapan yang serius.

"Tapi apa..." Tanya Brian.

"Sebelumnya aku berpikir kalau adalah orang yang pembersih dan tidak suka dengan hal yang berserakan tapi lihat ini, baru dua malam kamar ini kau tempati dan semuanya tampak seperti kapal pecah." Ujar Zoya.

Brian tampak acuh tak acuh mendengarkan Zoya, dia asik menyantap apel yang ada di tangannya. Melihat hal itu membuat darah Zoya semakin mendidih.

"Kau, ternyata tidak hanya arogan tapi juga sangat jorok ya, sekarang siapa yang mau membereskan semua kekacauan ini?" Zoya mendekati Brian yang duduk di sofa sambil berkacak pinggang, dia sudah seperti seorang istri yang memarahi suaminya.

"Apa maksudmu siapa? Tentu saja kau!" Brian menjawab dengan acuh tak acuh.

Zoya semakin terkejut mendengar perkataan Brian, mulutnya menganga dan matanya melotot menatap Brian. Tak pernah terlintas di benaknya bahwa Brian akan mengatakan itu. Mengingat bahwa ibunya bilang kalau Brian bukan tipe orang yang mau diurus, barang-barangnya aja tidak boleh di sentuh. Tapi apa ini, ini semua bertolak belakang dengan apa yang di katakan ibunya.

"What...," Ucap Zoya.

Brian kemudian berdiri dan berkata dengan santai. "Kenapa kau terkejut begitu, bukankah ibuku membayar dirimu untuk mengurus rumah ini." Brian berjalan perlahan meninggalkan Zoya sendirian di kamar.

Akhirnya Zoya mengerti, ini semua sengaja di lakukan Brian. Tuan muda arogan itu sengaja membuat Zoya harus membereskan kamarnya karena kejadian malam tadi.

Zoya pun menjadi sangat kesal dan menghentakkan kakinya ke lantai.

"Dasar tuan muda arogan, dia sengaja mengacak-acak kamarnya untuk balas dendam padaku."

Mau tak mau Zoya pun mengutip kertas yang berserakan, membereskan seprai kasur yang kusut, Dan membersihkan setiap inci dari kamar itu.

"Ini..." Tapi betapa kagetnya dia saat memungut semua pakaian Brian. "pakaian ini sama sekali tidak kotor, eeeeeh dasar tuan muda arogan!!!"

Zoya berteriak kencang dari dalam kamar sampai terdengar seisi rumah. Bahkan burung-burung yang ada di pohon taman sampai berterbangan.

Terpopuler

Comments

dikala senja

dikala senja

JHT bngt tuan arogan

2024-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!