Bab 7

Drrrrt. Drrrrt.

Zoya menyandarkan sapu di dinding dan merogoh kantong celana pendeknya untuk mengangkat ponselnya yang berdering.

"Zoya, di mana kau sekarang? Kami sudah menunggumu dari tadi." Terdengar suara pekikan Trisha dari seberang telfon.

Zoya menepuk keningnya dan berkata, "Astaga, aku lupa kalau hari ini harus pergi latihan dansa." Zoya langsung memasang wajah cemas.

"Ya ampun Zoya, aku tidak mau tahu, secepatnya juga kau harus kesini." Seru Trisha dengan tegas.

"Oke, oke, kau jangan khawatir aku akan sampai secepat kilat." Ucap Zoya.

Dia kemudian mematikan ponselnya dan mulai menatap dingin ke arah Brian yang duduk santai di sofa.

Terlihat Brian sedang membaca sebuah buku, minggu adalah hari bagi Brian untuk bersantai. Dari dulu dia sangat suka membaca sebuah novel di waktu senggang begini.

"Hei tuan muda arogan, ini semua salahmu, karena sibuk membereskan kamarmu ini. Aku sampai lupa kalau aku harus ke klub dance hari ini." Celoteh Zoya dengan kesal.

Brian melirik Zoya dengan acuh tak acuh, ekspresinya datar seperti aspal. Melihat itu membuat Zoya semakin kesal, kalau bukan karena sayang dengan wajah tampan itu, Zoya pasti sudah lama mencakarnya. Mengingat beberapa hari yang lalu Zoya pernah menampar wajah seorang pria yang mencoba menggodanya di kampus. Baginya tidak peduli apa status Brian, kalau Zoya kesal maka dia tidak akan sungkan.

"Hei kau mau kemana?" Brian bertanya pada Zoya yang mau pergi dari kamarnya, "apa kau ingin meninggalkan pekerjaanmu, bagaimana mungkin kau menjadi tidak bertanggung jawab begini, sia-sia saja aku menggajimu." Brian berkata dengan nada pelan, tapi bermakna tajam sampai menusuk ke jantung Zoya.

Sontak Zoya menghentikan langkahnya, "Apa lagi sih, lihat kamar mu sudah aku bereskan, jadi tolong biarkan aku pergi sekarang."

Brian kemudian menutup bukunya dan mulai bangkit dari sofa. Perlahan dia melangkah mendekati Zoya. Selama ini Brian tidak pernah bertemu dengan gadis yang begitu berani seperti Zoya. Karena itu dia menjadi sangat penasaran.

"Kau tadi bilang ingin pergi ke klub dansa kan?" Brian bertanya dengan serius, matanya tertuju pada mata Zoya. Saat di rumah Zoya tidak pernah memakai kaca mata sehingga Brian sedikit menyipitkan matanya saat melihat wajah imut gadis itu.

Zoya pun menatap balik mata Brian, ini pertama kalinya dia menatap mata seorang pria dengan sangat dekat. Zoya mengakui kalau mata Brian yang biru memang sangat indah.

"Uh, matamu kok indah banget sih, kalau begini siapa coba yang tidak klepek-klepek menatapmu." ucap batin Zoya.

Brian menjentikkan jarinya dan berkata, "Hei nona cerewet," sekarang Brian juga punya julukan sendiri untuk Zoya, "kalau kau ingin aku izinkan pergi sebaiknya cepat jawab."

"Apa? Dengar ya tuan muda arogan, memangnya apa urusanmu, aku juga tidak butuh izin darimu untuk pergi kemanapun." Ucap Zoya dengan tegas sambil mengacungkan telunjuknya ke hidung Brian.

"Kalau begitu aku akan ikut denganmu." Dengan santai Brian menurunkan jari Zoya.

Sejenak Zoya terdiam membisu mendengar ucapan Brian. Mengapa tuan muda arogan ini mendadak mau ikut dengannya.

"Apa aku tidak salah dengar, ha? Kenapa kau mau ikut denganku ke klub dance." Zoya menaiki salah satu alisnya, heran kenapa Brian yang tampaknya sangat dingin dan cuek tiba-tiba ingin ikut dengannya.

"Aku bilang aku ingin ikut, dan kau tidak bisa menghentikannya." Ujar Brian dengan nada yang masih datar.

"Aku..." Sebelum Zoya berucap, tak disangka Brian menutup bibir tipis gadis itu dengan jari telunjuknya. Zoya terkejut melihat sikap Brian ini, dia benar-benar tidak bisa menebak seperti apa sebenarnya watak tuan muda arogan ini.

Setelah itu Zoya kemudian bersiap-siap untuk pergi ke klub dance. Dia berdiri di teras sambil menyandang tas menunggu Brian keluar. Akhirnya mau tak mau Zoya membiarkan Brian untuk ikut dengannya, lagi pula tak masalahkan membawa pria tampan pergi bersamanya. Kemungkinan terburuknya adalah orang-orang akan berpikir kalau Zoya memiliki hubungan dengan Brian.

"Kenapa dia lama sekali, dia bahkan lebih lama dariku." gumam Zoya yang tidak sabaran.

Tak lama kemudian Brian keluar, betapa kagumnya Zoya melihat sosok pria jangkung itu. Memang tidak bisa di pungkiri Brian memang terlihat seperti aktor Hollywood.

Zoya terus menatap Brian yang berjalan santai ke arahnya, dia seperti telah terhipnotis dengan karisma dan ketampanan Brian.

"Ayo!" Seru Brian.

Sontak Zoya bergegas mengikutinya seperti anak ayam. Di halaman sebuah Roll Royce sudah di siapkan, pak Siman ayahnya Zoya sedang mengilap jendela mobil itu agar terlihat mengkilat.

Melihat tuan mudanya sudah datang, pak Siman segera memasang senyum lebar dan memberikan kunci mobilnya pada Brian.

"Ini tuan muda." Pak Siman terlihat sangat ramah.

Namun Brian tidak terlalu memperdulikannya dan mengambil begitu saja kunci mobil itu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dengan segera dia masuk ke mobil.

Melihat ayahnya yang tidak di hargai, membuat Zoya mendesis ringan. Kenapa selalu saja Brian bersikap dingin pada semua orang.

"Hanya ini yang kurang darimu, kau tidak tahu sopan santun." Ucap Zoya pada Brian yang sudah duduk di dalam mobil.

"Sudahlah Zoya, kenapa memperdebatkan hal ini." Pak Siman tidak ingin putrinya terus-terusan berselisih dengan tuan muda. Tadinya dia pikir, perselisihan antara mereka sudah berakhir saat mendengar Brian mau pergi bersama Zoya. Bahkan pak Siman sempat membayangkan suatu hal hubungan antara Brian dan Zoya.

Brian tidak memperdulikan dan memencet klakson agar Zoya masuk ke mobil.

"Apa kau akan terus mengomel seperti radio rusak di situ, atau ingin pergi." Ucap Brian.

Zoya kemudian menatap ayahnya, dia ingin sekali memberi pelajaran pada tuan muda arogan ini. Tapi apalah daya, kedua orang tuanya bilang kalau apapun yang di perintahkan Brian mereka harus menurutinya.

Pak Siman mengangguk ringan pada putrinya agar segera pergi, bagaimanapun Brian adalah tuan mereka. Zoya dan kedua orang tuanya sudah di beri tempat tinggal oleh keluarga Brian selama delapan belas tahun di rumah mewah ini. Karena itulah apapun yang di inginkan tuan muda, mereka harus menurutinya.

Dengan muka masam Zoya masuk ke mobil, dia sengaja menutup pintu dengan keras untuk menunjukan kekesalannya pada Brian.

Srrrt.

Atap Roll Royce itu terbuka perlahan, jauh hari mobil mewah itu memang sengaja di pesankan oleh Michelle untuk putranya. Sebelumnya pak Siman hanya mengendarai sebuah Marcedes, tapi Michelle tahu kalau Brian tipe orang yang lumayan milih-milih untuk mengendari mobil.

Bukan berarti karena Brian sombong atau ingin pamer, tapi dia lebih selera dengan mobil bertipe klasik nan mewah seperti Roll Royce.

"Apa lagi yang kau tunggu, ayo jalan!" Seru Zoya dengan ekspresi judas. Dia menyilangkan kedua tangannya dan menatap lurus ke depan.

Brian menyunggingkan sedikit sudut bibirnya, ini pertama kalinya dia menerima perintah dari seseorang. Di rumahnya dulu, semua pelayannya tidak ada yang berani mengangkat kepalanya menghadap Brian, apalagi sampai berbicara kasar seperti Zoya.

Hanya Alex yang selalu saja berbicara pada Brian dengan nada tinggi. Karena itu Brian merasa sangat penasaran dengan Zoya. Dia ingin lihat sejauh apa Zoya berani bersikap kasar padanya.

Dengan segera Brian menginjak gas dan meninggalkan mansion Cody Famili.

"Lihatlah mereka, bukankah sangat serasi." Ujar pak Siman sambil berjalan mendekati istrinya Ratih yang barus saja keluar.

"Huss, jangan berpikir begitu, tuan muda adalah penerus satu-satunya keluarga Cody, dia tidak cocok dengan putri kita. Tuan besar pasti sudah mencarikan seorang tuan putri dari keluarga kaya untuk tuan muda." Jawab Ratih dengan ekspresi yang rumit, jujur saja orang tua mana yang tidak mau putrinya menikahi keluarga kaya. Tapi dia harus tahu diri, keluarganya hanyalah pelayan keluarga Cody.

"Kamu gak boleh berkata seperti itu, mungkin perbedaan derajat mereka terlihat sangat jauh, tapi cinta mampu melakukan semua hal yang tak mungkin." Balas pak Siman sembari tersenyum.

"Terserah mu saja lah pak, aku hanya menasehati jangan mengkhayal terlalu tinggi."

...****************...

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!