Bab 11

Di sepanjang perjalanan menuju kampus, Zoya sesekali melirik ke arah tuan mudanya yang arogan itu. Sejenak dia berfikir, apa yang membuat Brian begitu arogan. Apa semua yang memiliki status sosial tinggi memang selalu bersifat seperti Brian.

"Kenapa kau menatapku begitu?"

Brian ternyata sadar bahwa sedari tadi Zoya sedang memperhatikannya dengan seksama. Telah banyak wanita yang di temui Brian, hanya Zoya lah yang mampu membuat Brian bertanya seperti itu. Biasanya dia hanya cuek dan mengabaikan setiap wanita yang ingin mendekatinya, tapi entah kenapa dia merasa ada medan magnet yang begitu kuat membuat Brian terus menempel pada Zoya.

"Aku hanya bingung pada sikapmu, hanya karena mobil, waktu itu kau tidak mau diantar ayahku."

Zoya mengatakan itu karena masih tidak terima waktu itu Brian mengabaikan ayahnya yang mau berbuat baik. Jika memang Brian tidak mau di antar, seharusnya dia bisa menolak dengan cara yang baik-baik.

"Apakah itu penting bagimu?"

"Tentu saja, dia adalah ayahku, aku tidak terima dia di perlakukan seperti itu."

Zoya berkata dengan nada yang agak tinggi. Dia melupakan kalau status Brian sebagai tuannya, karena baginya sopan santun kepada orang yang lebih tua itu lebih penting.

Brian menaiki salah satu alisnya dan berkata dengan nada dingin, "Dasar cerewet!"

Sampai saat ini pun Brian masih saja bersikap begitu. Rasanya ingin sekali Zoya meremas wajah tuan muda itu. 'Angkuh, arogan, sombong, tidak tahu julukan apalagi yang akan di buat Zoya.'

Setelah sampai di kampus Zoya sengaja minta diturunkan di depan pintu gerbang agar murid yang lain tidak melihatnya. Tidak tahu gosip apa yang mungkin akan beredar jika mereka melihat Zoya bersama dengan Brian.

Seperti biasa, semua orang terkesiap saat melihat Brian keluar dari mobilnya. Semua murid yang ada di Leighton University berasal dari keluarga kalangan elit. Tapi siapa coba yang membawa Roll Royce ke kampus, mobil itu melambangkan kebangsawanan yang sebenarnya. Setinggi-tingginya status para mahasiswa yang ada di Leighton, mereka hanya mengendarai mobil sport seperti Ferrari dan sebagainya.

Setelah beberapa saat bel berbunyi semua murid pun berbaris di lapangan dengan rapi sambil menyanyikan lagu kebangsaan. Terlihat Zoya sedang menatap Trisha yang berada tidak jauh di depannya. Seketika ingatan masa lalu yang mereka habiskan bersama melintas di dalam benak Zoya.

Kenapa Trish, kau melupakan semua yang telah kita lewati bersama. Kau tega mengkhianati persahabatan kita.

Zoya melamun dengan penuh arti, tidak tahu dia harus bersedih, kecewa ataupun juga kesal. Hatinya begitu sakit seperti di tusuk oleh ribuan jarum. Dan tiba-tiba Brian muncul di samping Zoya.

"Dia masih menghantui mu."

"Kau... hufff, justru yang terus menghantuiku adalah kau. Kau terus bermunculan di mana-mana seperti seperti Virus."

Brian tidak membalas dan memalingkan pandangannya dari Zoya.

Tidak lama setelah selesai menyanyikan lagu nasional, seorang pria paruh baya menaiki podium yang ada di lapangan. Dia adalah Rektor dari Leighton University Tuan Abraham Cody.

Ya, Abraham juga menyandang nama Cody. Karena dia adalah saudara kandungnya Alexander Cody. Cody Famili memang terkenal sangat luar biasa di seluruh Neosantara, mereka tidak hanya bergerak di bidang bisnis, tapi juga pendidikan, dan pemerintahan.

Tapi dengan menyandang nama Cody tidak membuat Brian merasa berarti di dalam keluarganya. Dia sangat membenci ayahnya yang selalu saja menginginkan Brian menjadi orang yang diinginkan ayahnya.

Karena itulah, Brian sengaja masuk ke kampus ini dengan menyembunyikan identitasnya. Dia merasa sangat enggan mengekspos nama Cody itu. Bahkan Zoya sendiripun tidak di beritahu oleh kedua orang tuanya identitas asli dari Brian.

"Good Morning Students." Sapa nya dengan penuh semangat.

"Good Morning Sir." Para murid menjawab dengan penuh semangat jua.

"Baiklah, saya akan mengumumkan tim pertama yang akan mengikuti kompetisi olahraga tahunan adalah..." Tiba-tiba Abraham berhenti di tengah kalimat.

Kemudian seorang wanita berpenampilan rapi yang berdiri di samping Abraham berbisik padanya. "Tim Elang."

"Yah Tim Elang." Sambung Abraham kembali.

Semua para murid bertepuk tangan dengan riuh. Brian sebagai mahasiswa baru tentu tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Dia mau tak mau bertanya pada Zoya yang ada di sampingnya.

"Kompetisi olahraga tahunan? Apa itu?"

"Dasar payah, kemarin sudah aku jelaskan padamu bukan. Kompetisi ini adalah ajang memperebutkan martabat sebuah Universitas."

"Martabat?"

Kemudian Abraham kembali melanjutkan pidatonya, dia juga mengambil sebuah medali emas yang di bawakan wanita tadi.

"Dan orang yang akan memimpin tim elang adalah..."

"Vince... Vince Lauren." wanita tadi berbisik lagi pada Abraham. Sepertinya Abraham memang menderita penyakit hilang ingatan sesaat.

"Yah aku tahu," ucapnya, "Vince Lauren."

Suara tepuk tangan kembali bergemuruh, semua murid bersorak sorai mengumandangkan nama Vince. Hanya Zoya saja yang enggan menyebut nama itu. Telinganya berasa sangat terganggu karena mendengar nama itu. Sedangkan Brian dia terus memperhatikan dengan seksama, kedua alisnya menyatu saat melihat seorang pria jangkung menaiki podium.

Pria itu memiliki postur tubuh yang atletis, wajahnya juga tidak kalah tampan dengan Brian. Dia adalah Vince Lauren the King of School. Abraham mengalungkan medali emas ke leher Vince, semua murid tampak sangat respect pada pencapaian Vince.

"Selamat pada Vince, dia tak hanya menaikkan martabat Universitas kita, tapi dia juga sudah dua kali mendapatkan gelar King of School."

Brian yang sedari tadi memperhatikan, sedikit menyipitkan matanya menatap Vince. Ternyata pria itu memang memiliki aura seorang pemenang.

"Jadi dia Vince." ucap Brian.

"Yah, bukankah dia karakter yang luar biasa." lirih Zoya.

Vince memang orang yang hebat tapi, Zoya sudah tahu sifat asli Vince. Pria itu sangat berambisi, dia tidak bisa menerima kekalahan. Karena itulah dia akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya.

"Tapi ini baru tim pertama, tahun ini penyelenggara kompetisi Champion of University, memberikan dua slot tim yang bisa bergabung. Karena itulah aku memberikan kesempatan pada murid Leighton University yang lain untuk membentuk tim yang kedua. Dengan begitu kita memiliki peluang yang lebih besar agar Unversitas kita bisa membawa piala Champions of University untuk yang ketiga kalinya."

Semua murid sejenak terdiam mendengar apa yang di utarakan oleh pak Rektor. Tapi kemudian Vince mengangguk pada timnya yang ada di lapangan untuk segera bertepuk tangan. Sontak para mahasiswa yang lain pun ikut bertepuk tangan kembali. Vince kemudian dengan tampang yang angkuhnya turun dari podium dan berbaris kembali bersama dengan para timnya.

Terlihat di sana juga Trisha memandangi kekasih barunya itu dengan penuh kagum. Sedangkan Zoya tampak murung, wajahnya menjadi gelap seperti malam. Semua murid dan dewan kampus benar-benar memberikan apresiasi tinggi pada Vince.

Melihat semua itu Brian semakin mengerti, ternyata kampus ini benar-benar telah di kuasai oleh pria itu. The King of School, Vince Lauren.

.

.

.

Semua setting tempat, waktu dan nama tokoh di atas hanyalah imajinasi author saja. Jika ada kesamaan maka author mohon izin dan jangan diambil hati 🥰.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!