Kenapa tuan muda arogan ini membawaku kesini
Terlihat Zoya sedang mengikuti Brian yang hendak masuk ke dalam gedung auditorium. Penuh dengan kebingungan dan keraguan, Zoya pun juga ikut melangkah masuk kedalam.
"Hahaha, lalu... apa lagi yang kau katakan."
"Aku bilang padanya, kalau dia hanyalah seorang anak pembantu dan tidak pantas bergabung dengan kita lagi "
"Bagus... bagus sekali Trish, wanita itu harus merasakan akibat dari menolak Vince."
Terlihat ruangan itu di penuhi dengan gengnya Vince. Saat ini Trisha sedang duduk di pangkuan Vince yang berada di sofa. Dia menempel pada Vince dan menatapnya dengan genit.
Betapa terkesiap nya Zoya melihat pemandangan itu. Dia dengan segera menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangannya.
Sedangkan Brian hanya menyipitkan kedua bola matanya melihat Vince yang sedang bermesraan dengan Trisha.
"Oh, jadi benar dugaan ku, ternyata kau bersekongkol dengan Vince."
Zoya sudah tidak tahan lagi melihat dirinya telah menjadi bahan lelucon buat Vince dan Trisha. Dia maju kedepan dan mulai angkat bicara dengan nada tinggi.
"Zoya?" Sontak Trisha langsung berdiri, dia sedikit kaget karena tidak menyangka kalau Zoya ternyata berani kembali lagi kesini.
"Trish, karena pria licik itu kau tega mengkhianati aku?"
"Hei... jaga ucapan mu, pria yang yang kau sebut licik ini adalah kekasihku. Lalu memangnya kenapa?"
"Trish apa kau tidak tahu, Vince itu hanya memanfaatkan dirimu saja."
"Cukup anak pembantu, aku tidak butuh nasehat darimu, biar kuberi tahu kau satu hal. Kau hanyalah anak pembantu rumah tangga, jadi jangan bertingkah sok di depanku."
Mendengar hinaan Trisha yang tak kunjung henti Brian maju selangkah dan menjadi pagar badan buat Zoya. Dia menatap tajam wanita itu, sesekali dia juga melirik Vince yang ada di belakang, masih duduk dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa. Saat ini Brian sedang mencermati situasinya, dan dia mulai mengerti. Zoya sedang di permainkan oleh Vince dan juga Trisha.
"Kurasa kau sudah terlalu banyak bicara!?"
Melihat Brian maju dan melindungi Zoya, seketika Trisha merasakan sekujur tubuhnya merinding. Dia bisa merasakan aura yang tak terkatakan keluar dari Brian. Ternyata rumor itu benar, para mahasiswa Leighton mengatakan kalau Brian si anak baru adalah orang yang sangat dingin.
Sejenak Trisha melirik kebelakang untuk menatap Vince. Tapi Vince hanya mengangguk ringan yang menandakan kalau Trisha harus menangani Brian juga. Trisha kemudian menarik nafas dalam agar mendapatkan kembali ketenangannya.
"Brian, sedang apa kau di sini?" Trisha bertanya dengan nada pelan, tidak tahu mengapa? Menatap wajah Brian saja sudah membuat jiwanya bergetar.
"Aku ingin mendaftarkan diri untuk lomba dance." Brian tanpa basa-basi langsung menjawab dengan acuh tak acuh.
Mendengar itu seisi ruangan terdiam sejenak. Bahkan Vince sampai mengkedutkan dahinya saat mendengar perkataan Brian.
Apalagi Zoya yang berada di belakangnya, gadis itu memiringkan kepalanya dan mendongak menatap wajah Brian. Dia mengedipkan matanya berulang karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Brian.
A...apa yang tuan muda arogan ini katakan? Kenapa dia mau mengikuti kompetisi itu, emangnya dia bisa menari apa, dan lagi siapa pasangannya. Atau jangan-jangan...
Ribuan pertanyaan sedang menyerang pikiran Zoya. Brian tadi mengatakan kalau dia ingin mencarikan pasangan dance buat Zoya kan? Lalu kenapa Brian malah ingin mendaftarkan dirinya.
"Ba... bagus lah kalau begitu? Semakin banyak yang berpartisipasi maka kompetisinya akan semakin meriah, benarkan?" ujar Trisha dengan sedikit tergagap.
"Baiklah July, cepat catat juga nama Brian sebagai peserta."
Trisha dengan sigap langsung memerintahkan Jully yang bertugas mendaftarkan peserta dance agar mencatat nama Brian. Trisha kemudian memaksakan senyumannya kepada Brian, dia benar-benar tidak percaya kalau Brian si anak baru yang terkenal dingin ternyata juga suka dengan kompetisi dance.
"Oh iya Brian dengan siapa kau berpasangan." Trisha bertanya dengan nada pelan..
"Apa maksudmu dengan siapa? Tidakkah kau melihatnya," Brian tiba-tiba merangkul bahu Zoya dengan santai.
Kedua bola mata Trisha terbelalak melihat hal itu. Bagaimana bisa Brian bisa sedekat ini dengan Zoya. Di tambah lagi, Brian ingin Zoya menjadi pasangan dancenya?
Semua orang menjadi terkejut apalagi Zoya, dia menoleh ke samping melihat tangan Brian yang ada di bahunya. Seketika wajahnya merona seperti strawberry, siapa sangka Brian justru mendaftarkan dirinya bersama dengan Zoya di kompetisi itu.
"Brian apa kau yakin?" lirih Zoya yang sedikit agak ragu.
"Apa terlihat keraguan di mataku."
Brian memang sangat berwibawa, bahkan Trisha pun tidak bisa bersifat angkuh di hadapannya. Ini lah yang dinamakan aura murni dari seorang bangsawan.
Vince yang sedari tadi duduk santai akhirnya bangkit. Dia mulai tertarik dan melangkah perlahan menuju Brian. Suhu ruangan itu langsung menjadi dingin seperti kutub utara. Jika Brian memiliki aura bangsawan yang tak terkalahkan, maka Vince memiliki aura seorang yang begitu ambisius dan dominasi yang kuat.
"Kau Brian si anak baru itu kan? Dengar-dengar kau terkenal sangat dingin."
"Aku senang kau mau mengikuti kompetisi."
"Tapi dari sekian banyak gadis di kampus, kenapa kau menjadikan anak pembantu ini sebagai pasanganmu."
Mendengar ucapan Vince tadi membuat Zoya geram dan menggertakan giginya . Dia benar-benar sudah muak mendengar ejekan Vince dan Trisha terus yang menyebutnya sebagai anak pembantu. Lantas memangnya kenapa, dia sama sekali tidak merasa malu menjadi anak dari seorang pembantu.
Selama ini semua orang di kampus melihat Zoya sebagai anak dari orang kaya. Setiap hari dia antar dengan mobil mewah oleh ayahnya. Karena itu meraka merasa telah ditipu olehnya setelah mengetahui bahwa Zoya hanyalah anak pembantu.
Walaupun Zoya dan keluarganya bertugas melayani Brian, tapi keluarganya tidak pernah di perlakukan dengan buruk. Bahkan ibunya Brian, Michelle. Menganggap Zoya adalah bagian dari keluarga mereka. Karena itu Zoya bisa menikmati kehidupan yang mewah selama ini.
"Memangnya kenapa? Apa itu menjadi masalah buatmu?"
Sontak Zoya melirik Brian sekali lagi, matanya jadi berbinar mendengar tuan muda arogan itu tiba-tiba membelanya. Seketika jantungnya berdegup kencang, apa lagi saat ini dia benar-benar dekat dan menempel pada tubuh Brian yang gagah. Jika dia tidak mengendalikan dirinya, maka dia akan langsung jatuh pingsan di sana.
"Heh, aku suka ini. Jully apa yang kau tunggu, cepat daftarkan jagoan baru Leighton ini dan juga si anak pembantu ini." seru Vince dengan tampang mencemooh.
"Baik Vince." Jawab Jully.
"Dan untuk kalian berdua, aku hanya bisa mengatakan semoga berhasil, soalnya aku juga akan mengguncang panggung itu nanti." Vince menunjuk pentas yang ada di belakang dengan jempolnya.
Seketika Vince memegang pinggang ramping
"Dan yah Brian, hanya sebagai informasi. Dokter mengatakan kalau aku mengidap penyakit yang berbahaya." ucap Vince dengan tatapan yang main-main.
Sontak Brian menaiki salah satu alisnya, "Penyakit berbahaya, kanker?"
"Hahaha, bukan payah. Dokter bilang kalau aku ditakdirkan untuk selalu menjadi seorang pemenang."
"Kalau begitu kau harus segera konsultasi dengan dokter mu itu, karena untuk pertama kalinya kau akan merasakan kekalahan."
Vince yang terkenal kalem dan mendominasi semua orang, seketika langsung tersentak saat mendengar perkataan Brian. Benar-benar tak pernah terbayangkan olehnya ada orang yang berani menentangnya secara terbuka.
Brian menyunggingkan sudut bibirnya dan langsung membawa Zoya pergi dari sana dengan langkah yang mantap. Zoya terus memperhatikan sosok pria yang berdiri di sampingnya dengan penuh kagum.
'Benar-benar seorang bangsawan sejati.'
Vince menatap punggung Brian yang pergi meninggalkan tempat itu dengan sangat serius. "Menarik sekali, Jully cepat cari tahu informasi tentang anak baru itu, tampaknya ada yang ingin menjadi jagoan baru di Leighton. Tapi dia harus tahu, kalau Leighton hanya punya satu raja."
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments