Zoya menengok arlojinya, jam sekarang sudah menunjukan hampir saatnya makan siang. Seharusnya mereka sudah sampai dari tadi jika tidak terjebak kemacetan.
"Ya ampun, Trish pasti sudah menungguku, ini semua salahmu, jika bukan karena aku membersihkan kamar yang sengaja kau berantakan, maka aku pasti tidak akan lupa." Ketus Zoya dengan memberi tatapan sinis pada Brian.
Brian tidak menanggapi dan segera keluar dair mobil.
"Kau juga ikut masuk?" Zoya bertanya pada Brian yang mengikutinya dari belakang. Terlihat di depan mereka berdiri gedung studio dance San Sunny, tempat klub dancing Zoya biasa berlatih. Studio itu telah di bangun oleh Zoya dan semua tim dancer nya dengan kerja keras dari hasil kompetisi yang mereka ikuti selama ini.
"Tentu saja, aku bilang aku ingin ikut denganmu, bukan berarti menjadi supir yang mengantarmu lalu menunggu disini sampai kau keluar, benar kan?" Cetus Brian.
Zoya menghela nafas ringan dan berkata, "Terserah kau sajalah," saat ini dia tidak ingin berdebat dengan Brian dan memilih untuk mengabaikannya, dia kemudian membuka pintu dan mulai melangkah masuk.
Di dalam semua orang terlihat malah sedang mengemasi barang-barang mereka. Zoya pun menjadi keheranan kenapa semua teman-temannya mau pulang secepat ini, padahal dia hanya terlambat lima belas menit. Seharusnya mereka masih harus berlatih sekarang.
"Hei, hei, kalian mau kemana?" Zoya mencoba menghentikan temannya yang satu persatu mulai bubar.
"Zoya akhirnya kau datang," Trisha yang sedang menyandang tasnya berjalan mendekati Zoya. "kau tidak perlu khawatir, semuanya sudah berakhir."
"Apa maksudmu Trish," Zoya sampai mengernyitkan dahinya karena keheranan.
"Zoya sebenarnya kami ingin mengatakan sesuatu," Ekspresi Trisha terlihat murung seperti awan mendung, "kita didiskualifikasi, aku baru mendapatkan kabar dari pihak penyelenggara tadi pagi, karena itulah aku meminta kau untuk datang secepatnya kesini tadi."
Zoya tersentak mendengar Trisha dan merasa tidak percaya, Trisha baru saja mengatakan kalau dia dan timnya sudah didiskualifikasi dari ajang kompetisi dance yang diadakan kampus. Padahal mereka sudah berlatih selama berminggu-minggu untuk mengikuti kompetisi itu.
"A... apa, tapi Trish bagaimana bisa?"
"Zoya, mereka mengatakan, bahwa kompetisi itu hanya boleh diikuti oleh pasangan saja, bukan untuk tim dengan banyak orang."
Zoya menjadi semakin tidak mengerti setelah mendengar perkataan Trisha. Sebelumnya kompetisi itu tidak menyebutkan peraturan, kalau hanya bisa diikuti oleh pasangan saja. Bahkan tahun-tahun sebelumnya peraturan semacam itu tidak ada, lalu kenapa sekarang mendadak berubah.
Setelah memberitahukan hal itu, Trisha kemudian melangkah pergi. Terlukis kekecewaan yang mendalam di wajahnya.
Saat Trisha hendak menuju pintu keluar dia terkejut melihat Brian berdiri di depannya, "Brian... sedang apa kau di sini." Sontak dia membalikkan badan dan menatap kembali Zoya seolah-olah ingin meminta jawaban darinya.
Tapi Zoya tidak memperdulikan itu dan malah bertanya, "Trish, lantas apa yang akan kalian lakukan sekarang?"
"Tidak ada yang perlu di lakukan lagi Zoya, jika kau ingin tetap mengikuti kompetisi itu, maka kau harus segera mencari pasangan. Dan kita juga sudah memutuskan tadi," Trisha menarik nafas dalam-dalam saat ingin melanjutkan perkataanya, tampaknya sangat berat baginya untuk mengatakan kebenaran.
"Mulai sekarang tidak ada lagi San Sunny, klub ini sudah bubar."
Betapa terkejutnya Zoya mendengar itu, klub itu sudah terbentuk sejak SMA, Zoya dan semua temannya sudah mengikuti berbagai kompetisi Dancing, suka duka sudah mereka alami bersama-sama. Bagaimana bisa klub Dancing yang sudah dibangun bersama selama bertahun-tahun di bubarkan begitu saja oleh Trisha.
"Tapi Trish, kenapa? Jika kita didiskualifikasi maka tidak perlu sampai bubar, kan?" Tanya Zoya sembari menatap semua temannya yang diam membisu.
"Tidak Zoya, mulai sekarang kita bukan tim lagi, lagi pula tidak selamanya kita bisa bersama kan? Setelah lulus, maka kita juga pasti akan bubar, lambat laun kita akan mengambil jalan sendiri untuk melanjutkan hidup ini." Ujar salah satu teman pria Zoya yang berambut gimbal dan berkulit hitam.
Setelah itu semua temannya segera pergi begitu saja meninggalkan tempat mereka melewati Brian yang berdiri di depan begitu saja.
Klub Dancing ini begitu berarti bagi Zoya. Karena mereka sudah membangunnya dari nol, dan sekarang dia benar-benar tak menyangka bagaimana bisa di bubarkan secara mendadak begini.
"Zoya, kita semua tahu ini sangat berat. Tapi setelah didiskualifikasi dari kompetisi itu, kita semua memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing." Jelas Trisha dengan sedikit tersenyum pada Zoya.
"Dan yah, aku akan mengatakan satu hal lagi, Vince dan aku sekarang sudah jadian."
Setelah mengatakan itu, Trisha kemudian meninggalkan Zoya yang di penuhi dengan ketidak percayaan. Dia bahkan tidak melirik Brian yang masih berdiri di depan pintu.
Mulut Zoya menganga melihat semua temannya pergi meninggalkannya. Brian kemudian berjalan mendekati Zoya dengan tatapan serius.
"Klub yang bagus, tadinya aku ingin melihat-lihat, tapi sepertinya sekarang..."
Tiba-tiba saja Zoya menangis dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Brian, sepertinya dia sangat sedih karena tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja terjadi.
Satu-satunya impian Zoya sejak kecil adalah, untuk menjadi Dancer. Dia membentuk klub ini agar bisa menjadi batu loncatan untuk mencapai impiannya.
"Eh nona cerewet." Brian menjadi sedikit canggung karena Zoya tiba-tiba saja menangis di pelukannya. Ini pertama kalinya seorang wanita menempel di tubuhnya.
"Aku tidak mengerti mengapa dia mengkhianati aku, tuan muda?" ucap Zoya yang menangis sendu.
"Mengkhianatimu? Siapa?" Brian menjadi semakin kebingungan.
Zoya menyeka air matanya dan mulai menatap serius Brian. "Siapa lagi? Tentu saja Trish!" Jawab Zoya dengan tegas.
Zoya memegang kedua lengan Brian dan mengguncang tubuh pemuda itu, dia tampak lebih kesal dari pada sebelumnya. Terlihat api amarah membara dari mata Zoya.
"Trish? Apa maksudmu, bukankah dia temanmu?" Tanya Brian lagi.
"Ya, dia mengkhianati aku, akhirnya aku paham setelah mendengar kalau dia sudah jadian dengan Vince." Ujar Zoya.
"Tunggu, tunggu... aku masih tidak mengerti mengapa Trisha mengkhianatimu dan siapa lagi Vince ini." Ucap Brian yang masih kebingungan.
Zoya semakin kesal dan mendorong tubuh Brian, "Percuma saja, untuk apa aku menceritakannya padamu." Zoya kemudian duduk di kursi sambil memegang kepalanya, kemudian dia kembali lagi menangis.
Melihat itu Brian semakin tidak mengerti apa yang terjadi dengan Zoya. Apa yang di sembunyikan Zoya membuat Brian semakin penasaran.
"Aku tidak peduli dengan pertemanan mu dan Trisha, tapi sepertinya kau tampak sangat kesal." Brian kemudian mendekati Zoya yang duduk di kursi. "Dengar nona cerewet, aku sangat tidak suka melihat orang menangis, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah."
Sontak Zoya langsung menatap wajah Brian, dia tidak menyangka kalau tuan muda arogan ini akan mengatakan hal semacam itu.
"Nona cerewet, sekarang ikut denganku dan coba jelaskan kenapa kau mengatakan Trisha sudah mengkhianatimu."
Brian menarik tangan Zoya untuk pergi dari sana.
"Tunggu tuan muda arogan, kemana kau ingin membawaku." Pekik Zoya, dia tak menyangka kalau Brian tiba-tiba menariknya pergi dari sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments