Bab 8

Zoya menengok arlojinya, jam sekarang sudah menunjukan hampir saatnya makan siang. Seharusnya mereka sudah sampai dari tadi jika tidak terjebak kemacetan.

"Ya ampun, Trish pasti sudah menungguku, ini semua salahmu, jika bukan karena aku membersihkan kamar yang sengaja kau berantakan, maka aku pasti tidak akan lupa." Ketus Zoya dengan memberi tatapan sinis pada Brian.

Brian tidak menanggapi dan segera keluar dair mobil.

"Kau juga ikut masuk?" Zoya bertanya pada Brian yang mengikutinya dari belakang. Terlihat di depan mereka berdiri gedung studio dance San Sunny, tempat klub dancing Zoya biasa berlatih. Studio itu telah di bangun oleh Zoya dan semua tim dancer nya dengan kerja keras dari hasil kompetisi yang mereka ikuti selama ini.

"Tentu saja, aku bilang aku ingin ikut denganmu, bukan berarti menjadi supir yang mengantarmu lalu menunggu disini sampai kau keluar, benar kan?" Cetus Brian.

Zoya menghela nafas ringan dan berkata, "Terserah kau sajalah," saat ini dia tidak ingin berdebat dengan Brian dan memilih untuk mengabaikannya, dia kemudian membuka pintu dan mulai melangkah masuk.

Di dalam semua orang terlihat malah sedang mengemasi barang-barang mereka. Zoya pun menjadi keheranan kenapa semua teman-temannya mau pulang secepat ini, padahal dia hanya terlambat lima belas menit. Seharusnya mereka masih harus berlatih sekarang.

"Hei, hei, kalian mau kemana?" Zoya mencoba menghentikan temannya yang satu persatu mulai bubar.

"Zoya akhirnya kau datang," Trisha yang sedang menyandang tasnya berjalan mendekati Zoya. "kau tidak perlu khawatir, semuanya sudah berakhir."

"Apa maksudmu Trish," Zoya sampai mengernyitkan dahinya karena keheranan.

"Zoya sebenarnya kami ingin mengatakan sesuatu," Ekspresi Trisha terlihat murung seperti awan mendung, "kita didiskualifikasi, aku baru mendapatkan kabar dari pihak penyelenggara tadi pagi, karena itulah aku meminta kau untuk datang secepatnya kesini tadi."

Zoya tersentak mendengar Trisha dan merasa tidak percaya, Trisha baru saja mengatakan kalau dia dan timnya sudah didiskualifikasi dari ajang kompetisi dance yang diadakan kampus. Padahal mereka sudah berlatih selama berminggu-minggu untuk mengikuti kompetisi itu.

"A... apa, tapi Trish bagaimana bisa?"

"Zoya, mereka mengatakan, bahwa kompetisi itu hanya boleh diikuti oleh pasangan saja, bukan untuk tim dengan banyak orang."

Zoya menjadi semakin tidak mengerti setelah mendengar perkataan Trisha. Sebelumnya kompetisi itu tidak menyebutkan peraturan, kalau hanya bisa diikuti oleh pasangan saja. Bahkan tahun-tahun sebelumnya peraturan semacam itu tidak ada, lalu kenapa sekarang mendadak berubah.

Setelah memberitahukan hal itu, Trisha kemudian melangkah pergi. Terlukis kekecewaan yang mendalam di wajahnya.

Saat Trisha hendak menuju pintu keluar dia terkejut melihat Brian berdiri di depannya, "Brian... sedang apa kau di sini." Sontak dia membalikkan badan dan menatap kembali Zoya seolah-olah ingin meminta jawaban darinya.

Tapi Zoya tidak memperdulikan itu dan malah bertanya, "Trish, lantas apa yang akan kalian lakukan sekarang?"

"Tidak ada yang perlu di lakukan lagi Zoya, jika kau ingin tetap mengikuti kompetisi itu, maka kau harus segera mencari pasangan. Dan kita juga sudah memutuskan tadi," Trisha menarik nafas dalam-dalam saat ingin melanjutkan perkataanya, tampaknya sangat berat baginya untuk mengatakan kebenaran.

"Mulai sekarang tidak ada lagi San Sunny, klub ini sudah bubar."

Betapa terkejutnya Zoya mendengar itu, klub itu sudah terbentuk sejak SMA, Zoya dan semua temannya sudah mengikuti berbagai kompetisi Dancing, suka duka sudah mereka alami bersama-sama. Bagaimana bisa klub Dancing yang sudah dibangun bersama selama bertahun-tahun di bubarkan begitu saja oleh Trisha.

"Tapi Trish, kenapa? Jika kita didiskualifikasi maka tidak perlu sampai bubar, kan?" Tanya Zoya sembari menatap semua temannya yang diam membisu.

"Tidak Zoya, mulai sekarang kita bukan tim lagi, lagi pula tidak selamanya kita bisa bersama kan? Setelah lulus, maka kita juga pasti akan bubar, lambat laun kita akan mengambil jalan sendiri untuk melanjutkan hidup ini." Ujar salah satu teman pria Zoya yang berambut gimbal dan berkulit hitam.

Setelah itu semua temannya segera pergi begitu saja meninggalkan tempat mereka melewati Brian yang berdiri di depan begitu saja.

Klub Dancing ini begitu berarti bagi Zoya. Karena mereka sudah membangunnya dari nol, dan sekarang dia benar-benar tak menyangka bagaimana bisa di bubarkan secara mendadak begini.

"Zoya, kita semua tahu ini sangat berat. Tapi setelah didiskualifikasi dari kompetisi itu, kita semua memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing." Jelas Trisha dengan sedikit tersenyum pada Zoya.

"Dan yah, aku akan mengatakan satu hal lagi, Vince dan aku sekarang sudah jadian."

Setelah mengatakan itu, Trisha kemudian meninggalkan Zoya yang di penuhi dengan ketidak percayaan. Dia bahkan tidak melirik Brian yang masih berdiri di depan pintu.

Mulut Zoya menganga melihat semua temannya pergi meninggalkannya. Brian kemudian berjalan mendekati Zoya dengan tatapan serius.

"Klub yang bagus, tadinya aku ingin melihat-lihat, tapi sepertinya sekarang..."

Tiba-tiba saja Zoya menangis dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Brian, sepertinya dia sangat sedih karena tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja terjadi.

Satu-satunya impian Zoya sejak kecil adalah, untuk menjadi Dancer. Dia membentuk klub ini agar bisa menjadi batu loncatan untuk mencapai impiannya.

"Eh nona cerewet." Brian menjadi sedikit canggung karena Zoya tiba-tiba saja menangis di pelukannya. Ini pertama kalinya seorang wanita menempel di tubuhnya.

"Aku tidak mengerti mengapa dia mengkhianati aku, tuan muda?" ucap Zoya yang menangis sendu.

"Mengkhianatimu? Siapa?" Brian menjadi semakin kebingungan.

Zoya menyeka air matanya dan mulai menatap serius Brian. "Siapa lagi? Tentu saja Trish!" Jawab Zoya dengan tegas.

Zoya memegang kedua lengan Brian dan mengguncang tubuh pemuda itu, dia tampak lebih kesal dari pada sebelumnya. Terlihat api amarah membara dari mata Zoya.

"Trish? Apa maksudmu, bukankah dia temanmu?" Tanya Brian lagi.

"Ya, dia mengkhianati aku, akhirnya aku paham setelah mendengar kalau dia sudah jadian dengan Vince." Ujar Zoya.

"Tunggu, tunggu... aku masih tidak mengerti mengapa Trisha mengkhianatimu dan siapa lagi Vince ini." Ucap Brian yang masih kebingungan.

Zoya semakin kesal dan mendorong tubuh Brian, "Percuma saja, untuk apa aku menceritakannya padamu." Zoya kemudian duduk di kursi sambil memegang kepalanya, kemudian dia kembali lagi menangis.

Melihat itu Brian semakin tidak mengerti apa yang terjadi dengan Zoya. Apa yang di sembunyikan Zoya membuat Brian semakin penasaran.

"Aku tidak peduli dengan pertemanan mu dan Trisha, tapi sepertinya kau tampak sangat kesal." Brian kemudian mendekati Zoya yang duduk di kursi. "Dengar nona cerewet, aku sangat tidak suka melihat orang menangis, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah."

Sontak Zoya langsung menatap wajah Brian, dia tidak menyangka kalau tuan muda arogan ini akan mengatakan hal semacam itu.

"Nona cerewet, sekarang ikut denganku dan coba jelaskan kenapa kau mengatakan Trisha sudah mengkhianatimu."

Brian menarik tangan Zoya untuk pergi dari sana.

"Tunggu tuan muda arogan, kemana kau ingin membawaku." Pekik Zoya, dia tak menyangka kalau Brian tiba-tiba menariknya pergi dari sana.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!