Bab 3

Zoya terus menatap Brian yang masih saja rebahan di sofa dengan kakinya yang menyilang. Jika di lihat Brian memang sangat tinggi, sofa itu bahkan tidak cukup panjang untuk menampung tubuhnya.

"Ck, dia masih saja bertingkah sok keren..." Gumam Zoya, salah satu sudut bibirnya terangkat melihat Brian yang masih saja santai seperti tak memperdulikan keadaan sekitarnya.

"Brian, ayo minta maaf sama Zoya, bukankah kau tadi yang membuat dia terjatuh sehingga tangannya lecet." Michelle mencoba membuat putranya untuk menjadi pria yang bertanggung jawab.

"Nggak!" Jawaban Brian terdengar singkat dan padat, dia sama sekali tidak peduli dengan perkataan ibunya. Dengan santai dia terus menggoyangkan kakinya dan menatap langit-langit ruangan.

Melihat sikap Brian yang benar-benar kurang ajar pada ibunya sendiri, membuat Zoya tidak bisa menahan mulutnya yang dari tadi ingin mengucapkan sesuatu.

"Dasar lelaki tidak punya sopan santun, bagaimana bisa kau berbicara seperti itu pada ibumu, kau..."

Zoya ingin terus mengomeli Brian tapi Ratih memegang bahu putrinya agar berhenti.

"Zoya, dia adalah tuan muda dari keluarga Cody. Kau tidak boleh bicara seperti itu." Mbok Ratih kemudian menjelaskan tujuan dan maksud kedatangan Brian dan ibunya kesini.

"Tuan muda datang dari ibu kota dan akan tinggal bersama dengan kita mulai sekarang, dia akan melanjutkan studinya disini." Jelas Ratih dengan lembut, agar Zoya bisa mengerti.

Zoya menatap ke arah Michelle dan berkata, "Jadi bibi adalah nyonya besar pemilik rumah ini."

Michelle tersenyum manis dan mengangguk ringan pada Zoya. Tentu saja dia terlihat sangat ramah pada putri pembantunya karena dulu dia pernah menggendong Zoya di rumah ini saat masih kecil.

"Mbok, sekarang Zoya sudah besar ya, dia tidak hanya terlihat cantik tapi dia juga penuh dengan sopan santun." Pujian Michelle itu mulai memancing perhatian Brian. Lelaki itu mulai melirik mata ibunya dengan tajam. Tak pernah sekalipun dia mendengar pujian seperti itu terhadap dirinya.

"Heh..." Brian mendengus sambil memejamkan matanya mencoba untuk tidak peduli.

"Terima kasi nyonya. Oh iya, tuan muda kelihatannya sangat lelah karena perjalanan jauh, kalau begitu lebih baik tuan muda beristirahat di kamar yang sudah kami siapkan di atas." Mbok Ratih mencoba menyarankan pada Brian dengan sangat ramah.

Bahkan terhadap ibunya Zoya pun, Brian masih bersikap acuh tak acuh. Melihat hal itu membuat Zoya semakin geram sekali dan menggertakkan giginya dengan keras.

"Zoya, bawakan koper tuan muda ke atas, dan tunjukan kamarnya." Seru mbok Ratih.

Dengan penuh rasa enggan Zoya berjalan menuju Brian tanpa memalingkan sedikitpun pandangannya. Tatapan mata Zoya bagaikan elang yang siap memangsa.

Sebelum Zoya bisa menggapai koper yang ada di dekat sofa Brian, dia kaget melihat Brian bangkit dari sofa dan secepat kilat menyambar kopernya.

"Aku bisa membawanya sendiri." Ucap Brian dengan nada dan ekspresi yang datar. Dia sama sekali tidak ingin menatap Zoya dan memilih untuk membuang pandangannya.

Bahkan Zoya yang ingin bersikap baik pada Brian tidak membuat lelaki itu membuang sifatnya yang sangat arogan.

Ini pertama kalinya Zoya menemui lelaki yang begitu sombong seperti Brian. Ingin sekali rasanya dia berkata-kata tapi dia mengingat kalau ibunya Brian juga ada disitu, jadi dia menelan semua kata-katanya kedalam hati.

"Tunjukkan saja padaku di mana kamarnya." Seru Brian dengan tampang acuh tak acuh.

Zoya tidak menjawab dan menatap sinis wajah Brian, dia kemudian berjalan menaiki tangga menuju ke kamar utama yang terletak di lantai atas.

Rumah itu sangat besar dan megah, banyak sekali hiasan vas dan lukisan mewah yang memenuhi sudut ruangan. Gaya bangunannya juga cukup elegan seperti ala eropa. Hentakan kaki terdengar sangat lantang saat mereka menginjak lantai marmer itu.

Brian terus berjalan mengikuti Zoya seperti anak itik. Dia menatap punggung Zoya dari kejauhan dan tak sengaja dia mulai memperhatikan seluruh tubuh Zoya dari atas rambut hingga ujung kaki. Seketika Brian mencoba untuk membuang pandangannya terhadap gadis bertubuh mungil yang ada di depannya. Brian tipe orang yang tidak mau tertarik dengan mudah pada seorang wanita.

Karena dia memalingkan pandangannya, Brian sampai menabrak tubuh Zoya yang tiba-tiba saja berhenti. Karena tubuh Zoya sangat mungil, membuat gadis itu terpental saat di tabrak tubuh Brian yang setinggi tiang tower.

"Haaaah," Teriak Zoya yang hendak tersungkur ke depan.

Tap.

Namun kali ini Brian dengan reflek menangkap tangan Zoya yang hampir terjatuh ke lantai.

"Kenapa kau tiba-tiba berhenti di tengah jalan tanpa memberi peringatan." Ucap Brian dengan nada datar sembari menarik Zoya kembali berdiri tegak. Dengan segera dia juga melepaskan tangannya dari gadis itu.

"Kau melakukannya lagi, apa kau kira aku ini sebuah kendaraan yang jika berhenti itu harus ada lampu peringatan begitu, heeeeeh!" Zoya mengomel dengan penuh rasa kesal.

Bukannya merasa bersalah Brian malah menyalahkan Zoya. Dia sama sekali tidak menghiraukan perkataan Zoya dan memalingkan wajahnya ke samping.

Zoya sudah muak sekali melihat sikap Brian dan segera membuka pintu kamar yang ada di hadapan mereka. Sangking kesalnya Zoya mendorong pintu itu dengan sangat keras hingga terbentur di dinding.

Dan terlihat ruangan kamar yang begitu besar dan di penuhi dengan berbagai barang-barang mewah. Lemari dan kasurnya jelas terlihat sangat elit. Jika di nilai secara kasat mata semua isi kamar itu bisa mencapai puluhan juta.

Semuanya sudah tersusun dengan sangat rapi dan simetris. Seperti yang di katakan ibunya, kalau tamu penting yang akan tinggal di kamar ini sangat tidak suka kalau keadaan kamarnya dalam bentuk yang acak. Karena itu butuh memakan waktu yang agak lama untuk menyiapkan kamar itu.

"Ini kamarmu..." Zoya terlihat acuh tak acuh juga.

Melihat semuanya sudah tersusun rapi, akhirnya Brian mulai melangkah untuk memasuki kamarnya. Tapi Zoya merentangkan tangannya dan menghalangi jalan Brian.

"Eits, tunggu dulu. Kau tidak boleh masuk begitu saja, apa kau tahu aku sudah menyiapkan kamar ini dengan susah payah, tapi aku sama sekali tidak menyangka kalau aku melakukannya untuk orang sepertimu." Zoya tampak menyesal.

"Apa maumu?" Tanya Brian dengan nada dingin.

"Sejenak aku berpikir bahwa mungkin orang yang akan tinggal di kamar ini mengidap penyakit OCD, tapi ternyata aku salah," Zoya menatap Brian dengan tajam. "jika aku tahu aku melakukannya hanya untuk orang tidak waras sepertimu maka aku lebih baik membereskan kotoran kucing saja."

Brian tidak merubah ekspresi wajah datarnya, dia menatap mata serius mata gadis yang setinggi bahunya itu. Baru kali ini juga Brian bertemu dengan seorang yang tidak mau tunduk padanya.

"Bagus kalau begitu pergilah dan buang kotoran kucing saja." Brian melangkah maju sembari menarik kopernya.

Sontak Zoya minggir karena tidak mau di tabrak lagi oleh tubuh raksasa itu.

"Hey, bukannya berterima kasih, malah masuk seenaknya saja, kau juga seharusnya minta maaf karena sudah dua kali menabrakku." Seru Zoya sembari menghentakkan kakinya ke lantai karena merasa sangat kesal.

"Bukan salahku, seharusnya kau berjalan pakai mata." Ucap Brian saat menoleh ke belakang dan segera menutup pintu kamar.

Zoya dengan penuh amarah hendak menggedor pintu itu tapi dia menahan kedua tangannya untuk melakukan itu.

"Eeeeee, dasar. Jalan tuh pakai kaki bukan pakai mata." Zoya menendang pintu kamar Brian kemudian berbalik pergi dengan perasaan yang begitu kesal.

Terpopuler

Comments

Diana Silaen

Diana Silaen

hati" Brian nanti bucin 🤣🤣🤣

2024-06-13

0

Dewi Payang

Dewi Payang

Wah Brian, dingin amat sih kamu🤔
Ku beri bunga mawar, favorite juga sebagai salam perkenalan buat kak author spy tetep semangat up episode terbarunya😊🙏

2022-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!