Bab 12

Setelah menyelesaikan mata kuliahnya hari ini, Zoya ingin pergi ke gedung auditorium untuk latihan dance seperti biasanya. Walaupun dia tidak bisa mengikuti kompetisi dance itu lagi, setidaknya dia masih bisa terus berlatih kan?

Di dalam ruangan besar nan megah itu terdapat puluhan murid sedang latihan. Sepertinya mereka semua adalah peserta yang akan mengikuti kompetisi. Terlihat di sana ada juga Trisha yang sedang berada di atas panggung dengan mengenakan pakaian dancenya.

Zoya kemudian memasuki ruangan secara perlahan, dia merasakan ada yang aneh. Semenjak dia memasuki ruangan itu, dari tadi semua orang terus saja memandanginya. Zoya pun kebingungan, mengapa semua orang menatapnya seperti sedang melihat sampah.

Tak lama kemudian, Trisha pun menyadari kehadiran Zoya. Segera dia melompat turun dari panggung dan mulai berjalan dengan angkuhnya mendekati Zoya. Sikap Trisha tidak seperti biasanya, ini benar-benar berbeda dengan Trisha yang selama ini Zoya kenal.

"Sedang apa kau disini Zoya?!"

Dengan menyilangkan kedua tangannya Trisha menatap Zoya dengan cemoohan.

"Trish, aku kemari...."

Trisha mengangkat telapak tangannya ke udara dan menghentikan Zoya yang ingin berbicara. Betapa angkuhnya wanita itu sekarang, bahkan Zoya hampir tidak mengenali siapa sebenarnya yang berdiri di depannya saat ini.

"Apa kau masih tidak mengerti dengan perkataan ku kemarin Zoya? Kau sudah tidak di terima lagi di sini!"

"Trish apa maksudmu?"

"Apa kau tuli? Kami di sini tidak memberi amal untuk orang sepertimu, benarkan guys."

Tidak disangka Trisha berkata seperti itu, dia sengaja menghina Zoya di depan orang-orang.

"Apa kau pikir aku tidak tahu Zoya, kau itu hanyalah seorang penipu."

Zoya semakin tidak mengerti dengan ucapan Trisha. Dari tadi dia terus dihina, tapi dia masih diam dan menahan emosinya.

"Penipu? Trish, aku tidak tahu apa masalahmu tapi jangan sampai melewati batasan."

Zoya mengacungkan jari telunjuknya ke arah Trisha dan memberi tatapan yang mengancam.

"Heh, Zoya kami semua sudah tahu. Aku tidak ingin ada anak dari pembantu murahan sepertimu diantara kami. Leighton hanya tempat orang-orang kaya bukan pembantu."

Mendengar ejekan dari Trisha membuat Zoya semakin geram. Dia meremas jemarinya hingga pucat. Terlihat api menyala-nyala di mata Zoya. Sahabatnya yang paling dia percaya kini benar-benar sudah keterlaluan.

"Cukup Trish, jaga mulutmu itu atau aku..."

"Atau apa?"

Trisha melangkah maju sedikit dan menatap dingin Zoya. Saat ini dia tampak telah mendominasi seisi ruangan itu, bahkan Zoya pun tidak bisa berkutik.

"Dasar penipu, kau berlagak sok kaya selama ini. Tapi ternyata kau hanya memamerkan kekayaan majikan ibumu saja. Kenapa aku harus takut dengan pembantu sepertimu, kami benar-benar merasa jijik melihatmu."

"Dengar Zoya, selama ini aku berteman denganmu hanya karena aku pikir kita setara, tapi sekarang aku sudah tahu. Jadi enyah lah sekarang juga dari sini, dasar anak pembantu."

Semua orang yang ada di ruangan itu juga ikut menghina, mereka menatap Zoya dengan jijik. Wanita yang begitu terkenal dengan kecerdasan dan bakatnya dalam dance. Ternyata hanyalah seorang anak pembantu.

Lantas kenapa? Apa status begitu penting untuk bagi mereka? Tentu, karena selama ini mereka merasa iri dengan Zoya. Soalnya dia sangat dekat dengan pria idaman setiap mahasiswi kampus yaitu Vince. Bagaimana bisa mereka kalah dari seorang pembantu.

Mereka pikir Zoya adalah wanita yang sangat beruntung, selain kaya, cerdas dan berbakat dia juga cantik. Tapi saat mereka mengetahui aib Zoya sebagai pembantu, maka mereka tidak sungkan ingin menjatuhkan wanita itu.

Setelah mendapat berbagai penghinaan, akhirnya Zoya tidak tahan lagi dan segera pergi dari sana dengan perasaan yang teramat kesal. Benar-benar tidak bisa di percaya kalau Trisha tega menghinanya di depan orang banyak. Dia sama sekali tidak terima ibunya di hina, tapi dia juga tidak bisa melawan mereka semua. Sesaat dia berfikir kenapa dunia ini selalu memandang status agar bisa di hargai.

...

Di kursi taman kampus, terlihat Zoya duduk sambil menangis. Seperti biasa, disaat kesal begini dia selalu melampiaskannya dengan makan. Dia melahap sebuah Cup Mie dengan penuh nafsu, bahkan dia tidak lagi memperdulikan orang-orang yang melewatinya. Tidak pernah Zoya merasa kesal dan sesedih ini.

"Hiks... kau keterlaluan Trish, ku kira selama ini kita adalah sahabat." isak Zoya sembari terus makan tanpa henti.

Di tengah kesedihannya itu, tiba-tiba Zoya tersedak. Dia meraba kursinya sambil terbatuk-batuk, ternyata dia baru sadar, kalau dia lupa membeli air minum. Dia semakin panik, wajahnya sampai merah seperti cabai.

"Ya ampun, apa aku akan mati karena tersedak." ucapnya dengan panik dan terbatuk-batuk.

Seketika tiba-tiba seseorang menyodorkan sebotol air mineral padanya. Sontak Zoya mendongak ke atas dan melihat siapa sosok malaikat penyelamat itu. Dan ternyata pria itu tidak lain adalah si tuan muda arogan, Brian Cody.

Segera Zoya merampas botol mineral yang di berikan Brian dan segera meminumnya. Melihat hal itu, Brian hanya bisa menyunggingkan sudut bibirnya.

"Makanan itu tidak salah, apa kau tidak kasian melahapnya seperti hewan buas begitu." ucap Brian sambil duduk di sebelah Zoya.

Zoya tidak memperdulikan ejekan Brian, dia terus lanjut makan dengan begitu lahap. Setelah Cup Mie itu habis, dia langsung membuangnya ke tempat sampah yang ada di sampingnya.

Brian sampai menaiki salah satu alisnya saat melihat tempat sampah itu ternyata sudah penuh dengan Cup Mie kosong.

"Apa dia yang memakan semua itu?" gumam Brian.

Setelah itu Zoya menghabiskan sebotol air mineral yang di berikan Brian tadi sampai kempes. Dia kemudian menatap lurus ke depan sambil terisak-isak. Air matanya masih menetes sedikit demi sedikit.

"Ini, aku sudah bilang kan. Aku tidak suka melihat orang menangis." Brian memberikan sapu tangannya pada Zoya.

"Siapa yang menangis, mie nya aja yang terlalu pedas."

Zoya mengambil sapu tangan itu dengan cara merampasnya lagi. Kemudian dia menyeka air mata dan bibirnya yang belepotan karena kuah mie, dan sekalian juga dia membuang cairan kental hijau yang dari tadi di tarik ulurnya.

"Apa perlu aku kembalikan?"

Brian malah membuang pandangannya ke samping yang menandakan dia tidak lagi menginginkan sapu tangan yang sudah terkontaminasi itu.

"Ya sudah,"

Zoya langsung mencampakkannya juga ke tempat sampah. Setelah itu dia menyandar di kursi dengan tangan terlipat. Sejenak suasana hening seketika. Penghinaan tadi masih tidak bisa lepas dari ingatannya.

"Hidup ini sangat rumit kan, nona cerewet. Terkadang orang yang kau anggap teman itu adalah musuh, dan begitu juga sebaliknya."

Mendengar Brian berkata seperti itu Zoya langsung memiringkan kepalanya dan menatap Brian dengan serius.

"Apa maksudmu?"

"Kau sangat naif nona cerewet, kukira kau sangat cerdas tadinya."

"Maafkan aku tuan arogan, saat ini aku benar-benar tidak ingin berdebat denganmu, sungguh."

Zoya langsung membuang pandangannya karena tidak ingin meladeni Brian.

"Aku juga tidak punya waktu untuk berdebat, karena piala martabat sedang menungguku." ucap Brian acuh tak acuh.

Mendengar hal itu, sontak Zoya kembali melirik Brian lagi. Apa dia tidak salah dengar, Brian ingin membawa piala martabat.

"Apa kau bilang?"

"Kemarin aku sudah berjanji padamu bukan? Kalau aku akan mencarikan pasangan dance untukmu."

Zoya semakin bingung saja dengan perkataan Brian. "Mengapa kau selalu bicara berbelit dan setengah-setengah begini sih."

"Aku tanya padamu sekali lagi, apa kau masih ingin ikut kompetisi itu."

Zoya ingin menjawab tapi agak ragu, "Tentu tapi..."

"Kalau begitu mari ikut aku."

Lagi-lagi Brian menarik paksa tangan Zoya, dan beranjak pergi dari sana.

Ada apa dengan tuan muda arogan ini, kenapa dia suka sekali menarik-narik tangan orang.

...

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!