Bab 19

"Lalu kenapa temanmu Edi tadi mengatakan, kalau ini ada hubungannya dengan Vince, apa Jhony salah satu dari anggota Vince."

Brian mencoba menggali informasi lebih dalam lagi tentang Vince. Sebelumnya Brian sama sekali tidak peduli dengan Vince, hanya saja semakin lama tampaknya banyak hal telah terjadi pada Zoya yang melibatkan Vince.

"Aku bisa jelaskan," ucap Edi, "Zoya ada yang harus aku beri tahu padamu, kemarin di kampus aku tak sengaja mendengar pembicaraan Vince, dia telah meminta Jhony untuk membakar studio kita."

"Apa?" Zoya langsung terkejut mendengar perkataan Edi seperti mendapat sambaran petir.

"Karena alasan itu juga aku datang kesini untuk menghentikan anak buah Jhony, dan berniat menyelamatkan piala kita." Jelas Edi.

"Jadi Vince!" ucap Zoya sembari mengernyitkan dahinya. Ekspresinya berubah penuh arti karena dia tahu alasan Vince melakukan ini. "Besok aku akan bicara pada Jhony, kenapa dia tiba-tiba mau menuruti perintah Vince."

"Zoya sebenarnya Jhony ini anak buah Vince atau tidak." tanya Brian lagi, dia mulai menjadi kesal karena Zoya dan Edi terus bertele-tele.

"Tidak, Jhony bukan anak buah Vince dia..." Sebelum Edi menyelesaikan kalimatnya, Brian mengangkat telapak tangannya.

Brian kemudian berdiri dan segera mengajak Zoya untuk pulang, dia rasa semua informasi yang dia butuhkan sudah cukup untuk membuktikan siapa itu Vince. Dia tidak mau terus-terusan membuang waktu. Satu hal yang pasti, tampaknya Vince memiliki masalah pribadi yang serius pada Zoya.

......................

Keesokannya di kampus, setelah menyelesaikan mata kuliahnya Brian berniat pergi menuju kafetaria kampus. Dia sedang mencari Zoya yang sedari tadi menghilang. Seperti yang dia katakan kemarin, dia akan menemui pergi menemui Jhony. Jika anak buahnya saja berani menyerang Zoya, bagaimana dengan Jhony. Karena itu Brian segera mencari Zoya, takutnya nanti hal yang tak diinginkan mungkin bisa saja terjadi.

Sesampainya di kafetaria, tiba-tiba bahu Brian di tahan oleh tangan seseorang dari belakang. Sontak Brian langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa yang telah menyentuh bahunya. Seketika salah satu alis Brian naik saat melihat Vince lah yang ada di belakangnya. Terlihat juga Vince bersama dengan beberapa temannya berdiri di belakang Brian, jika dilihat dari penampilan mereka tampaknya baru saja selesai bermain basket.

"Halo jagoan apa kabar." sapa Vince yang berekspresi sok akrab, padahal dari tatapannya itu Brian juga sudah tahu, kalau Vince tidak menyukai Brian.

"Lepaskan tanganmu itu dariku." seru Brian dengan nada pelan dan tatapan sedingin es.

"Oke santai, aku hanya mau bicara sebentar saja denganmu bisa, kan?" tampang Vince sangat bersahabat.

Brian kemudian berbalik dan berkata, "Maaf saat ini aku tidak punya waktu untuk bicara denganmu."

Brian saat ini memilih untuk tidak menanggapi Vince, karena baginya itu hanya akan membuang-buang waktunya.

"Seperti yang mereka bilang, kau benar-benar berdarah dingin."

"Apa kau tahu, di kampus ini ada beberapa orang yang tidak bisa kau singgung jagoan."

"Dan salah satunya adalah aku, kemarin aku dengar kau telah menghajar anak buah Jhony sendirian, itu menakjubkan."

"Kau juga telah menyelamatkan Zoya dari mereka."

Vince mulai berjalan mengelilingi Brian sambil terus mengoceh. Teman-teman Vince pun juga mulai mengambil posisi dan mengepung Brian. Para mahasiswa yang ada kafetaria itu seketika langsung berkerumun seperti semut untuk melihat. Tampaknya mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan Vince.

Melihat dirinya di kepung, Brian hanya mengernyitkan dahinya. Dia masih tampak sangat tenang dan tidak merasa terintimidasi oleh Vince. Baginya Vince dan teman-temannya sama sekali bukanlah masalah serius.

"Awalnya aku bingung kenapa kau begitu dekat dengan Zoya, kenapa kau begitu peduli dengan dia."

"Hubungan apa yang miliki dengannya?"

"Tapi sekarang aku tahu ternyata dia adalah pelayanmu."

"Tidak heran kau begitu peduli dengannya."

Vince terus mencoba memprovokasi Brian dengan kata-katanya. Tapi Brian sama sekali tampak tidak terpengaruh. Dia hanya bisa merasa sedikit heran, kenapa Vince bermain dengan cara anak-anak seperti ini.

"Terus, apa peduli mu." Brian berkata dengan santai.

"Memang tidak urusannya denganku, hanya saja aku heran kenapa majikan begitu dekat dengan pelayannya." ucap Vince dengan tatapan yang mencemooh.

"Apa maksudmu." Brian semakin penasaran apa yang coba Vince lakukan saat ini.

"Kau begitu baik dengannya, membiarkan dia tinggal di rumah mewah, mengantar jemput seperti sopir, kau memperlakukannya seperti tuan putri padahal dia adalah pelayanmu. Aku curiga kenapa kau begitu menempel dengannya, dia pasti juga sudah pernah tidur dengan mu, benarkan?"

Semua mahasiswa yang ada di sana tertawa terbahak-bahak mendengar Vince yang berkata dengan panjang lebar. Mereka tidak menyangka ternyata Zoya adalah pelayan Brian dan mereka tinggal satu rumah.

Brian mengepal kedua tangannya dengan keras. Dan tanpa menunggu lama dia langsung melayangkan sebuah tinju ke wajah Vince. Dia benar-benar tidak bisa menerima perkataan buruk Vince terhadap Zoya. Saat ini Brian tampak seperti singa yang telah diganggu saat tidur.

Vince yang terkena pukulan Brian tadi langsung mundur sempoyongan, terlihat darah mengalir dari sudut bibirnya. Vince menyeka darah itu, dan langsung menganggukkan kepala pada semua temannya.

Seketika semua teman-teman Vince yang mengepung Brian tadi langsung bergerak maju dan mulai menyerang.

Melihat hal itu Brian dengan santai menghindari dan menepis semua serangan dari mereka. Pertarungan sengit pun tak terelakan, para murid yang di sana bersorak-sorai melihat perkelahian itu.

Walaupun Brian sendirian, namun dia mampu melawan semua teman-teman Vince dengan mudah. Mereka semua melayang dan menghantam meja yang ada di kafetaria itu hingga hancur terkena pukulan dari Brian. Brian terlalu kuat, dia mampu membalikkan keadaan dengan mudah.

Vince dan semua murid yang ada di sana seketika terkesiap. Mereka tidak menyangka Brian mampu melawan semua teman-teman Vince. Padahal semua orang tahu Vince dan temannya adalah atlet yang hebat di kampus itu. Tapi dengan mudahnya Brian mengalahkan mereka semua.

"Jangan pernah mengatakan hal buruk lagi tentang Zoya, jika tidak..."

Sebelum Brian menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba seseorang menghantamkan kursi ke belakang punggung Brian. Kursi itupun hancur dan Brian seketika tertunduk, tangannya yang hampir menyentuh lantai untuk menopang tubuhnya yang hampir tersungkur segera dia kepalkan kembali.

Tapi sebelum Brian beraksi, Vince langsung menendang wajah Brian hingga terlempar keluar dari kafetaria. Brian yang melayang di udara jatuh mendarat ketanah dengan posisi jongkok dan satu tangan menopang wajahnya agar tidak tersungkur.

Terlihat darah menetes jatuh ke tanah dari sudut bibir Brian. Seketika Brian menjadi geram dan mulai menatap tajam ke depan. Tapi dia langsung terkejut saat melihat seluruh mahasiswa kampus berjalan menuju kearahnya.

Tadinya dia hanya melawan Vince dan keempat temannya. Tapi sekarang tampaknya dia sudah di kepung oleh semua mahasiswa di kampus itu.

"Hahaha, ini lah akibat mencoba melawanku."

Vince langsung menjentikkan jarinya dan semua mahasiswa mulai hendak bergerak mengeroyok Brian. Tapi untungnya seketika satpam dan para dosen mulai berdatangan saat melihat keributan itu.

"Ada apa ini, kenapa kalian berkelahi disini." ucap salah satu dosen wanita.

"Buk, dia yang memulai perkelahian ini, dia menyerang duluan kalau tidak percaya tanya saja pada mereka." ucap Vince yang mencoba membela dirinya.

Para mahasiswa itu pun serentak mengangguk dan mengiyakan perkataan Vince. Mereka tampaknya sangat patuh pada Vince seperti anjing peliharaan.

Tak lama kemudian Zoya juga muncul dari tengah kerumunan itu, dia langsung terperangah saat melihat kebawah. Ternyata yang berkelahi itu adalah Brian, sontak Zoya langsung mendekatinya dan membantu Brian untuk berdiri.

"Brian apa yang terjadi, kenapa kau seperti ini." ucap Zoya dengan eskpresi khawatir.

"Kau anak baru itu kan?" dosen tadi juga segera berjalan dan mendekati Brian. "di kampus ini tidak boleh ada perkelahian, ayo cepat ikut aku ke ruangan pak Rektor." seru dosen wanita itu dengan tatapan sinis.

Zoya menatap darah yang ada di sudut bibir Brian dengan penuh perasaan iba. Dia mencoba menahan Brian untuk pergi, tapi kemudian segera Brian mengangguk ringan pada Zoya agar membiarkannya pergi.

Setelah itu semua murid bubar, Brian pergi sembari terus menatap Vince dengan tajam. Dia tidak menyangka ternyata King of School memiliki pengaruh besar di kampus.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ban 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Ban 108
109 Bab 109
110 Ban 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ban 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Ban 108
109
Bab 109
110
Ban 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!