Bab 12: Misi Yang Gagal

Fatimah memeriksa luka di lengan Sitara “Ya Allah luka nya dalam sekali, ini harus dibawa kerumah sakit, Musa! Ibrahim yang melihat keadaan itu langsung mengambil kunci mobil nya. 

“Ayo Musa, Zahra kita bawa Sitara ke rumah sakit. Zahra bawa pakaian ganti Sitara, cepat!” Fatimah berusaha mengangkat tubuh Sitara, tapi tidak bisa, Musa yang melihat hal tersebut tampak kebingungan.

“Musa ayo angkat, tunggu apa lagi!” Musa tidak menunggu lama langsung meraup tubuh Sitara yang tidak sadarkan diri. Dengan hati-hati Musa meletakkan Sitara di bangku tengah, Fatimah dan Zahra yang sudah masuk duluan langsung memposisikan tubuh Sitara dengan nyaman. 

“Musa, kamu saja yang menyetir.” dengan cepat Musa mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas Enam Puluh, karena jalan sepi dan dengan perhitungan yang sudah di ukur oleh Musa.

Sesampai di rumah sakit, para perawat langsung menyambut tubuh Sitara yang sudah bersimbah darah. Kyai Ibrahim dan keluarganya menunggu di depan ruang UGD. Musa terus melakukan koordinasi dengan santri-santri yang ada di pondok. 

*****

Di tempat lain, tampak Ghofur mondar mandir di ruang kerja nya. raut wajahnya yang sudah tampak menua. “Selama ini aksi kita tidak pernah gagal, siapa gadis itu?” sorot matanya yang tajam, lurus menatap Jon yang berdiri mematung dengan lutut bergetar. 

“Sa-saya tidak tau Pak, saya berhasil meloloskan diri agar bisa memberikan laporan ke Bapak” dengan suara bergetar Jon menjelaskan keadaan. “Bodoh kalian semua! dia hanya seorang gadis, kenapa kalian bisa dibikin kocar-kacir begini!” Suara Gofur yang keras menggema di seluruh ruang kerja nya.

Jon tidak lagi berani menatap Ghofur. Sementara gofur melakukan beberapa panggilan telepon untuk mencari jalan keluar masalahnya. “Frans, lakukan yang terbaik, aku tidak mau Ibrahim mengetahui kalau akulah yang selama ini mengganggu perkebunannya! ada Lima orang orangku yang sampai sekarang belum kembali, mungkin mereka sudah tertangkap, aku mengandalkanmu Frans!” 

Ghofur memutuskan sambungan telepon dengan orang yang dipanggilnya Frans. selama ini Ghofur selalu berhasil merusak hasil kebun Ibrahim, agar harga penjualannya jatuh. dan dia bisa merebut pasar Ibrahim. 

Kali ini misi nya gagal. Hal ini yang sangat dia tidak sukai. jika hasil panen Ibrahim bagus, maka sudah bisa dipastikan Ibrahim tidak akan membeli hasil panen dari kebun nya. Selama ini, Ibrahim akan membeli hasil panen dari Ghofur untuk menutupi jumlah yang seharusnya diadakan.

Hal yang paling dia takutkan adalah, jika salah satu anak buah nya yang mungkin sudah tertangkap sekarang, menyebutkan nama nya. Maka tamatlah riwayat nya. Kyai Ibrahim adalah sosok yang disegani di daerah tersebut. Tidak hanya itu, efek dari kuatnya pengaruh media sosial saat ini, Kyai Ibrahim dan putra nya Musa sering viral karena ceramah-ceramahnya.

Tidak hanya dari kalangan pesantren saja yang segan dengan nya, tetapi jajaran Kepolisian, TNI bahkan Bupati atau Gubernur sering datang untuk minta nasehat kepada Ibrahim. 

Sosok sederhana dan selalu membawa kedamaian kepada siapa saja ini lah yang membuat Ibrahim disegani kawan maupun lawan. Saat Ghofur mengingat akan hal itu, tiba-tiba saja dia merasa takut. Mentalnya yang serakah mulai dihantui dengan ketakutan demi ketakutan.

“Jon pantau keadaan pesantren. sebentar lagi Subuh, aku sudah meminta Frans untuk menyelamatkan mereka. karena feeling ku mereka semua tertangkap.” Jon yang sedari tadi menunduk mengangkat wajahnya. “Ba-baik pak, saya jalan sekarang.

Ghofur tampak kacau, beberapa kali dia mengacak rambutnya yang sudah memutih dan menipis. sekali lagi dia melakukan sambungan telepon “Frans, Gimana?” Ghofur tampak semakin gelisah. “saya sudah menemukan mereka pak, mereka diikat, pendopo  tani  yang biasa digunakan untuk pertemuan, dijadikan tempat untuk mengikat mereka di kursi.” 

Beberapa ustadz senior terus menginterogasi mereka satu-satu. Tidak menggunakan kekerasan, walaupun Dimas dan Fahad yang sudah tidak sabaran, ingin sekali memberikan bogem mentahnya ke mereka. 

Ustadz Zain dan Ustadz Ali mengumpulkan beberapa barang bukti berupa cairan pestisida yang ditemukan. Ustadz Ali yang juga seorang sarjana pertanian, dan yang bertanggung jawab terhadap semua pertanian di pesantren. 

Beberapa santri berkumpul di pendopo, mereka yang menemukan beberapa barang bukti, langsung duduk lesehan karena kelelahan. tampak Ustadz Ali meneliti satu persatu hasil temuan para santri. 

“Astaghfirullah ini pestisida!” Santri yang sedari tadi menunggu penjelasan Ustadz Ali, tampak menajamkan perhatiannya. “Perlu kalian ketahui, kerusakan tanaman akibat pestisida dan insektisida, mungkin terjadi dan berkisar dari gejala ringan hingga parah." Sesaat Ustadz Ali menjeda kalimatnya. 

"Sebenarnya, tanaman yang disemprotkan pestisida bisa mengalami cedera yang dikenal sebagai fitotoksisitas. Dan ini membuat tanaman tidak tumbuh secara baik."

Para santri yang masih fokus mendengarkan tampak menganggukkan kepala nya. 

"Kerusakan tanaman yang disebabkan pestisida beragam, tergantung pada jenis bahan kimia, tanaman, dan faktor lainnya." Ustadz Ali mengusap wajah nya kasar. Berusaha tenang agar tidak memancing emosi para santri.

"Mulai dari, daun tanaman terbakar, daun gugur, daun berubah warna, daun menggulung, pertumbuhan tanaman tidak normal, hingga kematian tanaman." 

Para santri dan Ustadz yang mendengarkan penjelasan dari Ustadz Ali, merasa geram. Mereka sudah bisa menyimpulkan. Dengan mereka menyemprotkan pestisida ini maka tanaman akan menerima dengan dosis yang berlebih. 

Sudah ada jadwal untuk pemupukan, penyiraman dan lain sebagainya, semua sudah diatur oleh  Ustadz Ali sebagai manajer pertanian di pesantren Istiqomah.

*****

Kyai dan keluarganya masih tampak gelisah karena Dokter belum juga keluar dari ruang tindakan. Sekilas dia melihat benda Bulat di pergelangan tangannya, waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. 

Dia berniat untuk menghubungi Satish, tapi masih ragu. Sementara Musa yang sedari tadi duduk di kursi ruang tunggu, tampak kelelahan. Fatimah dan zahra yang terus saja berdzikir untuk menenangkan hati mereka masing-masing, memilih untuk tidak bertanya apa-apa kepada musa, walau berbagai pertanyaan telah siap meluncur dari bibir nya.

“Pak Kyai Ibrahim?” seorang dokter yang berperawakan tinggi, dengan wajah khas oriental dan tampan, memanggil nama Ibrahim. Sontak saja Ibrahim berdiri diikuti oleh Musa mendekati dokter itu. 

“Bagaimana keadaan anak kami Dokter? Ibrahim yang sudah tidak sabar, langsung bertanya. “ Dokter tersenyum ramah tampak menenangkan. sekilas Ibrahim membaca papan nama yang tersemat di pakaian seragam Dokter. Yoga Prasetya, nama yang bagus. 

“Mari ikut keruangan saya Kyai.” tidak banyak bicara Kyai dan Musa mengikuti langkah dokter Yoga. “Pak kyai, Luka yang dialami Sitara cukup dalam sehingga kami harus menjahitnya. Ada juga beberapa cedera otot dan luka-luka kecil. Sitara masih dalam pengaruh obat bius saat ini. sejauh ini dia kondisi nya kuat. tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” 

Nyeesss 

ada rasa lega di hati Kyai dan Musa. walau lukanya dalam, setdaknya kondisi Sitara baik-baik saja. “Sitara akan dipindahkan ke ruang rawat, dan segera di selesaikan administrasi nya ya Pak.”

“Baik Dokter, terima kasih banyak, anda sudah melakukan yang terbaik untuk anak kami.” mereka pun saling berjabat tangan. Ibrahim dan Musa keluar ruangan dan menghilang di balik tembok. “Gadis yang cantik.” dokter Yoga Bergumam dan tersenyum tipis.

.

.

.

Assalamualaikum 

Tolong jangan lupa Like ya pemirsa

Sepertinya Musa akan ada saingan nih hehehe  

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Ehm.. saingan Musa sudah muncul nih.. Uda syukur hasil kebunnya dibeli oleh Kyai Ibrahim masi saja menjahati biar hasil panen rendah

2023-01-13

1

🍾⃝ͩкυᷞzͧєᷠуᷧ уιℓ∂ιzι🥑⃟𐋂⃟ʦ林

🍾⃝ͩкυᷞzͧєᷠуᷧ уιℓ∂ιzι🥑⃟𐋂⃟ʦ林

done like semua bab Thor

2022-09-15

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kecelakaan
2 Bab 2 : Kita Berbeda
3 Bab 3: Pesantren Istiqomah
4 Bab 4: Keputusan ku
5 BAB 5: Nama ku Sitara
6 Bab 6: Lamar Aku atau kau Ku lamar
7 Bab 7: Pindahan
8 Bab 8: Debat Kucing
9 Bab 9: Salah Tangkap
10 Bab 10: Gerombolan Ninja
11 Bab 11: Singa Betina
12 Bab 12: Misi Yang Gagal
13 Bab 13: Dokter Yoga
14 Bab 14: Bos Bawang
15 Bab 15: Ninja Yang Insyaf
16 Bab 16: Hukuman Yang Beda
17 Bab 17: Tobat Sambel
18 Bab 18: Gantengnya 40%
19 Bab 19: Malunya Aku
20 Bab 20: Waktu Belajar Ku
21 Bab 21: Pulang.
22 Bab 22: Banteng Kehilangan Tanduk
23 Bab 23: Setajam Samurai
24 Bab 24: Sah
25 Bab 25: Gagal Nikah?
26 Bab 26: Terlihat Tampan
27 Bab 27: Ghibah nya Sari dan Sayinah
28 Bab 28: Panggil aku Aby
29 Bab 29: Nikahan Ayu
30 Bab 30: Nubruk Lagi.
31 Bab 31: Nikah Mendadak
32 Bab 32: Mahar Rp. 10.000
33 Bab 33: Hobi Nubruk
34 Bab 34: Seperti Maling
35 Bab 35: Belajar Bareng 1
36 Bab 36: Belajar bareng 2
37 Bab 37: Salah Paham
38 Bab 38; Mau Cepet Punya Anak.
39 Bab 39: Nyari Dokter Kandungan
40 Bab 40: Bersama Dokter Siska Andriani. SpOG
41 Bab 41: Gaspol Mas
42 Bab 42: Aku Bersedia Hidup Bersamamu
43 Bab 43: Hai Tampan
44 Bab 44. Syukuran
45 Bab 45: Daadee Datang
46 Bab 46: Parfum Malam Pertama
47 Bab 47: Dokter Pintu
48 Bab 48: Ketahuan.
49 Bab 49 : Masih sakit?
50 Bab 50: Bertemu Cici
51 Bab 51: Kebakaran
52 Bab 52: Musa kritis
53 Bab 53: Tidak Sanggup
54 Bab 54: Siapa Dev?
55 Bab 55: Obsesi Dev
56 Bab 56: Arya
57 Bab 57: Penyelidikan
58 Bab 58: Gombalan Absurd
59 Bab 60: Face Off
60 Bab 60: Keputusan Face Off
61 Bab 61: Sarung Ninja
62 Bab 62: Mantan Tunangan Ku
63 Bab 63: Wajah Baru Musa
64 Menjelang Tamat
65 Bab 64: Rencana Party
66 Bab 65: Memaafkan
67 Selamat Tahun Baru 2023
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1: Kecelakaan
2
Bab 2 : Kita Berbeda
3
Bab 3: Pesantren Istiqomah
4
Bab 4: Keputusan ku
5
BAB 5: Nama ku Sitara
6
Bab 6: Lamar Aku atau kau Ku lamar
7
Bab 7: Pindahan
8
Bab 8: Debat Kucing
9
Bab 9: Salah Tangkap
10
Bab 10: Gerombolan Ninja
11
Bab 11: Singa Betina
12
Bab 12: Misi Yang Gagal
13
Bab 13: Dokter Yoga
14
Bab 14: Bos Bawang
15
Bab 15: Ninja Yang Insyaf
16
Bab 16: Hukuman Yang Beda
17
Bab 17: Tobat Sambel
18
Bab 18: Gantengnya 40%
19
Bab 19: Malunya Aku
20
Bab 20: Waktu Belajar Ku
21
Bab 21: Pulang.
22
Bab 22: Banteng Kehilangan Tanduk
23
Bab 23: Setajam Samurai
24
Bab 24: Sah
25
Bab 25: Gagal Nikah?
26
Bab 26: Terlihat Tampan
27
Bab 27: Ghibah nya Sari dan Sayinah
28
Bab 28: Panggil aku Aby
29
Bab 29: Nikahan Ayu
30
Bab 30: Nubruk Lagi.
31
Bab 31: Nikah Mendadak
32
Bab 32: Mahar Rp. 10.000
33
Bab 33: Hobi Nubruk
34
Bab 34: Seperti Maling
35
Bab 35: Belajar Bareng 1
36
Bab 36: Belajar bareng 2
37
Bab 37: Salah Paham
38
Bab 38; Mau Cepet Punya Anak.
39
Bab 39: Nyari Dokter Kandungan
40
Bab 40: Bersama Dokter Siska Andriani. SpOG
41
Bab 41: Gaspol Mas
42
Bab 42: Aku Bersedia Hidup Bersamamu
43
Bab 43: Hai Tampan
44
Bab 44. Syukuran
45
Bab 45: Daadee Datang
46
Bab 46: Parfum Malam Pertama
47
Bab 47: Dokter Pintu
48
Bab 48: Ketahuan.
49
Bab 49 : Masih sakit?
50
Bab 50: Bertemu Cici
51
Bab 51: Kebakaran
52
Bab 52: Musa kritis
53
Bab 53: Tidak Sanggup
54
Bab 54: Siapa Dev?
55
Bab 55: Obsesi Dev
56
Bab 56: Arya
57
Bab 57: Penyelidikan
58
Bab 58: Gombalan Absurd
59
Bab 60: Face Off
60
Bab 60: Keputusan Face Off
61
Bab 61: Sarung Ninja
62
Bab 62: Mantan Tunangan Ku
63
Bab 63: Wajah Baru Musa
64
Menjelang Tamat
65
Bab 64: Rencana Party
66
Bab 65: Memaafkan
67
Selamat Tahun Baru 2023

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!