Tidak terasa waktu berlalu, sudah Satu minggu Sitara berada di pondok Pesantren Istiqomah. Pelan tapi pasti, dia sudah menunjukkan hasilnya, Sitara mulai bisa beradaptasi. Hari ini kuliah sudah dimulai, hanya saja dia bingung harus berangkat pakai apa.
Dia yang sudah menolak tawaran Satish untuk membawa mobil nya, dengan alasan dia mau belajar untuk prihatin. Satish yang mengetahui niat mulia putrinya langsung saja mendukung. Angkot adalah pilihan Sitara dalam kesehariannya
Hari ini Sitara dan Musa akan mengadakan rapat kecil untuk melakukan kegiatan pasar dadakan di luar pagar pesantren. karena hasil perkebunan, perikanan dan peternakan cukup melimpah, Sitara mengajukan ide untuk sebagian hasilnya langsung di jual.
“Selama ini para tengkulak membelinya dengan harga sangat rendah, sekarang kita rubah permainannya.” sambil membaca berkas laporan penjualan Sitara terus saja membolak-balik lembar demi lembar dari map yang diberikan ustadz Zain.
“Jadi apa rencanamu Tara?” ustadz Zain kembali bergabung. setelah sibuk menyiapkan berkas-berkas yang diminta Sitara.
“Sebagian akan dijual secara langsung. kita buat semacam hari pasaran, harga akan kita jual sama dengan harga di pasar subuh.” tara menatap antusias Musa dan Zain bergantian. “Tapi jika Abi dan Umi setuju”
“Assalamualaikum, Abi setuju dengan idemu Tara, kita harus melakukan inovasi-inovasi yang sifatnya positif dan bisa membawa sebuah kemajuan.” Ibrahim yang tiba-tiba masuk ke ruangan, cukup membuat Sitara terkejut.
“Waalaikumsalam.” jawab Musa dan Zain berbarengan. Sitara langsung berdiri membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormat kepada Ibrahim. “Silahkan duduk Abi” Sitara menggeser sebuah kursi untuk Kyai duduk.
perlakuan kecil Sitara yang manis tersebut membuat Musa mencuri pandang pada wajah cantik gadis itu. Seulas senyuman di bibir tipis nya pun membentuk bulan sabit. “Terimakasih nak.” Ibrahim duduk dengan gerakan perlahan.
“Baiklah, boleh Tara lanjutkan?” ketiga pria di hadapannya pun mengangguk setuju. “Dari berkas yang saya baca beberapa pembeli sudah mengikat kontrak dengan kita, dan ini tidak bisa diputus begitu saja. Tetapi untuk Tiga kontrak yang akan berakhir di bulan ini, sebaiknya kita putus atau kalau mereka mau, isi dari kontrak nya di rubah.” sesaat Sitara diam.
“Hal ini pasti akan menimbulkan gejolak, itu hal yang wajar. Selama ini mereka yang mengatur permainan dan harga, untuk kontrak berikutnya kitalah yang akan menentukan harga.” Musa, Zain dan Ibrahim tampak menganggukkan kepala tanda paham.
“Saya akan berusaha untuk memasarkan ke pasar internasional, jadi hasil panen ini akan kita bagi menjadi Tiga kelas. Pelanggan yang sudah kontrak, sampel untuk pemasaran keluar negeri dan pasar dadakan.” Sitara menyelesaikan penjelasannya.
“Untuk pemasaran keluar negeri kami sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk itu Tara” Musa mengungkapkan apa yang menjadi ganjalan di hati nya. “Aku yang akan melakukannya, apakah kita memiliki badan usaha semacam PT?”
“Selama ini kita melakukan kontrak dengan pelanggan dengan payung hukum CV nak, apakah itu cukup? Ibrahim mulai angkat bicara. “Bisa saja Abi dengan menggunakan CV yang ada.”
Beberapa saat berlalu, mereka terus saja merumuskan tentang perubahan-perubahan yang akan dilakukan. Sitara tampak bersemangat dengan rencana nya. sementara Musa dan Zain seperti mendapat suntikan semangat, mereka tampak antusias menyambut rencana ini.
“permasalahan yang mereka hadapi, sebagian besar adalah ekonomi. hanya sedikit saja santri kita yang berasal dari keluarga mampu.” Ibrahim menjeda kalimatnya, tatapan matanya bergantian kepada ketiga orang yang berada di hadapannya.
“Rasulullah bersabda, yang diriwayatkan Abu Na’im. Artinya, Kemiskinan itu dekat dengan kekufuran. Hadits tersebut setidaknya memiliki Tiga makna. Yang pertama, miskin Harta. Karena kekurangan seorang istri atau suami bisa saja mencuri, atau parahnya lagi sampai menjual diri.” mereka bertiga tampak menyimak serius tausiah yang diberikan Ibrahim.
"Kedua, sebagai peringatan kepada orang kaya-kaya, bahwa kemiskinan yang dialami saudara-saudaranya yang miskin dapat mendorong kepada kekufuran. Baik kufur dalam arti murtad atau ingkar akan adanya Tuhan maupun kufur dalam arti ingkar terhadap perintah dan larangan Allah SWT. Dalam kaitan itulah maka orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat dan disunnahkan memberikan sedekah kepada mereka yang miskin yang membutuhkan uluran tangan."
Sitara merasa takjub dengan penjelasan Ibrahim. "Lalu yang ketiga apa Abi?" Ibrahim tersenyum, dia senang karena Sitara mulai tertarik dengan nasehatnya.
"Ketiga, sebenarnya kemiskinan itu ada dua macam, yakni kemiskinan material dan kemiskinan spiritual. Yang dimaksud kemiskinan material adalah keadaan kurang atau miskin dari harta benda duniawi. Sedangkan yang dimaksud kemiskinan spiritual adalah kemiskinan yang tidak ada kaitannya dengan kekurangan harta benda duniawi, tetapi terkait dengan kurangnya akan iman atau jiwa."
Sesaat Ibrahim menyesap teh hangat yang memang sudah disediakan dari tadi. Tarikan nafasnya yang dalam dan dihembuskan secara perlahan.
"Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR Bukhari dan Muslim).
Sitara yang sangat khidmat memperhatikan, tanpa disadari matanya yang sudah berembun sedari tadi tak mampu lagi dibendung nya. Hatinya bergetar.
Selama ini dia yang hidup berkecukupan.Tidak pernah secara nyata berhadapan langsung dengan kesulitan-kesulitan saudaranya di luar sana. Sekarang saatnya menjadi orang baik, itulah tekad Sitara.
*****
Setelah seharian sibuk mempersiapkan sebuah perubahan, semua santri menyambut antusias. Tidak satupun santri yang menolak, karena mereka pun menjadi semakin terbuka wawasannya. Memiliki kesempatan untuk membangun masa depan dan hijrah dari masa lalu mereka.
Zahra dan Fatimah tidak ketinggalan dalam kegiatan ini. Sitara yang memang sengaja mendidik Zahra dalam management dan marketing dengan harapan suatu hari nanti dia akan meneruskan apa yang sudah Sitara mulai.
Malam beranjak larut, masing-masing orang sudah masuk ke alam mimpi nya. Malam yang tenang hanya suara jangkrik yang masih bernyanyi. Sitara yang selalu bekerja hingga larut malam, merasa ada yang aneh malam ini. Dia selalu yakin dengan tiap intuisi nya.
Sreekkk
Kraak!
Sitara menghentikan kegiatannya, dia mulai menajamkan pendengaran dan perlahan mendekati jendela kamar yang menghadap ke kebun. “Seperti langkah orang yang menginjak sesuatu” Sitra tampak mengingat sesuatu, “Oh no! kamar ini dekat dengan dinding pembatas. apakah ada orang masuk?” dia bermonolog sendiri,
Ekor matanya melirik Zahra yang sudah pulas tertidur. perlahan dia keluar kamar, berniat untuk ke halaman menuju kebun. Pintu dapur adalah tujuannya, karena itu langsung mengarah ke kebun, tempat sumber suara yang tadi dia dengar.
Ceklek
Pintu terbuka, perlahan dia keluar,, agar ART yang kamarnya dekat dengan dapur tidak terbangun. Pelan dia menutup kembali pintu dapur dan tidak lupa membawa kunci yang tergantung di lubang nya dan mengunci kembali setelah dia keluar.
Sitara mengambil posisi di balik bunga yang tinggi, cukup untuk dia bersembunyi. keberuntungan sedang berpihak padanya, dia masih bisa melihat Dua orang yang melompat dari pagar pembatas masuk ke kebun. entah ada berapa jumlah mereka.
“Dapat kalian, aku tidak akan membiarkan kalian lolos. tapi apa tujuan kalian, ini pesantren loh ya!” Sitara bermonolog sambil terus bergerak mengambil posisi aman untuk melumpuhkan mereka.
Sesaat dia berpikir untuk membangunkan Musa tapi dia lupa membawa ponselnya. “Sebaiknya aku mengetuk jendela kamar Musa, itupun jika mungkin. huff okelah gaees kalian membuatku ingin berolahraga malam ini!”
Sitara sudah mengunci Satu orang dengan pandangannya, posisi nya dekat dengan jendela kamar Musa, ini menguntungkan Sitara.
Set.. Set..
Jebreett..
Sitara berhasil melumpuhkan Satu orang dengan menendang kaki nya dan memutar tangannya ke belakang.
Buughh!
orang yang menggunakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah seperti ninja itu jatuh ke tanah. “Siapa kamu!” Sitara sudah mengunci tangan dan kaki Ninja yang sudah tertelungkup di tanah tersebut.
Mendengar ribut-ribut di dekat jendela kamar nya, Musa bergegas keluar dan sontak saja dia kaget melihat Sitara yang sedang melumpuhkan seseorang.
“Tara apa yang terjadi?” Sitara menoleh sekilas ke arah Musa. “ bersiaplah sekarang Musa, karena ada beberapa teman dia yang sudah masuk kesini, ini baru Satu.” Musa sempat terpana diam mematung. “Ayoo tunggu apa lagi!” Sitara meninggikan suaranya sehingga menyadarkan Musa.
.
.
.
Assalamualaikum
Tolong bantu Like ya pemirsa
Duh Musa bikin gemes deh, keburu Ninja nya kabur kan.. terpesona oh terpesona hehehe
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KIRA2 SIAPA TU YG BRANI SATRONI PESANTREN KIYAI IBRAHIM
2023-08-25
0
Defi
Gimana Musa, terkagum2 kan dengan Sitara 🤣
2023-01-13
1
🍾⃝Tᴀͩɴᷞᴊͧᴜᷡɴͣɢ🇵🇸💖
Oleng nih Musa
2022-10-23
0