BAB 5: Nama ku Sitara

Tangan Sitara yang retak sudah tidak digendong lagi, langkah kaki nya pun sudah nampak tegak kembali. Dengan menggunakan pakaian Kurti (pakaian wanita khas India) berwarna hitam dengan renda putih yang menambah manis perpaduan warna tersebut, tidak lupa dupatta (selendang panjang) yang melilit leher indah nya. Sore ini Sitara mengikuti keinginan Papa nya untuk bertemu dengan Musa dan keluarga nya. Ada rasa enggan tapi penasaran. beberapa waktu yang lalu dia menyempatkan diri untuk mencari tau tentang Pondok Pesantren Istiqomah, dia menemukan profil tentang Musa, nama yang bagus, dan wajah yang tampan menenangkan. beberapa potret tentang aktivitas yang dilakukan Musa, sudah cukup membuat Sitara penasaran, ‘Ustadz Gaul’, itulah kesimpulan yang tertanam di kepala Sitara. 

Sepanjang jalan Sitara abai dengan arah jalan, dia hanya fokus dengan benda pipih pintar nya. Sahabat sehati, sejiwa dan se frekuensi, Ayu yang tidak berhenti chat dengan diri nya. [Ayu, Lo ikutan juga dong masuk pesantren ini, biar jadi solehah, jadi kan ada temen nya Gue], tidak menunggu lama Ayu pun membalas pesan Sitara [Wahai Sitara tralala yang cantik sepanjang masa, Lo coba aja dulu disana, anggap aja Lo semedi, selama Lo ada di pesantren itu, Gue akan janji untuk gak dugem. Demi apa? Demi Lo, jadi gue akan balik ke kantor bokap gue di jakarta, itung-itung Gue berbakti lah sama Papi dan Mami gue. Kelar Lo dari pertapaan, Kita balik lagi berkumpul bersama, siapa tau Lo dapet wangsit, trus kita buka usaha bareng!]

Panjang lebar Ayu ngasih pendapat dan semangat, Sitara yang senyum-senyum aja membaca chat nya, tidak lepas dari perhatian Satish. 'Nampak nya Sitara enjoy aja dengan keputusan ku ini, semoga ini menjadi jalan untuk kebaikan dia' Satish bergumam di dalam hati. 

[Hah Lo mau ninggalin Gue gitu maksudnya? Waaahh Lo kejam Yu, Lo gak ber berperikekawanan itu nama nya, Mana janji Palapa lo itu!]  Ayu yang membaca pesan sahabatnya di seberang sana, terus saja berpindah tempat, kadang di meja makan, kadang di lantai sambil cengar cengir. Ayu tinggal di sebuah apartemen mewah. Hanya sendiri, Papi nya yang seorang pengusaha memberikan hadiah unit tersebut di hari ulang tahun nya. 

[Bebeb ku sayang, tenang.. tenang.. dunia belum berakhir… Lo pelajari dulu disana, siapa tau calon suami Lo orang nya asik. Kan hidup lo gak kiamat!]  Ayu berusaha memberikan nasehat bijak versi dia. [Tapi syarat dia banyak banget Yu, Gue takut kalo gak bisa, mana Gue lagi yang ngelamar dia] emot sedih di pasang Sitara pada pesan nya. 

Lama mereka saling berbalas pesan, akhirnya sampai juga pada tujuan. sesaat senyum yang sedari tadi menghiasi bibir Sitara mendadak hilang. “Kita sudah sampai sayang, mereka asik-asik kok orang nya, gak kaku yang kayak kamu bayangin” Satish berusaha menyemangati Sitara. Sitara tidak menjawab ucapan Papa nya. hanya mengangguk kecil dan langsung membuka pintu mobil yang mereka kendarai.

Brukk !

Bruk !

Mereka melangkah dengan percaya diri tapi dengan pikiran masing-masing yang sangat banyak kekhawatiran di dalam nya. Sitara mengedarkan pandangannya, dia menyukai rumah Musa yang tampak asri. Jiwa seni yang sangat kental mengalir di dalam dirinya, yang diturunkan dari garis Mama nya. Gauri yang seorang seniman musik dan tari tradisional India, sudah banyak mengantongi penghargaan pementasan karya seni. Tapi sayang semua itu harus berakhir di saat pertunjukan terakhirnya, Gauri meninggal saat selesai pertunjukkan akibat keracunan makanan. Sejak saat itu Sitara kehilangan kasih sayang dari mama nya. 

Mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah, Fatimah langsung menyambut tamu nya yang memang sudah memberi kabar terlebih dulu untuk datang ke rumahnya. “Selamat Pagi, mari-mari silahkan masuk” Satish yang memang sudah beberapa kali datang, sudah merasa biasa saja. Beda dengan Sitara yang nampak grogi, di tangannya membawa bingkisan berupa kue hasil buatannya. Fatimah langsung mengulurkan tangan kepada Sitara dan langsung merengkuh pundaknya. mereka berbincang ringan sambil masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga. pertemuan ini sengaja tidak di ruang tamu, agar lebih merasa privat saja. 

Ramah tamah pun dilakukan demi menghilangkan suasana canggung. Pandangan mata Sitara beradu dengan netra nya Musa, entah rasa apa yang dirasakan oleh Sitara saat ini, tapi yang pasti tatapan musa itu menenangkan, dan tidak lupa Sitra memberikan penilaian pada sosok pemuda tampan yang ada di hadapannya, Tampan dan seksi. ‘Ahh penilaian macam ini’ Sitara menggeleng kan kepala nya pelan, dengan maksud menghilangkan pemikirannya yang payah. Namun beda dengan persepsi Musa, namun Musa tidak ingin terus berprasangka, dia menangkupkan kedua telapaknya di depan dada sambil memperkenalkan diri nya “Salam kenal, aku Musa, kita bertemu lagi” kalimat musa yang terakhir terasa kacau setelah dia menyadarinya, hehehe itu lah yang dinamakan grogi. Sitara yang kembali pada kesadarannya, langsung mengikuti gerakan tangan musa, menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada. 

“Nama ku Sitara Kumari, hallo.. ehem iya kita bertemu lagi” baru kali ini rasanya sitara sangat susah menelan saliva nya, dia yang biasa pecicilan, mendadak mengaktifkan mode kalem. hampir saja dia melupakan satu hal “Heem … Musa maaf aku terlambat mengatakannya, Terimakasih kau sudah menolongku” Musa kembali menatap wajah cantik Sitara, “Iya sudah kewajiban saya menolong sesama” tak lupa Musa memberikan senyuman manis nya tanpa pemanis buatan. Tanpa sadar Sitara bergumam, namun sial nya hal tersebut mampu didengar oleh  Musa dan Kyai juga Zahra, “Ganteng”. “Terimakasih.” sambar Musa dengan percaya diri nya. 

“Eh apa?” Sitara merasa wajahnya sudah panas dan sudah jelas memerah, malu, ya jelas aja malu, ingin rasanya dia bersembunyi ke dalam vas bunga, tapi jelas tidak bisa. ‘Uhh.. bodoh .. bodoh .. bodoh .. ngomong apa aku barusan, ishh murahan sekali mulut ku ini’. hal tersebut mengundang tawa yang lainnya dan mampu mengurai suasana canggung menjadi lebih cair. 

Satish merasa sudah saat nya dia membuka perihal yang penting, dimana dia akan melamar Musa untuk putri semata wayang nya. “Ehem… maaf sebelumnya nak Musa, Pak Kyai dan Bu Nyai, juga Zahra, Saya datang kesini berdua dengan Sitara putri saya dalam rangka Melamar Putra Bapak yaitu Nak Musa. Bagaimana pak Kyai” Satish sengaja melempar pertanyaan tersebut kepada Kyai, dengan harapan diterima dengan mahar yang ringan. “Pada dasarnya saya tidak pernah membatasi Musa kenal dengan siapa atau berjodoh dengan siapa, permintaan saya hanya pilihlah calon Istri yang seiman, tapi bukan karena mau nikah terus pindah keyakinan ya. dan yang tidak pernah meninggalkan Sholat.” sejenak Kyai berhenti dan mengambil napas dalam. 

“Tetapi untuk saat ini saya sendiri belum mendengar pendapat Nak Sitara mengenai pernikahan ini? bagaimana dengan keyakinan mu dan kenapa menerima saran dari Pak satish, bahwa Musa harus bertanggungjawab.” 

Serrr !!

Darah Sitara rasanya menguap, Musa mulai panik. Tapi dia adalah gadis bar-bar yang sangat menjunjung harga diri. Sitara mulai menyusun kata dalam pikirannya. Dia sangat menghormati Kyai dan Bu Nyai. sementara untuk musa dia merasa masih santai aja. 

.

.

.

Assalamualaikum

Yuukk buruan di Like dan ikuti terus ya pemirsa, Share jg dong ya, aajakin yang lainnya baca Novel ku, Terimakasih. 

Hayoo Sitara mau bilang gimana tuuhh.. mentok nih kayak nya hehehe

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Ayo Sitara keluarkan jurus2mu untuk bisa berada disamping ustadz gaul yang ganteng 😂

2023-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kecelakaan
2 Bab 2 : Kita Berbeda
3 Bab 3: Pesantren Istiqomah
4 Bab 4: Keputusan ku
5 BAB 5: Nama ku Sitara
6 Bab 6: Lamar Aku atau kau Ku lamar
7 Bab 7: Pindahan
8 Bab 8: Debat Kucing
9 Bab 9: Salah Tangkap
10 Bab 10: Gerombolan Ninja
11 Bab 11: Singa Betina
12 Bab 12: Misi Yang Gagal
13 Bab 13: Dokter Yoga
14 Bab 14: Bos Bawang
15 Bab 15: Ninja Yang Insyaf
16 Bab 16: Hukuman Yang Beda
17 Bab 17: Tobat Sambel
18 Bab 18: Gantengnya 40%
19 Bab 19: Malunya Aku
20 Bab 20: Waktu Belajar Ku
21 Bab 21: Pulang.
22 Bab 22: Banteng Kehilangan Tanduk
23 Bab 23: Setajam Samurai
24 Bab 24: Sah
25 Bab 25: Gagal Nikah?
26 Bab 26: Terlihat Tampan
27 Bab 27: Ghibah nya Sari dan Sayinah
28 Bab 28: Panggil aku Aby
29 Bab 29: Nikahan Ayu
30 Bab 30: Nubruk Lagi.
31 Bab 31: Nikah Mendadak
32 Bab 32: Mahar Rp. 10.000
33 Bab 33: Hobi Nubruk
34 Bab 34: Seperti Maling
35 Bab 35: Belajar Bareng 1
36 Bab 36: Belajar bareng 2
37 Bab 37: Salah Paham
38 Bab 38; Mau Cepet Punya Anak.
39 Bab 39: Nyari Dokter Kandungan
40 Bab 40: Bersama Dokter Siska Andriani. SpOG
41 Bab 41: Gaspol Mas
42 Bab 42: Aku Bersedia Hidup Bersamamu
43 Bab 43: Hai Tampan
44 Bab 44. Syukuran
45 Bab 45: Daadee Datang
46 Bab 46: Parfum Malam Pertama
47 Bab 47: Dokter Pintu
48 Bab 48: Ketahuan.
49 Bab 49 : Masih sakit?
50 Bab 50: Bertemu Cici
51 Bab 51: Kebakaran
52 Bab 52: Musa kritis
53 Bab 53: Tidak Sanggup
54 Bab 54: Siapa Dev?
55 Bab 55: Obsesi Dev
56 Bab 56: Arya
57 Bab 57: Penyelidikan
58 Bab 58: Gombalan Absurd
59 Bab 60: Face Off
60 Bab 60: Keputusan Face Off
61 Bab 61: Sarung Ninja
62 Bab 62: Mantan Tunangan Ku
63 Bab 63: Wajah Baru Musa
64 Menjelang Tamat
65 Bab 64: Rencana Party
66 Bab 65: Memaafkan
67 Selamat Tahun Baru 2023
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1: Kecelakaan
2
Bab 2 : Kita Berbeda
3
Bab 3: Pesantren Istiqomah
4
Bab 4: Keputusan ku
5
BAB 5: Nama ku Sitara
6
Bab 6: Lamar Aku atau kau Ku lamar
7
Bab 7: Pindahan
8
Bab 8: Debat Kucing
9
Bab 9: Salah Tangkap
10
Bab 10: Gerombolan Ninja
11
Bab 11: Singa Betina
12
Bab 12: Misi Yang Gagal
13
Bab 13: Dokter Yoga
14
Bab 14: Bos Bawang
15
Bab 15: Ninja Yang Insyaf
16
Bab 16: Hukuman Yang Beda
17
Bab 17: Tobat Sambel
18
Bab 18: Gantengnya 40%
19
Bab 19: Malunya Aku
20
Bab 20: Waktu Belajar Ku
21
Bab 21: Pulang.
22
Bab 22: Banteng Kehilangan Tanduk
23
Bab 23: Setajam Samurai
24
Bab 24: Sah
25
Bab 25: Gagal Nikah?
26
Bab 26: Terlihat Tampan
27
Bab 27: Ghibah nya Sari dan Sayinah
28
Bab 28: Panggil aku Aby
29
Bab 29: Nikahan Ayu
30
Bab 30: Nubruk Lagi.
31
Bab 31: Nikah Mendadak
32
Bab 32: Mahar Rp. 10.000
33
Bab 33: Hobi Nubruk
34
Bab 34: Seperti Maling
35
Bab 35: Belajar Bareng 1
36
Bab 36: Belajar bareng 2
37
Bab 37: Salah Paham
38
Bab 38; Mau Cepet Punya Anak.
39
Bab 39: Nyari Dokter Kandungan
40
Bab 40: Bersama Dokter Siska Andriani. SpOG
41
Bab 41: Gaspol Mas
42
Bab 42: Aku Bersedia Hidup Bersamamu
43
Bab 43: Hai Tampan
44
Bab 44. Syukuran
45
Bab 45: Daadee Datang
46
Bab 46: Parfum Malam Pertama
47
Bab 47: Dokter Pintu
48
Bab 48: Ketahuan.
49
Bab 49 : Masih sakit?
50
Bab 50: Bertemu Cici
51
Bab 51: Kebakaran
52
Bab 52: Musa kritis
53
Bab 53: Tidak Sanggup
54
Bab 54: Siapa Dev?
55
Bab 55: Obsesi Dev
56
Bab 56: Arya
57
Bab 57: Penyelidikan
58
Bab 58: Gombalan Absurd
59
Bab 60: Face Off
60
Bab 60: Keputusan Face Off
61
Bab 61: Sarung Ninja
62
Bab 62: Mantan Tunangan Ku
63
Bab 63: Wajah Baru Musa
64
Menjelang Tamat
65
Bab 64: Rencana Party
66
Bab 65: Memaafkan
67
Selamat Tahun Baru 2023

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!