Tik.. tok.. tik.. tok..
Suara jam yang menguasai keheningan di ruang tamu rumah Kyai Ibrahim. Sitara nampak memainkan jari-jari lentik nya sambil menunduk. Dia bingung harus berkata apa, semua yang ada di sana hanya diam menunggu jawaban Sitara. 'Kenapa juga pake nanya gitu sih Kyai, kan jadi nya Bingung' keluhan sitara yang sudah pasti hanya berani dia utarakan dengan hatinya sendiri
"Saya menginginkan Musa menjadi suami saya Kyai" demi apa sitara bicara begitu dengan lantang dan sangat jantan sekali, padahal kan dia betina. Seharusnya saat seorang gadis ditanya seperti itu akan menjawab nya dengan malu-malu. Beda dengan Sitara, sekali dia berucap tak akan dicabut lagi, sekali dia maju tak akan mundur lagi.
"Musa, kau sudah dengar apa yang dikatakan Sitara? Dia gadis pemberani dan cukup langka!" Kyai senyum-senyum melihat Musa yang wajah nya sudah merona. Sekarang Musa yang mati gaya. Musa yang kini terpojok harus berpikir ekstra, beberapa kali dia menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar.
"Wanita adalah makhluk yang mulia, dan aku ingin memuliakan wanita, siapapun itu orang nya. Sitara aku tersanjung dengan keinginanmu, tapi aku ingin kita belajar dulu dan tidak mendahulukan nafsu." Sitara merasa hati nya diangkat setinggi langit lalu dihempaskan dengan keras, Sitara mulai jengah dengan jawaban Musa yang berbelit-belit. Dia ingin jawaban yang jelas.
"Maaf Musa, nafsu? Sepertinya pikiranmu sudah kelewat batas, aku gak segitu nafsu nya sama kamu, aku kan hanya bilang…" "maksud ku bukan nafsu itu Sitara, nafsu yang aku maksud ego.. ya seperti ego." Musa dengan sigap membantah ucapan Sitara yang mulai meninggi suaranya. "Ohh itu maksudnya, jadi gimana? Kamu mau gak sih sama aku!"
Satish yang melihat putrinya mulai kehilangan kesopanan, langsung menepuk dahi nya. Rasa malu dan yang lainnya silih berganti merasuki hati dan pikirannya. "Tara jaga ucapanmu, jangan seperti anak kecil begini. Kita tunggu penjelasan Musa ya!" Satish bicara sedikit berbisik, padahal yang lainnya tetap bisa mendengar suara nya.
"Sitara mau kah kamu mulai serius untuk mencari Tuhan mu? Aku tidak bisa menjadi suamimu jika kita tidak satu perahu. Tapi aku juga tidak akan memaksa kamu untuk memilih Tuhan ku, karena aku. Aku akan membimbingmu jika kamu merasa membutuhkan aku. Bagaimana?" Sebenarnya kalimat Musa cukup membuat Sitara bingung, tapi dia memang sedang dalam perjalanan mencari Tuhan. "Aku bersedia, jadi kapan kita akan memulai hubungan kita? Apakah kita akan pacaran?".
Ini memang hubungan yang tidak biasa. Kisah Musa dan Sitara baru saja akan dimulai. "Nak Sitara, Hmm oya kamu boleh panggil saya Abi, dan ini Umi mu mulai sekarang" Kyai menyentuh tangan istri nya lembut, dan kembali memandang Sitara dengan tatapan teduh namun berwibawa. Inilah yang membuat jiwa liar Sitara menjadi tenang.
"Terimakasih Abi, Umi kalian sudah mau menerima Tara sebagai bagian dari keluarga ini" dari semua sikap dan cara bicara menunjukkan karakter Sitara yang tidak suka bertele-tele. Pertanyaan Sitara sengaja tidak di jawab oleh Musa, tapi dengan sikap Kyai tadi yang mengijinkan Sitara menganggap mereka sebagai orang tua, membuat Sitara merasa di terima oleh mereka.
“Sitara, dalam agama ku, melarang hubungan pacaran. dan saat ini pun aku belum bisa menerima lamaranmu. Masih seperti yang tadi aku katakan, mari kita belajar bersama. jika Allah sudah berikan hidayah nya kepada mu, aku akan datang kepada Papa mu untuk melamarmu.” Walau tidak puas dengan jawaban Musa yang dinilainya menggantung, namun Sitara memilih diam dan mengangguk. “Oke deal, maaf sekali lagi aku bertanya untuk memastikan aja sih, kamu yang akan melamarku, atau kau yang ku lamar?” sontak saja kalimat itu membuat yang lainnya kaget, ini lebih seperti transaksi bisnis daripada urusan romansa.
Fatimah yang tadinya kaget, sekarang dia tersenyum dan tampak sekali matanya berbinar senang. Di dalam pikirannya, inilah orang yang tepat untuk menjadi pendamping putra nya dalam mengayomi umat di kemudian hari nanti. Kyai melirik ke arah Musa dan Satish, tampaknya mereka berdua mulai kewalahan dalam menghadapi Sitara. “Sitara, kami yang akan datang meminta kepada Papa mu suatu hari nanti. Teruslah berproses, satu pesan Abi, dekati Tuhan, maka dia akan lebih dekat dengan urat nadimu.” Ibrahim menjelaskan dengan sabar dan senyum yang mendamaikan hati siapapun yang melihat nya.
“Baiklah Abi, jadi mulai kapan Tara akan pindah kesini? dan tolong jangan bosan untuk memberi tahu Tara apa yang boleh dan apa yang tidak.” Sesaat dia menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan. “Zahra, apakah kamu bersedia untuk sekamar dengan ku? aku akan membawa perlengkapan ku sendiri, jadi tidak akan mengusik milikmu.” Zahra yang merasa bahagia karena akan ada teman untuk berbagi cerita dengan cepat mengangguk, senyum manis nya terkembang dan membuat wajah imut nya semakin terlihat cantik.
“Sangat boleh kak, hmm.. maukah kau menganggapku sebagai adikmu?” Sitara merasakan hatinya menghangat, seperti mendapat hadiah dari menang undian, dia pun mengangguk semangat “Ya tentu saja Sweety. Sekarang aku adalah kakakmu” Suasana yang tadinya sempat tegang dan beraroma transaksi bisnis, kini berubah hangat karena dimulainya sebuah hubungan persaudaraan antara dua keluarga.
****
“Ayu, kapan kamu mau pulang ke Jakarta?” Ayu yang sedang packing tidak lupa untuk mengaktifkan bluetooth nya agar lebih leluasa bergerak. “Besok pagi In shaa Allah Pi, Papi ada pesan apa? nanti Aku mau keluar sebentar untuk membeli oleh-oleh.” “Ohh gak ada, Papi hanya mau tanya, apakah tekadmu sudah bulat untuk masuk ke perusahaan? Papi sangat berharap masa bermain mu sudah selesai nak, dan kamu betul-betul sudah siap untuk menjadi penerus Papi” Prayoga adalah pengusaha sukses dengan nama yang sudah besar, bergerak di bidang garmen. Ajeng istri nya seorang desainer papan atas dan memiliki beberapa butik besar yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Ayu putri semata wayang yang sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya, sangat diharapkan untuk bisa melanjutkan kepemimpinannya. Dan mereka pun sudah mulai mencarikan jodoh untuk Ayu yang nampaknya masih saja asik dengan permainannya.
“Papi tenang aja, Aku akan menepati janji ku, jika aku sudah menemukan titik jenuh, maka aku akan mengabdikan diri ku kepada keputusan Papi dan Mami.” Ayu hampir sama dengan Sitara, bila sudah berjanji maka dia akan mati-matian menepati, tapi jika dikhianati, jangan tanya bagaimana garang nya dua wanita ini. “Oke nak, Papi akan jemput kamu besok pagi, jangan malam-malam pulang nya ya!”
klik !
Ponsel pintar itu sudah dimatikannya lebih dulu, sebelum Papinya ceramah tanpa bisa dia hentikan. “Huufff … akhirnya selesai juga ya, aku ingin cari oleh-oleh tapi kok malas keluar, ahh kenapa harus repot, kan ada mang ojek.” tidak menunggu lama dia sudah memesan makanan dan cemilan kepada bapak yang menerima pesan di aplikasi nya. “Sudah beres semua, “Seharian ini kok Sitara tralala trilili ini gak ada kabar sih?” Ayu bicara sendiri sambil mencari nama Sitara di daftar panggilan ponselnya, aku telepon saja deh”
“Hallo… Beb, gimana kabar Lo? Gue nungguin seharian kayak orang nungguin angkot, laahh Lo nya gak ada kabar!” Ayu langsung saja nyerocos dengan nada kesal. Sementara Sitara yang masih di rumah Kyai langsung menjauh mencari tempat untuk menjawab pertanyaan sahabatnya itu. “Hallo.. ihh apaan sih nanya pake emosi, jangan marah-marah, ntar gak imut lagi .” Ayu ngerasa ada yang aneh dengan Sitara, “heeyyy.. Tralala trilili, kok nada Lo enteng bener sih? padahal gue udah berharap lo akan nangis Bombay penuh drama gitu, lo jadi nikah sama tu ustadz?” dasar Ayu kalau bicara sering gak pake perasaan. “Dia gak mau gue lamar Yu! “ sesaat Sitara menjeda dan itu bikin Ayu makin panas, “Dia ngajakin gue belajar bareng dulu.” Ayu makin gak sabar “belajar bareng? emang ngerjain tugas sekolah?” “Gue sudah bilang, dia ngelamar gue, atau gue yang ngelamar dia!” Ayu langsung jingkrak-jingkrak kegirangan, dia paling suka dengan dengan karakter Sitara yang gak basa basi.
.
.
.
Assalamualaikum
tolong jangan lupa like, comment dan share ya
Duuhhh Sitara bikin jantung Musa gak tenang aja. Gimana ya kalo Sitara jadi santriwati??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
N Wage
lanjut baca...novel bagus dg
penulisan yg rapi dan runut.
2023-05-17
1
Defi
Sikap bar2 Tara copian dari Papa Satish 🤣🤣
2023-01-13
1
🍾⃝Tᴀͩɴᷞᴊͧᴜᷡɴͣɢ🇵🇸💖
Wajib semangat dong
2022-10-23
1