Bab 6: Lamar Aku atau kau Ku lamar

Tik.. tok.. tik.. tok..

Suara jam yang menguasai keheningan di ruang tamu rumah Kyai Ibrahim. Sitara nampak memainkan jari-jari lentik nya sambil menunduk. Dia bingung harus berkata apa, semua yang ada di sana hanya diam menunggu jawaban Sitara. 'Kenapa juga pake nanya gitu sih Kyai, kan jadi nya Bingung' keluhan sitara yang sudah pasti hanya berani dia utarakan dengan hatinya sendiri

"Saya menginginkan Musa menjadi suami saya Kyai" demi apa sitara bicara begitu dengan lantang dan sangat jantan sekali, padahal kan dia betina. Seharusnya saat seorang gadis ditanya seperti itu akan menjawab nya dengan malu-malu. Beda dengan Sitara, sekali dia berucap tak akan dicabut lagi, sekali dia maju tak akan mundur lagi. 

"Musa, kau sudah dengar apa yang dikatakan Sitara? Dia gadis pemberani dan cukup langka!" Kyai senyum-senyum melihat Musa yang wajah nya sudah merona. Sekarang Musa yang mati gaya. Musa yang kini terpojok harus berpikir ekstra, beberapa kali dia menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar. 

"Wanita adalah makhluk yang mulia, dan aku ingin memuliakan wanita, siapapun itu orang nya. Sitara aku tersanjung dengan keinginanmu, tapi aku ingin kita belajar dulu dan tidak mendahulukan nafsu." Sitara merasa hati nya diangkat setinggi langit lalu dihempaskan dengan keras, Sitara mulai jengah dengan jawaban Musa yang  berbelit-belit. Dia ingin jawaban yang jelas.

"Maaf Musa, nafsu? Sepertinya pikiranmu sudah kelewat batas, aku gak segitu nafsu nya sama kamu, aku kan hanya bilang…" "maksud ku bukan nafsu itu Sitara, nafsu yang aku maksud ego.. ya seperti ego." Musa dengan sigap membantah ucapan Sitara yang mulai meninggi suaranya. "Ohh itu maksudnya, jadi gimana? Kamu mau gak sih sama aku!"

Satish yang melihat putrinya mulai kehilangan kesopanan, langsung menepuk dahi nya. Rasa malu dan yang lainnya silih berganti merasuki hati dan pikirannya. "Tara jaga ucapanmu, jangan seperti anak kecil begini. Kita tunggu penjelasan Musa ya!" Satish bicara sedikit berbisik, padahal yang lainnya tetap bisa mendengar suara nya. 

"Sitara mau kah kamu mulai serius untuk mencari Tuhan mu? Aku tidak bisa menjadi suamimu jika kita tidak satu perahu. Tapi aku juga tidak akan memaksa kamu untuk memilih Tuhan ku, karena aku. Aku akan membimbingmu jika kamu merasa membutuhkan aku. Bagaimana?" Sebenarnya kalimat Musa cukup membuat Sitara bingung, tapi dia memang sedang dalam perjalanan mencari Tuhan. "Aku bersedia, jadi kapan kita akan memulai hubungan kita? Apakah kita akan pacaran?". 

Ini memang hubungan yang tidak biasa. Kisah Musa dan Sitara baru saja akan dimulai. "Nak Sitara, Hmm oya kamu boleh panggil saya Abi, dan ini Umi mu mulai sekarang" Kyai menyentuh tangan istri nya lembut, dan kembali memandang Sitara dengan tatapan teduh namun berwibawa. Inilah yang membuat jiwa liar Sitara menjadi tenang. 

"Terimakasih Abi, Umi kalian sudah mau menerima Tara sebagai bagian dari keluarga ini" dari semua sikap dan cara bicara menunjukkan karakter Sitara yang tidak suka bertele-tele. Pertanyaan Sitara sengaja tidak di jawab oleh Musa, tapi dengan sikap Kyai tadi yang mengijinkan Sitara menganggap mereka sebagai orang tua, membuat Sitara merasa di terima oleh mereka.

“Sitara, dalam agama ku, melarang hubungan pacaran. dan saat ini pun aku belum bisa menerima lamaranmu. Masih seperti yang tadi aku katakan, mari kita belajar bersama. jika Allah sudah berikan hidayah nya kepada mu, aku akan datang kepada Papa mu untuk melamarmu.” Walau tidak puas dengan jawaban Musa yang dinilainya menggantung, namun Sitara memilih diam dan mengangguk. “Oke deal, maaf sekali lagi aku bertanya untuk memastikan aja sih, kamu yang akan melamarku, atau kau yang ku lamar?” sontak saja kalimat itu membuat yang lainnya kaget, ini lebih seperti transaksi bisnis daripada urusan romansa.

Fatimah yang tadinya kaget, sekarang dia tersenyum dan tampak sekali matanya berbinar senang. Di dalam pikirannya, inilah orang yang tepat untuk menjadi pendamping putra nya dalam mengayomi umat di kemudian hari nanti. Kyai melirik ke arah Musa dan Satish, tampaknya mereka berdua mulai kewalahan dalam menghadapi Sitara. “Sitara, kami yang akan datang meminta kepada Papa mu suatu hari nanti. Teruslah berproses, satu pesan Abi, dekati Tuhan, maka dia akan lebih dekat dengan urat nadimu.” Ibrahim menjelaskan dengan sabar dan senyum yang mendamaikan hati siapapun yang melihat nya. 

“Baiklah Abi, jadi mulai kapan Tara akan pindah kesini? dan tolong jangan bosan untuk memberi tahu Tara apa yang boleh dan apa yang tidak.” Sesaat dia menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan. “Zahra, apakah kamu bersedia untuk sekamar dengan ku? aku akan membawa perlengkapan ku sendiri, jadi tidak akan mengusik milikmu.” Zahra yang merasa bahagia karena akan ada teman untuk berbagi cerita dengan cepat mengangguk, senyum manis nya terkembang dan membuat wajah imut nya semakin terlihat cantik.

“Sangat boleh kak, hmm.. maukah kau menganggapku sebagai adikmu?” Sitara merasakan hatinya menghangat, seperti mendapat hadiah dari menang undian, dia pun mengangguk semangat “Ya tentu saja Sweety. Sekarang aku adalah kakakmu” Suasana yang tadinya sempat tegang dan beraroma transaksi bisnis, kini berubah hangat karena dimulainya sebuah hubungan persaudaraan antara dua keluarga.  

****

“Ayu, kapan kamu mau pulang ke Jakarta?” Ayu yang sedang packing tidak lupa untuk mengaktifkan bluetooth nya agar lebih leluasa bergerak. “Besok pagi In shaa Allah Pi, Papi ada pesan apa? nanti Aku mau keluar sebentar untuk membeli oleh-oleh.” “Ohh gak ada, Papi hanya mau tanya, apakah tekadmu sudah bulat untuk masuk ke perusahaan? Papi sangat berharap masa bermain mu sudah selesai nak, dan kamu betul-betul sudah siap untuk menjadi penerus Papi” Prayoga adalah pengusaha sukses dengan nama yang sudah besar, bergerak di bidang garmen. Ajeng istri nya seorang desainer papan atas dan memiliki beberapa butik besar yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Ayu putri semata wayang yang sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya, sangat diharapkan untuk bisa melanjutkan kepemimpinannya. Dan mereka pun sudah mulai mencarikan jodoh untuk Ayu yang nampaknya masih saja asik dengan permainannya.

“Papi tenang aja, Aku akan menepati janji ku, jika aku sudah menemukan titik jenuh, maka aku akan mengabdikan diri ku kepada keputusan Papi dan Mami.” Ayu hampir sama dengan Sitara, bila sudah berjanji maka dia akan mati-matian menepati, tapi jika dikhianati, jangan tanya bagaimana garang nya dua wanita ini. “Oke nak, Papi akan jemput kamu besok pagi, jangan malam-malam pulang nya ya!” 

klik !

Ponsel pintar itu sudah dimatikannya lebih dulu, sebelum Papinya ceramah tanpa bisa dia hentikan. “Huufff … akhirnya selesai juga ya, aku ingin cari oleh-oleh tapi kok malas keluar, ahh kenapa harus repot, kan ada mang ojek.” tidak menunggu lama dia sudah memesan makanan dan cemilan kepada bapak yang menerima pesan di aplikasi nya. “Sudah beres semua, “Seharian ini kok Sitara tralala trilili ini gak ada kabar sih?” Ayu bicara sendiri sambil mencari nama Sitara di daftar panggilan ponselnya, aku telepon saja deh”  

“Hallo… Beb, gimana kabar Lo? Gue nungguin seharian kayak orang nungguin angkot, laahh Lo nya gak ada kabar!” Ayu langsung saja nyerocos dengan nada kesal. Sementara Sitara yang masih di rumah Kyai langsung menjauh mencari tempat untuk menjawab pertanyaan sahabatnya itu. “Hallo.. ihh apaan sih nanya pake emosi, jangan marah-marah, ntar gak imut lagi .” Ayu ngerasa ada yang aneh dengan Sitara, “heeyyy.. Tralala trilili, kok nada Lo enteng bener sih? padahal gue udah berharap lo akan nangis Bombay penuh drama gitu, lo jadi nikah sama tu ustadz?” dasar Ayu kalau bicara sering gak pake perasaan. “Dia gak mau gue lamar Yu! “ sesaat Sitara menjeda dan itu bikin Ayu makin panas, “Dia ngajakin gue belajar bareng dulu.” Ayu makin gak sabar “belajar bareng? emang ngerjain tugas sekolah?” “Gue sudah bilang, dia ngelamar gue, atau gue yang ngelamar dia!” Ayu langsung jingkrak-jingkrak kegirangan, dia paling suka dengan dengan karakter Sitara yang gak basa basi. 

.

.

.

Assalamualaikum

tolong jangan lupa like, comment dan share ya

Duuhhh Sitara bikin jantung Musa gak tenang aja. Gimana ya kalo Sitara jadi santriwati??

Terpopuler

Comments

N Wage

N Wage

lanjut baca...novel bagus dg
penulisan yg rapi dan runut.

2023-05-17

1

Defi

Defi

Sikap bar2 Tara copian dari Papa Satish 🤣🤣

2023-01-13

1

🍾⃝Tᴀͩɴᷞᴊͧᴜᷡɴͣɢ🇵🇸💖

🍾⃝Tᴀͩɴᷞᴊͧᴜᷡɴͣɢ🇵🇸💖

Wajib semangat dong

2022-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kecelakaan
2 Bab 2 : Kita Berbeda
3 Bab 3: Pesantren Istiqomah
4 Bab 4: Keputusan ku
5 BAB 5: Nama ku Sitara
6 Bab 6: Lamar Aku atau kau Ku lamar
7 Bab 7: Pindahan
8 Bab 8: Debat Kucing
9 Bab 9: Salah Tangkap
10 Bab 10: Gerombolan Ninja
11 Bab 11: Singa Betina
12 Bab 12: Misi Yang Gagal
13 Bab 13: Dokter Yoga
14 Bab 14: Bos Bawang
15 Bab 15: Ninja Yang Insyaf
16 Bab 16: Hukuman Yang Beda
17 Bab 17: Tobat Sambel
18 Bab 18: Gantengnya 40%
19 Bab 19: Malunya Aku
20 Bab 20: Waktu Belajar Ku
21 Bab 21: Pulang.
22 Bab 22: Banteng Kehilangan Tanduk
23 Bab 23: Setajam Samurai
24 Bab 24: Sah
25 Bab 25: Gagal Nikah?
26 Bab 26: Terlihat Tampan
27 Bab 27: Ghibah nya Sari dan Sayinah
28 Bab 28: Panggil aku Aby
29 Bab 29: Nikahan Ayu
30 Bab 30: Nubruk Lagi.
31 Bab 31: Nikah Mendadak
32 Bab 32: Mahar Rp. 10.000
33 Bab 33: Hobi Nubruk
34 Bab 34: Seperti Maling
35 Bab 35: Belajar Bareng 1
36 Bab 36: Belajar bareng 2
37 Bab 37: Salah Paham
38 Bab 38; Mau Cepet Punya Anak.
39 Bab 39: Nyari Dokter Kandungan
40 Bab 40: Bersama Dokter Siska Andriani. SpOG
41 Bab 41: Gaspol Mas
42 Bab 42: Aku Bersedia Hidup Bersamamu
43 Bab 43: Hai Tampan
44 Bab 44. Syukuran
45 Bab 45: Daadee Datang
46 Bab 46: Parfum Malam Pertama
47 Bab 47: Dokter Pintu
48 Bab 48: Ketahuan.
49 Bab 49 : Masih sakit?
50 Bab 50: Bertemu Cici
51 Bab 51: Kebakaran
52 Bab 52: Musa kritis
53 Bab 53: Tidak Sanggup
54 Bab 54: Siapa Dev?
55 Bab 55: Obsesi Dev
56 Bab 56: Arya
57 Bab 57: Penyelidikan
58 Bab 58: Gombalan Absurd
59 Bab 60: Face Off
60 Bab 60: Keputusan Face Off
61 Bab 61: Sarung Ninja
62 Bab 62: Mantan Tunangan Ku
63 Bab 63: Wajah Baru Musa
64 Menjelang Tamat
65 Bab 64: Rencana Party
66 Bab 65: Memaafkan
67 Selamat Tahun Baru 2023
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1: Kecelakaan
2
Bab 2 : Kita Berbeda
3
Bab 3: Pesantren Istiqomah
4
Bab 4: Keputusan ku
5
BAB 5: Nama ku Sitara
6
Bab 6: Lamar Aku atau kau Ku lamar
7
Bab 7: Pindahan
8
Bab 8: Debat Kucing
9
Bab 9: Salah Tangkap
10
Bab 10: Gerombolan Ninja
11
Bab 11: Singa Betina
12
Bab 12: Misi Yang Gagal
13
Bab 13: Dokter Yoga
14
Bab 14: Bos Bawang
15
Bab 15: Ninja Yang Insyaf
16
Bab 16: Hukuman Yang Beda
17
Bab 17: Tobat Sambel
18
Bab 18: Gantengnya 40%
19
Bab 19: Malunya Aku
20
Bab 20: Waktu Belajar Ku
21
Bab 21: Pulang.
22
Bab 22: Banteng Kehilangan Tanduk
23
Bab 23: Setajam Samurai
24
Bab 24: Sah
25
Bab 25: Gagal Nikah?
26
Bab 26: Terlihat Tampan
27
Bab 27: Ghibah nya Sari dan Sayinah
28
Bab 28: Panggil aku Aby
29
Bab 29: Nikahan Ayu
30
Bab 30: Nubruk Lagi.
31
Bab 31: Nikah Mendadak
32
Bab 32: Mahar Rp. 10.000
33
Bab 33: Hobi Nubruk
34
Bab 34: Seperti Maling
35
Bab 35: Belajar Bareng 1
36
Bab 36: Belajar bareng 2
37
Bab 37: Salah Paham
38
Bab 38; Mau Cepet Punya Anak.
39
Bab 39: Nyari Dokter Kandungan
40
Bab 40: Bersama Dokter Siska Andriani. SpOG
41
Bab 41: Gaspol Mas
42
Bab 42: Aku Bersedia Hidup Bersamamu
43
Bab 43: Hai Tampan
44
Bab 44. Syukuran
45
Bab 45: Daadee Datang
46
Bab 46: Parfum Malam Pertama
47
Bab 47: Dokter Pintu
48
Bab 48: Ketahuan.
49
Bab 49 : Masih sakit?
50
Bab 50: Bertemu Cici
51
Bab 51: Kebakaran
52
Bab 52: Musa kritis
53
Bab 53: Tidak Sanggup
54
Bab 54: Siapa Dev?
55
Bab 55: Obsesi Dev
56
Bab 56: Arya
57
Bab 57: Penyelidikan
58
Bab 58: Gombalan Absurd
59
Bab 60: Face Off
60
Bab 60: Keputusan Face Off
61
Bab 61: Sarung Ninja
62
Bab 62: Mantan Tunangan Ku
63
Bab 63: Wajah Baru Musa
64
Menjelang Tamat
65
Bab 64: Rencana Party
66
Bab 65: Memaafkan
67
Selamat Tahun Baru 2023

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!