Panggilan dari pengadilan untuk Adriana sudah berlangsung, dan sidang akan dimulai beberapa hari ke depan. Namun, perempuan licik itu belum juga ditemukan.
Dan yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini adalah TETAP WASPADA!
Karena, siapa yang tau bahwa tiba-tiba saja wanita itu datang dan menghancurkan kembali sisa sakit yang masih ada dalam diri Ocha.
Dan juga yang lebih mengejutkan ialah, ternyata kabar berita penangkapan Adriana itu tayang di televisi dengan banyak penonton dan pembaca.
Berita itu juga sampai ke telinga para keluarga yang kehilangan anggota keluarga mereka. Kembali muncul dengan bersamaan untuk mengatasi hilangnya Adriana, supaya wanita itu cepat mendapatkan sanksi atas tindakannya yang sangat merugikan banyak khalayak ramai.
“ADRIANA HARUS DITANGKAP!”
“HARUS SEGERA DIADILI!!!”
“DIA HARUS DIHUKUM MATI!!!”
“KALIAN HARUS ADIL! TANGKAP WANITA ITU SECEPATNYA!”
Suara ramai itu berasal dari televisi didalam rumah Ocha yang saat ini tengah menayangkan ramainya kantor aparat juga kediaman Adriana beserta keluarganya.
Ocha dan Alexius menonton berita itu dengan tenang. Ocha merasa terkejut akan terkenalnya berita itu dengan cepat, padahal ia merasa tak melakukan apapun.
Atau mungkin, ini akal lincah milik pria disampingnya ini?
“Kau harus tetap waspada.”
Yap benar, saat ini, Alexius kembali muncul tentu dengan tiba-tiba di depan rumahnya. Dan tak mungkin jika ia tak mempersilahkan suaminya sendiri untuk masuk ke dalam bangunan yang masih rumahnya juga.
“Bahkan saat aku bekerja pun, aku merasa tetap waspada.”
“Tunggu, kau b-bekerja?”
Yah, bisa diakui bahwa akting Alexius ini keren.
Ocha mengangguk dua kali, dengan berbinar, ia bercerita pada Alexius perihal pekerjaan dan perlakuan baik teman-temannya.
“Kau senang bekerja di tempat itu?”
“Tentu saja. Aku senang sekali.”
Bahkan saat mengucapkan itu, tanpa sadar, Ocha mendekat dan memeluk erat tubuh Alexius. Yang tentu saja dengan senang hati dibalas dekapan erat oleh pria itu.
“Kalau begitu, semoga kau betah bekerja disana selalu.” Ucap Alexius yang dibalas anggukan oleh Ocha.
Pelukan itu masih terjadi, dengan nyaman Ocha memposisikan dirinya. Alexius tersenyum kecil melihat tingkah laku istrinya itu. Tidak biasanya wanita itu seperti ini.
“Apa kau sudah makan tadi?”
Karena terlalu sibuk dengan berita itu dan bercerita banyak hal pada suaminya, Ocha lupa menanyakan perihal makan pada pria itu. Istri macam apa dia ini?!
“Sudah. Tenang saja, tak usah merepotkan diri.”
Syukurlah, Ocha merasa lega. Bila benar pria ini belum makan, maka Ocha merupakan istri yang tak becus mengurusi perihal perut suaminya sendiri.
***
Pagi sekali, tepatnya pukul setengah tujuh pagi, Ocha sudah sampai di perusahaan tempatnya bekerja hampir satu bulan ini. Dia berangkat diantarkan oleh suaminya yang juga akan ke kantor pria itu.
Namun, waw! Sepagi ini, kantor tempatnya bekerja sudah begitu ramai. Tidak seperti biasanya. Banyak karyawan yang bergerombol untuk bergosip ria. Namun, Ocha lebih memilih hal positif saja, yaitu membuka ponselnya untuk bertukar pesan dengan Arana, temannya juga Suaminya, Alexius.
“Hei apa kau tau?!, di berita, pelaku penyebab terjadinya kecelakaan beruntun tiga tahun lalu itu sudah diungkap loh!”
Suara yang terdengar jelas di telinga Ocha. Oh, ternyata ini penyebabnya kenapa kantor sudah ramai. Batin Ocha.
“Hei, katanya, pelaku itu kabur melarikan diri karena dia sudah tahu mau ditangkap. Kira-kira kemana ya dia kaburnya?”
Lagi dan lagi Ocha hanya bisa membatin. Sedari kemarin, itu juga yang ada dipikiran Ocha. Kemana dia kabur?!
“Eh, dengar-dengar juga nih ya.. Masa, dia mau muncul kalau target yang dia tuju itu sudah meninggal.” Sela yang lain.
Ocha yang mendengar itu melotot. Target?!
Itu dia sendiri kan??
Jadi, kalau dia sudah meninggal, Adriana baru akan mengakui kesalahan dia?!Begitu?!
Ting.
Ocha melihat notif yang terpampang baru saja muncul di ponselnya.
»*Mr. Alex
Ingat pesanku, kau harus tetap berhati-hati dan waspada dimana pun kau berada. Dan.. jangan sampai lengah!
Jangan mudah percaya pada siapapun meski itu teman dan orang terdekatmu sendiri, semua wajib di waspadai.
Ingat, Siaga 1*!
Huft!
Itu isi pesan suaminya. Kapan masalah ini selesai?!
Dia ingin bahagia!
Apa itu tak bisa?!
“Ya Tuhan, kenapa semua menjadi rumit?! Hanya aku yang bisa memecahkan sebab dendam wanita itu padaku sehingga dia sangat ambisius ingin menghancurkan ku!”
****
Siang harinya, Ocha mendapat pesan di ponselnya, namun bukan dari suaminya maupun Arana. Tetapi dari orang asing yang mengaku akan memesan kue pada dirinya.
Jujur, ini sangat menarik!
Tahu sendiri bukan?!
Perempuan bila dihadapkan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan uang, pasti akan cepat berpikir dan cepat menerima.
»+1*****
*Ini benar dengan Ocha?!
Saya ingin memesan kue pada anda, saya pernah membeli kue anda, rasanya enak dan saya tertarik untuk memesan pada anda.
Hari Minggu sore, di rumah saya ada acara keluarga, saya ingin memesan lima macam kue di anda apapun varian rasanya, harga berapapun tak masalah.
Saya pesan sebanyak 200 kue. Terimakasih*.
Mata Ocha jelas saja berbinar. Terlebih, jumlah kue yang pesan tak main-main, ada 200 buah.
Tunggu! Sepertinya, dulu pernah ada yang memesan pada dirinya juga. Apa ini orang yang sama?
*Ting.
Ingat, Kau harus tetap waspada! Tak boleh terkecoh apapun, termasuk diiming-imingi uang*!
Hah!
Helaan napas pun keluar dari bibir kecil merahnya. Ia meraup wajahnya.
“Ocha, kau dipanggil pak Manager ke ruangannya.”
****
5L. Lelah, Letih, Lesuh, Lunglai, Lemas. Itulah yang terjadi pada tubuh Ocha.
Bayangkan, dia berangkat pagi sekali. Pukul setengah tujuh pagi sudah sampai di kantor. Kemudian pagi tadi sebelum mulai kerja, dia dipanggil pak Manager perusahaan tempatnya bekerja,
»»»»
“Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?” kata Ocha sopan.
“Silahkan duduk!”
Setelah itu, Ocha duduk karena sudah dipersilahkan.
“Karena menurut penilaian kinerja karyawan, kau orang yang giat, cermat, semangat, dan teliti dalam berkerja. Maka, aku menunjukmu untuk pulang lebih malam dari biasanya atau bisa dibilang lembur. Kau bisa kan?!”
Ocha ingin menolak, tapi tak bisa.
Ini rezeki, pikirnya.
Bekerja di perusahaan ini saja sudah mendapat gaji lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya dalam tiga bulan ke depan, apalagi bila ada lemburan?
Ocha mengangguk. Meski sejujurnya, badan Ocha mudah lelah, namun tak apa, demi uang, apa sih yang tak bisa?
“Bagus. Mulai hari ini kau lembur. Biar waktu yang tentukan kapan kau pulang awal seperti biasanya.”
“Baik pak, terimakasih sebelumnya.”
“Sama-sama. Kau bisa kembali bekerja.”
Yeah!
««««
Drrttttt
Drrttttt
Dering ponselnya berbunyi. Jam lembur sudah habis. Ocha sudah mengerjakan beberapa tumpuk berkas hingga tak tersisa. Sungguh semangat jiwanya hanya demi uang.
“Halo?!”
“Aku sudah di depan kantor tempatmu bekerja.”
“Hah?!”
“Baik. Aku tunggu!”
Tut.
Tunggu, itu berarti, suaminya sudah menjemput dirinya?!
Segeralah Ocha bergegas membereskan seluruh pekerjaannya kemudian berkemas seluruh barang miliknya. Dan turunlah ia dari lantai dua menuju lobi, lantai dasar.
Dan, tanpa Ocha tahu. Lemburan, dan semua alasan ia menetap di kantor itu ialah seseorang yang menjemputnya dan sedang menunggunya itu.
****
Bersambung.....
See you lagi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments