Bab 3

Hari telah berlalu. Ocha mematok dirinya harus bisa bangkit kembali. Ia takkan terus terkurung dalam rasa sedihnya.

“Sepertinya, rencanaku harus dimulai dari sekarang. Jika tidak, Adriana akan terus bertingkah. Aku tak mau hidupku kembali hancur. Aku sudah lelah untuk terus mengalah dan merasakan takut,” ucapnya dengan tegas. Matanya mengecil, pertanda dia sedang memikirkan sebuah rencana.

Beberapa hari terakhir, Ocha terus mendapatkan gambaran tentang kejadian tragis itu. Kecelakaan yang merengut banyak korban jiwa.

Rasa antisipasi dan waspada, terus Ocha tingkatkan untuk menjaga dirinya sendiri. Dia selalu menyamar saat akan keluar rumah. Dia selalu menjadi orang yang teliti dan berhati-hati.

Dan sekarang, Ocha berada di sebuah supermarket untuk berbelanja kebutuhannya. Rencana pertamanya, ia harus pergi lebih dulu dari rumahnya untuk bersembunyi dari Adriana. Dengan dalih, kabar kegilaan jiwanya yang beredar. Tenang, itu hanya rumor.

Ocha menjual rumah lamanya, untuk kehidupan barunya. Ia sudah memiliki tempat tinggal baru untuk ditinggali nantinya. Rumah yang dijual dengan murah, karena ada di gang kecil dan sempit. Namun indahnya, rumah itu terawat dan sangat bersih.

“Kayaknya aku cuma butuh ini saja,” katanya lalu mendorong troli untuk dibayarkan di kasir.

Setelah selesai berbelanja, Arocha menuju rumahnya dengan langkah santai, supaya tak menimbulkan kecurigaan orang-orang di sekitarnya.

Ocha meringkasi seluruh barang yang harus dia bawa dan sangat penting.

Puk! Puk!

Tepuknya diatas koper pakaian nya. Ia sudah bersiap untuk meninggalkan rumah penuh kenangannya ini.

“Sampai jumpa lagi kenangan. Sampai jumpa rumah masa kecil,” ujarnya sembari menatap keseluruhan rumah lamanya, yang hanya akan meninggalkan kenangan di ingatan Ocha saja.

Dia menggeret kopernya. Tujuannya adalah Kota D, tempat persembunyian yang akan aman. Karena kota itu merupakan kota terpencil di negara ini, dan jarang ada yang mengenal kota itu.

****

Ocha menghirup udara segar di sekeliling rumahnya. Nuansa pepohonan memadu indah dalam netranya. Ini sangat indah. Dia sangat nyaman berada di rumah barunya. Meski belum ada bertahun-tahun, namun keadaan dalam rumah ini membuatnya betah untuk tinggal dengan lama.

Ocha memilih berjalan-jalan sekedar mengapa tetangga barunya. Gang kecil ini sangat sempit. Namun ramai, dan juga sangat indah karena tatanan bangunan dan juga pepohonan sangat rapi.

Ocha sampai di sebuah jembatan yang di bawahnya mengalir aliran sungai yang deras dan jernih. Ia seperti hidup di dunia dongeng.

Tring!

Suara notif ponselnya berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk.

Unknown.

[Hai, Bu Bos. Perintah sudah aku laksanakan. Bukti akan terkirim beberapa menit lagi di ponselmu. Tenang saja, semua gratis tanpa bayar, karena ini juga menyangkut nyawa manusia tersayangku.]

Pesan masuk itu membuat Ocha menyunggingkan senyum kecil di bibirnya. Ini baru langkah pertama. Belum seberapa. Dia akan terus mengusahakan supaya Adriana dapat ditahan pihak berwajib akibat perbuatannya. Tentunya, dia juga akan mencari tahu lagi akibat dendamnya Adriana yang begitu besar pada Arocha.

Saat sedang menatap ponselnya, sebuah suara memasuki indra telinganya.

“Aw, sakit sekali.”

Desisan dari suara bariton pria membuatnya teralih dari layar ponsel. Ia mencari tahu letak suara itu. Kemudian, dia menemukan seorang lelaki bertubuh jangkung dengan penampilannya yang rapi. Namun, wajah lelaki itu sangat familiar di ingatannya.

Bruk!

“Hei, kau kenapa?!” pekiknya melihat seorang lelaki dewasa itu yang tubuhnya meluruh.

Dia berlari menghampiri lelaki itu. Lelaki itu menyipitkan matanya, dengan tangan memegang kepalanya.

“S-siapa kau?!” pekiknya. Ocha sontak saja terkejut.

“Hei, aku hanya menolongmu.”

“Tak usah. Aku tak membutuhkan itu.”

“Ck, sombong sekali.”

Ocha berdiri dan menjauh dari tubuh lelaki itu. Namun rasa cemas tak juga menjauh dari dirinya. Sungguh, dia kadang kesal memiliki sikap yang seperti saat ini.

“Tunggu sebentar!” tahan lelaki itu dengan suara baritonnya dan tanpa ringisan.

Ocha menghentikan langkahnya mengikuti titah dari lelaki itu dia berbalik, kembali menghadap lelaki itu. Mengangkat satu alisnya menandakan sarat bertanya.

“K-kau, apa kau tau kecelakaan yang terjadi di Kota B?” tanya lelaki itu. Ocha mengernyit.

Kecelakaan yang merenggut nyawa bibinya? Ya tentu saja ingat.

“Tentu saja.”

“Apa kau bisa membantuku untuk mencari tahu penyebab kecelakaan itu?”

Pertanyaannya tidak salah. Namun, Ocha tersenyum manis tanpa sepengetahuan pria itu yang masih menunduk dengan sebelah tangan memegang kepalanya.

“Ada apa?” tanya Ocha memancing.

“Kata dokter, aku melupakan identitasku. Mungkin saja, penyebab kecelakaan itu bisa membuatku ingat kembali. Aku sangat butuh memori otakku, karena aku tidak mau bila saja orang-orang terkasihku di sana bersedih,” jelas lelaki itu.

Ocha mengangguk paham, dia meletakkan tangan di dagu dan satu tangannya dilipat di perut. Memperagakan layaknya orang berpikir.

“Jadi, kau tidak tahu siapa dirimu sendiri?”

Lelaki itu mengedikkan bahunya.

Lantas, bagaimana cara Arocha mencari tahu penyebab itu bila saja orang yang mengajaknya bekerja sama ini lupa identitasnya sendiri. Haruskah Ocha mengajak pria itu tinggal satu atap dengannya?

“Kau bisa membantu ku mencari identitasku dan juga penyebab kecelakaan ini terjadi, bukan?” tanya pria itu menyadarkan. Ocha berpikir, terdiam.

“Baiklah,” jawabnya yang menimbulkan senyum dari bibir lelaki itu.

Sepertinya Ocha harus mencari dua permasalahan. Yang pertama, tentang penyebab dan cara menjebloskan pelaku yang begitu lincah seperti lintah itu ke dalam jeruji besi, dan yang kedua, dia harus membantu lelaki yang bekerja sama dengannya ini untuk mencari tahu identitas asli lelaki amnesia itu. Ya, dia ingat, lelaki itu adalah lelaki yang terbaring di brankar rumah sakit kala itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!